Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Strategi Pintar Devan


__ADS_3

sinar mentari kini sudah kembali terbit , keduanya sudah bangun dan sekarang sedang mengisi energi di meja makan itu.


fanny hanya terlihat memaka roti dengan selai , sedangkan devan memakan nasi goreng bukannya dia tidak membuatkan porsi untuk fanny tetapi dia sendirilah yang sedang ingin makan roti saja.


" Aaaa " devan menyendokkan nasi untuk fanny, fanny yang sedang makan roti itu hanya memperhatikannya saja.


" apa ?"


" makanlah nasi walau berapa sendok , ayo ... " devan semakin mendekatkan sendok nasi itu ke mulut fanny, akhirnya fanny mau membuka mulutnya sehingga membuat devan senang.


" kalau begitu kan aku senang melihatnya , aaaa " katanya lagi.


" ini belum habis " khas suara orang yang masih mengunyah.


devan hanya terkekeh melihatnya , setelah itu fanny membuka kembali mulutnya dan devan mengisinya dengan nasi.


" makanlah atau kau akan lapar , aku cukup " ujar fanny


" hanya satu lagi setelah itu baru bisa pergi " balas devan.


" cih ... dasar " fanny sedikit tersenyum lalu kembali membuka mulutnya.


" sekarang gantian suapi aku " devan menyodorkan piring nasi goreng itu ke meja fanny.


" ha ? ini sudah siang akan telat jika kita ma.."


" kalau tidak mau aku tidak akan pergi sekarang " kata devan dengan suara merajuk .


fanny mnghela nafas melihatnya dan mengambil piring itu lalu menyendokkan nasi ke mulut devan.


sambil mengunyah sambil tersenyum, itulah yang di lakukan devan sekarang.


***


devan menghentikan mobilnya tepat di depan pintu utama hotel tiffanny , sebelum pergi dia mencium kening tiffanny cukup lama . tidak mungkin baginya mencium bibir tiffannny di sini.


" aku pergi ya " pamit devan.


" hmm " mengangukkan kepalanya.


" dah " devan melambaikan tangannya seraya tersenyum , sudah masuk mobil pun masih melambaikan tangannya.


" aku mencintaimu " ucapnya.


fanny melototkan matanya mendengar itu , bagaimana jika kedua penjaga ini mendengarnya pikirnya.


devan tersenyum puas melakukannya , dan mobilnya segera dia gas menuju ke rumah sakit.


agar rasa malu nya cepat hilang fanny segera masuk ke dalam hotel , disambut 2 resepsionis disana.


" selamat pagi bu "


" hmm " balasnya seraya tersenyum.


" kakak " raka mendekatinya saat akan naik lift kebetulan dia juga baru datang.


" ada apa raka ?" menoleh ke arah raka yang sedang menekan tombol lift.


" besok ibu ingin mengundang kakak makan siang di rumah lama. apa kakak bisa ?" tanyanya.


" baiklah kakak akan datang " jawabnya karena dia pikir besok tidak ada pekerjaan yang membuatnya harus tetap di hotel jadi dia bisa memenuhi undangan itu.


" terima kasih kak , ibu pasti senang " saut raka.


ting


" kak aku duluan ya "


" hmm "


...


diruangannya tiffanny sedang mengetik sesuatu di laptop , tak lama rian datang dan juga dengan micheal disana.


" micheal "


" hay ! " dia langsung duduk tanpa disuruh lagi , sebelum Fanny menghampiri micheal dia menyimpam terlebih dahulu dokumen yang dia buat.

__ADS_1


" ada apa ?" tanyanya sambil berjalan menuju ke sofa.


" rian bilang kalian mau gathering di villa puncak milikmu, kau tidak mengajakmu ya .. sungguh " desisnya.


" hmm benar ! kau mau ikut ?" tanya fanny.


" tentu saja , aku bosan dengan berkas - berka di perusahaan lebih baik aku ke puncak menikmati angin segar bebas polusi "


" lalu , bagaimana dengan kalista dia akan sendirian ?" tanya fanny.


" ajak saja jika dia mau. tapi aku rasa dia tidak akan mau sebelumnya aku ajak keluar tidak pernah mau "


" ikutlah dan ajak dia juga. 2 hari lagi kita akan berangkat " jelas fanny.


" Kau pergi denganku saja , aku bawa mobil sendirian " kata rian pada fanny.


" hei rian ! kau tidak memikirkan perasaan dokter devan ya , bagaimana jika istri cantiknya berduaan ke puncak dengan sekretaris tampannya. ah jika itu aku maka aku larang dia "


" dokter tidak ikut , dia harus kerumah sakit " saut fanny.


" kau dengarkan " gumam rian dengan wajah sombongnya.


" baiklah ... baiklah hmm aku akan membawakan makanan yang banyak nanti " timpal micheal.


***


" ini jadwal operasi untuk pasien pagi tadi , dan beritahu juga pada keluarganya jangan hanya pasiennya saja " devan memberikan selembaran kertas kepada suster di ruangannya.


" baik dokter, kalau begitu saya permisi "


" ya "


tok..tok...tok.


" de....van " dengan berirama dio memanggil nama devan.


" apa ?" tanya devan dengan membereskan mejanya.


" mari ke kantin , ada daging sapi yang empuk hari ini "


" baiklah , ayo "


" dokter devan , dokter dion " sapa suster yang lewat.


" ya " jawan dion sedangkan devan mengangukkan kepalanya.


" devan kau kan belum bulan madu, kau bawalah Tiffanny ke Maldives atau ke venece "


" Maldives ?" gumam devan seperti wajah yang berpikir.


" ya ! aku rasa dia akan senang kesana. setiap impian wanita bulan madu kesana " timpalnya.


dia benar aku harus mulai memikirkan keturunan masa depan kami, jika terus - terusan begini bagaimana mungkin ada perkembangan dalam hubungan ini.


" oke , aku akan memikirkan kapan aku harus libur panjang "


sesampainya dikantin mereka mengambil menu makanan yang telah disiapkan , devan hanya mengambil dua lauk utama dan buah sebagai pencuci mulut nantinya.


mereka berdua mencari tempat duduk , hari ini kantin terlihat ramai sampai dion melihat kursi kosong yang ada di ujung.


" disana " tunjuk dion.


mereka pun menghampiri kursi itu dan segera duduk disana.


drrtt...drrtt


saat devan akan makan ponselnya berdering dia melihat nama yang tertera di layar


" my mife ❤ "


📱 " aku akan makan siang, menurutmu apa yang harus kumakan ?"


^^^📱 " Aku juga sedang makan di kantin , mau aku pesankan di waroengLama yang kemarin kita pesan ?^^^


sambil tersenyum devan membalas pesananya , sedangkan di hotel fanny sedang sendirian diruangannya.


📱 " baiklah , pesankan aku .aku tidak akan mengganggumu lagi , makan sianglah "

__ADS_1


^^^📱 " oke , aku pesankan dulu ya "^^^


" kenapa kau tidak makan ? nanti dingin "


" Istirku memberi pesan dia minta aku pilihkan menu makan siang. jadi aku pesankan di waroenglama itu , dia sangat menyukainya " matanya terus tertuju ke layar ponselnya karena sibuk memilih menu makan siang untuk fanny.


" dari caranya itu , dia sudah mulai mencintamu. syukurlah akhirnya dia mengerti perasaanmu " kata dion sambil memasukkan sendok makanan kemulutnya.


" Dia memang sudah mencintaiku, hanya saja rasa malunya sangat besar jadi dia masih belum mengatakannya. tidak masalah bagiku , asalkan dia mengerti tentang perasaanku padanya. tapi aku berjanji , aku akan membuatnya mengatakan perasaannya kepadaku sendiri "


devan menaruh ponselnya setelah memesan makan siang , dia juga mulai memakan nasinya itu.


***


malam hari


tiffanny sedang menonton dengan camilan di depannya , devan datang dari arah dapur melewati wajah tiffanny dan duduk disebelahnya.


dia sengaja ingin mengusili fanny mengambil remote tv dan mematikan.


" devan apa yang kau lakukan ? filmnya sangat seru " gerutu fanny.


" lupakan film hari ini , sekarang ... aku ingin berduaan dengan mu "


tiffanny menatap devan dengan bibir yang ada dimajukan dia sedikit merajuk.



" bukankah kita sedang berdua "


" hmm memang iya. besok sabtu aku libur seharusnya aku tidak mau mengganti hari liburnya tapi seorang dokter sedang cuti beberapa hari istrinya melahirkan. "


" lalu ?"


devan menarik hidung fanny " aaaa " teriak fanny kecil.


" sakit devan " desisnya.


" apa besok banyak pekerjaan di hotel ? aku ingin mengajakmu ke bioskop " tanya devan , tangannya mengambil camilan tiffanny di meja itu.


sejenak fanny diam , dia harus mengingat apa besok ada pekerjaan penting atau tidak.


" Sebenarnya ... besok ada rapat jam 2 , tapi akan kuusahakan datang. memangnya jam berapa filmnya dimulai ?"


" jam 4 sore "


" Baiklah aku akan datang " jawabnya dengan yakin , pikirnya dia harus meluangkan waktu untuk devan di sela - sela pekerjaannya.


" sayang " panggil devan lagi saat fanny mulai menghidupkan kembali televisinya.


" hmm " tanpa menoleh.


" Ayo ke kamar " ajak devan dengan lembut.


" ini baru jam 8 aku belum mengantuk " jawabnya sambil fokus menonton film.


" ck ... mangkanya kita olahraga dulu biar cepat mengantuk nanti " bisik devan di telinga fanny dengan suara yang menggoda.


fanny memicingkan matanya, menatap tajam devan " ayolah sayang , tuh lihat ( melirik ke bawah celananya ) dia sudah tidak sabar " dengan tatapan mesum nya.


" tidak ... tidak beberapa hari ini kau memintanya setiap malam , aku lelah aku ingin istirahat " tolak fanny karena jika dia tidak menolaknya maka dipastikan waktu nya akan lama , apalagi ini masih sore kesempatan devan ingin berlama - lama sangat besar pikirnya.


" kemarin malam kan libur " ujar devan dengan cemberut.


tangan devan mulai bergerilya di leher fanny , tapi tidak akan menghiraukannya biarlah devan terus seperti itu dia ingin menonton drama kesukaannya sekarang.


" sayang " bujuk devan lagi.


fanny masih tak menghiraukannya


" baiklah aku telpon nenek "


" hei devan ! " mendengar kata nenek membuat fanny tergelonjat kaget .


devan tersenyum bangga , akhirnya fanny tidak bisa menolak lagi. karena tiffanny tidak akan mengingkari janjinya jadi dia sangat pintar memanfaakan situasi.


" Disini ? atau dikamar ?" tawarnya sambil menaikkan alis keduanya.

__ADS_1


" kamar " ucap fanny dengan cemberut.


__ADS_2