Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Dokter Juga Manusia


__ADS_3

ceklek


tidak ada orang sama sekali, mungkinkah devan dikamar pikirnya. jadi dia memutuskan segera naik , namun dikamar juga tidak ada orang. tapi dibawah mobil devan sudah berada di garasi.


tak ingin memikirkan hal buruk jadi dia melepaskan semu aksesoris yang dia pakai.


" dor " dari belakang devan mengejutkannya , membuat fannt tertahan menutup matanya.


" tadi aku lihat micheal mengantarmu pulang, tapi sayang katanya dia ingin mampir ?"


" dia harus menemui mertuanya "


" oh begitu. kalau begitu , sayang kapan kau bisa menemui mertua mu hmm " goda devan yang duduk di ranjang memperhatikan fanny melepaskan anting - antingnya.


" aku akan mengabarimu nanti , kau darimana ? mobilmu ada didepan ?"


" anaknya tetangga yang didepan rumah itu sakit. dia memintaku memeriksanya , tapi sudah selesai dia baik - baik saja hanya kelelahan dan harus mengurangi aktivitas beberapa hari "


" hmm aku akan mandi " tiffanny melangkah masuk kedalam walk in closet. dia baru menyadari rok pendek tifffanny yang sampai di atas dengkul itu.


" sayang , lain kali pakai yang lebih panjang. aku tidak suka semua nya memperhatikan dirimu " teriak devan.


" kau saja yang berlebihan " tiffanny berlalu keluar dari walk in closet ke kamar mandi.


" sayang sudah selesai kan ?" teriak devan.


namun sepertinya tiffanny tidak mendengarnya, dia benar - benar merindukan tiffanny. selama beberapa hari ini juga tidak menyentuh nya. malam ini dia mengharapkan itu.


dia terus saja tersenyum menunggu istrinya selesai mandi , dia juga berdiri ke dekat jendela lebar itu memperhatikan pemandangan luar.


ceklek


devan menoleh saat itu , tiffanny hanya memakai baju polos yang menjuntai sampai ke atas dengkulnya saja. dia berjalan melalui devan , sedangkan devan terus melihatinya saja.


sepertinya tiffanny tidak keramas malam ini " aku akan membuatnya keramas besok pagi " batin devan seraya tersenyum.



" sayang " devan memeluknya dari belakang belakang. tiffanny yang sedang membuka laci itu jadi terkejut.


" devan kau membuatku terkejut "


" hmm tidak keramas tapi wangi. sayang bagaimana besok aku membuat keramas hmm " dia menyibakkan rambut fanny kesebelah kiri , menciumi leher tiffanny.


" ck devan , kau mau apa aku belum selesai "


" Aku merindukanmu sayang " bisik devan ditelinga fanny , dia semakin mengeratkan tubuhnya kedekat fanny.


" de-devan " lirih fanny.


" kau bisa merasakannya kan , cacing kecilku yang sering kau sebut sudah meronta "


" i-iya aku tau tap-tapi ... aku lelah "


dia memang merasa lelah hari ini lelah pikiran dan lelah tenaga , harinya terasa sangat berat. apalagi saat dia menampar samuel masih terbayang bagaimana rasanya.


" Sebentar saja , ya ... ayolah " devan terus menciumi bahu fanny , ada rasa kasihan melihat devan yang tersiksa begitu memang beberapa hari ini devan tidak bisa menyentuhnya tapi dia sangat lelah.


" de .." tangannya tak sengaja diturunkannya dan kebetulan devan ingin membalikkan tubuh fanny tapi malah yang terjadi fanny menyentuh sesuatu yang dilapisi celana di dalam sana. membuatnya melotokan matanya .


cacing kecil tidak cocok untuknya , ini seperti... ah ya ampun aku benar - benar tidak waras kenapa tanganku malah menyentuhnya sih


" sayang , kau sendiri sudah menyentuhnya. tidak kasihan dengan suamimu ? sayang ... ayolah " bujuknya lagi.


" kau tidak makan ?" fanny berusaha mengalihkan pembicaraannya.


" sudahlah sayang jangan menggunakan taktik basi itu. "

__ADS_1


" aaaaa " devan sudah menggendongnya seperti karung beras , dengan cepat dia taruh fanny ke kasur.


dia tersenyum smirk melihatnya " cup ... cup ... cup ...cup " dia terus mengecup bibir fanny dengan gemasnya sedangkan fanny hanya menutup matanya.


tangan devan mulai membuka kancing baju tiffanny, malam ini seperti dia memudahkan jalan devan begitu saja.


" Hoam " fanny menguap mentup mulutnya.


" devan aku sudah mengantuk , besok saja " ucap fanny.


" tidak bisa sayang, aku sudah tidak tahan lagi. "


kini devan sudah ******* lembut bibir tipis tiffanny itu , sambil tangannya bergerilya kemana - mana membuat tiffanny merasakan gejolak nikmat disana.


" hmm "


devan beralih mencium leher tiffanny dan beralih ke dada tiffanny. tidak ada yang bisa dilakukan tiffanny kecuali hanya menikmati perlakukan devan itu.


" sekarang ya "


devan sudah memposisikan dirinya diatas tubuh fanny , dia memasukkannya perlahan membuat fanny mengeram menutup mata , masih terasa sakit saat awal awal begini.


tak ingin membuat fanny diam dia lalu mencium bibir tiffanny dengan lembut sambil dibawah sana bermain.


" ahhh " ******* tiffanny tak berhenti , tepat di samping telinga devan membuat dia memburu semakin gagah dan percaya diri membuat kepuasan untuk tiffanny.


" Dev .. ahhh aku tidak tahan "


" sebentar lagi sayang "


hingga akhirnya keduanya melakukan pelepasan pertama mereka. devan masih gagah diatas sana , dia tidak pernah berhenti untuk membuai tiffanny sepertinya dia ingin membalaskan dendam kerinduannya setelah berhari - hari tak menyentuh tiffanny.


malam itu mereka memadu kasih bersama selama beberapa kali. keduanya langsung tertidur setelah melakukan kegiatan panas itu dengan melewatkan makan malam.


***


keesokan paginya


sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan tiffanny sendirian dirumah. tapi dia juga harus mengerjakan pekerjaannya, dia sudah rapi dengan kemeja putih dan dasi abu - abu.


disamping nakas itu sudah ada masakan yang dia buat untuk fanny. sebelum pergi dia ingin menuliskan catatan karena dia juga tidak ingin membangun kan tiffanny karena kasihan semalaman dia tidak membuat fanny tidur dengan tenang.


drttt .. drrttt


" Dion Calling "


devan mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.


📱 " ada apa ?"


( kau sudah dijalan ? aku minta tolong nanti kirimkan aku proposal operasi yang lama itu ya , aku mau membandingkan dengan prosedur baru )


📱" aku masih dirumah , akan kukirim nanti setelah sampai"


( okey , kau memang terbaik devan. kenapa kau tidak menolak saja , lebih baik kau habiskan waktu dengan istrimu ? )


📱 " dokter Agus tidak bisa katanya anaknya sakit dia ingin merawatnya , sepertinya tidak lama jadi aku terima saja. sudah aku akan pergi sekarang "


( ya! kau memang dokter baik hati , dah )


mereka saling menutup telpon bersamaan. devan membenarkan posisi selimut fanny itu lalu dia mendekati fanny mencium kening fanny sedikit lama.


" Aku mencintaimu "


setelah mengucapkan kalimat manis itu dia keluar dari kamar lalu menutup pelan pintu agar tidak mengganggu tidur istrinya.


sedangkan surat itu sangat manis sekali dibuatnya

__ADS_1


istriku sayang , aku sudah menyiapkan bubur ayam. dimakan ya. aku harus pergi sebentar ke rumah sakit , maaf harus meninggalkanmu sendirian dirumah. jangan keluar rumah saat aku tidak ada ya, aku khawatir.


sayang aku mencintaimu , ❤


***


sesampainya dirumah sakit devan langsung memakai jas putihnya , tergesa - gesa dia datang keruangan operasi.


seorang pasien agak tua sudah berbering di tengah - tengah meja operasi dengan wajah yang pucat.


" Dokter kami sudah siap " kata seorang suster.


" mari kita mulai "


lampu operasi pun dihidupkan , disana dia mulai menjalankan kewajibannya. dengan telaten dan dan teliti dia melakukannya.


setelah beberapa jam diruangan operasi, lampu operasi dimatikan. dia membuka masker mulutnya , dahinya dipenuhi keringat.


sedangkan suster membawa pasien kedalam ruangan perawatan biasa.


dia kemudian kembali membersihkan dirinya di kamar mandi. lalu pergi ke ruangannya , walau hanya ada satu operasi dia masih harus mengawasi pasien yang masih koma tersebut.


dia juga ingat harud mengirimkam file ke dion jadi dia membuka laptopnya dan mengirimkannya segera.


" Dokter ! Dokter " teriak suster itu sehingga membuat devan curiga dan penasaran.


" ada apa ?" tanyanya.


" pasien tadi dok , dokter harus menemuinya "


tanpa banyak bicara devan langsung berlari menuju keruangan pasien itu.


brak


pasien itu kejang - kejang , devan memeriksa denyut nadi pasien itu.


" Apa ada yang menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya ?"


para suster segera menggeleng.


tanpa pikir panjang devan memiringkan tubuh pasien ke posisi menyamping agar kejang - kejang dapat dihentikan. namun semakin lama kejang itu tidak dapat diatasi.


" cepat ambilkan phenytoin! "


" baik dokter "


salah satu pasien melenggang keluar , dan tak lama suster itu datang. namun saat suster itu datang pasien berhenti kejang.


membuat semuanya diam dan tak berkutik


*ada apa dengan pasien ini ?


dia baru saja melakukan operasi otak, devan sudah memberikan obat dengan benar.


tapi kenapa efek sampingnya begitu berlebihan ?


dia sudah banyak melakukan opeerasi tetapi tidak sampau seperti ini efeknya pikirnya*.


suster memeriksa denyut nadi pasien itu , dia menatap devan " dia sudah tidak ada "


" hmm " devan mengangukkan kepalanya.


lalu dari luar beberapa orang datang menghampirinya dengan raut muka khawatir.


" dokter ! dokter ! bagaimana keadaan ibu saya ? dia baik - baik saja kan ? dokter ? " tanya anak itu.


" dia sudah tidak ada , ibu anda meninggal 2 menit yang lalu "

__ADS_1


" apa ?" anak itu menatap nanar ibunya yang sudah tak bernyawa.


" kau masukkan apa kedalam tubuh ibuku ha ? sampai dia mati seperti ini ?" anak itu mencengkram kuat kerah baju devan.


__ADS_2