
" sayang kau membuatku khawatir, darima saja ?" tanya devan ketika fanny sudah ada didepannya. tadinya dia ingin menyusul namun keburu fanny datang duluan.
" Banyak orang didalam. ayo pulang " jawabnya.
devan pun mengangukkan kepalanya dan membuka pintu mobilnya untuk tiffanny.
***
dihari minggu ini sore hari itu raka membawa ibunya kesebuah taman menggunakan kursi roda. dia ingin ibunya melihat - lihat sekitaran kota agar bisa menghirup udara segar.
" Ibu ingatkan taman ini, aku dan kakak dulu sering bermain disini lalu ibu datang menjemput kami untuk pulang " raka mengingat masa lalunya dengan baik, sambil mendorong kursi roda tak henti - hentinya dia mangatakan kakak.
" Ssa -yang , kau merindukan kakak. " ujar christin dengan lembut menyentuh tangan raka yang sedang mendorongnya itu.
raka tersenyum mendengarnya " bukan hanya aku saja , aku yakin mama juga kan "
christin sedih mendengar yang diucapkan raka memang benar, dia ibunya tidak mungkin tidak merindukan anaknya.
" Temui kakakmu " ucap christin.
mendengar itu raka pun berhenti mendorong tidak tau apa maksud ibunya tapi dia terkejut sebelumnya ibunya tidak pernah mengatakan itu.
" Ibu .. "
" sekarang Ki..ta harus , me-law-an orang itu, Bbantu Ka-kak " ucapnya tertatih.
" baik bu , aku akan berjanji untuk menemui kakak dan membantunya " katanya dengan nanar.
***
Diruang kerjanya devan dia sedang menulis di sebuah buku. dia terlihat sangat fokus sekali dengan rambut yang masih basah karena habis mandi.
dari depan ruangan fanny tak sengaja melewati ruangan itu namun langkahnya terhenti saat itu juga dan menatap devan dalam diam.
dia menatap sayu kepada devan " Kau selalu menjadi orang pertama yang datang disaat aku membutuhkan seseorang. bagaimana aku bisa membalasmu? cinta ? apa aku harus mencintainya saat ini ? aku tidak tau apa perasananku sekarang. tapi saat sedang bersamamu aku merasa aman dan tenang " batinnya.
" Bagaimana caranya merasakan kalau itu sebuah cinta " dia menutup matanya sekarang, mungkin dia bisa berpikir disaat sedang menutup mata.
namun dari dalam ruangan kerjanya, dia bisa melihat sosok banyak tiffanny jadi dia bergegas menghampirinya dan berdiri dihadapannya fanny memperhatikan apa yang sedang dilakukan tiffanny itu.
perlahan fanny membuka matanya merasa ada seseorang yang menatapnya, devan tersenyum manis dihadapann fanny.
fanny terkejut dan membulatkan matanya saat orang yang ada dihadapannya adalah devan.
" sayang kau sedang apa ?" tanya devan.
fanny melihat bibir itu bergerak menyebutnya dan memperhatikan wajahnya.
" Devan ... apa yang kau lakukan saat kau menyadari bahwa kau mencintai seseorang ?" pertanyaan itu begitu saja dia lontarkan dari mulutnya.
" ha ?"
devan tau tiffanny sedang mencari perasaan nya sendiri, dia menuntun tangan tiffanny dan melingkarkannya dilehernya.
" saat aku sadar bahwa aku mencintai seseorang, aku ingin tetap bersamanya , hidup selamanya dan memilikinya baik jiwa maupun raganya " balas devan yang terus mendekatkan wajahnya ke wajah tiffanny.
" Lalu apa yang kau rasakan sekarang ? apa kau mencintaiku ?" tanyanya sambil menatap bibir pink tiffanny.
" aku ... "
__ADS_1
sebelum fanny menyelesaikan ucapannya devan lebih dahulu menempelkan bibirnya ke bibir tiffanny, dia langsung ******* nya dengan lembut.
" katakan , hmm apa kau mencintaiku ?" tanyanya dia kemudian menempelkan hidungnya di hidung tiffanny.
" Aku ... lupa bagaimana caranya jatuh cinta dan mencintai seseorang, jika kau mencintaiku ... maukah kau mengajariku bagaimana caranya jatuh cinta ?" fanny terhanyut dalam pemikirannya, tanpa memikirkan perasaan yang sebenarnya.
" tentu , aku akan mengajarimu untuk mencintaiku " balas devan lembut lalu dia kembali mencium bibir fanny dengan lembut yang dibalas oleh tiffanny. lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi penuh gairah.
tubuh devan sudah merasakan panas dia segera melepaskan kaos yang dia pakai dan kembali ******* bibir fanny.
" nghhh " desah fanny saat dia tidak mampu membalas ciuman itu.
devan ingin memberi jeda namun dia beralih ke leher jenjang yang putih untuk , dia raba dengan tangannya dan kemudian dia menciumi leher itu.
tangan devan beralih membuka sweeter yang dipakai tiffanny , tangannya mulai masuk kedalam kaos itu.
fanny hanya mampu memejamkan kedua matanya , sambil menahan suaranya. lagi - lagi devan menciuminya dengan lembut.
devan sudah tidak tahan lagi sekarang, dia menggendong tiffannny menuju kekamarnya. wajah keduanya saling menatap dalam satu tatapan seakan terkunci dalam tatapan itu.
" cup " sesekali devan mencium bibir fanny sekilas.
" cup ... cup " beralih ke kedua mata tiffanny.
brak
pintu itu terbuka , dengan pelan dia menjatuhkan tiffanny kedalam ranjang dan membuka semua apa yang melekat pada dirinya dan juga tiffanny.
dibawah selimut putih itu tubuh keduanya sudah polos , devan menindih tubuh tiffanny dia membelai wajah tiffanny dengan lembut.
" aku sangat mencintaimu, aku mencintai segala apa yang ada pada dirimu. sayang... " ucapnya.
" Boleh aku bertanya , kenapa kau menyerah sekarang ?" tanya devan lagi.
" Aku tidak menyerah " balas fanny.
" baiklah , jika itu jawabanmu ... aku tidak sabar menunggu hari dimana kau akan mengatakan cinta kepadaku dan berteriak kepada dunia kalau aku adalah satu - satunya pria yang ada dihatimu. "
kembali devan melanjutkan aksinya dia menciumi dada tiffanny dan bermain - main disana membuat fanny meremang.
setelah permainan pertama selesai seperti devan tidak akan membiarkan fanny tidur dengan tenang malam ini, dia masih menciumi punggung fanny yang tak terbungkus itu. dia begitu tergoda melihat punggung putih bersih itu.
" Devan " gumam fanny.
" tidak sayang, ini belum cukup " balasnya.
devan kembali melanjutkan aktivitas panasnya, fanny tidak bisa menolaknya lagi karena devan tidak membiarkannya begitu saja.
keesokan paginya
setelah selesai mandi devan memperhatikan fanny yang masih tertidur itu, tidak ! itu bohong dia tau tiffanny sudah bangun hanya saja malas untuk bangun.
kini dia tau lebih baik sifat - sifat terpendam dalam hidup fanny. dia sengaja ingin menggoda fanny jadi dia langkahkan kakinya ke ranjang itu.
" Tidak ingin bangun sayang ?"
" hmm " fanny membuka matanya, lalu kembali menutup matanya.
( benar - benar gila, aku sudah tidak waras. bagaimana mungkin semalam aku mengatakan itu) gerutunya dalam hati.
__ADS_1
" sayang ini sudah jam 7 , benar tidak ingin bangun ?"
lagi , dia membuka matanya devan tersenyum melihatnya .
" cup " devan mencium pipi fanny.
sekilas bayangan dimana devan menyentuhnya semalam kembali mengingat nya. fanny terperanjat " apa sedahsyat itu semalam " pikirnya.
dia segera menggelengkan kepalanya membuat devan curiga.
" ada apa ?"
" ah ? hmm tidak." jawabnya cepat.
" kalau begitu bersiaplah aku antar ke hotel " kata devan yang sudah kembali berdiri menuju ke dalam walk in closet nya.
" Devan kemarin kau beli buah apa saja ?" teriaknya.
" kenapa ? stroberri , anggur , mulberi , apel dan yang lainnya " jawab devan.
" mulberii ?" teriaknya.
fanny menggerutu dalam pikirannya , dia ingat semalam saat sedang menonton televisi dia memakan buah - buahan namun siapa sangka dia malah memakan mulberi.
" itulah sebabnya aku mulai melakukan hal yang tidak jelas " gumamnya.
...
didepan rumahnya saat devan sedang memundurkan mobilnya tiffanny baru keluar dari rumah, melihat mobilnya yang menganggu membuatnya ingin menyetir sendiri hari ini.
" devan , aku kehotel sendiri saja. aku ingin pergi ke suatu tempat dulu "
" kemana ? aku yakin pasti lelah kan sudahlah masuk saja aku yang akan mengantar "
" lelah ?" "
" hmm semalam kan kita ..."
" sudah ... sudah jangan dilanjutkan, aku ingin menemui seseorang baru ke hotel ada urusan sebentar aku tidak apa pergi sendiri " jelasnya.
" ck baiklah masuklah kedalam mobil aku akan pergi setelah kau pergi " akhirnya devan mengalah dari pada harus berdebat dengan fanny pasti akan bertengkar ujungnya.
fanny membuka tasnya dan untuk mencari kunci mobil lalu di masuk dan memundurkan mobilnya.
tin
" hati - hati " ujar devan.
fanny segera melajukan mobilnya , setelah dirasa aman devan pun masuk kedalam mobilnya karena masih satu arah jadi dia berada di belakang tiffanny untuk mengawasinya.
beberapa saat mereka berhenti saat dilampu merah, dari kaca spion fanny tau jika devan mengikutinya dari belakang.
mobilnya kembali melaju setelah lampu kembali hijau , lalu di perempatan itu fanny harus belok kanan untuk ke hotel sedangkan devan harus lurus untuk ke rumah sakit.
keduanya berpisah di perempatan jalan itu, merasa devan sudah jauh fanny memutarkan kembali mobilnya.
sesampainya di apartemen milik raka dia menyuruh raka masuk kedalam mobilnya.
" Kakak maaf merepotkan " ujarnya.
__ADS_1
" tidak masalah, aku akan mengantarmu saja setelah itu temuilah dia sendiri "
" terima kasih kak "