Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Hargai Suatu Hubungan


__ADS_3

mereka berdua duduk di bangku paling pojok, sudah ada 2 coklat panas dan 2 tiramisu di meja itu. fanny memotong nya perlahan dan mulai memasukkannya kedalam mulut.


" Bagaimana rasanya ?" tanya devan sambil memperhatikan wajah itu.


" Hmm enak " jawab fanny seraya mengangukkan kepalanya.


devan pun merasa senang mendengarnya, dia juga makan tiramisu itu dengan lahapnya. sampai hari mulai gelap keduanya sudah selesai makan namun devan masih belum mengajaknya pulang.


" Apa kau tidak ingin pulang ?" tanya tiffanny.


" oh iya , mari pulang aku lupa " jawab devan.


***


malam hari dikamarnya fanny sudah tertidur nyenyak tanpa gangguan. dia tidur dalam posisi miring ke kanan. jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi dia terbangun.


kakinya membawanya ke toiletnya, tak lama dia keluar dari sana dan kembali untuk tidur. hingga keesokan harinya dia terbangun karena cahaya matahari memasuki kamarnya dan tepat mengenai wajahnya sehingga membuatnya terganggu.


karena hari ini dia ada janji dengan micheal dia hanya memakai pakaian casual biasa, celana jeans berwarna hitam dan Blouse berwarna pink dan rambutnya ia urai diluruskan.


setelah memakai make up tipis dia menyemprotkan parfum kesukaannya. dan membawa tasnya. dia pun keluar dari kamar dan turun ke bawah.


" Selamat pagi nona " ucap kali.


" selamat pagi bi " katanya sambil duduk di meja makan.


dia menatap makanan yang ada dimeja itu, ada nasi biasa dan juga beberapa lauk pauk dan dia hanya menatapnya saja.


" Maaf nona saya lupa kalau anda tidak suka Nasi di pagi hari, saya akan buatkan yang lainnya " ujar bi kali yang baru paham kenapa fanny tidak mengambil nasinya.


" hmm " fanny mengangukkan kepalanya.


dia pun duduk disana dengan diam, tidak tau apa yang harus dilakukan dia tidak suka melakukan hal yang tidak ada gunanya dan juga tidak suka terlalu banyak bicara jadi diam saja.


" Fanny , kau belum pergi ?" tanya devan yang baru turun dari kamarnya.


Fanny menoleh kearahnya dan menggelengkan kepalanya. sedangkan devan dia memilih duduk dan duduk disamping fanny.


" kenapa kau tidak makan ?" tanya devan.


" bibi sedang membuatnya " jawab fanny.


" ini nona ... saya buatkan mie saja, karena bahan - bahan sudah habis maafkan saya " ucap bi kali sambil menyodorkan mie itu dihadapan fanny.

__ADS_1


" ini cukup. dan ya ... bagaimana uang untuk keperluan rumah selama nenek tidak ada ?" tanyanya.


" semuanya Tuan devan yang memberikannya " jawab bi kali.


mendengar itu , fanny menatap devan yang hanya fokus makan itu.


" Jangan marah padanya, jika ingin marah. marah saja padaku " ucap devan santai.


" Nenek sebentar lagi pulang, nanti bibi urus saja dengan nenek " ujar fanny.


" baik nona "


fanny pun tak mengeluarkan suara lagi, dia memakan mie itu dengan pelan karena tidak dikejar waktu jadi dia tidak harus cepat.


***


micheal sudah menunggu fanny disebuah restoran, dia terlihat berbeda dengan gaya rambut yang lebih rapi dari biasanya. namun wajahnya tidak seperti dulu yang sering suka bercanda dan humoris.


fanny datang menuju kearahnya, saat melihat fanny dia segera berdiri untuk menyambutnya.


" kau menungguku lama " ujar fanny.


" ah tidak , baru saja tiba. duduklah " balas micheal yang menbukakan kursi untuk diduduki fanny. fanny pun duduk dan kini menatapnya.


" Aku dengar kau sudah menikah, maaf aku tidak bisa hadir dipernikahanmu " kata fanny pelan.


fanny tau kesenangan itu hanya untuk menutupi rasa sedih nya micheal. micheal selalu humoris dihadapannya seluka apapun dia , dia akan menjadi pria yang akan selalu tertawa.


" Siapa ....perempuan itu ?" tanya fanny dengan hati - hati.


micheal sejenak diam lalu dia tersenyum " Seorang putri dari pengusaha Real Esteat juga "


" Sudahlah jangan bahas itu sekarang hanya ada aku dan dirimu. aku senang saat mendengar kau pulang, tadinya jika aku belum menikah aku akan menikahimu secepatnya tapi aku tau kau akan selalu berkata aku tidak akan menikah sekarang " ujarnya dengan meniru seperti apa yang biasa fanny lakukan yaitu wajah dingin.


fanny tersenyum dan tertawa kecil mendengarnya ... melihat itu micheal juga tersenyum.


" Aku selalu menolakmu dulu, tapi kenapa kau tidak membenciku ?"


" aku ? membencimu ? sungguh Tiffanny aku saja tidak pernah berpikir begitu. bagaimana mungkin aku membenci dirimu, wanita yang aku temui di perempatan jalan di amerika. dan juga ... kau pasti punya alasan kenapa terus menolakku jadi , ya biasa saja aku selalu ditolak begitulah " ungkapnya sambil terkekeh.


fanny menundukkan kepalanya , dia merasa ikut sedih untuk micheal. dia juga tidak enak karena selama ini selalu menolak mentah - mentah micheal. tetapi micheal juga benar dia punya alasan sendiri kenapa selalu menolak.


" Micheal maafkan aku, aku tau ... kau mencintaiku. cintamu sangat besar kepadaku. tetapi maaf aku tidak bisa menerimamu, aku menganggapmu sebagai teman saja. aku menyukai kita yang seperti sekarang. micheal ... kita akan tetap berteman seperti dulu "

__ADS_1


micheal menelan salivanya ketika mendengarkan itu, tiffanny mengungkapkan perasaannya kepadanya dan hanya menganggap nya teman.


" ya , kita akan selalu berteman. Kau mungkin mencintai orang lain aku mengerti itu "


" tetapi fanny aku hanya bisa memberikanmu nasihat terakhir sebagai seseorang lelaki yang mencintaimu. menikahlah dan hidup bahagia dengan pasanganmu ... jangan sampai sepertiku, aku tidak mau melihatmu bernasib sama sepertiku " katanya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Mak-sudmu ?" tanya fanny.


" seseorang seperti kita ... kau harusnya mengerti selalu ada timbal balik dalam kelancaran bisnis. aku melakukan pernikahan bisnis dengannya, Ayahku memaksaku ... menikahinya, aku tidak mungkin menolak orang yang satu-satunya telah mengurusku dari kecil. mungkin ... setelah kontrak bisnis selesai pernikahan ku juga selesai "


" itu artinya ..."


" ya , kau benar pernikahan bisnis dengan kontrak hitam diatas putih "


" tetapi micheal , pernikahan bukan sesuatu hal yang harus dipermainkan. pernikahan kontrak itu "


( Aku tau fanny , dibalik sifat dinginmu. kau seseorang yang menghargai sesuatu hubungan. kau wanita yang sangat baik , kenapa tuhan tidak menakdirkan kita bersama. tetapi aku tidak akan menyalahkan tuhan , mungkin tuhan menyiapkan orang yang lebih baik dan lebih sempurna untuknya daripada aku )


***


devan baru saja sampai di depan halaman rumah, dia segera turun dari mobil dan dia lihat mobil fanny sudah terparkir rapi itu artinya fanny telah kembali.


dia bergegas masuk kedalam rumah, dan pertama kali yang dia lihat adalah fanny yang sedang duduk di ruang tamu sambil membuka laptopnya wajahnya fokus melihat layar laptop sampai mengernyitkan dahinya , membuat devan tersenyum melihat tingkahnya.


( jadi wanita yang dinikahkan dengan micheal itu Kalista , putri pengusaha real esteat itu. dia seperti wanita yang baik kenapa mereka harus menikah kontrak ) pikirnya


ya , fanny sedang membuka situs internet mencari sumber informasi siapa istri dari Leonardo Micheal.


" sedang apa ? sepertinya sibuk sekali " tanya devan yang kini duduk disebelahnya. fanny terkejut hingga dia menutup langsung laptopnya dia mengelengkan kepalanya dan terlihat gugup.


" kenapa wajahmu gugup, kau membuka sesuatu ya ?" selidik devan.


" ha , tidak " ujar fanny sambil menggelengkan kepalanya.


" Fanny " panggil devan lembut.


" ya " fanny menoleh kearahnya dan devan juga sedang memperhatikannya jadi wajah mereka bertemu.


fanny kembali menghadap kedepan, tetapi devan masih memperhatikan.


" katakan saja langsung " ujar fanny.


" Nenek bilang kita akan menikah " gumam devan tepat ditelingan fanny. sehingga membuat fanny terkejut dan membulatkan matanya.

__ADS_1


" tapi nenek tidak mengatakan apapun kepadaku " gumamnya yang masih terdiam kaku.


" jadi , apa kau menerimaku sebagai suamimu ?" tanya devan pelan.


__ADS_2