Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Berjanji Untuk Bersama Selamanya


__ADS_3

Malam harinya


semua orang berkumpul di meja makan , anja dan nenek juga kali menyiapkan makanan. devan dan dan hars menunggu semuanya siap di makan. sedangkan fanny dia belum turun dari kamarnya.


" Fanny dimana ? apa dia sudah tidur ?" tanya nenek


" Dia ada diatas nek, katanya sebentar lagi turun " jawab devan.


" Hars apa kalian berdua harus pulang secepat itu ? kenapa tidak lama disini. baru juga 1 minggu " ujar nenek.


" Maaf bu bukannya tidak mau, tapi penelitian kami harus di selesaikan jadi tidak bisa lama - lama. " jelas hars.


" iya bu , kami janji setelah ada libur panjang kami akan kemari lagi , untuk melihat putriku dan putraku satu ini " anja mengelus rambut devan.


" ibu ... aku bukan anak - anak lagi, kenapa ibu suka sekali memegang rambutku " gerutu devan.


" hahah bukan dirimu saja nak , jika dirumah ibumu akan membentuk rambut ayah seperti kelabang " hars terkekeh menjelaskannya.


" Apasih yah , jangan buat malu ya " timpal anja.


" Tapi benar kan " saut hars sambil tertawa.


dari atas fanny memperhatikan semua orang yang tertawa di meja makan itu, terasa sangat indah ketika melihat orang lain berkumpul dengan orang tuanya seperti itu.


Dia kembali mengingat orang tuanya, setetes air mata nya jatuh. namun dia langsung menyeka nya.


" Nak panggilkan istrimu , apa dia belum selesai " kata anja.


" sebentar bu ...." baru saja devan akan berdiri , tetapi fanny sudah muncul. dia berjalan perlahan ke arah meja makan.


" Nak .. duduklah , mari kita makan " ujar hars.


" iya " jawabnya seraya tersenyum kecil.


" sayang kau suka Acar kan , lihat ibu memasaknya. aku ambilkan ya " devan mengambilkan sepiring acar dia dengan senang hati melakukannya.


" Terima kasih " ucapnya.


" hmm , sayang boleh ambilkan aku Ayam bakar itu ? aku ingin istriku yang mengambilnya " pintanya.


tanpa bicara fanny langsung memenuhi keinginan devan , dia berdiri dan mengambilkan devan makanan yang dia pinta. lalu menaruhnya di piring devan.


" Terima kasih sayang " ucapnya yang langsung dibalas anggukan oleh fanny.


***


setelah selesai makan semua orang kembali ke kamar masing - masing. Devan sedang dikamar mandi dan fanny ada di sofa memegang laptopnya.


melihat devan yang baru keluar dari kamar mandi dia menatapnya, lalu dia menaruh laptop.


" Besok aku akan ke hotel sebentar, aku akan menyusul ke bandara sebelum rapat "


" Aku jemput ya "


" Tidak perlu aku akan bawa mobil sendiri. "


" Tidak sayang aku akan menjemputmu " bantahnya lagi.

__ADS_1


" Tapi.."


" Sudahlah aku juga tidak masuk besok , lusa aku baru kerumah sakit. aku tidak punya pekerjaan selain menjemputmu nanti. biarkan aku melayani istriku sendiri."


" Ayo tidur, aku sudah mengantuk " ajak devan yang sudah naik ke ranjang.


" kau duluan saja. aku masih harus mengecek email " sambil tangannya terus menggeserkan keypad laptop itu.


" Kalau begitu aku temani " kini devan sudah beralih berjalan ke arah fanny dan duduk tepat disebelahnya.


" Kau bilang mengantuk tapi masih ingin menemani "


" aku tidak ingin membuatmu kesepian, sekarang kan ada aku ... aku tidak akan membiarkanmu kesepian. "


" hmm terserah kau saja ... "


malam itu , mereka habiskan waktu bersama sambil berbincang - bincang. juga devan sering menanyakan beberapa hal tentang pekerjaan fanny dan keduanya saling sharing bersama.


***


hari ini fanny masih berada di kantornya, dia melihat semua tumpukan berkas yang ada di mejanya. dia juga membuka emailnya di laptop memperhatikan semua pesan yang masuk.


ceklek


" Fanny , ini ada berkas dari Bagian humas. katanya kau harus segera menanda tanganinya " jelas Rian.


" Kemari , dimana ?"


" disini ... dan disini " tunjuk rian pada lembar yang telah ditentukan.


setelah selesai menanda tanganinya , Rian masih berada di ruangan itu menatap berkas yang menunpuk itu.


" hmm kau benar , hmm rian apa bisa aku minta tolong ? " tanyanya.


" katakan "


" Ibu dan ayahnya devan akan kembali ke jerman 2 jam lagi , sebelum itu devan memintaku mengantarnya. apa kau bisa mengatur berkas ini kau lihat saja dan nanti catat apa harus aku lakukan, nanti malam akan aku selesaikan " jelasnya.


" hanya itu ? apa mau aku antar ?" tawarnya.


" terima kasih hanya itu saja , aku akan pergi sendiri. aku takut telat dan membuat devan kecewa nanti " fanny mulai membereskan mejanya.


dia orang yang jarang membawa tas, dia hanya akan membawa ponsel tetapi juga jarang membukanya.


" baiklah .... hati - hati " ucap devan.


fanny segera keluar dari ruangan dan membuat ressa juga eva menunduk hormat.


( aku rasa kau sudah mulai menyukai devan , lama - kelamaan kau juga akan mencintainya ) batin rian.


***


tin ... tin


karena macet fanny tidak bisa mengebut dia harus sabar karena di depan ada kecelakaan mobil. membuat antrian panjang disekitar jalanan.


dia mengemudikan mobilnya dengan lambat.

__ADS_1


tin...tin..


hingga 30 menit kemudian baru lah dia sampai di bandara , dia berlarian memasuki bandara dan mencari sosok devan.


sedangkan devan sudah berdiri di bandara dengan baju casualnya membuatnya terlihat gagah dan tampan dia sedang menelpon seseorang.


" Ponselnya berdering tapi dia tidak mengangkatnya " gumamnya.


ternyata benar dia mencari fanny namun nyatanya ponsel fanny tertinggal di dalam mobil karena terburu - buru.


Fanny menaiki lift kemudian dia mencari ke seluruh penjuru untuk mencari sosok devan.


" Devan " gumamnya saat melihat seseorang yang mirip dengan devan.


dia berlari lagi menghampiri devan , dia menyentuh bahu pria itu namun saat berbalik pria itu bukanlah devan.


" Oh .. hmm maafkan aku, aku salah orang " ucapnya.


laki - laki itu mengangukkan kepalanya, sedangkan fanny mencari Ke area tunggu sampai dia melihat devan bersama orang tuanys sedang berbincang.


dia lega karena tidak terlambat. lalu dia berjalan perlahan menghampiri ketiganya.


" eh itu tiffanny " kata hars.


sehingga membuat devan dan anja memutarkan tubuh mereka.


" Fanny kau baru datang nak " tanya anja.


" sayang kau darimana saja ? aku pikir tidak jadi mengntar " tanya devan.


" Aku tidak ingin mengingkari janjiku. Maaf bi , jalanan sangat macet jadi aku terlambat "


" Bi ? hmm sayang , sekarang aku adalah ibumu dan pria ini adalah ayahmu. anggap kami ayah dan ibumu sendiri ya " ujar lembut anja.


" iya nak , kami tidak punya seorang putri tetapi sekarang kau putri kami , panggil kami ayah dan ibu " timpal hars.


" ah .. eh ba- baiklah ayah , ibu " ucapnya begitu saja. untuk pertama kalinya dia memanggil sendiri dan membuat hatinya bergetar.


anja pun memeluk fanny , dia mengelus pelan punggung fanny . " jaga dirimu baik - baik sayang, ibu titip devan ya. Dia sangat mencintaimu , ibu harap ... kau juga mencintainya. karena ibu ingin melihat kalian berdua bahagia bersama. " lirih anja yang menahan tangis nya.


fanny tak membalasnya , dia hanya mendengarkan perkataan anja dan tangannya terangkat untuk membalas pelukan itu. tak lama keduanya menyudahi pelukan itu.


kini , dia menatap hars. dan hars tersenyum penuh arti padanya.


" Nak , jangan terlalu sibuk bekerja sampa lupa menjaga kesehatanmu. kau harus menjaga diri dengan baik. Buat dirimu sendiri bahagia, Ayah tidak akan mengatakan banyak hal ... namun sama seperti ayah ayah lainnya , ayah hanya ingin melihat kalian berdua terus bersama. ayah harap pernikahan kalian akan bertahan lama dan diberikan anak - anak yang baik. "


" Devan ... jaga putriku, kau tidak boleh menyakitinya. berjanjilah untuk setia hanya dengan satu wanita. ingat semua perkataan ayah. "


" iya ayah , tentu saja aku akan ingat. "


" Penguman kepada seluruh penumpang pesawat .... "


mendengar suara pembawa informasi itu , membuat anja dan hars harus segera mengkahiri perjumpaan mereka kali ini.


sebelum pergi anja menyentuh kedua tangan fanny.


" Nak , bisakah kau berjanji pada ibu .. untuk tetap bersama devan ? apapun yang terjadi , tetaplah bersama. ibu tidak ingin kalian berpisah " lirihnya lembut.

__ADS_1


" Istriku , pesawat akan segera berangkat " hars menyentuh pundak anja. anja tidak ingin bergerak sebelum fanny mengatakannya , dia ingin melihat kedua orang ini berjanji satu sama lain.


" Hmm Aku berjanji " Ucap fanny.


__ADS_2