
" Hmm Aku berjanji " Ucap fanny.
entah dengan pikiran yang matang atau hanya sekedar ingin membuat perempuan itu merasa tenang, dia berjanji begitu saja.
Anja dengan senangnya mendengar itu, Akhirnya putra tunggalnya akan mendapatkan cinta nya seutuhnya. kini dirinya akan melepas putranya dengan bahagia.
" Terima kasih sayang , sekarang... ibu sudah merasa tenang, ibu sangat berat meninggalkan kalian berdua disini ... lain kali, datanglah kerumah dan kami berdua akan menyambut kalian. "
" Ayo sayang " ujar hars yang dijawab anggukan oleh anja.
" Nak , kami berdua pamit ya , jaga diri baik - baik ya. " pesan ayah yang begitu menyayangi mereka.
" iya ayah , hati - hati. aku akan merindukanmu" balas devan yang memeluk ayahnya. lalu dia juga memeluk ibunya.
" ibu ... jaga kesehatan disana, aku juga akan sangat merindukan ibu " ujarnya.
" iya sayang , jaga fanny ya. sudah ya ... ibu harus pulang sekarang "
devan mengangukkan kepalanya, dan kedua orang itu akhirnya melanjutkan perjalanannya. walau terasa sangat berat harus pulang secepat ini , tetapi tugas merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan.
sesekali anja menengok kebelakang dimana Anak dan menantunya masih memperhatikannya.
" jangan menangis atau mereka akan sedih " ujar hars lembut.
" Bagaimana aku tidak bersedih ... mereka anak - anakku. jika saja kita masih tinggal disini , kita tidak perlu jauh dari mereka. "
" Tenanglah sayang, Mereka sudah besar dan akan menjaga diri baik - baik. ayah yakin devan bisa membimbing fanny agar bisa mencintainya. yang harus kita lakukan selalu dukung dia dan mendoakannya. semoga allah membalik hati fanny agar menerima putra kita ."
" ya , aku akan selalu berdoa. Tetapi fanny adalah wanita yang baik, lambat laun aku yakin .. dia pasti bisa mencintai devan "
" aamiin "
akhirnya mereka berdua pun memasuki pesawat dan pesawat itu sudah melepaskan landas dan mulai terbang.
Diluar bandara keduanya berjalan bersama beriringan. dari kejauhan ada dua orang yang memperhatikannya , satu seorang pria dan wanita yang ada di kursi roda yang cukup tua.
" Bukankah itu kak Fanny " pikir pria itu yang memakai jaket hitam.
" bu , Kita pulang ke apartemen ya. Ibu harus istirahat setelah ini " katanya yang memandang ibunya. namun wanita itu hanya diam saja.
" Sayang kau mau kehotel lagi ?" tanya devan.
" iya , sebenarnya aku belum rapat tapi aku sudah meminta tolong pada rian untuk menggantikan aku " jawab fanny yang terus berjalan menuju keparkiran.
" Eh .... sayang " panggil devan lembut.
mereka berhenti berjalan karena sudah ada di depan mobil fanny. fanny menatap devan seperti menunggu kelanjutan nya.
" Bagaimana ya ... Aku tidak enak mengatakannya "
" Katakan saja "
__ADS_1
" Sebaiknya kita pergi ke suatu tempat untuk membicarakannya, sayang kau pasti belum makan kan ? ayo kita cari restoran "
saat keduanya masuk kedalam mobil masing - masing, pria tadi masih memperhatikan tiffanny.
***
disebuah restoran sederhana itu , keduanya makan siang bersama. fanny memakan Spagethi nya sedangkan devan dia memesan steak.
" Sayang kau makan seperti anak kecil " Goda devan dia melihat saus yang menempel di bibir fanny. fanny terlihat bingung mendengarnya , lalu devan mengambil tisu dan mengelap lembut bibir fanny.
" selesai " gumam devan.
" terima kasih " ucap fanny pelan.
" kau tadi ingin bilang apa ?" tanyanya.
" Sejujurnya ... selama beberapa tahun terakhir aku selalu menyisihkan uangku. aku selalu bermimpi untuk punya rumah sendiri. rumah yang akan kugunakan bersama istri dan anak - anakku. akhirnya selama beberapa tahun itu aku berhasil mengumpulkan uang dan aku membeli sebuah rumah. "
" ya ... walaupun tidak sebesar rumah nenek. tapi aku mampu membelinya yang tidak terlalu jauh dari rumah nenek. Aku pikir aku ingin membawamu hidup berdua bersamaku. tetapi jika kau tidak mau tidak apa - apa, aku bisa menginvestasikannya saja. lagipula nenek sendirian aku juga khawatir dengannya. "
" Biasanya kau selalu memaksaku, kenapa kali ini kau ingin mendengarkan pendapatku ?" tanya tiffanny yang menatapnya dalam.
" itu suatu hal yang beda. kali ini aku tidak akan memaksakan kehendakku, aku tidak ingin membuatmu jauh dariku "
sejenak fanny diam , dia berpikir apa yang harus dia katakan sebenarnya dia tidak peduli harus tinggal dimana saja. namun jika dia tinggal hanya berdua dengan devan bukankah itu bagus , jika suatu saat nanti mereka bertengkar atau berselisih paham tidak akan ada yang tau.
namun dia juga harus memikirkan nenek , usia nenek semakin hari semakin tua. tidak mungkin dia meninggalkan nenek sendirian. walaupun ada bi kali yang akan mengurusnya namun dia tidak bisa pergi jika nenek tidak menginginkannya.
" Bagaimana ?" devan bertanya karena dari tadi fanny hanya diam.
" ya , baiklah aku akan mengatakannya nanti. "
***
" Aku pergi dulu " pamit fanny ketika berada di parkiran restoran.
" hati - hati ya " devan mendekati fanny lalu dia mencium fanny. fanny hanya bisa diam terpaku atas perlakuan devan.
fanny pun masuk ke dalam mobil dia memundurkan mobilnya lalu segera menggas mobilnya untuk pergi dari tempat itu.
devan memperhatikannya , setelah melihat fanny pergi dia pun naik ke dalam mobilnya. dia lega sudah mengatakan semuanya. kini dia akan mengatakan kepada nenek.
jika nenek mengizinkannya dia akan senang karena usaha nya bertahun - tahun akan berhasil. tetapi jika tidak juga tidak apa. yang penting dia bersama fanny.
walaupun devan dari kalangan orang berada yang bercukupan tetapi ayahnya selalu mengajarkannya untuk membeli sesuatu dari hasil kerja keras nya sendiri. apalagi devan adalah seorang lekaki yang akan memimpin keluarganya jadi dia harus tau tanggung jawab dan apa itu usaha.
****
sedangkan didalam suatu apartemen sederhana terlihat pria muda yang usianya sekitaran 23 tahun tengah berusaha menidurkan ibunya ke kasur.
setelah itu dia menyelimutinya sampai ke leher.
__ADS_1
" istirahatlah bu , ibu tenang saja. aku sudah besar sekarang ... Aku akan bekerja dan membiayai hidup kita. Jangan takut padanya, aku akan melawannya sekarang. "
" Cepatlah sembuh ... Dia tidak akan bisa menemui kita lagi " sambungnya.
wanita itu hanya bisa menangis tanpa bicara , lalu anak itu menghapus air mata ibunya. setelah itu dia keluar dari kamar dan membereskan apartemen itu.
saat sedang mencuci piring dia teringat kejadian di bandara tadi. dia melihat fanny bersama seorang pria.
" aku tidak mungkin salah, itu benar kak fanny. tapi kenapa dia ada dibandara " pikirnya.
***
nenek menghela nafas kasar nya , sejenak dia berpikir tentang apa yang barusan saja dijelaskan oleh devan.
" Nenek mengerti nak. tapi nenek tidak akan melarangmu , jika dengan begitu kalian bisa semakin dekat maka nenek akan mendukungmu. "
" Jangan khawatirkan nenek disini, nenek ditemani kali disini. Tiffanny juga dulu...pergi beberapa tahun belajar di luar negeri nenek sendirian. Bawalah fanny pergi kemanapun yang kau inginkan. dia adalah hak mu nenek tidak bisa melarangnya. "
" aku tau nek , nenek tidak akan melarangnya. tapi aku sungguh berterima kasih banyak pada nenek yang sudah mengerti bagaimana pemikiranku. sungguh aku sangat berterim kasih " ucapnya dengan tulus itu.
" Seperti apa saja. Begini - begini nenek juga pernah muda. dulu setelah nikah dengan kakeknya tiffanny malahan dia membawa nenek ke Tionghoa rasanya sangat mendebarkan karena nenek belum bisa menggunakan bahasanya. "
devan terus mendengarkan cerita nenek dengan seksama nenek adalah orang yang seru ketika diajak bicara.
" lalu bagaimana nenek mengatasinya ?" tanya devan penasaran.
" ya nenek tidak pernah keluar rumah. setiap keluar selalu harus ditemani suami nenek , wang itu marga dari keluarga suami nenek. namanya Wang gu. dia selalu mengajari nenek bahasanya sampai nenek melahirkan ayahnya fanny Barulah nenek sedikit lancar. "
" Wah pasti nenek sangat senang setelah bisa pakai bahasa tionghoa. apa nenek selalu keluar , berbelanja dan berkeliling kota ? "
" tentu saja ! setelah itu nenek banyak berteman. Tapi suami nenek tidak melarangnya , dia sangat baik tapi dia lebih dahulu meninggalkan nenek. " kini ucapan yang tadinya semangat berubah menjadi pelan dan sendu.
devan kini pindah posisi , dia berada di sebelah nenek dan merangkulnya.
" Kakek sudah bahagia disana, aku juga yakin pasti kakek melihat kita. dia tersenyum dan jika ada disini dia pasti berkata Aku bahagia melihat istri cantikku ini selalu tersenyum. tapi jika dia menangis wajahnya berubah menjadi seperti menjadi seperti kura - kura yang memasukkan wajahnya kedalam tempurung , jelek. jadi nenek pilih yang mana ? tersenyum atau menangis ?"
nenek tersenyum mendengarnya dia menarik telinga devan.
" Nakal " kata nenek sambil tersenyum.
" tidak sakit ya, kalau begitu aku akan nakal setiap bertemu nenek "
keduanya pun tertawa bersama , dibalik tembok tinggi itu fanny memperhatikan keduanya. sedari tadi dia terus berdiri melihat bagaimana keduanya bertingkah. sangat manis pikirnya.
melihat itu dia tersenyum, devan sangat menyayangi neneknya. Pria itu selalu berusaha membuat semua orang yang dia sayangi tersenyum.
deg ... deg ... deg
memikirkan devan membuatnya merasa gugup dan jantungnya berdetak cepat. dia tidak tau kenapa jantungnya berubah jadi cepat saat melihat wajah devan. dia terlihat tampan saat sedang tertawa.
Bonus Visual Pria misterius
__ADS_1
terima kasih sudah membaca novel Cinta Di Hatiku. jangan lupa berikan like dan komentar terbaik kalian. 🤗