Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Hot News


__ADS_3

mobil fanny melaju dengan cepat meninggalkan brian sendirian disana , air matanya terus menetes. mengapa selalu saja brian datang kepadanya akhir - akhir ini disaat dia sedang berusaha untuk melupakannya.


setelah 30 menit menempuh perjalanan kini dia sudah sampai di kediaman nenek , dia tetap berada di dalam mobil sambil melamun.


tok..tok..tok


suara pintu mobilnya diketuk dari luar , dia menghapus airmatanya dan membuka pintu mobilnya. ketika dia turun dia lihat sepasang sepatu warna putih , celana jeans dan kaos dilapisi jaket berwarna hitam berdiri dihadapannya dengan senyuman manis.


" Devan " ucapnya.


" kenapa ? tidak pernah melihatku berpakaian seperti ini ya ?" goda devan.


" hmm tidak pernah , aku ... aku masuk dulu masih ada pekerjaan " ucapnya dan tanpa menunggu jawaban devan dia segera pergi.


" kembali seperti dulu lagi ... kenapa sulit sekali hanya untuk dekat denganmu " ucap devan yang kecewa itu.


sekarang fanny berada di kamarnya , dia mengambil obat dan meminumnya dia memegangi kepalanya yang terasa sakit lalu menidurkan diri di ranjangnya.


" kenapa rasanya sangat sakit, pusing sekali " ucapnya dalam hati.


" ahhh " desisnya yang mengerang menahan rasa sakit itu.


drtttt....drtttt


tangannya menggerayangi kasur mencari sosok benda pipih dan tipis itu , setelah berhasil di pegang dia pun membukanya.


......HOT NEWS......


" Dua Mantan Kekasih Kembali Bertemu Diam-diam di bassment hotel "


dibawahnya terdapat fotonya dimana brian menggengam kedua tangannya.


fanny merasa tambah pusing dan kesal " ini rencanamu agar semua media meliputnya " pikir fanny.


***


diam - diam fanny keluar dari rumah , ini sudah jam 8 malam karena ini malam minggu masih banyak orang yang berkeliaran. dia menggunakan celana jeans dan jaket berwarna biru dengan rambut yang diurai.


dia menutup pelan pintu utama, namun nyatanya dari balkon atas devan melihatnya keluar berjalan kaki. dia sudah tau berita yang disebarkan itu. itulah kenapa sebabnya tadi sore fanny ingin menyendiri.


diapun turun untuk mengikuti fanny dari belakang. fanny tidak menggunakan mobil dia hanya berjalan kaki karena rumahnya langsung tertuju dengan jalan raya.


dia terus berjalan melihat banyak nya di sekeliling itu orang yang bersama pasangan sedang makan malam maupun hanya untuk sekedar duduk bercengkrama saja.


dia berhenti di dekat jembatan dan menatap sungai yang ada di depannya. tempat ini paling sepi dan hanya ada beberapa orang yang duduk bersama pasangannya. sedangkan dia berdiri sendirian mencari angin segar.


rambutnya yang diurai berlarian tertiup angin malam yang dingin itu.


" fanny , setelah kita Lulus nanti aku janji akan mencari pekerjaan yang baik dan gajiku pertama kali aku akan membelikanmu boneka Pou dan membelikanmu semua yang kau sukai "


( benarkah ? kalau begitu boleh aku beli Cheseburger ?")


" boleh , apapun itu. aku tidak akan pernah menolak keinginannmu "


( aku bahagia sekali ) brian memeluknya dengan penuh cinta.


*brian mengambil tangan kirinya , tanpa fanny tau brian memasangkan cincin ke jari manis fanny


( Brian )


" cantik sekali ... pakailah terus , aku mencintaimu " brian mencium puncak kepala fanny dan kembali memeluknya*.


dia mengambil sesuatu dari saku jaketnya , itu adalah cincin yang diberikan brian dulu, tapi ini bukan cincin lamarannya.


dia menatap cincin itu lagi dan air matanya keluar lagi.

__ADS_1


" selamat tinggal ... mulai hari ini aku akan melupakanmu dengan benar. kita berada di jalan masing - masing dan akan hidup dengan saling melupakan masa lalu " gumamnya.


dia melemparkan cincin itu ketengah - tengah sungai , dia menangis kecil tersedu - sedu. devan dengan jelas mendengar semuanya ada sisi bahagia nya karena fanny bertekad melupakan brian sekarang akan tetapi melihat fanny yang masih menangis tidak membuktikan kalau fanny sepenuhnya melupakan brian.


devan melangkahkan kakinya kearah fanny lebih dekat , dia menarik tangan tangan kanan fanny dan memeluknya erat.


" menangislah sepuasmu "


" dev " gumam fanny.


" hmm ini aku, sekarang kau hanya boleh menangis dalam pelukan ku saja "


" Semua akan baik-baik saja sekarang. tidak akan ada lagi Brian mu itu , mulai sekarang ... aku akan membuatmu melupakan Brianmu itu dan hanya ada aku dihidupmu " ucapnya sambil terus mengelus punggung fanny dia tak membiarkan sedikitpun celah untuk fanny melepaskan pelukan itu.


sekarang , mereka berdua sudah duduk di dalam cafe , devan membawa fanny untuk mengajaknya bicara agar sedikit melupakan masalahnya.


" permisi , ini minumannya " pelayan itu memberikan 2 gelas Latte.


" terima kasih " ucap devan.


setelah pelayan itu pergi , devan memberikan 1 gelas kepada fanny. " minumlah pasti haus kan " ujar devan.


" kenapa kau bisa tau aku ada disana tadi ?" tanya fanny.


" saat kau keluar aku ada di atas dan melihatmu "


" kau marah karena berita yang keluar itu , sampai - sampai kau membuang cincin dari brian. kau menangis saat membuangnya , kau bilang ingin melupakannya tadi. tapi yang aku lihat kau bukannya ingin melupaakannya tetapi hanya sedang marah saja padanya "


" kau benar ... aku memang sedang marah padanya , aku juga marah pada diriku yang tidak bisa melupakannya. tapi itu dulu , sekarang semuanya berubah. tidak ada harapan lagi bersama "


" Dia bukan brian yang seperti dulu "


saat menjelaskan itu kepala fanny terus tertunduk , devan memajukan kursinya dan mengangkat kepala fanny.


" tegakkan kepalamu dan katakan kalau kau tidak mencintainya "


" Kenapa brian selalu menemui sekarang ? bukankah seharusnya dia tidak boleh menemui lagi ?"


" jika saja aku tau "


" lihat itu , dia baru saja diberitakan dengan mantan kekasihnya. sekarang dengan pria lain lagi " bisik para tamu di cafe itu.


" wajah cantik yang disiasiakan , hanya memanfaatkan pria tampan " saut yang lain.


" apa dia tidak punya malu ? bukankah mantan kekasihnya sudah menikah beberapa bulan yang lalu " timpal yang lain.


hal itu lantas didengar oleh fanny dan devan karena semua orang yang ada disana memperhatikan mereka dengan sinis.


" suasananya tidak nyaman , ayo pulang " ajak devan.


keesokan harinya


fanny bangun pukul 8 pagi, dia langsung mandi dan memakai celana pendek dan kaos panjang biasa. setelahnya dia turun untuk makan pagi.


" selamat pagi bi , aku tidak melihat nenek dari semalam " katanya pada bi kali.


" pagi juga nona. bibi lupa kalau nenek sedang pergi ke yogyakarta. katanya nenek ingin menginap dirumah sahabatnya untuk beberapa hari " jawab bi kali.


" oh begitu " gumamnya.


" saya kebelakang dulu nona , silahkan dimakan" pamit kali.


" apa yang nenek lakukan disana " pikirnya sambil menyendokkan bubur kedalam mulutnya. tidak biasanya nenek pergi tanpa bicara padanya.


ting

__ADS_1


suara bel rumah berbunyi , dia selesaikan satu sendok bubur yang baru saja masuk kedalam mulutnya dan membuka pintu itu.


" siapa ?" tanyanya.


" surpriseeee " kata pria itu yang berbalik dan memegang buket mawar merah ditangannya.


" kau" gumam fanny.


" ya michel sudah pulang , apa kabarmu" michel langsung menyosor untuk memeluk fanny tapi fanny menolak nya.


" ck kau tidak berubah selalu saja menolakku, ayolah fanny izinkan aku memelukmu aku benar - benar merindukanmu " pinta michele dengan wajah yang cemberut.


" aku tidak merindukanmu " ujarnya sambil masuk kembali kedalam rumah , diikuti oleh micheal dibelakangnya.


" dimana nenek ku itu ?" tanya micheal.


" ke yogya "


fanny melanjutkan sarapannya mengabaikan micheal yang duduk di hadapannya kini.


" fanny "


" ...."


" fanny ... ck jawab aku dulu " kata micheal yang mulai kesal dengan fanny.


" kenapa "


" kapan kau membalas cintaku ha ? sudah beberapa tahun kau masih saja menggantungku. apa aku langsung melamarmu ke nenek saja bagaimana ?"


" jangan sembarangan melamar. aku tetap menolakmu " kata fanny.


" ck baiklah diamlah kau selalu menolakku , makan saja " ujar micheal yang sudah lelah ditolak beribu kali itu.


" beritamu aku sudah melihatnya " ucap micheal.


" terus "


" apa kau sudah melihatnya ?"


" ya "


" lalu .. apa kau akan menindaknya ?"


" ya "


" kau ingin membuat orang itu jera ?"


" ya "


" kau mau menikah denganku ?"


" Tidak "


" seharusnya bilang ya saja kau terus menjawabku begitu sebelumnya "


dari depan devan sudah pulang dari lari paginya , dia juga membawa paper makanan dengan senang hati dia membawanya berniat fanny akan memakannya bersamanya.


tapi diluar ada mobil yang terparkir yang sebelumnya dia tidak mengenali mobil siapa itu. dia juga tau nenek sedang pergi dan mobil rian juga bukan mobil BMW berwarna putih seperti ini.


dengan cepat dia membuka pintu , karena wilayah ruang tamu cukup luas dia pergi kebelakangnya dekat meja makan.


" fanny ... ayolah kita menikah , nenek pasti setuju. usia kita juga sama kita akan punya anak nanti. kau mau kita punya anak laki - laki apa perempuan ? aku akan membuatnya untukmu " kata michel yang tak pernah berhenti untuk meminta menikah itu.


" siapa yang mau punya anak denganmu ?" kata fanny sambil terus menyendokkan bubur kemulutnya. dari belakang devan memperhatikan mereka terus.

__ADS_1


" yasudah tidak apa juga kalau tidak mau punya anak, kita berdua saja itu sudah cukup. terserah kau saja yang penting kita menikah "


" Baiklah , ayo menikah "


__ADS_2