Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Mesin Waktu


__ADS_3

" Aku melakukannya karena aku menyayangimu, mencintaimu ... dan ingin terus melihatmu "


kedua mata itu saling bertemu , kedua orang itu seperti ingin menangis.


" Jika kau mencintaiku, maka kau tidak akan membohongku. "


" ya ! kau benar. aku juga menyesal menyembunyikan semuanya kepadamu. dulu aku pikir dengan melindungimu mu suatu saat kita bisa bersama. namun nyatanya aku salah "


" Brian " ucap fanny dengan lembut


brian sangat terkesima mendengarnya sudah lama tiffanny tidak memanggil namanya selembut itu.


" tolong beritahuku apa yang kau sembunyikan dariku, maksudmu untuk melindungiku ? melindungiku dari siapa ? aku tidak punya musuh dan kau tau itu. "


tiffanny mulai meneteskan air matanya, brian merasa sedih melihat wanita yang dia cintai menangis karenanya.


" Jangan menangis , aku tidak bisa melihatmu menangis. " tangan brian bergerak untuk menghapus air mata tiffanny, namun dia segera menepiskan wajahnya.


( Sebenci itukah sekarang dirimu padaku ) batin Brian.


" Sepertinya aku memang tidak boleh tau , seharusnya aku tidak perlu datang sejauh ini " fanny menghapus air matanya dan berdiri dari kursi.


" tunggu " brian memegang tangannya , sehingga dia tidak pergi dan memandangi tangan yang dipegang brian itu.


" Aku akan jawab semua pertanyaanmu "


" duduklah " ucap lembur brian.


tiffanny tidak ingin mengundur waktu lagi jadi dia segera duduk untuk mendengarkan brian.


" kau ingat satu bulan sebelum kita menikah aku menjemputmu di hotel samuel , waktu itu saat aku mencari kunci mobil aku mendengar sesuatu disana. Pak samuel secara tidak langsung dia yang mungkin menyebabkan kematian orang tuamu. "


fanny membulatkan matanya karena terkejut , " Bagaimana bisa ?"


" Dia yang membuat orang tuamu terlambat datang kepesawat sehingga harus melewatkan penerbangan pertama. aku mendengar nya dia ingin merebut Perusahaan dan semua yang Om jackson punya. aku tidak tau apa alasannya tetapi dia melihatku. "


" Dia menyuruh seseorang membawaku kerumahnya, disana ada agatha. dia bilang dia juga ingin membunuh semua keluarga Mu. termasuk kecelakaan mobil kakakmu yang kau ceritakan itu. "


tiffanny menangis mendengar semua cerita itu , dia tidak menyangka samuel sejahat itu.


" Disisi lain agatha menganggapku bukan hanya sekedar kakak, dia mencintaiku. tidak .. sebenarnya dia hanya terobsesi padaku, aku tau sifatnya yang hanya mencintai dirinya sendiri. dia anak satu - satunya samuel jadi apapun yang dia inginkan harus dipenuhi. "


" aku harus menikahi agatha dan sebagai jaminannya dia berjanji tidak akan melukaimu. aku menolaknya dan segera pergi dari sana. "


" namun hanya dalam seminggu , perusahaan peninggalan ayahku tiba - tiba bangkrut dalam seketika. banyak hutang yang harus dibayar ibu , setiap malam aku melihatnya menangis di pojok kamar. aku tidak bisa melakukan apapun selain menyerahkan diriku , aku mencintai kalian berdua. jadi aku menerima semuanya. "


" jadi itu alasanmu memutuskan pernikahan kita, kau membuatnya seolah - olah kau mengkhianatiku dan tidak mencintaiku. " ucapnya dengan parau.

__ADS_1


dia sedih , senang dan juga marah bercampur aduk rasanya. dia sedih mendengar keluarganya diperlakukan tidak adil, dia senang karena akhirnya mendapatkan jawaban , dan dia juga marah karena devan menolong dirinya sampai dia mengorbankan dirinya sendiri.


" Seharusnya kau menolak nya , dan membiarkanku mati saja. tidak perlu mengorbankan dirimu hanya untukku. "


" bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu sedangkan aku begitu mencintaimu. jika kau mati untuk apa aku hidup saat itu "


" fanny " brian menggenggam kedua tangan fanny.


" Sampai sekarang aku tetap mencintaimu, hanya ada dirimu didalam hatiku. percayalah padaku. walau aku menikahi agatha tapi kau akan terus ada dihatiku. "


" kau sendiri yang membuatnya begini, seandainya dulu kau jujur mungkin sekarang kita sudah menikah. kenapa ? kenapa brian ? apa kau pikir aku hanya akan diam saja walau aku mengetahuinya ? aku bisa membantumu dan menyelesaikan masalah perusahaan. " tanyanya dengan nada getir dan bibir yang bergetar sambil menangis.


" Aku terlalu malu untuk mengatakannya, aku seorang pria. tidak ingin meminta bantuan karena takut kau akan menganggapku apa ? pria yang tidak punya etika tanpa rasa malu datang kepadamu dan membuatmu repot "


***


sementara itu disisi lain dirumah itu sedang hujan deras , devan khawatir karena sudah jam 9 malam tiffanny masih belum pulang. dia terus menelpon tapi tidak diangkatnya.


dia terus menunggu di balik pintu itu, merasa tidak tenang dan mundar mandir di satu tempat itu.


" Rian , kenapa tidak dari tadi " pikirnya.


dia segera mencari sebuah kontak bernama sekretaria rian dia menekan angka hijau.


📱" halo "


" halo rian , maaf menggangu apa tiffanny masih ada di hotel ?"


" belum, aku khawatir aku pikir dia masih bekerja "


📱 " dia sudah pergi dari pukul 6 yang lalu seharusnya sudah sampai beberapa jam yang lalu ."


" Baiklah terima kasih "


📱 " aku akan membantumu mencarinya "


" Hmm terima kasih "


mendengar itu semua membuat devan sangat khawatir dia membuka pintu rumah hujan sangat deras dia jadi tambah khawatir dimana sebenarnya fanny berada.


" aku memang payah , seharusnya aku menjemputnha dari sore " umpatnya kepada diri sendiri.


...


disisi lain rian juga khawatir , dia segera berganti pakaian dan keluar dari kamar apartemennya dia menuju kebassment dan naik mobilnya.


dia mengelilingi kota bandung yang sedang diguyur hujan itu , nampaknya kota itu sedang sedih karena wanita berusia 27 tahun setelah sekian lama akhirnya mengetahui semua kebenaran tentang nya.

__ADS_1


" Dimana kau , apa yang sedang kau lakukann" ujarnya.


***


" Ya ! aku mengerti ... dimatamu aku hanya wanita yang lemah , yang tidak bisa membantu siapapun dalam keadaan sulit. "


" Terima kasih atas apa yang sudah kau lakukan untuk ku, tapi aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu kepada diriku sendiri kali ini. "


fanny segera meninggalkan brian disana, dia menangis sembari berjalan, banyak mata yang memperhatikannya. ketika di depan dia tidak bisa menuju ke mobilnya karena hujan sangat deras.


" fanny " teriak brian dari dalam.


fanny mendengar semua itu dia tidak ingin bicara pada devan sekarang, jadi dia menembus hujan itu dan berlari. brian khawatir saat melihatnya berlari dibawah guyuran hujan jadi dia mendengarnya.


" Tunggu fanny " teriak devan


" fanny " teriaknya lagi.


saat fanny akan membuka pintu mobilnya brian sudah lebih dahulu memegang tangannya , baju keduanya sudah sangat basah terkena air hujan.


tiffanny masih menangis dibawah guyuran hujan itu. dan brian juga sama mereka sama - sama menangis.


" Bukan maksudku mengangapmu seperti itu, tolong dengarkan aku dulu " pinta devan.


" Apalagi brian ? aku hanya wanita lemah dimatamu, hanya bisa menangis - menangis dan menangis. tidak berdaya , kenapa kau sangat berbeda dengannya ? dia selalu menganggapku sebagai wanita sombong , keras kepala dan wanita yang kuat. dia selalu mengatakan apapun kepadaku tentang isi hatinya dan juga masalahnya. lalu kenapa kau tidak bisa menganggapku seperti itu ?" tanya fanny dengan suara yang lantang.


" aku menyukai caranya yang selalu mengatakan apapun kepadaku, jika seperti itu ... dia membuatku seakan - akan aku adalah bagian terpenting dari hidupnya. "


" Aku dibutakan karena cintaku , dan ketakutanku. tolong jangan katakan itu, aku sangat mencintaimu. mungkin lebih besar dari cinta pria itu "


" Kau tidak tau apa-apa tentangnya. tolong jangan temui aku sementara waktu ini , aku sedang tidak ingin melihatmu. " tekan fanny.


dari sebrang jalan itu ,rian menemukan fanny dia melihat semua yang terjadi, dia ingin menghampirinya namun tidak ingin membuat suasana menjadi kacau dia hanya memperhatikan terlebih dahulu jika terjadi sesuatu dia akan segera kesana.


" Tidak fanny, aku tidak bisa hidup tanpamu "


" Jika kau ada waktu, temui raka dan ibumu. mereka sangat ingin bertemu denganmu "


setelah mengatakan itu dia menghempaskan tangan brian dan segera masuk kedalam mobilnya. dia menyetir dengan kecepatan tinggi. rian yang melihatnya mengikutinya dari belakang dengan kecepatan yang tinggi juga.


fanny masih menangis dalam mobilnya, dia akhirnya tau jika brian tidak akhirnya menghianatinya namun kenapa dia tidak merasakan senang dan bereaksi berlebihan seperti dahulu.


yang ada dia malah marah dan sedih karena meninggalnya orang tuanya ada campur tangan dari samuel itu. dia terus mengemudi dengan kecepatan tinggi padahal jalanan licin.


sedangkan masih di cafe itu brian duduk di depan mobilnya dan menangis sejadi - jadinya dibawah guyuran hujan itu. dia menyesal atas perbuatannya tindakannya sendirilah yang menjauhkannya dari cintanya.


" hiks ... hiskss fanny , maafkan aku " isaknya.

__ADS_1


" Maafkan aku hiks ... aku mencintaimu "


( Seandainya mesin waktu itu ada , aku ingin kembali disaat kita sedang menyiapkan pernikahan kita. kamu satu - satunya wanita yang terus aku impikan, aku menyesal sekali rasa cintaku yang sangat besar memang selalu memandangmu sebagai wanita lemah , untuk itu aku ingin terus melindungimu )


__ADS_2