Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Gaun Putih Yang Suci


__ADS_3

" terima kasih , pusingku sudah hilang " fanny melepaskan tangan devan yang ada di pelipisnya.


" Baiklah sekarang ingin makan apa ?" tanya devan.


" Nanti saja tunggu bibi yang memasak " jawab fanny setelah itu dia pergi , namun saat dia akan naik dia melihat Rian datang.


" Rian " ucapnya.


Rian berjalan kearah fanny, ditangannya ada sebuah kado yang dia bawa.


" Rian Kau tau ini ... aku ..."


" selamat Tiffanny, aku bahagia untukmu. terimalah ini, hadiah kecil untukmu " ujar rian yang memotong perkataan fanny.


fanny menerimanya langsung " terima kasih " ucapnya.


dari belakang devan juga datang menghampiri keduanya.


" Kau sudah datang " ujar Devan.


" hmm selamat untukmu Dokter Devan , Kau harus menjaganya dengan baik. sekarang dia sudah ada seseorang yang akan melindunginya setiap saat " balas rian.


" ya , terima kasih "


***


Di dalam kamarnya , fanny berdiri di hadapan jendela kamarnya, dari belakang dia sudah terlihat cantik, dia memegang bunga mawar putih ditangannya. dia hanya memakai gaun putih simple polos dan kerudung yang melekat di kepalanya yang dia Urai namun dibentuk diatasnya.


dia sangat cantik, bak seorang putri. bulu matanya yang lentik natural dan bibir pink itu membuatnya terlihat fresh.


sedangkan dibawah sana , devan sudah memakai Tuksedo berwarna hitam dan dasi kupu - kupu. dia sangat tampan.


hanya beberapa teman dekat dan orang tertentu yang hadir yaitu diantaranya ada Rian, Micheal, Bi kali dan teman dekat nenek juga beberapa tetangga sekitar. tidak lebih dari 30 orang.


pernikahan ini memang dibuat tertutup karena devan tidak ingin membuat fanny terkena berita yang akan membuatnya tidak nyaman. cukup nanti pesta resepsi pernikahan.


Devan sudah duduk di meja Akad itu , nenek yang selalu tersenyum dikursi itu juga bi kali. rian dan juga micheal dua orang yang mempunyai rasa dengan tiffanny namun mereka memilih membuang rasa itu lebih tepatnya memendam. semua sudah ada jalannya masing - masing mereka berdua lebih menerima apa yang sudah ditakdirkan untuk mereka.


" Baik mari kita mulai " kata Seorang Bapak penghulu yang ada di hadapan devan, dia menjulurkan tangan yang langsung dibalas oleh devan. kini tangan mereka saling menggenggam.


" Saudara Devandra Atmaja saya selaku wali Hakim Yang ditunjuk sebagai pengganti dari ayahanda mempelai perempuan , saya Nikahkan engkau dengan Anak perempuan Bernama Tiffanny Wang Binti Almarhum Jackson wang dengan Mahar dua belas ribu dua ratus tiga puluh rupiah dibayar tunai "


" Saya terima nikahnya Tiffanny Wang Binti Almarhum Jackson Wang dengan mas kawin Yang tersebut Tunai "


" Saksi ?"


" sah "


" pernikahan telah sah "


dan bapak itu pun membacakan doa , hingga selesai semua orang menunggu kedatangan tiffanny. tak butuh waktu lama fanny sudah muncul dia berjalan seorang diri dari kamar atas menuju kebawah menuruni anak tangga dengan perlahan.



tatapannya terus menunduk menatap bunga itu , semua orang menoleh kearahnya dan tersenyum senang dan bahagia. akhirnya wanita berusia 27 tahun itu resmi menyandang Gelar seorang Istri dari Dokter Devandra Atmaja.


" Cantik sekali "

__ADS_1


" terlihat sangat anggun "


" ya , benar-benar tidak salah pilih "


( Kau telah menjadi wanitaku , aku sudah berjanji dalam pernikahan ini untuk menerima segala perlakuanmu , sifat dingin dan cuekmu. Terima kasih fanny kau tidak menolakku ) kata Devan dalam hati yang terus memandangi fanny.


bisik - bisik tamu undangan itu sangat positif. Rian dan micheal menghampiri fanny dan menunggunya dibawah tangga. Fanny menatap keduanya satu persatu , dan tersenyum kecil kepada mereka.


" Kau tidak diperbolehkan menangis hari ini, dan ya ... Kau seperti Seorang putri dari kerajaan " ujar micheal.


fanny tersenyum menahan air matanya, lalu menatap rian.


" Kamu terlihat indah dengan Gaun putih ini " timpal rian.


" Terima kasih " ucapnya.


lalu kedua pria itu membawa fanny menuju kearah devan, devan tidak tau apa yang terjadi diantara 2 pria itu tapi hari ini dia bahagia akhirnya menikahi seorang wanita yang sangat keras kepala ini, jadi hari ini dia tidak akan mempermasalahkan hal ini. Lagipula dia sudah tau Apa yang terjadi diantara mereka bertiga.


Nenek , dia menghapus air matanya yang sudah jatuh akhirnya impiannya tercapai melihat cucunya menikah dengan pria yang baik.


dia seperti melihat sosok menantunya dalam diri fanny


( Diana menantuku , Dia seperti dirimu. sangat cantik dengan gaun putih yang melekat ditubuhnya. Terima kasih telah menyatukan putri kecilmu itu dengan pria seperti devan. Sekarang tugasku sudah selesai... setelah dirimu aku yang mengasuhnya dan setelah aku , akan dilanjutkan oleh orang yang lebih berhak yaitu suaminya )


fanny sudah berada di samping devan, lalu keduanya saling memakaikan cincin. dan untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri devan mencium kening tiffanny dihadapan semua orang.


micheal tersenyum melihatnya dan rian yang tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


***


malam harinya


" Istriku " panggil devan.


fanny hanya menggerakkan matanya , sangat asing ditelinganya mendengar devan memanggilnya begitu devan seperti hidup di zaman dulu yang memanggil pasangannya dengan sebutan istriku.


" Ini sudah malam , sebaiknya ... kau tidur " jawab fanny terbata - bata.


" Tidur ? aku tidak mengantuk. aku yakin , istriku juga tidak akan tidur secepat ini " balas devan.


" Kalau begitu lakukanlah sesuatu agar kau mengantuk "


devan tersenyum dan dia mendekatkan wajahnya ke samping wajah tiffanny.


" Kau ingin aku melakukan apa ? Ini malam pernikahan kita ... Haruskah kita ... "


Fanny berdiri secepatnya lalu dia berjalan kearah pintu, namun saat dia menekan knop pintu malah tidak bisa dibuka.


" Pintunya dikunci dari depan " kata devan santai dan melepaskan Tuksedonya.


" kenapa ?" tanya fanny cepat.


" Masih bertanya " ujar devan yang kini akan melepaskan bajunya.


" Hei ! " teriak fanny.


devan tercekat dan menghentikan tangannya yang akan membuka kancing baju itu.

__ADS_1


" Istriku , kau tidak boleh berteriak padaku. aku suamimu sekarang " Goda devan.


" Mana kuncinya aku ingin kembali kekamar " pinta fanny.


" Fanny , kita sudah menikah jadi kau tidak boleh pergi kemana - mana " ujar devan.


" ma..maksudmu , aku tidur disini ?" tanya fannya.


" ya ! tentu saja " jawab devan cepat.


" Dengar Fanny ... Kita ini tidak menikah kontrak dimana ada sebuah perjanjian untuk tidak saling ikut campur dan tidak saling menyentuh, kita sah tanpa ada kontrak " sambung devan.


" Aku tau devan kau tidak perlu menjelaskannya lagi, tapi aku ingin mengganti pakaian. mana mungkin aku tidur dengan pakaian seperti ini "


devan tersenyum lalu dia mengambil kunci kamar di laci nya dan dia membuka pintunya. fanny segera keluar dari kamar itu menuju kamarnya. devan terkekeh melihatnya dibalik sifat dingin fanny sekarang dia tau fanny juga manusia biasa yang memiliki ketakutan pikirnya.


didalam kamarnya fanny merasa lega setelah menjauh dari devan , dia tidak nyaman dikamar itu karena belum pernah masuk kesana.


dia tidak ingin mengulur waktu jadi dia segera mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur biasa , setelah itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


" Fanny" panggil devan dari devan, devan mendengar suara air dari kamar mandi itu artinya fanny ada disana. jadi dia duduk di ranjang sambil bersedekap tangannya.


ceklek


" kau " ujar fanny.


" ayo kekamarku " ajak devan.


" Sekarang ? "


" iya istriku, lihat lah ... jam sudah menunjukkan pukul 11 malam " jawab devan.


akhirnya tiffanny pun menurut dia bersama devan masuk kedalam kamar devan , saat devan menutup pintu kamar itu. jantungnya bergerak cepat.


" Kau biasanya tidur dimana ? " tanya fanny.


" Aku bisa tidur di semua tempat, tidurlah ... Aku tidak akan Macam - macam padamu " jawab devan lembut.


fanny pun perlahan naik ke atas ranjang dia memilih arah kanan dan tidurnya berbalik.


devan pun naik keranjangnya, lalu dia mematikan lampu.


" Fanny " lirihnya.


" hmm "


" Kau bisa tidur ?" tanya devan , dia merubah posisi tidurnya jadi miring menghadap fanny namun fanny memunggunginya.


" Aku tidak bisa tidur " jawab fanny.


devan pun bangkit dari tidurnya lalu dia menarik tubuh fanny perlahan hingga kini menjadikan pahanya sebagai bantalan fanny.


" Jangan menolak. aku ingin kau tidur lebih awal, ini .. adalah cara medis ketika membuat orang merasa nyaman dan sampai tertidur " tangan devan memijit kepala fanny perlahan .


namun fanny bangkit dari tidurnya dan menatap devan.


" Devan , aku bukannya tidak bisa tidur karena hal lain. hanya saja ... Aku tidak biasa ada dikamar ini " jelasnya ,

__ADS_1


" Tolong biasakan tidur denganku, karena kau denganku bukan hanya satu bulan atau satu tahun. tapi bertahun - tahun bahkan , selamanya " ujar devan lembut.


__ADS_2