Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Hadiah Kunjungan


__ADS_3

sore harinya setelah mereka semua selesai menyelesaikan diskusi laporannya , mereka semua izin pulang.


saat itu fanny dari atas melihat semua orang akan keluar dia melangkahkan cepat kakinya.


" istrinya dokter kami pulang ya , lain kali bolehkan main kesini lagi. aku akan memirkan tebak - tebakan yang baru lagi " ujar adit dengan senyuman manis.


" hmm kapanpun yang kalian mau " Jwab fanny , devan langsung merangkul tiffanny.


" Sayang katanya mereka ingin berfoto denganmu " lirik devan pada fanny.


" ehh ?"


" ya, kami sangat ingin berfoto denganmu. siapa tau semua keberuntunganmu terjadi pada kami juga " ujar fitri dengan polos.


" ya , baiklah " fanny mengangukkan kepalanya.


lalu semuanya berdiri di depan rumah itu dengan berjejer kecuali devan. posisinya fanny berada di tengah - tengah mereka.


" Siap ya , satu... dua ... tiga "


cekrek....cekrekk


begitu banyak gaya yang mereka ambil namun ekspresi fanny hanya satu yaitu tersenyum kecil. walaupun yang lainnya banyak gaya apalagi adit sangat bersemangat.


" dokter ikutlah berfoto dengan kami , ayo kita berselfie " ajak adit.


" boleh " devan segera menghampiri adit lalu mereka berkumpul di satu titik dan beselfie ria.


" permisi bu, ini pesanan ibu " seorang pria berbaju rapi datang kerumahnya membawakan beberapa paper bag dari perusahan parfume terkenal.


" oh , kalau begitu berikan pada mereka " kata fanny.


" kita ?" ucap mereka shock.


lalu pria itu membagikan paper bag itu satu per satu mereka terkejud melihat isi didalamnya " oh my god. bahkan uang sakuku satu bulan tidak cukup membeli parfume ini " ujar vena shock.


" istrinya doktet apa kau yakin mau memberikan ini, kami tidak enak ini harganya mahal " kata fitri.


" ambil saja , kalian tamu pertama yang datang kerumah. anggap saja itu sebagai hadiah dari kami " kata fanny dengan tulus.


" wah, terima kasih banyak istrinya dokter " ucap adit.


devan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya kalau memberikan hadiah tidak pernah tanggung - tanggung. dia tidak akan melarangnya selagi fanny bahagia apapun itu.


***

__ADS_1


selama beberapa hari agatha tidak sama sekali keluar rumah, bahkan dia terus menyendiri. samuel sudah memaksanya menandatangani surat cerai itu. itu artinya dia sudah tidak punya hubungan apapun dengan devan.


wajah yang pucat dan lamunannya seakan - akan sudah tak bernyawa. membuat samuel geram kenapa anaknya sangat mencintai pria yang tidak mencintainya pikirnya.


" age ... makanlah sayang , atau kau akan sakit nanti " bujuknya dengan lembut.


" Biarkan aku mati ayah , untuk siapa aku hidup jika bukan untuk kak brian " ujarnya lemah.


" Brian ... Brian ...brian apa kau buta dan tuli age ? dia bahkan tidak memperdulikanmu, dia hanya mencintai wanita lain. sadarlah age ! sadarlah ! kau hanya menyiksa dirimu sendiri . jika kau ingin menyiksa jangan dirimu tapi siksalah orang yang membuatmu seperti ini " bentak samuel yang sudah tak tahan dengan sifat agatha itu.


" Karena seorang wanita lainnya, dia menceraikanmu. kau tidak ingin balas dendam dengannya ha ! " bentak samuel lagi.


dengan mata berlinang agatha meliriknya " untuk apa ?" ujarnya.


" untuk merasakan hal yang sama denganmu, dia meninggalkanmu demi wanita itu. lalu kenapa kau tidak ingin membuat wanita itu berpisah dengan suaminya "


" apa ayah bodoh ? jika mereka sama - sama berpisah dengan pasangannya , mereka akan bersatu "


" tidak , jangan biarkan mereka bersatu ! kau putriku, darahku mengalir didarahmu. " samuel berusaha meyakinkan agatha.


" pikirkan perkataan ayah atau hanya kau sendiri yang tersiksa " setelah mengatakan itu dia keluar dari kamar agatha. hatinya kesal melihat anaknya setidaknya jika anaknya mempunyai sedikit gairah dia akan menjadi seseorang yang energik.


sedangkan agatha terus memikirkan perkataan ayahnya , kata - kata samuel terus terngiang - ngiang didalam telinganya.


" tidak , jangan biarkan mereka bersatu ! kau putriku, darahku mengalir didarahmu. "


dari balik pintu itu samuel memperhatikan agatha, dia berhasil membuat jiwa jahat dalam agatha kembali berdiri.


" kita sama agatha , mencintai orang yang tidak mencintai kita " batin samuel.


***


" sayang, apa kau tidak takut bangkrut jika terus memberikan barang - barang mahal pada orang ?" tanya devan yang sedang merangkul tiffanny yang sibuk menonton drama.


" tidak , bahkan hartaku tidak akan habis walau kugunakan untuk memberi makan satu kota ini " jawabnya yang masih fokus menonton.


devan membelai lembut rambut fanny yang terasa harum baginya.


" aku senang sekali, bisa melihatmu tertawa bebas seperti tadi siang. sayang ... bisakah kau tertawa seperti itu saat sedang bersamaku saja ?" tanya devan lembut.


" kau tidak bisa membuat lelucon "


" apa harus lelucon agar kau tertawa , bagaimana jika aku menjadi badut " gumam devan yang masih terus fokus membelai rambut fanny.


" Tidak cocok untukmu. tidak harus menjadi badut maupun membuat lelucon dulu untuk tertawa. aku tidak ingat kapan terkahir aku tertawa lepas seperti tadi siang.

__ADS_1


aku pikir ... saat usiaku 7 tahun, aku jatuh dari sepeda. tidak ingin membuat kakak khawatir aku pun tertawa dengan keras , lalu kakak memarahiku... apa yang kau lakukan ini tidak lucu kenapa harus tertawa , ini pasti sakit kan. maafkan kakak sejak saat itu aku tidak pernah tertawa lagi karena hari itu , hari terakhir aku bermain dengan kakak di taman. "


" dan hari ini...aku tertawa karena leluconan seseorang. dari hari itu aku belajar saat sakit pun aku harus tertawa" sambungnya , dia mengatakannya dengan pelan dan rasa sakit hatinya.


devan mengerti bagaimana terlukanya hati fanny , dia memeluk fanny dengan hangat. dalam pelukan itu fanny hanya tersenyum kecil.


saat setelah melepaskan pelukan itu, fanny menatap sayu kemata depan " devan , terima kasih " ucapnya lembut.


" untuk ?"


" untuk hari ini , terima kasih untuk semua yang kau lakukan. dan maafkan aku untuk semua yang kulakukan. " ucap fannny devan bisa melihat ketulusan dari hati fanny, lalu dia mencium fanny dengan lembut , fanny membalas ciuman itu dan merangkulkan tangannya di leher devan.



***


keesokan paginya


setelah mengantar tiffanny kehotel devan langsung ke rumah sakit. dia tak henti tersenyum saat mengingat bagaimana semalam keduanya saling mengobrol banyak setidaknya membuat mereka semakin dekat.


dia juga senang fanny selalu menyambut baik semua orang yang ada disekitarnya. dia menghormati dan menghargainya sedikit demi sedikit tingkah dingin fanny mulai berubah mencair.


tak lama dia sudah ada di depan rumah sakit , dia menepikan mobilnya dan memarkirkan mobil khusus di parkiran dokter.


" Dokterrr !!! " panggil semua anak magangnya yang menyambutnya dengan teriakan semangat walau dia baru datang dan turun dari mobil semua dokter magang itu menghampirinya.


" kalian bersemangat sekali " kata devan.


" bagaimana tidak coba dokter rasakan wangi yang melekat pada bajuku, astaga semalaman saja tidak hilang. sungguh dokter bahkan aku tidak perlu mandi saat harus kerumah sakit " ujar adit.


" itu sih maumu " timpal diko.


" menghemat air di kos hehhe " timpal adit.


"aku akan menghemat parfumennya, setidaknya sampai aku lulus nanti " kata fitri.


" kau sudah gila ya , masih ada pendidikan spesialis setidaknya 4-5 tahun jika ingin pendidikan lagi " kata vena seraya mengelengkan kepalanya.


" hehhe ya tidak masalah, kan ini punyaku " jawab fitri.


" sudah ...sudah ayo kita lakukan pemeriksaan pagi rutin seperti biasa , dan jangan lupa hadiri rapat di ruangan dokter nanti siang " titah devan


kemudian mereka semua memasuki rumah sakit bersama - sama dengan bahagia. namun disana ada agatha yang memandanginya tak suka.


( Kalian berdua hidup bahagia , sedangkan aku ... tiffanny , selamat datang dengan penderitaan barumu )

__ADS_1


__ADS_2