
sinar mentari kini sudah kembali terbit , keduanya sudah bangun dan sekarang sedang mengisi energi di meja makan itu.
fanny hanya terlihat memaka roti dengan selai , sedangkan devan memakan nasi goreng bukannya dia tidak membuatkan porsi untuk fanny tetapi dia sendirilah yang sedang ingin makan roti saja.
" Aaaa " devan menyendokkan nasi untuk fanny, fanny yang sedang makan roti itu hanya memperhatikannya saja.
" apa ?"
" makanlah nasi walau berapa sendok , ayo ... " devan semakin mendekatkan sendok nasi itu ke mulut fanny, akhirnya fanny mau membuka mulutnya sehingga membuat devan senang.
" kalau begitu kan aku senang melihatnya , aaaa " katanya lagi.
" ini belum habis " khas suara orang yang masih mengunyah.
devan hanya terkekeh melihatnya , setelah itu fanny membuka kembali mulutnya dan devan mengisinya dengan nasi.
" makanlah atau kau akan lapar , aku cukup " ujar fanny
" hanya satu lagi setelah itu baru bisa pergi " balas devan.
" cih ... dasar " fanny sedikit tersenyum lalu kembali membuka mulutnya.
" sekarang gantian suapi aku " devan menyodorkan piring nasi goreng itu ke meja fanny.
" ha ? ini sudah siang akan telat jika kita ma.."
" kalau tidak mau aku tidak akan pergi sekarang " kata devan dengan suara merajuk .
fanny mnghela nafas melihatnya dan mengambil piring itu lalu menyendokkan nasi ke mulut devan.
sambil mengunyah sambil tersenyum, itulah yang di lakukan devan sekarang.
***
devan menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama hotel tiffanny , sebelum pergi dia mencium kening tiffanny cukup lama . tidak mungkin baginya mencium bibir tiffannny di sini.
" aku pergi ya " pamit devan.
" hmm " mengangukkan kepalanya.
" dah " devan melambaikan tangannya seraya tersenyum , sudah masuk mobil pun masih melambaikan tangannya.
" aku mencintaimu " ucapnya.
fanny melototkan matanya mendengar itu , bagaimana jika kedua penjaga ini mendengarnya pikirnya.
devan tersenyum puas melakukannya , dan mobilnya segera dia gas menuju ke rumah sakit.
agar rasa malu nya cepat hilang fanny segera masuk ke dalam hotel , disambut 2 resepsionis disana.
" selamat pagi bu "
" hmm " balasnya seraya tersenyum.
" kakak " raka mendekatinya saat akan naik lift kebetulan dia juga baru datang.
" ada apa raka ?" menoleh ke arah raka yang sedang menekan tombol lift.
" besok ibu ingin mengundang kakak makan siang di rumah lama. apa kakak bisa ?" tanyanya.
" baiklah kakak akan datang " jawabnya karena dia pikir besok tidak ada pekerjaan yang membuatnya harus tetap di hotel jadi dia bisa memenuhi undangan itu.
" terima kasih kak , ibu pasti senang " saut raka.
ting
" kak aku duluan ya "
" hmm "
...
diruangannya tiffanny sedang mengetik sesuatu di laptop , tak lama rian datang dan juga dengan micheal disana.
" micheal "
" hay ! " dia langsung duduk tanpa disuruh lagi , sebelum Fanny menghampiri micheal dia menyimpam terlebih dahulu dokumen yang dia buat.
__ADS_1
" ada apa ?" tanyanya sambil berjalan menuju ke sofa.
" rian bilang kalian mau gathering di villa puncak milikmu, kau tidak mengajakmu ya .. sungguh " desisnya.
" hmm benar ! kau mau ikut ?" tanya fanny.
" tentu saja , aku bosan dengan berkas - berka di perusahaan lebih baik aku ke puncak menikmati angin segar bebas polusi "
" lalu , bagaimana dengan kalista dia akan sendirian ?" tanya fanny.
" ajak saja jika dia mau. tapi aku rasa dia tidak akan mau sebelumnya aku ajak keluar tidak pernah mau "
" ikutlah dan ajak dia juga. 2 hari lagi kita akan berangkat " jelas fanny.
" Kau pergi denganku saja , aku bawa mobil sendirian " kata rian pada fanny.
" hei rian ! kau tidak memikirkan perasaan dokter devan ya , bagaimana jika istri cantiknya berduaan ke puncak dengan sekretaris tampannya. ah jika itu aku maka aku larang dia "
" dokter tidak ikut , dia harus kerumah sakit " saut fanny.
" kau dengarkan " gumam rian dengan wajah sombongnya.
" baiklah ... baiklah hmm aku akan membawakan makanan yang banyak nanti " timpal micheal.
***
" ini jadwal operasi untuk pasien pagi tadi , dan beritahu juga pada keluarganya jangan hanya pasiennya saja " devan memberikan selembaran kertas kepada suster di ruangannya.
" baik dokter, kalau begitu saya permisi "
" ya "
tok..tok...tok.
" de....van " dengan berirama dio memanggil nama devan.
" apa ?" tanya devan dengan membereskan mejanya.
" mari ke kantin , ada daging sapi yang empuk hari ini "
" baiklah , ayo "
" dokter devan , dokter dion " sapa suster yang lewat.
" ya " jawan dion sedangkan devan mengangukkan kepalanya.
" devan kau kan belum bulan madu, kau bawalah Tiffanny ke Maldives atau ke venece "
" Maldives ?" gumam devan seperti wajah yang berpikir.
" ya ! aku rasa dia akan senang kesana. setiap impian wanita bulan madu kesana " timpalnya.
dia benar aku harus mulai memikirkan keturunan masa depan kami, jika terus - terusan begini bagaimana mungkin ada perkembangan dalam hubungan ini.
" oke , aku akan memikirkan kapan aku harus libur panjang "
sesampainya dikantin mereka mengambil menu makanan yang telah disiapkan , devan hanya mengambil dua lauk utama dan buah sebagai pencuci mulut nantinya.
mereka berdua mencari tempat duduk , hari ini kantin terlihat ramai sampai dion melihat kursi kosong yang ada di ujung.
" disana " tunjuk dion.
mereka pun menghampiri kursi itu dan segera duduk disana.
drrtt...drrtt
saat devan akan makan ponselnya berdering dia melihat nama yang tertera di layar
" my mife ❤ "
📱 " aku akan makan siang, menurutmu apa yang harus kumakan ?"
^^^📱 " Aku juga sedang makan di kantin , mau aku pesankan di waroengLama yang kemarin kita pesan ?^^^
sambil tersenyum devan membalas pesananya , sedangkan di hotel fanny sedang sendirian diruangannya.
📱 " baiklah , pesankan aku .aku tidak akan mengganggumu lagi , makan sianglah "
__ADS_1
^^^📱 " oke , aku pesankan dulu ya "^^^
" kenapa kau tidak makan ? nanti dingin "
" Istirku memberi pesan dia minta aku pilihkan menu makan siang. jadi aku pesankan di waroenglama itu , dia sangat menyukainya " matanya terus tertuju ke layar ponselnya karena sibuk memilih menu makan siang untuk fanny.
" dari caranya itu , dia sudah mulai mencintamu. syukurlah akhirnya dia mengerti perasaanmu " kata dion sambil memasukkan sendok makanan kemulutnya.
" Dia memang sudah mencintaiku, hanya saja rasa malunya sangat besar jadi dia masih belum mengatakannya. tidak masalah bagiku , asalkan dia mengerti tentang perasaanku padanya. tapi aku berjanji , aku akan membuatnya mengatakan perasaannya kepadaku sendiri "
devan menaruh ponselnya setelah memesan makan siang , dia juga mulai memakan nasinya itu.
***
malam hari
tiffanny sedang menonton dengan camilan di depannya , devan datang dari arah dapur melewati wajah tiffanny dan duduk disebelahnya.
dia sengaja ingin mengusili fanny mengambil remote tv dan mematikan.
" devan apa yang kau lakukan ? filmnya sangat seru " gerutu fanny.
" lupakan film hari ini , sekarang ... aku ingin berduaan dengan mu "
tiffanny menatap devan dengan bibir yang ada dimajukan dia sedikit merajuk.
" bukankah kita sedang berdua "
" hmm memang iya. besok sabtu aku libur seharusnya aku tidak mau mengganti hari liburnya tapi seorang dokter sedang cuti beberapa hari istrinya melahirkan. "
" lalu ?"
devan menarik hidung fanny " aaaa " teriak fanny kecil.
" sakit devan " desisnya.
" apa besok banyak pekerjaan di hotel ? aku ingin mengajakmu ke bioskop " tanya devan , tangannya mengambil camilan tiffanny di meja itu.
sejenak fanny diam , dia harus mengingat apa besok ada pekerjaan penting atau tidak.
" Sebenarnya ... besok ada rapat jam 2 , tapi akan kuusahakan datang. memangnya jam berapa filmnya dimulai ?"
" jam 4 sore "
" Baiklah aku akan datang " jawabnya dengan yakin , pikirnya dia harus meluangkan waktu untuk devan di sela - sela pekerjaannya.
" sayang " panggil devan lagi saat fanny mulai menghidupkan kembali televisinya.
" hmm " tanpa menoleh.
" Ayo ke kamar " ajak devan dengan lembut.
" ini baru jam 8 aku belum mengantuk " jawabnya sambil fokus menonton film.
" ck ... mangkanya kita olahraga dulu biar cepat mengantuk nanti " bisik devan di telinga fanny dengan suara yang menggoda.
fanny memicingkan matanya, menatap tajam devan " ayolah sayang , tuh lihat ( melirik ke bawah celananya ) dia sudah tidak sabar " dengan tatapan mesum nya.
" tidak ... tidak beberapa hari ini kau memintanya setiap malam , aku lelah aku ingin istirahat " tolak fanny karena jika dia tidak menolaknya maka dipastikan waktu nya akan lama , apalagi ini masih sore kesempatan devan ingin berlama - lama sangat besar pikirnya.
" kemarin malam kan libur " ujar devan dengan cemberut.
tangan devan mulai bergerilya di leher fanny , tapi tidak akan menghiraukannya biarlah devan terus seperti itu dia ingin menonton drama kesukaannya sekarang.
" sayang " bujuk devan lagi.
fanny masih tak menghiraukannya
" baiklah aku telpon nenek "
" hei devan ! " mendengar kata nenek membuat fanny tergelonjat kaget .
devan tersenyum bangga , akhirnya fanny tidak bisa menolak lagi. karena tiffanny tidak akan mengingkari janjinya jadi dia sangat pintar memanfaakan situasi.
" Disini ? atau dikamar ?" tawarnya sambil menaikkan alis keduanya.
__ADS_1
" kamar " ucap fanny dengan cemberut.