Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Teringat Kembali


__ADS_3

" melindunginya dari siapa ?"


brian tersenyum mendengarnya dan kemudian menaruh gelas di meja hadapannya " tentu saja aa...."


blek


dia langsung tertidur sebelum menyelesaikan ucapannya " sial " batin rian. sedikit lagi dia bisa menemukan jawaban nya , tetapi brian malah tertidur.


drt...drttt


Agatha Calling


rian menoleh ke sumber suara itu ternyata dari agatha , agatha pasti mencarinya karena ini sudah sangat malam. beberapa kali agatha menelpon , dia tidak ingin menjawabnya tetapi berpikir dia tidak mungkin membawa brian bersamanya.


jadi dia ambil ponsel itu dan mengangkatnya.


" Datanglah ke Cafe Mandey , Dia mabuk " ucap rian dan segera mematikannys.


...


" aa"


" siapa dia ?" tanya agatha yang sebelum menjawab pertanyaan orang itu malah lebih dahulu dimatikan.


" cafe mandey ... untuk apa dia datang ke cafe itu " pikir agatha.


persetan dengan pertanyaan yang ada dibenaknya dia segera mengambil kunci mobilnya untuk menjemput brian.


shittt


mobilnya berhenti di depan cafe mandey itu, buru-buru dia memasuki cafe yang sudah sangat sepi itu. dia melibat brian tertidur di meja depan pelayan.


" maaf saya istrinya , apa dia sudah membayarnya ?" tanya agatha.


" seseorang bersamanya tadi sudah membayarnya" jawab pelayan itu.


" siapa dia " pikir agatha.


" baiklah , bisa bantu saya membawanya kedalam mobil?" tanya agatha.


" iya "


dibantu pelayan itu agatha membawa masuk brian kedalam mobil. dia bisa mencium bau alkohol pada brian.


" Fanny ... " gumam brian


" berani sekali kau menyebut namanya dihadapanku " desis agatha yang sudah duduk dibangku sopir.


"aku istrimu ... kau bahkan tidak pernah menyebut namaku selembut itu " sambungnya.


***


" Kau sudah bangun ?" tanya agatha yang duduk di meja riasnya sambil menatap penuh arti kepada brian yang tengah mengulet itu.


" aku ... kenapa aku bisa ada disini ?" tanya brian sambil memegangi kepalanya.


" menurutmu " jawab agatha.


dia segera meninggalkan brian saat itu juga, hatinya sakit ketika mendengar suaminya selalu menyebut mantan kekasihnya. dia begitu amat mencintai pria itu tetapi yang ada di hatinya tetap lah wanita yang namanya tersimpan dihatinya.


agatha menuruni anak tangga , dia datang ke belakang rumah dimana disana dia dengan tenang menikmati hari yang tidak terlalu panas sambil berdiri menatap kolam renang itu.

__ADS_1


setetes demi setetes air matanya terjatuh, ingin dia berteriak sekarang meluapkan semua rasa kesalnya..


" hiks...hiksss " isaknya.


dari balik tirai itu brian bisa melihat istrinya sedang menangis , entah kenapa dia merasa kasihan melihatnya. dia memutuskan untuk mendekati agatha. dia menyentuh bahu kiri istrinya dan memeluknya.


" Maaf " Gumamnya.


" hiks...hikss , aku mencintaimu tolong cintai aku " isaknya di dalam dekapan brian. mendengar lirihan itu brian merasa kasihan dia mengelus rambut pendek agatha itu.


" Aku tau kau menikahiku karena ayahku, juga karena ingin melindungi fanny darinya. tapi aku sungguh mencintaimu brian, aku ingin dicintai olehmu " pintanya.


" jangan menangis ada aku disini" balas brian.


***


" Bagaimana keadaan kekasihku , dia baik - baik saja kan dokter ? dia selamatkan ?" tanya seorang pria dengan emosional pada devan.


devan baru saja keluar dari ruangan ICU, melihat bagaimana kesedihan yang dirasakan seorang pria yang kini dihadapannya dia juga merasa kasihan.


" Dia sudah Tidak ada " jawab devan.


pria itu membulatkan matanya sempurna, tubuhnya kaku seketika dia langsung menangis dan berlari masuk kedalam ruangan ICU.


" Kenapa kau pergi secepat ini dariku ... kita sudah berjanji untuk menikah sayang , kembalilah aku mohon hiks...hikss "


devan mendengarkan semua isakan tangis itu, hatinya bergetar bagaimana jika dia yang ada di posisi pria itu. dia sudah tidak tahan lagi jadi dia pergi dari sana membiarkan para suster mengurus Jenazah wanita itu.


dia berdiam diri di ruangannya berdiri menghadap jendela yang tak terlalu besar itu. seketika bayangan dimana dia dan fanny ada ditaman terlintas dimatanya.


" Aku merindukanmu " ucapnya dalam hati.


ceklek


" Dokter ada operasi darurat " kata suster wanita yang membuka pintu ruangannya, devan langsung berbalik menatap suster itu sekilas dan mengangukkan kepalanya.


***


" *hari aku akan menemuimu , memberikan kejutan kepadamu. aku tau dengan kehadiranku saja kau akan senang tetapi aku tidak suka datang dengan tangan kosong. Bunga lily kesukaanmu akan aku berikan hari ini untukmu "


dengan wajah senang dan raga yang berbinar brian memegang bunga lily merah ditangannya, membawanya dengan sepenuh hati dan tak pernah melirik ke lain selain bunga itu*.


****Hotel Samuel's****


*didepannya terpampang kemegahan hotel samuel, dia tersenyum menatap hotel itu. hari ini dia akan memberi kejutan menjemput Fanny dari pulang rapat tanpa sepengetahuannya.


dia memasuki hotel dan menunggunya di loby bawah , dia berdiri disana dengan senyuman lebarnya. hingga setengah jam dia menunggu tidak tampak fanny akan datang.


dia melihat ke arah jam, 3 waktu setempat. namun saat dia menutup ponsel tiffanny baru saja keluar dari pintu lift. dia membuat wajah yang tampan dengan senyuman lebar dan berdiri dengan tegak.


fanny juga melihatnya , dia segera berlari berhambur kepelukan brian " kau datang " katanya.


" hmm ... kejutan untukmu " jawab brian membalas pelukan itu.


fanny melepaskan pelukannya dan melihat bunga lily berada di tangan brian.


" untukmu " kata brian yang menyodorkan bunga itu , fanny menerimanya dengan segenap penuh hati.


" terima kasih... cantik sekali " puji fanny.


" sepertimu" timpal brian

__ADS_1


fanny tersenyum manis mendengarnya dan kembali memeluk brian " terima kasih " ucapnya.


" jangan mengucapkan terima kasih , kau menyukai bunga ini. ayo kita pergi " ajak brian fanny pun menganggukkan kepalanya dan keluar bersama dari hotel itu.


sesampainya di depan mobil brian bingung mencari kemana kunci mobilnya , fanny penasaran apa yang brian cari dibawah mobil.


" brian apa yang kau cari ?" tanyanya dengan turun dari mobil.


" kunci mobil " jawab brian.


" apakah jatuh didalam tadi ? fanny tunggu sebentar disini ya ... aku tidak akan lama " kata brian.


" hmm"


didalam hotel semuel itu brian menemukan kunci mobilnya yang tergeletak di lantai, dia membungkukkan kepalanya namun mendengar beberapa orang berbicara.


" Anaknya Jackson wang sudah besar, dia juga sangat pintar. namanya Tiffanny wang ... wanita yang baru saja mengikuti rapat dengan kita. pikirkan sesuatu agar dia tidak mengikuti jejak ayahnya. aku tidak mau mendengar kegagalan seperti dulu lagi " kata pria itu yang berjalan bersama 2 orang pria dan 1 wanita bersamanya.


" kenapa dia menyebut nama papanya tiffany " pikir brian.


dia melirik kesekitar dan mengikuti beberapa orang itu dia masih tidak tau bagaimana wajahnya, namun tubuh pria itu tinggi dan tidak terlalu berisi.


" Dia akan membuat hotel wang dengan desain baru, dia akan melanjutkan pekerjaan pak jackson " kata wanita itu.


" dia hanya anak yang masih bau kencur , tidak ada kehebatan apapun. " timpal pria berjas putih.


brian mendengarkan mereka tapi sayangnya tidak bisa sama sekali melihat wajah orang - orang itu.


" jangan remehkan siapapun apalagi wanita, ingat 19 tahun yang lalu bagaimana aku merusak hotelnya "


" Dan karena kau juga ... jackson beserta istrinya meninggal di dalam pesawat " timpal wanita itu.


pria berjas hitam itu pun berbalik dan menatap tajam wanita itu.


" aku hanya melakukan rencanaku, tetapi aku tidak tau kalau tuhan sangat berpihak padaku waktu itu "


" Kleuwit samuel , ayahnya agatha " gumam brian yang shock mendengarkan itu.


" jangan mengatakan apapun atau orang akan mendengarnya " kata samuel dengan menatap tajam.


" selama kleuwit samuel masih hidup ... tidak akan kubiarkan garis keturunannya hidup dengan senang " sambungnya.


teng


brian menyenggol guci yang ada di depannya , membuat 5 orang itu berbalik " siapa disana ?" teriak laki - laki itu.


brian sontak langsung berlari dan secepatnya dia keluar dari ruangan itu. dia tidak menyangkan sejahat itu sosok kleuwit samuel. ayah dari seorang perempuan yang sudah dia anggap sebagai adik siapa lagi kalau bukan agatha samuel.


" brian " kata fanny yang sudah mencarinya dari tadi , dia merasa khawatir karena sudah cukup lama brian menghilang.


" Tiffanny " gumam brian.


" kenapa ... wajahmu terlihat shock ?" tanya fanny.


brian meliriknya dengan sendu dia segera menarik fanny dan memeluknya erat " brian ... ada apa ?" tanya fanny yang bingung akan tingkah brian.


" aku berjanji akan melindingimu dari orang - orang jahat " janjinya dalam hati*.


brian terbangun dari ingatan nya itu , dia melirik jam yang sudah pukul 6 sore dia tertidur di meja kerjanya. " ahh kepalaku " desisnya.


dia memegangi kepalanya " Aku pikir melindungimu akan membuatmu semakin dekat denganku, tetapi kenyataannya ... semakin jauh " pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2