Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Mempersiapkan Resepsi


__ADS_3

" Aku pulang "


tiffanny sontak menoleh , dia menatap devan yang berdiri di belakangnya dengan wajah yang lelah.


" Sedang apa ?" devan mendekati fanny kemudian dia duduk di kursi makan sebelah fanny.


" A-aku , sedang makan " jawabnya.


devan mengernyitkan dahinya , ada nasi goreng 2 piring dihadapannya. " kau sudah memesaannya ?" tanyanya.


" itu ... aku , membuatnya sendiri " jawabnya pelan.


devan menatap dia seolah tak percaya , tetapi bibirnya tersenyum. " ini pasti untukku kan " devan menarik piring yang 1 itu , fanny mencegahnya membuat devan menatap penuh tanya.


" Aku akan memesan makanan untukmu , ini ... punyaku "


" dua porsi ? kau yakin ? " tanya devan.


fanny tak menjawabnya " sebenarnya , ini tidak enak .. buang saja , ini sangat pedas " ucap pelan yang menahan malu.


" Suapi aku " perintah devan.


" ha ?"


" iya ! suapi aku , aku ingin mencoba makasan pertama istriku " ujarnya lembut.


" Tapi devan ... ini pedas "


" Suapi saja " balas devan lagi.


Fanny kembali duduk di kursinya dan dia mengambil piring itu lalu menyendokkan nasi, perlahan - lahan tangannya mengulur untuk memasukkan nasi ke dalam mulut devan.


devan segera membuka mulutnya dan memakannya dengan lahap.


" hmm ini sangat enak " puji devan , fanny menatapnya tak percaya padahal nasi itu sangatlah pedas dia terlalu banyak menggunakan cabai tadi.


" tidak pedas ?" tanya fanny.


devan menggelengkan kepalanya , dia terus mengunyah lalu lagi - lagi meminta untuk disuapi dengan telaten fanny menyuapinya sampai tak terasa piring itu tidak menyisakan sebutir nasi pun.


" Mimumlah " fanny menyodorkan minum dia tidak tega melihatnya mungkin devan tidak menunjukkan reaksi pedas tapi dia juga bisa merasakannya.


" ahh " seketika gelas itu berubah jadi kosong, kini dia melihat fanny yang juga sedang menatapnya.


" Kau membuat lelahku seketika menjadi hilang , fanny " ujarnya lembut.


" Lain kali aku tidak akan memasak , jika kau tidak ada aku akan pesan saja "


" hmm terserah kau saja. Fanny ... " panggil devan lembut.


" ada apa ?"


" lelahku sudah hilang, tapi aku masih merasa sedikit letih ... maukah kau memelukku ?"


sejenak fanny diam , dia menatap wajah devan yang penuh harap itu. bagaimana dia harus menolak permintaan devan begitu saja, dia terlihat sangat lelah kenapa dia tidak bisa mengabulkan hal yang sederhana seperti itu.


perlahan tubuh fanny mendekati devan , lalu dia memeluknya sambil berdiri. sedangkan devan masih duduk dan wajahnya berada di dada fanny. dia memejamkan matanya merasakan kenyamana dan kehangatan pelukan fanny.


" Terima kasih " gumam devan.

__ADS_1


" Untuk pertama kalinya , aku seperti mempunyai seorang istri yang sangat mencintaiku " sambungnya dengan siara yang serak.


( Aku juga sama devan , untuk pertama kalinya dalam hidupku, ada seseorang yang begitu sangat manja dan meminta perhatian dariku. Aku tidak pernah ingin membandingkanmu dengan siapapun , tetapi kau berbeda dari seseorang yang pernah aku temui. Kau berani marah , berani membentakku , berani melanggar semua batasanku. Hanya dirimu yang bisa melakukannya di saat orang lain tidak bisa )


" Mari kita tidur , lebih baik kau istirahat " balas fanny yang mengelus punggung devan.


***


pagi harinya ,


devan terbangun terlebih dahulu, yang pertama kali dia lihat adalah bagian punggung belakang fanny yang membelakanginya. tanganya berasa berat karena sebagai bantalan untuk fanny.


dia ingat semalam dia meminta fanny untuk tidur berada di pelukannya. dia sedikit bangun agar bisa leluasa melihat wajah cantik yang sedang tidur itu. dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah fanny.


" cup " dia mencium pipi itu.


fanny merasa terganggu di dalam tidurnya sehingga membuatnya terbangun , dia mengerjapkan matanya perlahan.


" Selamat pagi sayang " ucap lembut devan.


fanny menoleh ke arah devan dia menatap wajah tampan itu lalu devan mengecup singkat bibir itu.


" Sayang ?" gumam fanny yang masih belum sepenuhnya tersadar.


" iya , mulai sekarang .. aku akan memanggilmu sayang "


" Bangunlah , sekarang kita harus mempersiapkan Acara Resepsi pernikahan kita. "


" hari ini ?" tanya fanny.


" ya , hari ini aku libur. Aku sudah menyiapkan semuanya tapi aku juga ingin kau melihatnya sebelum semuanya dipakai "


fanny mengangukkan kepalanya lagi, devan tersenyum manis.


" Cup " mencium lembut bibir fanny.


" Aku mencintaimu " sambungnya.


***


keduanya sedang berada di dalam mobil, pemandangan di sekeliling kota bandung yang dipenuhi oleh penduduknya yang sedang berlalu lalang lewat di sekitarnya.


tidak ada percakapan diantara keduanya , fanny terpaksa harus tidak masuk ke hotel karena devan memintanya untuk menemaninya mempersiapkan semua keperluan resepsi nanti.


" Kau ingin kita Melakukan acaranya di hotel atau pantai , restoran ? atau yang lainnya ?" tanya devan yang memecahkan keheningan diantara keduanya.


( Pantai adalah impianku, tadinya. )


" Lakukan di hotel ku saja " fanny memutuskan nya dengan yakin , dia akan melakukan hal yang sebaliknya dari apa yang pernah dia lakukan sebelumnya.


" Hmm apa kau pikir aku tidak mampu membayarnya ? " canda devan.


" Hmm itu juga termasuk. karena aku dulu pernah menyewa pantai dan..."


kata - katanya berhenti seketika , kenapa dia harus mengatakan itu. hal itu keluar langsung dari mulutnya.


devan tau apa yang dimaksud fanny , dia pun menyentuh tangan fanny.


" Sudahlah jangan dipikirkan. Dan ya ... kau tenang saja aku akan tetap membayar biaya hotel "

__ADS_1


" Tentu saja , aku juga tidak mau rugi"


mendengar itu devan pun tertawa kecil, begitu juga dengan tiffanny yang tersenyum kecil. hingga sampailah mereka ke sebuah tempat Wedding Organizer Ternama di kota bandung Grace Wedding Organizer nama tempatnya.


Mereka berdua turun dari mobil dan bersejajar untuk masuk kedalam.


" Selamat datang , Dokter devan. silahkan masuk " kata seseorang perempuan yang menyambutnya.


" hmm "


devan dan fanny mengikuti wanita itu , hingga mereka dibukakan pintu dan masuk kedalam ruangan yang serba berwarna putih itu dan duduk disana.


" Selamat datang Dokter Devan dan ... Nona tiffanny " ucap Seorang wanita yang baru tiba yang masih muda sekitaran berusia 30 tahunan.


" terima kasih " balas devan sedangkan fanny hanya tersenyum menanggapinya.


" Bella tolong bawakan semuanya " perintah wanita itu.


" Baik bu "


" baiklah sebelumnya saya adalah pemilik dari Wedding organizer ini. Kami sudah menyiapkan semuanya , dari pakaian .. Dekorasi , undangan juga yang lainnya kecuali catering. Dan ini ... Salah satu undangan yang sudah saya desain ..." grace menunjukkan undangan itu , undangan itu berwarna hitam dan Tinta emas terlihat sangat mewah dan elegan.


devan mengambilnya dan membukanya , dia memperlihatkan itu kepada fanny , lalu fanny melihatnya.


dia mengelus undangan itu , dia tidak menyangkan namanya tertera didalam undangan itu berserta devan , Namun yang paling menyakitkan tertulis nama papa dan mama namun bergelar Almarhum.


" Aku suka ini " ujar fanny.


Melihat wajah fanny yang seperti itu , dia sudah jelas tau matanya menatap nama itu.


" Kami pilih yang ini , namun untuk Lokasinya akan diadakan di hotel wang " Jelas devan.


" baiklah , lalu untuk dekorasi ? pakaian dan lainnya sebaiknya kita tentukan sekarang. agar kami bisa menyiapkan dengan baik "


akhirnya mereka memilih tema , dekorasi , dan juga pakaian. dalam 1 bulan semuanya harus jadi. cukup lama mereka mendiskusikan itu hingga kini sudah selesai. nona grace mengantarkan mereka sampai ke depan Pintu Gedung.


" Terima kasih Dokter devan dan juga nona tiffanny, kami akan melakukan yang terbaik agar pernikahan ini dapat terus dikenanang dengan indah "


" Saya juga ucapkan terimakasih. kalau begitu kami permisi " balas devan.


nona grace mengangukkan kepalanya , dia dan fanny pun segera memasuki mobil sebelum itu devan membukakan pintu untuk fanny.


***


malam harinya mereka masih belum pulang , mereka memutuskan untuk makan malam di restoran. Devan sedang memesan makanan , sedangkan fanny menunggunya di meja.


" sebentar lagi makanan datang " devan langsung duduk ketika sudah selesai memesan makanan.


" Apa kau tau ... Ayah dan ibu sudah mengabariku. katanya mereka akan datang Tidak lama lagi. Aku juga sudah memberi tahu nenek pagi tadi , nenek juga akan pulang secepatnya "


devan berusaha memecah keheningan diantaranya , fanny hanya tersenyum dan mengangukkan kepalanya saat menanggapinya.


" Aku tau ... Sejak melihat undangan itu, wajahmu berubah. jangan bersedih , Kita sudah menikah ... itu artinya Ayahku adalah Ayahmu dan ibuku adalah ibumu. Mereka sangat menyayangimu. " tangan devan mengelus rambut fanny , fanny memperhatikan tangan devan tang naik turun di kepalanya.


" Aku tidak sedih , hanya saja ... Aku tiba - tiba mengingatnya. Aku sudah terbiasa dan wajahku ... memang seperti ini. "


" Wajah cemberut , sombong dan Arogan ?" ujar devan sambil terkekeh.


" Dan wajahmu , terlihat seperti orang yang lembut dan penyayang. tapi kau selalu marah padaku " balas fanny yang juga tersenyum.

__ADS_1


" Aku hanya melakukan padamu , karena aku mencintaimu "


__ADS_2