Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Menjadi Pemilikmu


__ADS_3

shiitttt


suara decitan rem mobil sudah berhenti tepat di sebuah rumah mewah. rumah bernuansa putih dan abu - abu dengan gaya minimalis itu kini sudah ada dihadapan fanny. dia bisa melihat kemewahan rumah dari kaca mobil devan.



" Itu rumah kita, Apa kau menyukainya ?" tanya devan yang tampak menunggu jawaban fanny.


" Aku belum tau bagaimana dalamnya, bagaimana mungkin aku langsung menyukainya. "


" Oke kalau begitu kita turun. " devan langsung melepaskan selt beltnya. diikuti fanny dan akhirnya mereka turun dari mobil.


fanny memandangi rumah yang kini dihadapannya, dia pikir hanya rumah sederhana namun tampak dari depan saja dia bisa tau harga rumah ini sangat mahal.


" Tunggu apalagi, ayo masuk " devan menggandeng tangan fanny, tanpa menunggu lagi dia ingin segera membawa fanny kerumah mereka.


devan tak pernah berhenti tersenyum, saat fanny menoleh dia heran pria ini selalu tersenyum saat menggandeng tangannya.


dia tampan semua wanita pasti menyukainya. tetapi kenapa dia harus memilih dirinya pikir fanny.


" bukalah " ujar devan.


fanny menjulurkan tangannya perlahan memegang gagang pintu itu.


ceklek


burrrr


seperti hujan bunga yang kini menyerbunya, mawar merah itu jatuh tepat dikepalanya dan juga devan. devan tersenyum melihatnya. wajah fanny terlihat makin cantik saat dia mengadah kan kepalanya dan menangkap mawar itu.


" Bunga ini menyambutmu , dan sebentar lagi . aku akan menyambutmu secera resmi dirumah ini. "


fanny hanya memperhatikan perlakuan devan itu, dia mengedarkan ke seluruhan pandangannya ke dalam rumah itu. barang - barang yang mereka beli kemarin sudah di tata rapi, benar - benar seperti yang dia suka.


" Ayo ikut denganku, masih ada tempat yang harus kau tau. aku yakin kau pasti menyukainya karena aku bisa tau apa yang kau sukai. "


fanny mengangukkan kepalanya, devan membawanya lagi dia terus berjalan hingga dia dibawa keluar halaman belakang. yang sangat luas dengan rerumputan berwarna hijau.



" Sekarang katakan , apa kau menyukainya sayang ?" tanya devan yang merangkul bahu fanny.


" hmm ini sangat indah " balas fanny.


devan sangat senang mendengarnya, hasil yang dia tabung tidak sia - sia. fanny menyukai rumah ini , dan setelah ini dia yakin fanny akan mencintainya.

__ADS_1


" Dan kau tau apa target ku selanjutnya ?" tanya devan.


langsung dijawab gelengan pelan oleh fanny.


" Aku akan menargetkan dirimu. aku yakin ... tidak lama lagi, kau akan menerimaku , mencintaiku dan menerimaku sebagai pasangan hidupmu. bukan hanya untuk di dunia ini saja , namun di kehidupan selanjutnya dan selanjutnya... "


manik mata mereka bertemu sama lain, Mata fanny seperti berkaca - kaca ketika mendengar ucapan devan. rian benar , devan orang yang optimis dia selalu yakin akan keinginannya. tidak pernah merasa kegagalan itu adalah ketidakbolehan.


devan sudah yakin saat melihat manik mata itu, fanny menunjukkan kenyamannya. diwajah itu juga dia bisa melihat bahwa fanny sudah menerimanya hanya saja dia belum bisa mencintainya sepenuhnya.


" Sayang, apa aku boleh mengambil hakku malam ini ? aku ingin menjadi lelaki pertama dan terakhir yang bisa memlikimu seutuhnya. " lirih devan yang menatap Tiffanny dengan sendu seolah - olah dia memohon cinta kepada fanny.


fanny merasa bingung sekarang, apa yang harus dia katakan sekarang. Kenapa dia tidak bisa mencintai pria ini bukankah dia sekarang suaminya. atau karena dia takut masa lalunya terjadi lagi.


devan terus menunggu jawaban dari istrinya itu, dia ingin jawaban sekarang.


" Sayang ... kau tau dan mengerti bagaimana perasaan Rian dan juga micheal pada mu. tapi kenapa kau tidak pernah memahami perasaanku atau memang karena tidak ingin ? bukankah kau harus percaya padaku. tidak ... kata itu tidak tepat , melainkan ... itu kewajibanmu. "


" Dev " katanya terhenti, dia bahkan sekarang tidak bisa menyebutkan nama devan.


" Apa jika aku menolaknya kau akan mengerti diriku ?" tanya fanny dengan nada lembut.


" Tidak , kau tidak memiliki hak untuk menolaknya " gumam pelan devan.


Fanny memejamkan matanya, dia harus siap melakukan tugasnya sekarang. tugas yang harusnya dia lakukan satu bulan yang lalu. dia tidak memikirkan segalanya lagi, apapun yang ada dihadapannya kini dia akan menjaninya apapun itu.


devan mulai ******* bibir itu , menelusuri setiap rongga dengan penuh nafsu sedangkan fanny hanya bisa membalasnya dengan perlahan.


devan memegang leher fanny dan menelusurinya menggunakan tangannya. dia menekan fanny lebih dalam dia sudah dipenuhi dengan hasratnya yang tertahan itu.


lalu setelah itu dia menggendong fanny dan disana dia tidak melepaskan ciuman itu. sampai dia kekamarnya dia mendorong pintu kamar itu dan membawa fanny ke kasur.


Dia masih terus mencium fanny dengan penuh nafsu lalu beralih mencium leher nya kekanan dan kekiri semuanya tidak luput dari ciuman devan.


seketika fanny merasakan hawa yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, tubuhnya merinding dan bergetar menerima ciuman dan sentuhan itu.


" ahh " suara itu dia keluarkan seketika tak kala devan menggigit lehernya, bukannya berhenti devan malah terus menciuminya.


tubuh devan tidak bisa mengontrolnya lagi, dia lepaskan sebentar ciuman itu dan tangannya membuka kemejanya. lalu setelah bajunya dia kini mendekati fanny dan menindihnya.


wajah mereka saling bertemu dan sangat dekat, fanny bisa melihat wajah itu sangat berhasrat. kini .. tangan devan bergerilya di bajunya , tangan itu mencari kancing baju fanny dan devan berusaha membukanya.


sambil dia mencium bibir fanny lagi, setelah semua kancing lepas dia membuka semua Baju fanny dan kini hanya tersisa Bra saja.


dia memandangi tubuh indah , putih dan bersih itu yang kini dihadapannya. fanny tidak mau melihatnya dia terlalu malu untuk melihat wajah devan yang kini terus memandanginya.

__ADS_1


***


di apartemen tempat tinggal raka itu , dia sedang mencuci piring bekas makannya. Dia sudah lelah karena bekerja tetapi masih harus mengurus rumah juga. dia lelaki tapi dia bisa melakukan semuanya. semua ini demi ibunya.


( Gajiku Per hari hanya cukup untuk makan sehari - hari dan biaya Kendaraan. Bagaimana aku bisa membeli obat untuk ibu. )


dia terus mencuci piring sambil memikirkan hidupnya, gajinya yang hanya bekerja sebagai kasir di Cafe tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan ibunya.


prang


dia terkejut saat mendengar sesuatu yang jatuh. dia meninggalkan piring itu karena sudah selesai. dia langsung masuk ke kamar ibunya.


" ibuu " ucapnya yang terkejut ketika melihat ibunya terduduk di lantai.


" Rrr... Raa....ka " ucapnya terbata -bata.


" ibu ... ibu bisa bicara " dia shock mendengarnya setelah sekian lama ibunya bisa menyebut namanya lagi.


raka hampir menangis dibuat , dia segera memeluk ibundanya.


" Bu ... apa jika aku menemui kakak , dia akan membantu kita ? aku senang akhirnya ibu bisa menyebut namaku. Namun , aku tidak tahan melihatmu seperti ini ... rasanya aku tidak berguna. "


" Tttti....tidak " ucap ibunya dengan lemah.


" lalu siapa yang akan membantu ibu ? kakak tidak mungkin datang. kak fanny ... oh iya ibu , aku baru ingat ... beberapa hari yang lalu, aku melihat kak fanny bersana seorang pria. juga saat kita di bandara aku juga melihatnya. dia tidak berubah tetap cantik seperti dulu, jika ibu melihatnya ibu pasti senang. "


" TiFf - ff "


" iya bu, kak tiffanny. aku berharap bisa bertemu dan menanyakan kabarnya nanti. "


***


didalam kamar itu suasana makin panas , tubuh mereka berdua sudah polos dan sekarang berada di dalam selimut bersama. devan menindihnya dan menatap wajah fanny.


dia membelai wajah itu dengan lembut , Lalu dia mengcup kening fanny seraya tersenyum.


" Aku akan melakukannya sekarang, jika terasa sakit kau bebas melakukan apapun padaku. " jelas devan yang sedang membelai wajah fanny dengan lembut.


Fanny tidak bisa berkata apapun lagi dia hanya menatap wajah devan dengan raut takut. ini hal yang tabu baginya.


devan mulai melakukan tugasnya dia akan menyatukannya sekarang. setelah dirasa posisi pas dia menekan lebih dalam membuat fanny memejamkan matanya dan meringis menahan rasa sakit itu. tangannya mencengkram bahu devan karena rasa sakit itu.


" Ahhh " devan merasakan sesuatu yang berbeda dibawah sana. dia berhasil melakukannya dia menjadi laki - laki pertama bagi tiffanny.


devan dan fanny bisa merasakan sesuatu yang menetes disana, yaitu darah. fanny masih memejamkam kedua matanya dia masih menahannya. kembali devan mencium keningnya dan menaruh kepalanya di leher fanny.

__ADS_1


" Terima Kasih sayang, aku laki - laki paling beruntung yang memilikimu sebagai istriku " bisiknya di telinga fanny.


setelah itu dia kembali melakukan apapun yang dia inginkan pada fanny. sekarang , dia sudah menjadi pemilik asli untuk fanny. Fanny hanya bisa pasrah atas apa yang dilakukan devan.


__ADS_2