Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
kembalilah padaku


__ADS_3


sesampainya kembali ke hotel dari bassment dia menuju ke ruangannys di lantai 20, dia merasa sedikit kesal dan juga marah.


Flashback on


" aku sangat mencintai dokter devan. "


" kau salah Fan , kau tidak mencintainya kau hanya kasihan padanya. " sembari mencekal tangan tiffanny, dengan cepat tiffanny mepelaskan cekalan tangan itu dan menatapnya kesal.


" tidak. aku sudah memikirkannya dengan waktu yang lama. kau sendiri tau jika aku tidak pernah sedikitpun mengkasihani orang lain. "


" lalu apa semua yang sudah kau lakukan untukku dan keluargaku selama ini ? kau membantuku mengambalikan rumah kami dan membantu pengobatan ibuku ! "


" karena kasihan ? tidak Fan kau bukan nya kasihan tetapi kau masih mencintaiku. " tekannya.


" dia hanya orang baru dikehidupanmu sedangkan aku, aku tau semuanya. "


" benar . aku tidak kasihan denganmu , aku ... hanya ingin berbalas budi untuk semua yang kau lakukan padaku. dan mulai hari ini ... aku anggap semua hutangku selesai. tidak ada hubungan lagi diantara kita. "


" kau juga benar dia hanya orang baru bagiku. tapi dia , dia sudah merubah hidupku tidak ada orang yang bisa melakukannya kecuali dia. "


" jika kau ingin balas budi maka itu semua belum cukup ! "


" lalu apa ? kau ingin perusahaan orang tuamu kembali ? "


" tidak ! bukan semua itu. sebelum semuanya terlambat kembalilah kepadaku. aku mohon " menatap tiffanny dengan wajah sendu dan memelas.


melihat itu fanny memandang ke arah lain " aku harus pergi " tanpa mengulur waktu lagi dia masuk kedalam mobilnya dan memundurkannya lalu meninggalkan tempat itu.


Flaschback off


ting


suara lift yang berbunyi saat sudah terbuka , dia segera masuk kedadalamnya.


drtttt....drrttt


" devan calling "


📱 " iya devan " katanya lembut.


( sayang apa sudah kembali ke hotel ) nada devan terlihat khawatir dan takut.


📱 " hmm aku sudah di hotel sekarang. "


( sayang sepertinya aku harus lembur sebentar , tidak apa kan menungguku dulu di hotel. aku ingin makan malam diluar bersammu malam ini )


📱 " tidak apa , aku akan menunggumu "


ting


lift itu berbunyi dia keluar dari sana dan terus berjalan menuju ke ruangannya.


" selamat datang bu " ucap kedua resepsionis di depannruangannya.


dia hanya menganggukkan kepalanya.


( sayang apa baru sampai ?)


📱 " ah itu , iya ....jalanan agak macet jadi dijalan agak lama " menaruh tasnya di mejanya dan duduk di kursi.


( oh begitu )


📱 " Devan lanjutkanlah dulu pekerjaanmu. aku juga masij ada beberapa pekerjaan lainnya "


( baiklah , dah sayang aku mencintaimu )


📱 " hmm Dah "


menutup telponnya " aku juga mencintaimu devan " gumamnya.


tok ...tok...tok


dia menaruh ponselnya di mejanya , rian datang membawakan beberapa berkas untuknya


" tolong tanda tangani ini , oh ya Fan hotel barumu yang ada di Norwegia sudah rampung. kapan kau akan meresmikannya ?"


" benarkah ?" sambil tangannya menandatangani beberapa berkas itu.


" hmm apa kau akan ke norwegia ?"


" tidak yakin. tapi aku akan memikirkannya terlebih dahulu, jika nanti ada sesuatu kau bisa menggantikannya bukan ?"


" kenapa bicara seperti itu ? hotel itu milikmu bukan milikku"


" sama saja bukankah kau juga banyak andil membangunnya " dia memberikan kembali laporan yang dia tanda tangani itu.

__ADS_1


" wajahmu kenapa ada masalah ?" dilihat nya wajah fanny yang terlihat murung dan datar itu.


" tidak , sudahlah aku masih ada pekerjaan sekarang "


" baiklah aku keluar dulu "


rian melangkahkan kakinya keluar namun saat diambang pintu dia berhenti sebentar dan menengok ke belakang.


***


malam harinya tiffanny menunggu devan di depan hotel pintu utamanya , dia berdiam diri disana namun tak lama suara klakson mobil membuyarkan lamunannya.


" sayang " panggil devan yang kini sudah ada dihadapannya.


" devan "


" kenapa ? wajahmu ... "


" tidak apa . mari kita cari makan aku sangat lapar "


" baiklah " devan menggenggam tangan fanny lalu membuka pintu mobilnya agar tiffanny masuk.


diperjalanan itu tidak ada sama sekali yang membuka suaranya, hanya keheningan saja.


Sunshines Cafe


" Antarkan ke meja 11 " ujar devan yang memesan di tempat kasir itu lalu dia memperhatikan tiffanny dari jauh yang sedang memandang kearah lain.


" hei ... itu tiffanny wang , dia sangat cantik dilihat dari dekat. " bisik - bisik para tamu lainnya.


" tentu saja aku dari tadi memperhatikannya "


" tapi dengan siapa dia kesini apa harus kita temani ?"


" Sayang " devan berteriak dari tempatnya , membuat tiffanny menoleh begitupun juga dengan beberapa pria itu.


devan berjalan dengan langkah cool dan menawan , saat itu tiffanny berdiri di hadapannya. devan tersenyum dan langsung mencium keningnya.


membuat para pria itu shock, tetapi bukan hanya pria itu saja pengunjung cafe lainnya juga ada yang mengambil gambar bahkan video.


" romantis sekali "


" ada apa devan ? kenapa ?" tanyanya tak mengerti atas kondisi itu.


devan mendudukkan tiffanny dimeja itu tangannya tak pernah berhenti untuk mengelus tangan istrinya kadang juga menciuminya.


" biarkan saja , toh mereka juga sudah mengambil banyak gambar dan video kita "


" permisi ini pesananya tuan , nona " dua pelayan mengantarkan makanan dan minuman.


" permisi nona , apa kami boleh berfoto denganmu ? " tanya pria tadi yang kini berani menghampirinya.


" ha ?"


" maaf kami harus makan sekarang "


" sekali saja , kau siapanya ? aku tidak mengenalmu nona sekali saja aku fans beratmu aku mengambil jurusan perhotelan karena dirimu "


" benarkah ?" tanya tiffanny.


" hmm " pria itu mengangguk cepat seperti usia pria itu berkisaran 22 tahun.


" baiklah " pria itu memegang ponselnya lalu keduanya berfoto bersama.


" terima kasih nona , kau sangat cantik " pujinya sebelum pergi.


saat melihat kedepan wajah devan sudah cemberut. dia kaget .melihat itu hanya mengambil satu gambar saja sudah seperti ini.


" devan , kau tidak makan ?"


" jangan hiraukan aku berfoto saja sana dengan anak itu "


" kau ... kau marah ?"


" ya aku marah , cemburu , kesal dan tidak suka "


suasana nya berubah seperti tiffanny berada di kandang harimau yang akan diterjang begitu saja. dia menundukkan kepalanya berusaha makan daging itu dengan menunduk.


" Lain kali aku akan memesan spesial room saja "


***


besok paginya


devan dan tiffanny makan pagi bersama di meja makannya, dia membuatkan tiffanny pancake.


setelah selesai devan membawa kedua piring bekasnya dan bekas tiffanny ke dalam wastafel untuk dicuci.

__ADS_1


saat itu tiffanny sedang menulis disebuah buku , namun saat melihat tubuh devan yang tinggi dari belakang membuatnya tersenyum.



" Dia .. suamiku , milikku dan akan tetap menjadi milik Tiffanny seorang " batinnya.


drrtt...drrttt


suara getaran ponsel membuatnya tersadar dari lamunannya , dilihatnya layar itu nenek menelponnya.


📱 " Ada apa nek ?"


( sayang temani nenek belanja yuk )


📱 " tapi aku harus bekerja nek "


( sebentar saja , apa kau akan menolak permintaan nenek ini. ) nenek sangat memelas saat mengucpkan itu.


" siapa ?" tanya devan yang sudah selesai mencuci piring.


" nenek "


📱 " Baiklah kali ini aku temani nenek "


( hmm terima kasih sayang , sampai bertemu jam 11 siang nanti ya. nenek menyayangimu )


📱 " hmm aku juga menyayangi nenek "


" mau kemana ?"


" nenek memintaku menemaninya berbelanja , aku tidak pernah melakukannya sebelumnya jadi ... kali ini aku ingin melakhkannya "


" baiklah hati - hati ya , nanti Bawa mobil yang dihotel kan ?"


" hmm ayo kita berangkat "


***


tiffanny sudah sampai di pusat perbelanjaan yang nenek kirimkan tadi namanya. dia mencari nenek di depan mall itu , sepertinya nenek belum datang jadi dia menunggunya.


namun tak lama nenek datang seorang diri, melihat cucunya yang sudah datang membuat langkahnya agak cepat.


" sayang nenek pikir kau belum datang "


" baru saja nek "


" ayo masuk , nenek akan membelikan baju untukmu "


mereka berdua masuk kesana dan mulai memutari mall.


" aku sudah banyak baju nek , tidak perlu membelikannya lagi "


" Nenek juga ingin membelikannya untuk cucu nenek. siapa tau kan bisa dipakai untuk bekerja , pergi atau nanti mendatangi rumah nenek yang baru "


" Rumah nenek yang baru ? "


" hahhaha sudahlah nenek hanya bercanda , ayo kesana lihat " tunjuknya pada sebuah bagian baju perempuan.


disana nenek sangat antusias mencarikan baju untuk tiffanny, jarang sekali bahkan tidak pernah sebelumnya tiffanny mau menemaninya keluar seperti ini.


dia mengambil sebuah dress sederhana berwarna cream bercorak.


" sayang ini bagus untuk dipakai sehari - hari bahkan saat kau hamil pun masih bisa memakainya "


" Nenek beli yang ini lalu ... hmm "


" ini sudah cukup nek , jangan terlalu lelah atau nenek akan sakit " ucapnya yang mengkhawatirkan nenek.


" tenang saja sebentar lagi nenek tidak sakit kok "


" seperti yakin sekali. lihat lah , kaki nenek memerah ayo duduk dulu " menarik tangan nenek perlahan kemudian mendudukkanya di sebuah sofa.


dia berjongkok dihadapan neneknya lalu melepaskan sepatu yang dipakai nenek.


" mana obat gosok nenek ?"


" sudah lah nak , nanti juga akan sembuh sendiri "


" diam nek "


tiffanny mengambil sendiri obat gosok itu , walau dia terlihat cuek tapi mengenai neneknya dia akan melakukan apapun. bahkan sudi mengobati kaki neneknya ditengah - tengah keramain orang.


melihat betapa sayangnya cucunya itu kepada dia membuat nenek terharu, dia meneteskan air matanya.


" sudah selesai sebaiknya kita pulang saja ya , aku akan mengantar nenek "


" nenek mau duduk di dekat taman sana , disebrangnya ada penjual kue cubit nenek ingin sekali memakannya "

__ADS_1


__ADS_2