Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Lantai Dansa


__ADS_3

waktu kian dekat memasuki akhir tahun , waktu akan dihitung mundur dari 30 detik mulai dari sekarang.


di pesta itu, lampu dimatikan hanya ada lampu kerlap kerlip semua orang berteriak menghitung mundur.


" 25 ... 34.. 23..20....21 "


sementara itu di dalam kamar itu kedua nya masih melihat pemandangan yang indah didepannya. waktu terhitung mundur dari angka 10.


" 10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6 ... 5 ... 4 ... 3 ... 2 ...1 "


" Selamat tahun baru "


di langit itu semua petasan bergemuruh dan membentuk ucapan selamat tahun baru ,


devan menatap fanny " Selamat tahun baru , istriku ... " ucapnya lembut , dia mendekatkan wajahnya ke wajah tiffanny dan dia mencium bibir fanny.


Fanny memejamkan matanya , bibir keduanya masih menempel saja. lalu devan berusaha untuk membuai fanny dengan sentuhan lembut di lehernya.


fanny sedikit membuka mulutnya dan dimanfaatkan devan untuk ********** , pertama - tama dia melakukannya dengan pelan , fanny pun membalasnya kali ini membuat devan merasa sangat bahagia. lalu dia semakin mengeratkan kepala fanny dan menciumnya lebih dalam.


cukup lama mereka berciuman , rasanya devan ingin waktu berhenti sekarang juga. namun tiffanny berusaha mengimbangi devan tetapi dia tidak sanggup karena ciuman itu sangat menuntut dan penuh gairah. dia memukul dada devan.


" Devan " ujarnya.


devan tersadar atas apa yang dia lakukan, dia sudah tidak bisa mengontrol dirinya. dia menahan semuanya dan kini wajahnya menatap sendu tiffanny.


" aku ... aku pergi dulu " kata fanny , saat fanny mulai berjalan 2 langkah devan mencegatnya dan kembali memutarkan tubuh fanny.


" Kau tidak menyukainya ?" Lirih devan, dia sudah benar - benar tidak bisa menahannya.namun dia tidak ingin menyakiti fanny.


Fanny memalingkan wajahnya dari devan , entah apa yang dia tatap.


" Tatap mataku " lirih devan lagi.


Fanny perlahan mengarahkan kepalanya dan memandang devan.


" Saat kau membalasku, aku merasa sangat bahagia. aku pikir kau sudah menyerahkan dirimu kepadaku "


" Devan aku tidak ingin bertengkar denganmu "


" Aku juga tidak ingin Fan , tetapi jika kau terus menghindar maka usaha mu sia - sia. kau tidak akan bisa bebas dari masa lalumu saat kau terus memikirkannya. lihatlah aku ... dan terima aku sepenuhnya , aku yakin ... dengan cepat kau akan melupakannya " Ucap devan dengan wajah yang serius.


" Aku tidak melarangmu untuk dekat denganku, atau juga sepenuhnya menghindar ... hanya saja , aku masih belum siap untuk melakukannya. "


" Lalu kapan kau akan siap menerimaku ?"


" Kita berdua sudah menikah , Tidak ada alasan untukku untuk tidak menerimamu. sejak aku tau kita akan menikah , aku tidak menolakmu ... itu artinya aku menerimamu ... "


" Fanny ... Kau tau , menikah denganmu ... adalah kebahagiaan yang paling besar untukku. Aku harap kau mengerti itu "


" Aku tau " fanny mengangukkan kepalanya.

__ADS_1


drrtt.....drrtt


ponselnya fanny bergetar , dia tidak menggubrisnya tertera nama rian disana. tetapi matanya masih terus menatap sendu mata devan.


" Ponselmu berdering " gumam devan.


fanny pun melihat ponselnya tetapi rian sudah mematikannya , " aku pergi " kata fanny.


tak lama dari situ devan juga keluar dari ruangan itu, namun tanpa mereka ketahui Agatha melihat keduanya yang baru saja keluar dari ruangan yang sama.


( Apa yang mereka lakukan disana , hanya berdua)


sesampainya di dalam acara, fanny tersenyum kepada orang yang juga tersenyum kepada. semua orang menikmati pestanya.


" Oke , karena Pemilik yang sesungguhnya sudah datang , mari kita lanjutkan acara dengan Berdansa , pilihlah setiap pasangan sesuai keinginan kalian " Teriak salah satu seorang pembawa acara.


Tiba - tiba lampu itu kembali padam , Fanny tidak bisa melihat siapapun, namun tiba - tiba seseorang menarik nya dan menyentuh pinggangnya.


fanny terperanjat dan kaget, lalu lampu kembali dihidupkan tetapi dengan cahaya yang redup. Fanny tersentak ketika yang ada dihadapannya dan yang berdansa dengannya yaitu Brian.


" Sebaiknya lakukan dengan Agatha , aku tidak akan ikut berdansa disini " ujar fanny.


" Semua orang harus berdansa malam ini " balas Brian.


sementara itu, devan tidak tau jika di berpasangan dengan agatha. wajahnya mencari seseorang yang ingin di ajak berdansa. agatha memandanginya dia tau Pria ini mencar seseorang.


" Kau Dokter Di rumah sakit Kluewit bukan " ujar agatha.


" iya "


" Apa ... hubunganmu dengan Tiffanny ?" tanyanya.


" Seseorang yang sangat dekat denganku "


mereka kembali melanjutkan dansa mereka. dan disisi lain Rian dan fanny juga terus berdansa pelan mengikuti iringan musik selu itu , rasanya canggung sekali tetapi brian terus menyentuh pinggang kecil fanny.


( aku merindukan semua ini, saat kita berdansa di lantai dansa seperti dulu. akankah kita bisa terus seperti ini nantinya ... tapi kenapa wajah itu terlihat tidak seperti dulu dimana kau selali menatapku dengan penuh cinta. tatapan mu berubah menjadi Seperti kebencian )


memang benar , fanny sama sekali tidak menatapnya. dia sudah menjauhkan brian dari pikirannya dan akan tetap begitu. dia cukup sadar akan hidupnya sekarang yang sudah menikah dengan devan.


Dari jauh devan melihat brian dan fanny sedang berdansa , dia sangat cemburu melihatnya. agatha memperhatikan wajah devan yang terlihat marah itu. membuat dia terus berpikir apa hubungan Tiffanny dan dokter ini. Tadi dia juga melihat keduanya keluar bersama dari dalam kamar hotel.


" Mereka dulu nya Sepasang Kekasih. Karena Terjadi sesuatu hal pada sang wanita maka sang pria melindunginya dengan berpisah " Agatha berusaha memancing devan dengan perkataannya , siapa tau jawaban devan bisa memberinnya petunjuk.


" Berpisah ? apa..maksudnya ?"


" Kehidupan wanita itu sangat menyedihkan, saat kecil ditinggal keluarganya. dan saat sudah dewasa ditinggal kekasihnya. Tetapi seharusnya wanita itu tidak bersedih.. keluarganya bergelimang harta. "


" Harta tidak sebanding dengan keluarga, karena harta yang paling besar yaitu keluarga "


" Ya, jika keluargamu orang yang hangat " gumam agatha pelan.

__ADS_1


Devan melepaskan tangannya, dia mengakhiri dansa itu sepihak.


" Saat nya bertukar pasangan, saat lampu dimatikan , carilah orang yang ingin kalian Temui " ujar sang pembawa acara lagi.


kali ini seseorang menarik fanny dan memeluk pinggangnya , lampu pun hidup dua insan itu saling menatap siapa lagi kalau bukan devan dan Fanny.


Mereka berdansa bersama , devan memutarkan tangannya sehingga fanny berputar dan dia menyentuh pinggang fanny dan seperti menjatuhkannya namun dia juga yang memegangnya agar tidak terjatuh, dia juga menarik tubuh fanny sehingga tidak ada jarak lagi , dia menyatukan Dahi mereka dan saling menutup mata.


" Mereka sangat cocok , apa itu kekasih baru nya ? " tanya agatha pada brian.


brian terlihat kesal melihatnya , sedangkan dua orang itu masih terlihat bersama.


dan keduanya membuka mata mereka , lagi - lagi fanny berdansa dengan begitu lenturnya mengikuti gerakan devan. devan memutarkan tubuh fanny dan dia seperti menidurkannya dan kembali memegang pinggang itu agar tidak terjatuh , wajah kedua mereka sangat dekat dan tak berjarak saling menatap.


dansa itu selesai, namun keduanya saling menatap membuat semua orang memperhatikannya. beberapa orang memfoto moment itu.


Prok...prok....prok


suara tepuk tangan dari semua tamu yang datang, akhirnya mereka tersadar dari semuanya. membuat kedua nya salah tingkah.


***


Keesokan harinya


Karena ini hari libur keduanya tidak bekerja , keduanya baru saja selesai bergantian mandi. Fanny sedang mengeringkan rambutnya sedang devan memakai pakaiannya.


dia tidak pernah menutupi apapun dari fanny bahkan selalu terbuka padanya, fanny hanya bersikap biasa saja dia sudah tidak heran dengan sikap devan.


sambil mengeringkan rambutnya fanny melihat wajah devan dari pantulan kaca itu , dari semalam devan tidak berbicara dengannya. dia tidak mengerti kenapa devan mendiaminya.


setelah selesai dia pun berdiri dan memberanikan diri untuk memulai percakapan terlebih dahulu.


" Kau marah karena semalam ?" tanyanya.


devan tidak mengubrisnya dia mengancingkan bajunya , dia masih kesal karena semalam melihat fanny dan brian bersama.


" Aku sudah menjelaskan semuanya, Apa kau masih tidak mengerti ?" tannyanya lagi.


" Hmm baiklah ! aku mengerti , Terserah kau saja " sambungnya dia segera meninggalkan kamar itu , dan pindah kekamarnya.


jika terus - terusan bertengkar maka akan semakin berselisih paham.


" Keluarlah dan makanlah, aku sudah memasak tadi pagi " kata devan datar.


" aku tidak lapar " jawab fanny langsung.


" ck " devan masuk kekamar itu lalu menarik fanny, " Hei apa yang kau lakukan, lepaskan aku... "


" Kenapa ? kenapa kau tidak mau aku sentuh ? semalam aku lihat saat mantan kekasihmu menyentuhmu kau tidak bersikap seperti ini " Bentak devan.


" Apa ?"

__ADS_1


__ADS_2