
hari demi hari mereka lalui dengan bahagia , saling menyemangati dan saling mendukung dalam pekerjaannya.
terkadang jika devan harus shift malam tifanny yang mengantarnya ke rumah sakit lalu keesokan harinya sebelum pergi ke hotel tiffanny menjemput devan kerumah sakit lalu membiarkan devan mengantarnya ke hotel.
sekarang devan lebih banyak shift malam, membuat tiffanny terkadang merindukannya. dia hanya sendirian dirumah bukannya takut tapi dia sudah terbiasa dengan kehadiran devan disetiap saat baginya.
seperti sekarang , setelah mengantar devan dia mengemudikan mobil nya menuju kerumah. berapa saat kemudian dia sudah sampai di rumahnya. segera bergegas turun, dia parkirkan mobilnya disebelah devan namun saat memutar dari belakang.
dia melihat mobil devan yang tergores di bagian belakang dekat lampu sein , sekilas di memperhatikannya mungkinkah devan menabrak sesuatu atau memang itu sudah lama tapi belum dia service saja pikirnya.
dia gelengkan kepalanya dan memasuki rumah , karena 3 hari lagi adalah persidangan perdana kasus samuel dia harus menyiapkan segalnya jadi dia duduk di ruang kerjanya dengan devan.
mengambil semua bukti dan memperhatikannya satu - satu.
" catatan keuangan , rekaman , ponsel , foto dan berkas - berkas pemindahan kekayaan " gumamnya
semuanya sudah lengkap dia sangat yakin jika dia akan menang.
namun secarik kertas menempel di dibelakang berkas itu , dia lihat dan baca surat.
...^^^curriculum vitae ^^^...
" kenapa devan membuat cv ini " pikirnya.
matanya terfokus melihat data diri devan itu pada sebuah tanggal lahir, 10 september 1988. disebelahnya ada sebuah kalender kecil dia tatap lekat kalender " dua hari lagi " gumamnya.
****
shitt
tiffanny sudah sampai di rumah sakit itu devan sudah berdiri di depan pintu rumah sakit , membuat fanny langsung saja menghampirinya disana.
tin...tin
dia mengklakson sambil membuka kaca jendela mobilnya devan dan dia sama - sama tersenyum.
" aku belum makan kita cari makan dulu ya " ajak tiffanny.
" baiklah , mau aku yang menyetir ?" tawar devan yang sudah duduk disebelahnya.
" tidak usah kau pasti lelah berjaga semalaman. " tiffanny melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit itu.
***
Tiffanny wang
dimejanya tiffanny membuka tab nya , dia ingin merencanakan ulang tahun devan dengan baik. dia melihat - lihat kue yang dijual di satu toko online.
dia tab itu dia melihat macam - macam model kue namun tidak yang dia sukai. dia menaruh tab itu dengan muka cemberut.
" sekarang aku tau dari mana asal hujan hari ini " kata rian yang datang menghampirinya.
diluar memang sedang hujan , tanpa sadar tiffanny menoleh ke jendela lebarnya benar sekali ! hujan sangat lebat.
Sedang apa dia dirumah
dia langsung mengingat devan , rian menatap tab itu yang masih hidup membuka pencarian tifffanny.
" siapa yang ulang tahun ? " sambil menyecroll layar itu.
" Devan "
rian menatapnya " kau ingin merayakannya ? "
" entahlah , aku pikir dia tidak akan suka begitu sama sepertiku "
" belikan saja hadiah , atau ... sesuatu yang dia impikan apa kau tau ?" tanya rian menatap rian
__ADS_1
mendengar itu tiffanny langsung berpikir impian devan yang sangat dia nantikan , apa itu ...
" aku akan sangat bahagia sekali bila ada devan junior di dalam sini "
bayangan dulu saat devan terus berkata anak itu berkelibet di tengah - tengah pikiran.
" anak " gumamnya.
" anak ?" ujar rian.
" tidak aku hanya asal bicara, temani aku ke suatu tempat sekarang " kata fanny yang mengubah topik pembicaraan
***
malam harinya tiffanny sengaja pulang seorang diri menggunakan taksi , sampai membuat devan khawatir menunggunya sebab dari tadi belum juga pulang.
dia menunggu di dalam ruang tamu berkeliling ke kanan dan kekiri menunggu istrinya. dilihatnya gorden yang ia geser belum juga datang.
sedangkan tiffanny masih berada di dalam taksi , besok hari ulang tahunnya devan dia ingin membuatnya menjadi istimewa.
membayangkan apa yang akan terjadi membuatnya sangat bahagia.
lalu dia menatap keluar jendela malam ini sepertinya suasana sedang mendukung , walau habis hujan tadi sore tapi bintang dan bulan tetap bersinar malam ini.
...*Keyakinanku tidak akan pernah hilang padamu , kau yang membuatku seperti ini dan kau juga yang mempertemukan kami. aku hanya ingin menempatkannya dalam posisi tertinggi didalam hatiku. ...
untuk itu , untuk pertama kalinya aku meminta padamu ... berikan semua hal yang dia inginkan , aku tidak akan meminta apapun untuk diriku sendiri namun bagiku kebahagiaannya adalah hal utama*.
mobil yang membawanya semakin melaju dengan cepat sampai beberapa saat kemudian dia sudah sampai di depan rumahnya.
dia langsung menuruni mobil itu dan bergegas masuk kedalam tapi sebelum itu devan sudah membuka pintu untuknya.
dia berlarian menuju kearah devan lalu memeluknya erat seraya tersenyum dan membenamkan kepalanya di dada bidang devan.
" kau merindukan aku ?"
tiffanny menatap devan yang masih dia peluk itu "
" aku ingin menceritakan sesuatu padamu , ayo masuk " ajak tiffanny.
devan tersenyum melihat tingkah manja istrinya itu dia menyingkirkan anak rambt yang menutupi wajah tiffanny.
" cerita apa hmm , kalau begitu aku harus bergadang malam ini "
" ayoo " tiffanny mulai merengek sekarang.
" baiklah ... baiklah , istriku seperti anakku sangat manja sekali. "
" apa begitu ?" tanya fanny yang berhenti dari jalannya.
" apa ?"
" maksudku apa aku terlihat sangat manja ?"
" hmm tapi aku suka "
" maaf aku .. aku terlalu senang malam ini " lirih pelan tiffanny.
" sayang. tidak apa aku suamimu lakukan apapun terhadapku sesuka hatimu , aku malah senang dan sekaligus bahagia karena kau begitu berani kepadaku. " jelasnya takut tiffanny salah paham karena ucapannya.
" sungguh ?" tanyya tiffanny seperti meyakinkannya.
" hmm " devan mengangukkan kepalanya.
***
menuju ke tengah malam itu keduanya duduk di ruangan televisi namun rupanya tempat itu dibuat seakan - akan mereka sedang berkamping. membangun tenda didalamnya dan juga beberapa lampu kecil dan tumbler sehingga membuat suasana menjadi romantis.
__ADS_1
keduanya menikmati camilan dan minuman yang ada dihadapan mereka. sesekali devan bercanda agar tiffanny tertawa karenanya dan benar saja sekarang tiffanny tertawa karenanya.
" jawaban yang benarnya karena kehendak tuhan "
" hahhah apa kau mau menipuku devan ? pertanyaanmu tentang ips tapi jawabannya tentang agama "
" kan terserah aku sayang " dia juga ikut tertawa
fanny menyesap minumannya lalu kembali tersenyum
" sayang kau tidak lelah hmm apa tidak mengantuk ?" tanya devan membelai wajah tiffanny lembut.
hanya gelengan kepala tiffanny menjawabnya " aku hanya ingin bersamamu malam ini "
" sayang kau mau punya anak denganku kan ?" tiba - tiba devan menanyakan hal seintim itu padanya membuatnya berhenti tersenyum.
devan yang melihat tiffanny berubah ekspresi itu menjadi agak kaku , tapi wajahnya terus menatap tiffanny.
" hampir satu tahun kita menikah , kau masih belum ingin ? atau memang ... tidak ingin ?" tanyanya dengan hati - hati.
sejenak fanny terdiam entah apa yang ada dipikirannya tapi dia hanya melamun.
" sayang " panggil devan lembut.
" tidak mau , bukan berarti tidak ingin. aku juga seorang perempuan biasa , setelah menikah pastinya akan hamil bukan ?" jawabnya sambil menoleh ke arah devan.
" hmm tentu saja , tapi aku ingin bertanya karena kau tidak pernah menyinggung tentang hal itu "
" aku tahu "
cup
devan mencium lembut bibir tiffanny , karena fanny masih diam dia menggigit sedikit bibir itu sehingga fanny membuka mulutnya dan dia bisa mengeksplor sesuka hatinya.
cukup lama devan mencium tiffanny , tapi tiffanny tidak banyak membalas ciuman itu.
" aku bukanlah seseorang yang suka mendengarkan perkataan orang lain dalam hidupku. akan tetapi diusia ku yang lebih dari 30 tahun ini semuanya bertanya kapan aku punya seorang anak , kapan istrimu hamil. tapi mereka juga benar semakin tahun usia kita bertambah apa artinya hidup jika tidak anak yang akan menemani kita nanti. "
jelas devan dengan lembut matanya selalu menatap bibir pink itu.
" jika tiba saat nya nanti kau juga akan merasakan hal yang sama seperti mereka. setidaknya bersabarlah sedikit , butuh waktu untuk membuatnya terjadi , aku bukannya tidak mau aku hanya ingin menjalaninya sesuai jalannya saja. "
" itu artinya kau mau ?"
kedua manik mata mereka bertemu , cukup lama tiffanny diam menatap lekat manik mata devan.
" iya , mau. " jawabnya.
devan tersenyum lebar lalu mencium bibir itu lagi , dan kali ini tiffanny membalasnya dengan cara devan yang sangat penuh *****.
suara detak jam dinding yang terus berjalan dari detik ke menit, menit ke jam. keduanya masih menontin film yang berjudul " Be With You "
lambat laun devan tertidur di pundak tiffanny , melihat itu tiffannt tersenyum dan mengelus rambut devan.
" tidurlah yang nyenyak " gumamnya.
drrtt......drrtttt
ponselnya berbunyi menandakan jam yang sudah pukul 00.00 , dia mematikan ponselnya sembari tersenyum.
" Happy birhtday my husband " ucapnya dengan lembut seakan yang mendengarkan akan luluh seketika.
" be the only man in my life. I will be the only woman in your life, I love you "
( jadilah satu - satunya pria dalam hidupku. aku juga akan menjadi wanita satu - satunya dalam hidupmu. aku mencintaimu )
__ADS_1