Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Hubungan Lama Yang akan Kembali


__ADS_3

hari ini tiffanny merasa senang karena devan berjanji untuk mengajaknya berlibur, dia sudah amat bosan selalu dirumah tidak bekerja ataupun melakukan apapun hanya berdiam diri dirumah saja.


dia baru saja selesai mandi memakai mantel mandinya dia pikir devan sudah bangun karena di kamar mandi dia sudah hampir 1 jam.



untuk membangunkan devan dia segera berdiri di sebelah ranjang devan " Devan " panggilnya lembut.


devan nampak tak bergeming dia terlalu lelah seharian bekerja kemarin " Devan kau masih tidur ya ? " melihat wajah devan yang sangat kelelahan dia jadi tidak tega. akhirnya dia membiarkan devan tidur lagipula ini baru jam 10 pagi pikirnya.


drrtt....drrrttt


" Rian Calling "


📱 " Halo "


( Hai Fanny , apa aku mengganggumu ?)


📱 " Tidak. ada apa ?"


( Begini aku menerima kerja sama dengan Hotel di Swiss, tapi dia ingin langsung bicara padamu. apakah kau bisa ? jika tidak aku akan membatalkannya )


📱 " Bisa aku akan datang nanti, lakukan apa yang menurutmu benar. Rian , apakah kau merasa kesulitan, aku jadi terus merepotkanmu "


( apa maksudmu, aku senang melakukannya. lagipula ini sudah kebiasaanku sebelumnya. Fan bisakah nanti malam kita bicara ? aku akan kerumahmu ada hal penting yang ingin kukatakan padamu ? ) dari dalam telpon suara rian terdengar serius mungkinkah terjadi sesuatu pada rian pikit fanny.


📱 " Datanglah "


( terima kasih Fan, aku tutup dulu )


akhirnya mereka berdua mengakhiri percakapan di telpon itu, saat melirik kesamping devan sudah bangun dan tersenyum menatap tiffanny.


" Selamat pagi menuju siang " ucap devan.


Fanny tersenyum lalu mendekati ranjang " Selamat pagi, kau terlihat sangat lelah sebaiknya kita tidak usah keluar nanti saja. aku juga tidak ingin keluar aku merasa mudah lelah jika diluar aku takut aku tidak bisa menahan lelahku. "


" Tapi aku sudah janji "


" bisa kau tepati lain kali, kau sangat lelah ya ?" tanya tiffannya lantas devan menidurkan kepalanya di paha tiffanny dan mengelus perut besar tiffanny.


" Tidak sebanding dengamu, lihatlah kau selalu membawa anak kita kemana-mana ini lebih berat kan ?"


" Devan ... "


" iya sayang "


" Mengapa aku selalu takut jika suatu saat nanti aku kehilangan kebahagiaan ini, semenjak kau datang kedalam hidupku. hidupku lebih berarti aku takut kehilanganmu. "


Devan merasa tersanjung dan bahagia mendengarnya tiffanny sangat mencintai nya sekarang dan sangat menghargai kehadiran dirinya , dia pun berjanji akan mencintai dan terus mencintainya.


" Semuanya akan baik-baik saja aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu dan akan selalu menjadikanmu yang pertama dan terkahir untukku. "


" Aku percaya padamu "


***


Malam harinya karena rian telah berjanji untuk bertemu dengan tiffanny dia mendatangi rumah tiffanny yang membuka pintu adalah devan, devan tau rian akan datang karena tiffanny memberitahunya.


" Masuklah "


" Rian kau sudah datang " ujar fanny yang berdiri melihat rian.


rian mengangukkan kepalanya " Ayo kita bicara di belakang " ajak tiffanny.


" aku kesana dulu ya " kata fanny pada devan.


" iya "


dibelakang itu keduanya duduk bersampingan namun dipisahkan oleh meja kecil , Rian melihat wajah tiffanny dengan serius " kenapa melihatku ?" tanya tiffanny yang tau sedang dilihat rian.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka Semuanya akan seperti ini, aku senang melihatmu "


" aku juga sama "


" fan sebenarnya ... aku ingin bicara tentang Vania "


" vania ?"


" Saat melihat Dirga aku merasa tidak ingin jauh darinya, dia memanggilku papa karena semenjak kecil dia tidak pernah tau seperti apa rupa papanya. kemarin ... dia ingin aku menjadi papa yang sesungguhnya untuk dia , tapi aku bingung apa vania mau atau tidak "


" melihat wajahnya yang selalu menatapku biasa saja, aku jadi tidak yakin "


" Apa kau masih mencintai vania ?" tanya tiffanny.


" entahlah aku hanya suka dekat dengannya sama seperti dulu. "


" Vania orang yang baik dia sangat pendiam dan juga pekerja keras sama sepertimu. kalian sangat cocok apa kau mau aku bicara padanya ?" tanya Tiffanny.


" Tidak perlu Fan , aku akan bertanya kepada nya nanti setelah ada waktu. "


" Baiklah aku mengerti, saat aku mengajak anaknya vania kehotel dia sangat tampan sepertinya kalian juga sangat cocok. "


" dia memang tampan dan anak yang ceria " seukir senyuman di bibir rian mengembang tiffanny merasa senang melihat rian yang tersenyum seperti itu.


sebenarnya kalau dipikir-pikir nasib keduanya sama dulu pernah ditinggal menikah oleh orang yang mereka cintai tapi nasib baiknya tiffanny mendapat ganti yang lebih baik dan rian mungkin akan mendapatkan cintanya lagi.


aku akan membantumu rian, kau dulu meyakinkan aku untuk menerima devan. kini giliran diriku meyakinkan vania untuk menerima dirimu.


diambang pintu keduanya mengantar rian sampai ke mobil , lalu setelah mobil rian berhenti devan merangkul pinggang tiffanny dan mengajaknya kedalam.


" Kekamar yuk " ajak devan


" Ha ? "


" iya kekamar "


" Kata dokter kita harus sering menjenguk anak kita , sebentar lagi bayi kita lahir ayo kita jenguk "


" Caranya ? aku tidak terlalu paham apa maksud dokter itu yang aku tau aku hanya harus sering berolahraga kecil. "


" Ya itulah salah satunya kita berolahraga sambil melihat bayi kita. "


" Maksudnya kita harus berhubungan badan "


" ha ?" fanny mengerutkan dahinya.


" kita lakukan dengan pelan agar tidak menyakitinya, kata dokter ****** yang keluar didalam akan merangsang bayi untuk cepat keluar kau tidak sabarkan melihat bayi kita ?" devan berusaha terus mempengaruhi tiffannny, sudah hampir 10 hari dia tidak menyentuh tiffanny rasanya dia sangat merindukannya.


" Kau menipuku ya " tuduh tiffanny.


" mana ada sayang , apa wajahku terlihat bohong ? ayolah aku sudah 10 hari tidak mendapatkannya, aku merindukanmu. " rengek devan.


devan menarik tangan tiffanny lalu dia mengajaknya masuk kedalam kamar, disana tiffanny duduk memperhatikan devan yang sedang menutup pintu.


" tunggu dulu " cegah Tiffanny.


" apa ?"


" aku ingin membicarakan satu hal padamu. "


devan pun duduk disebelah tiffanny dan memperhatikan wajah tiffanny " Katakan "


" Aku ingin bertemu vania besok, aku akan menemuinya di rumahnya bolehkan ?"


" Jika tidak aku tidak mau " ancam tiffanny.


" sayang ! ck baiklah tapi aku yang antar "


Tiffanny tersenyum " sekarang ayo kita mulai " devan mendekati bibir tiffanny lalu menciumnya dengan lembut, perlahan tapi pasti dia membuka kancing piyama tiffannya dan akhirnya pergulatan panas itu dilakukan devan melakukannya dengan lembut berusaha agar tidak menyakiiti bayinya dan juga tiffanny.

__ADS_1


***


shittt


devan menepikan mobilnya ke pinggir jalan, tepat disampingnya adalah Apartemen Vania. " Apartemennya ada di lantai 2 kan ? pakai lift saja aku antar ya "


" Tidak usah devan aku bisa sendiri, kau berilah contoh yang baik untuk dokter lainnya "


" Tapi sayang ..."


" percayalah padaku. "


" Ck baiklah tapi telpon aku kalau pulang ingat itu "


" hmm aku pergi dulu ya "


Devan mencium kening Tiffanny cukup lama , lalu tiffanny turun setelahnya. walau dalam keadaan hamil dia masih terlihat cantik dan modis seperti dulu.


fanny naik ke lantai 2 menggunakan tidak butuh waktu lama dia langsung sampai tidak sampai 1 menit, saat pintu lift terbuka vania sudah berdiri di depannya.


" Mari " ujar vania


tiffanny tersenyum mengikuti vania " Usia kehamilanmu sepertinya sudah dekat "


" hmm Bulan depan aku akan melahirkan "


" Selamat ya , oh iya Maaf kalau berantakan dirga baru saja pergi sekolah jadi dia selalu bermain terlebih dahulu.


" tidak apa rumah yang berantakan lebih baik daripada tidak ada sama sekali yang mengotorinya. "


" benar "


" silahkan "


tiffanny pun masuk kedalam lantas keduanya duduk berhadapan dikursi dekat jendela.


" Tadi aku melihatmu turun dari mobil jadi aku menjemputmu "


" Sungguh , devan tadi mengantarku seharusnya dia ingin mengantarku sampai kesini tapi aku melarangnya. "



" kau terlihat selalu cantik setiap saat sama seperti dulu " puji vania.


" Kau juga cantik vania, sebab itulah rian mencintaimu. "


perkataan tiffanny itu membuat Vania tersenyum dan menundukkan kepalanya " kenapa ? " tanya tiffanny.


" Hmm tidak "


" Vania kau masih mencintai rian kan ? " tanyanya menatap vania dengan intens.


" Fanny aku .. "


" Dia masih mencintaimu , dan mungkin saja dia berharap bisa kembali denganmu. kau tau ... setelah kau menikah dia tidak pernah dekat dengan siapapun. dia selalu diam, tidak pernah tersenyum bahkan orangnya selalu serius. "


" Kemarin dia datang kerumah dan bercerita padaku kalau dia sangat menyayangi Dirga Anakmu, dia tidak bisa jauh darinya walau sebentar, aku lihat wajahnya tersenyum ketika membicarakan dirga. hanya dirimulah yang bisa membuatnya tersenyum. vania ... apa kau tidak mau mempertimbangkan perasaan Rian untukmu ?"


Vania meneteskan air matanya saat itu , tiffanny tau mungkin perkataannya agak memaksa vania tapi dia ingin tau bagaimana perasaan vania.


" dia memang selalu mencintaiku, aku juga tau fan. tapi kenapa masih harus mencintaiku. tidakkah dia lihat hidupku sudah hancur dan aku sudah melukai hatinya berkali-kali, jika aku kembali aku seperti wanita yang tidak punya rasa malu. aku malu padanya. "


" Aku juga sama sepertimu, aku sempat malu mengatakan cinta kepada devan. Tapi Rian selalu mendorongku dan meyankinkan aku jika devan adalah yang terbaik untukku. kenapa kau tidak membuang rasa malu mu dan hiduplah dengannya. "


" Dirga dia ingin seorang Papa, matanya selalu berbinar ketika bersama Rian. Jika kalian hidup bersama Dirga akan menjadi anak yang paling bahagia. Aku merasakan hal yang sama dengan Dirga walaupun itu dirga masih beruntung memiliki dirimu. Vania percayalah Rian sangat mencintaimu darimatanya aku melihat keseriusan itu. "


" Apa kau mau membantuku untuk meminta maaf padanya ? " Tanya vania.


fanny tersenyum " Aku mau " katanya mengangukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2