Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
pernikahan Brian Dan Agatha


__ADS_3

beberapa saat kemudian rian, nenek ji dan kali sedang menunggu fanny turun. namun dari balik pintu atas devan lah terlebih dahulu yang turun , dia sangat tampan mengenakan jas berwarna hitam .


dia pun menuruni anak tangga itu , lalu berdiri di hadapan nenek.


" nak kau tampan sekali " puji nenek.


" nenek juga sangat cantik " balas devan seraya tersenyum.


" kau bisa saja , oh ya fanny akan turun sebentar lagi dia lama sekali" ucap nenek.


" nek namanya juga perempuan harus lama berdandan iya kan tuan rian ?" kata kali.


rian terkekeh mendengarnya , namun dari atad terdengar langkah kaki yang berjalan. semuanya menatap langkah itu , sepatu hiels tinggi berwarna putih dan gaun berwarna putih , fanny tampak cantik dan anggun dengan rambut yang diurai dan riasan yang tidak tebal.


" cantik sekali " ucap devan dalam hati.


rian berbinar memandanginya , setelah sekian lama dia tidak pernah melihat fanny yang berpakaian seperti ini.


" sayang kau cantik sekali " puji nenek.


" iya nona kau sangat cantik malam ini , semua orang akan menatapmu " timpal kali.


tiffanny hanya tersenyum tipis membalasnya , dan dia menatap rian " ayo kita berangkat " kata rian.


" nek kami pamit dulu " ucap rian.


" iya . rian dengar apa yang dikatakan nenek tadi ya " kata nenek.


" iya nek rian ingat " balas rian.


" Nenek aku pergi " ucap fanny lembut.


" iya sayang " nenek mengelus rambut tiffannya , air matanya hampir terjatuh begitu saja tapi malam ini dia tidak ingin menangis karena tiffanny tidak akan suka.


" fanny sayang... dengarkan kata-kata nenek ini , jangan lihat apa yang tidak ingin kau lihat. anggap apa yang ada dihadapanmu itu tidak ada " nasihat nenek ji , nenek tau betul bagaimana tiffanny dia berusaha untuk memberinya ketegaran.


" iya " ujar fanny


" baiklah kalian bertiga pergilah dan hati-hati " kata nenek yang menghadapa rian dan devan.


***


setelah menempuh perjalanan 45 menit akhirnya fanny dan Rian telah sampai di sebuah hotel mewah nan megah milik Samuel's Hotel Group yang tak lain adalah ayah dari agatha sendiri.


Hotel yang langsung berhubungan dengan pantai di belakangnya. Banyak tamu penting baik dari kalangan pengusaha maupun pejabat dan rekan rekan yang lain.


mobil alphard milik fanny telah sampai tepatnya di mana para tamu diturunkan , pintu mobil terbuka pertama- tama Rian lah yang keluar pertama kali.

__ADS_1


dia menjulurkan tangannya hingga tangan putih mulus milik fanny menerima uluran tangan itu , dia keluar dari mobil menyaksikan bagaimana para tamu undangsn hadir dan memperhatikannya.


" aku tidak menyangka mantan brian hadir " bisik - bisik para tamu undangan.


" ini strategi bisnis kau harus paham mana yang benar , ucapan selamat yang tulus atau akan ada proyek yang diterima nanti " saut temannya.


setelah mobil fanny pergi giliran devan yang turun dari mobil , dia memberikan kunci mobilnya kepada seorang pria yang akan memarkirkan mobilnya.


dia melihat bagaimana fanny melingkarkan tangannya di lengan Rian. dia berjalan seorang diri menyusul dari belakang.


" nona sebelah kanan " ujar rian.


fanny menuruti ucapan rian , hingga dia bisa melihat bagaimana mewah dan glamournya tempat ini dirubah dipinggiran pantai sudah di hias tempat brian dan agatha mengucapkan janji pernikahan.


dia dan rian duduk berdampingan pada barisan kursi ke 7 , banyak tamu yang telah duduk menunggu pengantin datang.


dalam diri fanny , dia harus menguatkan diri. menahan air mata kecewa pada dunia , tak bisa dia pungkiri dia masih mencintai brian tapi apa yang harus dia lakukan ketika semuanya harus berakhir tanpa keinginannya.


impian dia dan brian dulu menikah di pantai , disaksikan bulan dan bintang. nyatanya mimpi brian terwujud sedangkan mimpinya harus pupus ditengah jalan.


" nona aku ambilkan minum , mau pesan apa ?" tanya rian.


" tidak usah kau saja " jawab fanny.


" baiklah aku akan kembali " kata brian.


hingga tak terasa sudah waktunya mempelai datang , nampak dari ujung belakang brian william sudah berjalan berdampingan dengan agatha yang terus merangkul tangan brian , semuanya bersorak bahagia melihat kedua pasangan itu sembari bertepuk tangan.


sedangkan tiffanny tifak bergeming dari kursinya dia tetap duduk begitu juga dengan ricko yang khawatir dengan keadaan fanny.


brian menoleh ke kanan hingga dia bisa melihat fanny duduk tanpa menoleh kepadanya , dia tersenyum kepada semua yang hadir disana.


sedangkan devan dia juga berdiri menyambut pengantin tapi matanya terus tertuju bagaimana tingkah tiffanny.


sekarang sang kedua mempelai sudah tiba di podium tempat pengucapan janji mereka berdua , ditengah- tengahnya ada pendeta yang akan memimpin mereka berdua.


" sekarang kalian berdua berjanjilah " ucap sang pendeta di tengah-tengah pengantin.


mata agatha sangat berbinar menghadap ke brian , mereka terus saling menggenggam tangan seraya mengumbar kebahagiaan.


" Agatha Samuel , aku mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" ucap Brian dengan tenang dan lembut ketika mengucapkannya.


agatha tersenyum senang mendengarnya hingga kini dialah yang akan bergantian mengucapkan janji itu.


" Brian William , aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus"


" mulai sekarang kalian adalah pasangan suami istri yang sudah sah dihadapan agama dan Negara " kata sang pendeta.

__ADS_1


fanny yang menundukkan kepalanya itu meneteskan air matanya , sangat sakit rasanya mendengar pria yang dicintai sudah mengucapkan janji pernikahan dengan wanita lain dihadapannya sendiri.


ingin rasanya dia pulang sekarang dan mengeluarkan semua tangisannya , tapi tidak bisa dia harus menahannya sekali lagi.


" cium .... cium...cium" sorak tamu undangan.


agatha memberikan anggukan kepalanya , hingga brian pun menempelkan bibirnya ke bibir agatha cukup lama hingga sang photographer bisa mengambilnya lalu lama kelamaan ciuman itu berumah menjadi ******* yang langsung dibalas oleh agatha.


" huuuu " sorak tamu undangan lagi.


" nona " gumam Rian.


" aku ingin ke kamar kecil ".ujar fanny tanpa memerdulikan yang lainnya dia berjalan seorang diri untuk masuk kedalam hotel.


rian melihatinya , beberapa orang yang tahu tentang hubungan mereka dahulu pun melirik fanny , ada yang merasa sedih untuknya ada juga yang menimpalinya dengan ucapan kotor.


" Fanny " gumam devan , dia melihat kedepan kalau brian masih berciuman diapun berdiri lalu masuk kedalam untuk mencari tiffanny.


" ck kau dimana " katanya yang masih terus berjalan cepat mencari tiffanny.


devan terus mencari dari lobi hingga kedepan hotel tapi tidak ketemu , lalu masuk kembali mencari ke setiap toilet wanita dilantai manapun.


dilain sisi tiffanny menangis sesegukan di dalam toilet itu, sepertinya toilet ini dibuat kedap suara hingga tidak ada yang bisa mendengar tangisannya. dia duduk di atas closet sembari menangis.


" hiks....hikss " isaknya.


" aku tidak bisa hiks aku tidak bisa menerima ini " isaknya lagi.


" aku mencintai brian hiks "


" hiks .. hikss "


drtt....drtttt


ponselnya bergetar dia membuka ponselnya


***Nenek Ji


📱***" nak kau baik - baik saja ?"


itulah pesan singkat yang dikirimkan oleh nenek , fanny tidak berniat membalasnya. kemudian dia menghapus air matanya karena sadar sudah berapa lama dia menghilang atau rian akan mencari nya dan akan menelpon Nenek.


dia keluar dari toilet tetapi singgah sebentar di depan kaca , dia mengambil tisu menghapus bekas air matanya sendiri.


" fanny lihatlah dirimu sendiri. tujuanmu kesini hanya untuk bisnis bukan menangis , kuat fanny ... kau harus kuat " ucapnya dalam hati memperhatikan wajah dan tubuhnya sendiri dihadapan kaca itu.


satu satunya yang dia punya sekarang hanyalah menyemangati diri nya sendiri , dia membuang nafas kasarnya lalu keluar dari toilet sendirian menuju ke aula tempat resepsi pernikahan..

__ADS_1


__ADS_2