Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Penolakan Sebelum Pengungkapan


__ADS_3

keesokan harinya


minggu ini membuat semua orang menghentikan aktivitasnya dari kegiatan biasanya yaitu bekerja. Didalam kamarnya yang luas itu fanny masih tertidur pulas. sedangkan devan dia sudah mandi dan rapi dengan baju biasa sehari-hari.


setelah dirasa rapi dia pun keluar dari kamar saat pertama kali dia keluar kamar itu yang berhadapan langsung dengan fanny dia berdiri melihat nya , melirik ke bawah tidak ada orangnnya berarti masih didalam.


dia memberanikam diri untuk mengetuk pintu fanny hanya dalam 5 langkah saja dia sudah berdiri langsung di depan kamar fanny.


tok..tok..tok


" Kau sudah bangun ?" tanyanya.


tapi tidak ada suara saat menekan knop pintu ternyata tidak terkunci dia buka sedikit dan ternyata masih tertidur dia tidak bisa melihat wajah fanny karena fannt tidur miring ke kiri.


" Devan , apa yang kau lakukan disini?" tanya nenek dari belakang.


devan pun menutup lagi pintu kamar itu dan tersenyum kepada nenek.


" hanya ingin tau apa dia sudah bangun " jawab devan.


" kalau hari minggu biasanya dia akan bangun terlambat, nenek ingin bicara apa kau punya waktu ?" tanya nenek.


" iya nek "


Dihalaman rumah yang luas itu mereka duduk berhadapan di sebuah kursi kayu


" Seperti yang sudah kau katakan semalam. Nenek sudah mendaftarkan pernikahan kalian berdua, hanya tinggal menunggu semuanya selesai "


" Terima kasih nek, maaf mungkin aku sangat egois ... tapi aku benar-benar mencintainya. Aku tidak ingin melihat dia selalu memikirkan masa lalunya , setidaknya dengan pernikahan ini aku bisa membuatnya melupakan masa lalunya "


" Kau sudah benar. Lagipula ... dia tidak akan bisa menolak pernikahan ini "


" Maksud nenek ? " tanya devan sambil mengernyitkan dahinya .


" Mama nya meminta dia Menikah denganmu jika sampai usia 25 tahun dia belum menikah. dia sangat mencintai mamanya jadi dia tidak akan menolak permintaan itu "


***


sore harinya fanny sudah bersiap dengan Dress simple berwarna hitam dan rambut yang dibuatnya Curly. dia berdiri saat sudah siap di depan meja rias. dia langsung mengambil tasnya yang ada di ranjang lalu keluar dari kamar.


rumah itu tampak sepi tidak ada orang, jadi dia langsung keluar saja tanpa berpamitan pada nenek.


selangkah saat dia keluar dari pintu utama, dia bisa melihat rian yang berdiri di depan mobilnya. dia tutup lagi pintu itu , namun sebuah tangan memegang lengannya jadi dia menatap siapa tangan yang ada dihadapannya.


" Ada apa ?" tanyanya.


" Jangan pulang terlalu larut" jawabnya yang ternyata orang itu adalah devan.


" Aku tidak tau pulang jam berapa , aku titip nenek "


fanny berusaha melepaskan tangan devan dengan tangan satunya. devan tak mempermasalahkan itu.


" Temui aku pukul 8 ditempat semalam "


" Lihat saja nanti "


" aku pergi " sambungnya dan bergegas menuju kearah devan.

__ADS_1


( tidak apa fanny , aku mengerti kau memang seperti itu. karena setelah hari ini kau akan menjadi milikku )


rian sudah berdiri 15 menit di depan mobilnya , jadi dia memutuskan untuk masuk kedalam. hari ini dia memakai pakaian casual baju putih dan celana jeans hitam. dia melirik kesamping dan fanny sudah ada di depannya.


" kau sudah siap " kata rian.


" ya "


" kita mau kemana ?"


" Pantai , bagaimana ?. " tanya rian.


" Terserah kau saja "


rian pun tersenyum lalu dia membukakan pintu mobil untuk fanny , setelah fanny masuk dia tutup lagi. dan hal itu semua tidak luput dari pantauan devan.


***


mereka sudah ada di pantai sekarang, namun mereka tidak turun kedekat pantai tetapi hanya berdiri atas tebing dekat restoran sambil keduanya melihat sunset.


sangat indah sekali, mata tiffanny terus tertuju kedepan sampai tak berkedip lagi. Mata rian yang hanya fokus kesamping fanny tidak tersadar kalau dia tersenyum.


" apa kau menyukainya?"


fanny pun menoleh kerian , lalu dia kembali menatap kedepan.


" hmm , apa kau sering kesini ?" tanya balik fanny.


" tidak pernah. aku baru kali ini kesini dan itu denganmu "


" ya , tolong foto kami " jawab rian.


" Fanny kau mau berfoto denganku kan ?" tanya rian.


" ha ? ehh... ya boleh " jawabnya.


dia pun tersenyum , mereka berdiri di sana berdampingan . rian tersenyum ke arah kamera begitu juga fanny yang tersenyum kecil namun terlihat sangat cantik ditambah latar nya langsung dari sunset alami.


" 1...2...3 "


photographer itu mendekat tanpa bicara apapun dia membuat tangan rian berada di bahu fanny , membuat fanny dan rian sama - sama kaku. photographer itu kembali dan saat itu fanny sedang menoleh ke arah rian sehingga photograper itu mengambil kesempatan itu untuk memotret mereka.


" cekrek"


" terima kasih , ini indah sekali. bisa minta nomor ponselnya agar aku bisa mengirimkan fotonya ?"


" ya tentu " kata rian.


..


hari sudah sangat gelap dan keduanya memutuskan pulang setelah makan malam disana. Keduanya berjalan berdampingan.


seketika fanny terdorong kedepan saat seseorang tidak sengaja menabrak nya dari belakang. secepatnya rian langsung menggapai pinggang kecil fanny dan menariknya kedalam pelukannya.


Fanny membulatkan matanya ketika dia hampir terjatuh, untung rian membantunya. namun saat dia sadar kalau berada dalam pelukan rian dia mendongakkan wajahnya hingga wajah mereka bertemu dan saling menatap.


" maaf " ujar fanny canggung dan segera melepaskan diri dari pelukan rian

__ADS_1


" eh , hmm tidak apa . apa kau terluka ? " tanya rian yang khawatir.


" tidak " jawabnya seraya mengangukkan kepalanya.


" mari ... kita pulang " ajak rian.


***


sesampainya di rumah , mereka berdua turun dari mobil berniat mengantar fanny sampai kedalam rumah namun fanny menghentikan langkah kakinya ditengah - tengah halaman.


" Rian " panggilnya.


" ada apa ? kenapa berhenti ?" tanya rian.


" Jangan Mencintaiku " kata fanny.


Rian terdiam bisu saat fanny mengatakan itu, dia lemas mendengarnya bahkan sebelum dia mengatakan sebenarnya fanny sudah lebih dahulu menolaknya.


" Aku tau kau peduli padaku, kau selalu ingin melindungiku tapi aku juga tau kau mencintaiku " lirihnya.


" maaf , aku mengatakan ini. Sebelum semuanya sangat jauh aku tidak ingin memberikan harapan pada siapapun termasuk dirimu. "


" Boleh aku mengungkapkan semuanya ?" tanya fanny.


" kenapa tidak " lirih rian dengan suara parau.


" Aku ... lebih suka mengangapmu sebagai kakak. usia mu sama seperti kakak. aku tidak ingin kehilangan dirimu, jika hubungan kita lebih dari hanya sekedar sekretaris , rekan kerja ataupun Orang yang selalu ingin melindungiku. aku takut aku akan kehilangan dirimu sama seperti yang lain "


" Kau pria yang baik , akan ada seorang wanita yang sama baik nya seperti dirimu yang akan menjadi Cintamu. Aku harap kau mengerti "


rian tersenyum walaupun hatinya sakit dan hancur tetapi dia harus tersenyum. semua untuk tiffanny apa yang tidak bisa dia lakukan untuk nya , hanya sekedar senyuman tidak lebih.


" aku senang kau menolakku , sebelum aku mengungkapkannya. karena aku bisa mengatur perasaanku. tetapi aku minta satu hal padamu , bersikaplah biasa sama seperti biasanya. kau selalu dingin dan cuek dan tetaplah begitu denganku anggap tidak terjadi sesuatu pada perasaanku "


" ya , itu sudah pasti " fanny mengangukkan kepalanya.


" boleh aku memelukmu ? anggap ini sebagai imbalan atas selama ini aku membantu mu "


fanny diam sejenak , lalu dia mengangukkan kepalanya. rian pun langsung memeluknya. dibalik pelukan itu dia menangis , wajahnya merah karena sedih.


namun disaat yang bersamaan devan yang sedang berdiri di balkon atas itu melihat kedekatan mereka berdua. apalagi sekarang mereka dalam posisi memeluk hatinya marah, sedih dan kecewa namun dia harus menerimanya karena sekarang dia masih bukan siapa - siapa untuk tiffanny.


fanny mengangkat tangannya untuk membalas pelukan rian.


rian menghapus air matanya yang jatuh itu.


" Aku berjanji akan terus melindungimu sama seperti dulu. walau perasaanku ada tetapi anggap saja itu hanya angin "


" terima kasih rian, kau ... juga orang yang selalu ada disaat aku sedang terpuruk. terima kasih untuk selama ini .. "


" tidak , jangan berterima kasih. aku menyukai saat - saat bersamamu. jadi jangan katakan apapun "


rian dan fanny saling melepaskan pelukan itu, rian masih bisa tersenyum dihadapan fanny. hanya sebentar saja dia langsung masuk kedalam mobil.


fanny membiarkannya saja, setelah mobil itu pergi dari hadapannya. dia berbalik menuju kedalam rumah namun lagi- lagi langkahnya harus terhenti.


( maaf rian, aku tidak bermaksud menyakitimu )

__ADS_1


__ADS_2