
" Bu Fatmala , mari kita mulai rapatnya. bukankah kita juga ada perjamuan nanti bulan depan ? kita bisa bercengkrama banyak nanti " lerai fanny.
" ya ... kau benar , baiklah mari kita mulai "
acara rapat pun dimulai , semua orang memperhatikan pria yang sedang melakukan presentasi itu sekarang. sesekali mata brian melirik nya bukan hanya sesekali tetapi sering. dia tersenyum terus saat menatap fanny.
sedangkan fanny matanya fokus memperhatikan orang yang sedang presentasi itu. rian yang ada di ujung memperhatikan brian yang terus menatap fanny.
" Pria yang tidak punya hati , dia masih bisa menatap mantan kekasihnya seperti dia belum menikah " umpatnya dalam hati.
***
" tunggulah disini , aku akan membelikan makanan di restoran ini. kau belum makan untuk minum obat " kata rian.
" hmm "
" duduk di sini , jangan pindah kemanapun " titah rian.
" iya rian " balas fanny.
" kau menunggu siapa disini ?" tanya brian yang ikut duduk di sebelah fanny. fanny agak menggeserkan duduknya.
" Rian " jawabnya.
" Rian " gumam Briian.
" kalian tidak punya hubungan kan ?" tanya brian.
" kenapa kau ingin tau , kami sudah berhubungan sangat lama " jawab fanny.
" Fanny aku masih mencintaimu " ucapnya seraya menatap fanny dengan sendu.
" kau mengatakannya ketika kita sudah terpisah seperti ini. sudah terlambat " balas fanny yang juga menatapnya.
" Aku melakukan Satu kesalahan dengan menikah, aku tidak pernah berhenti mencintaimu walau aku sudah menikah. ada sesuatu hal yang harus aku lakukan untuk kita , tapi jalannya harus seperti ini. fanny maafkan aku " ucapnya dengan tulus kali ini.
" aku tulus mencintaimu , 7 tahun kita ... tidak bisa hancur begitu saja. aku tidak bisa menemukan wanita lain yang sepertimu, aku berjanji setelah menyelesaikan semuanya ... aku akan kembali padamu , kita kembali seperti dulu dan kita akan menikah " katanya dengan nanar.
" apa kau akan meninggalkan Agatha istrimu sendiri demi aku ? " tanya Tiffanny dengan sesak.
" Brian " katanya dengan mata sendu.
" Aku masih ingat selalu bagaimana prinsipmu , mencintai orang yang juga mencintaimu " katanya yang kemudian berdiri itu , juga diikuti brian yang berdiri di hadapanya.
" Hatiku sakit saat aku mengingat malam itu, hati juga sakit melihatmu menikah dengan wanita lain. Tetapi ... aku juga perempuan , tidak bisa menyakiti sesama perempuan "
" jika kau memang masih mencintaiku , maka cintai Agatha. Dia akan selalu ada bersamamu dalam waktu yang sangat lama ... Dia mencintaimu dan kau harus mencintainya. kisah kita ... sudah usai saat aku membatalkan pernikahan kita " kataanya lagi dengan menahan tangisnya.
" Tetapi aku hanya mencintaimu " balas brian yang memeluk fanny dari belakang.
fanny memejamkan matanya dan menangis kecil tanpa bersuara. pelukan pria ini , hangat dan nyamannya masih bisa dia rasakan. tetapi dia harus sadar diri ... siapa pria yang memeluknya sekarang , walau orang yang sama tetapi statusnya berbeda.
__ADS_1
" fanny ... dengarkan aku , aku ingin kembali bersamamu " gumamnya.
" maukah kau kembali denganku setelah aku mengatakannya padamu ?" tanya brian lagi yang kemudian fanny melepaskan diri dari pelukan brian.
" apa ... alasanmu ?" tanya fanny yang ingin tau itu, dirinya benar - benar penasaran.
" karena ..."
" Brian sayang " panggil agatha dari ujung pintu darurat.
brian segera menoleh kearahnya , fanny menghapus air matanya. dengan langkah cepat Agatha menghampiri brian dan merangkul tangan brian.
" aku Menyusulmu , kita harus pulang cepat untuk makan malam bersama " katanya.
" kenapa ... kalian ada disini ?" tanyanya melihat fanny masih berdiri disitu.
" kami sedang membahas hotel , tumben sekali kau menyusul apa ada hal penting lagi ?" selidik brian.
" oh itu , sebenarnya ayah menyuruhku mendatangi hotel karena ada seminar Rumah sakit di loby bawah aku menjadi pembukanya " jelasnya.
" Rumah sakit ? apa ayah pulang ?" tanya brian.
" Tidak hanya menelpon saja " jawab agatha.
" kau masih disini ?" tanyanya menatap fanny tidak suka.
" maaf , ayo kita kembali. tadi harus mengantri dulu " kata rian yang membawa bungkusan makanan.
dan ternyata semua kejadian di halaman itu semuanya dilihat oleh devan dimana dia ada dihotel itu karena ada seminar kesehatan di sana.
" jika brian membuka alasannya , apa mungkin fanny akan kembali padanya. " gumam devan.
***
malam harinya
fanny menatap gemerlap bintang yang ada di langit itu, dia berdiri di balkon kamarnya yang besar itu. dia terus berpikir apa maksud brian mengatakan hal yang sebenarnya.
tangannya memegang pembatas besi itu dengan amplop yang sudah menguning ditangannya. ini baru jam 8 malam tetapi cuaca seperti nya sedang mendung karena banyaknya angin sepoi-sepoi membuat dedaunan berjatuhan ke tanah.
( mama akan memberimu surat yang ke -6 , setiap hari ulang tahunmu ... mama akan memberikan 1 surat yang mama tulis sebelum dirimu lahir. surat ini hanya akan mama tulis sampai usia 25 tahun ...)
dia menatap surat itu , surat dari mamanya. seharusnya sudah dia buka 5 bulan yang lalu tetapi dia masih belum membukanya sampai sekarang.
***
keesokan harinya
kembali devan beraktifitas seperti biasanya , karena sekarang sudah tidak ada pasien dia duduk di kursinya dan membuka komputernya juga mengumpulkan buku-buku medisnya.
" Dokter spesialis Tumor Otak terkenal di Dunia "
__ADS_1
.itulah yang dia cari di pencarian google, dia harus berusaha sekeras mungkin. jika bukan ditangannya fanny sembuh maka harus dari orang profesional yang menanganinya.
" RS Addenbrooke di Cambridge , dokter Keth ..."
" riwayat dokter keth " ketiknya lagi.
***
" Saham Kita anjlok besar , apa yang harus kita lakukan ?" tanya rian dengan gusar menatap fanny yang bersikap biasa saja itu.
" apa yang terjadi sehingga dalam satu hari saham kita mengalami penurunan yang begitu drastis, bukankah kemarin masih stabil dan normal " katanya lagi.
" kita juga baru rapat kemarin, pasti seseorang bermain dibelakang " sambungnya lagi.
ceklek
" bu fanny , jelaskan apa ini. dalam sehari harga saham turun drastis dengan begini ....bagaimana kita bisa menjalankan hotel lagi, bagian Humas sangat sibuk sekarang mengatur semua kebutuhan hotel " kata seorang dengan suara yang meninggi.
" bicaralah dengan sopan " tegas rian.
" ini bukan tentang kesopanan lagi pak rian , ini tentang pekerjaan. jika terus begini saya harus berpikir ... apa perempuan seperti bu fanny bisa menjalankan hotel ini ?" tanyanya.
" kau" tunjuk rian.
" maafkan aku , aku akan mencari jalan keluarnya " kata fanny yang menundukkan kepalanya.
" jika berita ini tersebar , aku yakini ... banyak orang yang akan menggugatmu , hotel ini akan hancur dan kau juga dipastikan akan diberhentikan paksa "
" Pak Nataniell " Teriak fanny
" kau terus berbicara dari tadi, aku selalu mendengarkanmu. ini hotel ku milik ku sendiri. kau tidak perlu khawatir apa yang akan terjadi padaku. sebaiknya pikirkan dirimu sendiri bagaimana caramu menghentikan berita yang akan keluar nanti " sambung fanny yang sudah tidak tahan itu.
" berita ini sudah tersebar sekarang ..." kata micheal yang tiba - tiba datang seorang diri.
" pergilah " usir fanny pada pak nataniel itu.
" fanny kau baik - baik saja ?" tanya micheal khawatir.
" maafkan aku sudah lancang, tapi aku sudah membaca beritanya " sambung micheal.
fanny sudah merasa pusing sekarang, setiap hari selalu saja ada masalah. kemarin masih tenang tetapi hari ini.
" berpikir fanny , kau masih punya otak kau masih hidup " ucapnya dalam hati.
" seseorang sedang memainkan pasar saham , lakukan pendataan dengan fundamental hotel. hanya sahammu saja yang turun. tiffanny ingatlah apa ada seseorang yang tidak menyukai hotelmu ?" tanya micheal.
" siapa lagi kalau bukan Agatha istrinya brian dan anak pak samuel itu. fanny tidak akan mempunyai musuh lain " jawab rian yang tercetus begitu saja.
" tepat sekali , pak samuel memiliki banyak perusahaan besar. dengan mudah dia memanipulasikan pasar saham " timpal micheal.
" Tapi kenapa dia melakukannya ? apa dia punya masalah dengan fanny , bahkan dia tidak pernah kembali ke indonesia " ujar rian.
__ADS_1
" Agatha atau brian , mereka berdua adalah pelakunya " kata fanny.