
raka sudah sampai diapartemennya dia masuk dengan kata sandi rumahnya. ibunya sedang duduk dikursi roda bersama brian yang sedang meracik obat ibunya.
" ibu ... minumlah obatnya , agar ibu segera sembuh "
ibunya hanya tersenyum mendengarnya , kebahagiaannya kembali lagi bersamanya.
" aku pulang " ujar raka.
sontak keduanya menoleh, sama - sama.tersenyum menatap raka.
" kau pulang, duduklah ... " ujar brian.
" ibu aku belikan Roti Bakar untukmu , dan kakak aku membelikan carbonara kesukaanmu " dia mengluarkan makanan itu dari paper bag yang dia bawa.
" wah ! terima kasih ka. kakak juga berniat keluar untuk membeli ini "
" sama - sama "
" buka mulutnya bu " dengan telaten brian memberikan obat kepada ibunya lalu setelah itu memberikannya air.
" hmm kak , tadi ....kak fanny bilang katanya kakak akan mengatakan sesuatu apa itu ?" wajahnya sangat penasaran.
" itu ? ya ! sebenarnya ... rumah lama kita sudah jadi milik kita lagi, kakak membelinya dari pemilik sebelumnya. rumah itu tidak dirawatnya dengan baik jadi sebelum kita pindah kakak akan merenovasinya "
" sungguh ? rumah lama kita ? ibu ... dengarkan , aku sangat bahagia mendengarnya " raka bersemangat sekali mendengarnya.
ibunya hanya tersenyum mendengarnya lalu air matanya jatuh " ibu , kenapa menangis ?" tanya brian lembut.
" ini air mata kebahagiaan, terima kasih nak ... kalian berdua sudah jadi anak yang baik untukku " dia menyentuh kedua pipi anaknya.
" rumah itu , adalah milik kita. kenangan didalamnya banyak sekali. " kata brian dengan nanar.
" benar sekali, aku rasa ... tenis mejaku sudah usang sekarang. kakak nanti bersihkan tenis ku ya aku sudah lama ingin bermain dirumah itu "
" baiklah " brian mengusap puncak rambut raka.
mereka semua tertawa mendengarnya seolah - olah tidak ada masalah yang menerpa.
***
didalam ruangan televisi itu , fanny memakan bubur kacang yang dikirim bi kali untuknya. sambil menonton dia terus memakannya sampai rambutnya sedikit masuk kedalam mangkuk.
devan membersihkan rambut fanny lalu mengikatnya menggunakan karet.
" apa enak ?" tanya devan lembut.
" sangat " jawab fanny.
" sayang , aku tadi bertemu agatha "
fanny menoleh kepada devan lalu kembali memakan buburnya.
" lalu " tanyanya tanpa menoleh.
" dia bilang dia sudah bercerai dengan brian. dia yakin brian akan merebutmu dariku. sayang ... kau tidak akan kembali dengannya kan ? " lirih devan menatap sayu fanny.
fanny sedikit tersedak mendengarnya , devan langsung memberikannya air putih.
glek..glek..glek
air putih itu hanya tersisa setengah , dia menatap devan dengan dalam sekarang.
" kau dengarkan perkataannya " gumam fanny.
" aku yakin kau tidak akan kembali padanya, tapi itu hanya keyakinan diriku sendiri. bagaimana denganmu sendiri , jika dia memintamu kembali padanya. sayang ... aku bingung kenapa saat aku bertanya mengenai hubungan lama itu bahkan saat menyinggungnya sedikit kau akan berbicara lain bahkan menghindarinya. "
__ADS_1
" aku mengerti " ujar fanny yang menatap televisi itu , namun sebenarnya dia tidak menonton hanya berpacu pada pikiran dan hatinya.
" aku yakin jika aku ingin kembali padanya juga, kau pasti tidak akan membiarkanaku. iya kan ?. devan ... kau orang yang berkeyakinan tinggi pada dirimu sendiri kenapa saat mendengar orang berkata begitu kau seolah meyakininya ? " tanyanya dengan lembut matanya menatap devan seperti terkunci.
" Aku suka dengan keyakinan pada dirimu. teruslah yakin seperti biasanya " sambung fanny.
" lalu , bagaimana dengan perasaanmu sekarang ? apa cinta untukku sudah ada ?" tanya devan dengan penuh harap.
fanny menundukkan kepalanya , apa yang harus dia jawab sekarang. setiap hari bahkan setiap waktu devan akan terus menanyakan perasaannya.
" aku akan mengatakannya saat sudah waktunya "
***
ini hari yang dijanjikan devan , dia libur bekerja dan fanny tidak mengingkari janjinya. dia juga tidak pergi ke hotel katanya devan akan mengajaknya ke sesuatu tempat.
" mau kemana kita ?" tanya fanny yang kini mereka sudah ada didalam mobil.
" pantai " jawab devan
" pantai ?
" iya , sekarang mari ratuku ... masuk dan aku akan membawamu ke istana pasir nanti " ujar devan manis.
" ratuku ? apasih , kau ... berlebihan " fanny menahan tawanya saat itu juga, sambil berkata dia senyum - senyum.
" Oke... mari kita jalan " ujar devan yang sudah memegang stir mobil itu.
beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah pantai yang indah , pantai karapyak namanya.
semilir angin pantai yang menyejukkan hari itu , rambut fanny berterbangan. devan keluar dari mobil dengan tersenyum.
" sayang kita sudah sampai , kau tau pantai ini ? katanya ini pantai paling romantis. " katanya yang berdiri disebelah tiffanny.
" benarkah ? "
fanny berjalan seorang diri kedekat air laut , kakinya berusaha menyentuh air saat terkena ombak dia tersenyum lebar.
lagi - lagi dia memasukka kakinya ke dekat ombak pantai menurutnya itu sangatlah menyenangkan. sedangkan dibelakangnya devan menggelar tikar putih dan membawa beberapa makanan untuknya dan istrinya.
fanny merasa senang bermain air , kakinya selalu disentuhkan dengan air. melihat pemandangan itu devan makin jatuh cinta kepadanya hingga dia memutuskan untuk ikut bermain dengan fanny.
" sayang apa itu menyengkan ?" tanya devan sembari terus berjalan menuju kedekat.
" iya , kau harus mencobanya " jawab fanny cepat.
" sayang " fanny menoleh kepadanya devan ternyata mencipratkan air kepada fanny, fanny menghalau dengan kedua tangannya.
" hei , devan apa yang kau lakukan " ujarnya seraya tersenyum.
" bermain air sayang ! " devan terus berusaha mencipratkan air kedapa fanny , fanny membalasnya kemudian mereka saling bermain air dengan mencipratkan satu sama lain.
sambil tersenyum dan tertawa bersama , melihat wajah fanny yang terlalu senang membuatnya ingin menggoda fanny dia berjalan perlahan menuju.
" ya , apa kau menyerah. devan " panggil fanny sambil memundurkan tubuhnya.
" aku akan menangkapmu sayang " kata devan sambil senyum miring.
" apa ? kalau begitu kejar aku , jika bisa " tantang fanny dengan santai.
" baik. kalau aku bisa menangkapmu apa yang ingin kau berikan hmn " jawab devan dengan seringai liciknya.
" apapun "
" oke , jangan salahkan aku jika aku meminta macam - macam "
__ADS_1
fanny terus berlari sambil tersenyum dan tertawa. devan mengejar fanny yang berlari cepat itu ,kadang devan yang mengejar fanny kadang juga sebaliknya.
" hahahha " keduanya saling tertawa bersama jika saja itu bisa diabadikan devan akan menyimpan memori itu selamanya.
" tunggu devan , jangan mengejarku dulu " katanya dengan terengah - engah kelelahan.
" tidak bisa saya kita sudah saling menantang tadi " devan lagi - lagi mengejar tiffanny.
" aaass devan jangan mengejarku terus " ujar fanny sambil terus berlari.
" dapat " devan memeluk pinggang kecil fanny dan mengangkatnya dia memutarkan tubuh fanny dalam pelukannya. membuat fanny tersenyum dan tertawa.
" hahhah devan hentikan ini " ujar fanny.
devan menurutinya dan masih melingkarkan tangannya di pinggang tiffanny.
" aku berhasil menangkapmu sayang, itu artinya ada hadiah untukku. " ucap devan lembut memperhatikan wajah tiffanny.
" hmm kau boleh memintanya " balas fanny.
" dua permintaan "
fanny mengernyitkan dahinya " tapi tidak ada perjanjian seperti itu "
" dan juga , tidak ada perjanjian untuk menolak permintaan pemenang"
" baiklah , sekarang katakan " ujar fanny yang telah menyerah itu.
" aku akan memintanya nanti , hal seperti ini harus kumanfaatkan dengan baik " devan mendekatkan hidung nya ke hidung fanny.
" aku mencintaimu sayang " ucapnya lembut dan beralih ke bibir fanny. dia mencium fanny dengan lembut disana , fanny hanya bosa memejamkam matanya menikmati ciuman itu.
cekrek
keduanya melepaskan ciuman itu dan menoleh.
" you both are very romantic and a perfect match, took a gift from me. save and continue to remember these memories "
devan tersenyum mendengarnya kemudian mengambil foto itu , foto mereka berdua sedang berciuman.
" Thank you sir, this is the most beautiful gift. are you tourists?" tanya devan.
" yes ,I'm a tourist. be happy and your wife is very beautiful"
" Yes, she is my most beautiful woman in the world" devan menatap fanny dengan penuh cinta , fanny menatap ke arah lain karena malu.
" I'm sorry, I've been here for a long time "
" okey "
turis itu pergi begitu saja , sedangkan fanny dia masih malu . devan memegang tangannya " lihat sayang, akan kujadikan gambar yang paling besar dan kutaruh di dalam kamar kita "
" terserah , aku haus " kata fanny yang masih malu itu. devan tau betul sifat tiffanny jadi dia mengajak fanny ke tikar yang sudah di bentang.
" duduklah disini, aku akan mengambil minuman di mobil. aku lupa tadi "
fanny menganggukkan kepalanya , lalu dia duduk disana seorang diri. alam bebas seperti ini memanglah menyenangkan sudah lama dia tidak menikmati liburan seperti ini.
saat itu sinar matahari semakin terang , membuat tiffanny silau. jadi dia memejamkan matanya dan menghalau dengan tangannya. devan yang membawa minuman ditanganyya berbinar menatap fanny yang cantik itu . jadi dia mengambil ponsel dan memotonya.
cekrek
dia tersenyum dan kembali memasukkan ponselnya kedalam celana.
__ADS_1
" sayang " panggilnya sehingga membuat fanny menoleh.