
" berjanjilah setelah tau kebenarannya kau akan menjauhkan cucumu dari suamiku " tegas agatha.
" baik , dengan senang hati aku melakukannya " jawab cepat nenek.
" malam sebelum pernikahan brian datang menemuiku di kamar hotel , tiffanny memergoki aku dan brian sedang berciuman dan hampir melakukan hubungan intim "
duarrr
bagai disambar petir di siang hari, hati nenek sakit mendengarnya , dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi saat itu ketika fanny melihatnya.
raut muka nenek berubah menjadi merah , matanya menatap tajam agatha . dia mengepalkan kedua tangannya dan mendekati agatha.
" kau sudah tau jadi jauhkan dia dari brian , brian milikku dan akan tetap menjadi milikku. jika apa yang aku inginkan tidak sesuai dengan harapanku maka ayahku akan melakukan apapun untukku"
" kau ! kau perempuan apa yang tega menyakiti perempuan lainnya , hati ku panas mendengar bagaimana cucuku diperlakukan , tapi aku bersyukur pria brengsek seperti suamimu tidak jadi menikah dengan cucuku. cucuku ... terlalu berharga untuk seorang pria brengsek seperti brian "
" dan coba pikirkan satu hal sekarang , brian melakukan perselingkuhan di belakang fanny ... maka dia juga bisa berselingkuh dibelakangmu suatu saat nanti "
deg
perkataan nenek itu benar - benar menusuk ke hatinya
" kau..." agatha mengangkat tangannya untuk menmpar nenek tapi nenek lebih dulu mencekal tangan nya.
" kau belum pernah melihat kegaranganku bukan ? maka lihatlah sekarang kemarahanku ... kau membuat tiffanny ku menangis , kau membuanya terluka dan menderita . aku tidak akan melakukan apapun padamu sekarang karena suatu saat nanti aku yakin, brian .. si pria brengsek itu akan memperlakukan dirimu sama seperti dia memperlakukan cucuku " tegas nenek dengan penuh emosi melihat wajah nenek seperti itu ,ada rasa takut pada dirinya. tapi dia tidak ingin menunjukkannya.
" ya ... semoga saja perkataanmu benar agar kau senang melihatnya , tapi sebelum itu aku akan membuatnya tidak pernah lepas dari genggamanku "
" pergilahhhh " usir nenek.
" tidak perlu berteriak nenek tua ... aku bahkan tidak ingin berlama - lama disini "
****
didalam kamarnya kata - kata agatha itu terus berputar di kepala nenek , dia meremas ujung pakainnya. ini sudah pukul 7 dia akan menunggu fanny pulang dan mencari kejelasannya sendiri.
hatinya benar- benar terluka mendengar semua yang menimpa tiffanny. bagaimana tidak dia sangat menyayanginya. satu - satunya keluarga yang dia miliki saat ini hanyalah cucunya itu.
dia tidak bisa menahan air matanya, dari luar nenek ji terlihat ceria , senang dan cerewet tapi didalam dia sosok yang lembut dan amat menyayangi siapapun.
" aku tidak becus mengurusnya , bahkan ada yang menyakitinya saja aku tidak tau. nenek macam apa aku ini " ucapnya dengan derai air mata.
tok...tok...tok
" bu " kata anja pelan.
nenek mengusap air matanya mendengar anja yang akan masuk itu , anja curiga semenjak sore nenek ji tidak sama sekali keluar dari kamarnya. biasanya dia yang paling heboh.
" bu , apa ibu sakit ?" tanyanya.
__ADS_1
nenek ji menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kepadanya " devan sudah pulang ?" tanya nenek sepetti biasanya.
" sudah ... bu , jika ada sesuatu yang mengganjal hati. dengan senang hati aku akan mendengarnya , ibu sudah aku anggap sebagai orang tuaku sendiri " imbuh anja dengan lembut.
" anja aku baru mengetahui semua tentang fanny sore tadi " lirih nenek.
" maksudnya bu ?" tanya anja yang tak mengerti itu.
" tiffanny ...." nenek menjelaskan semuanya dari dari awal hingga akhir tidak ada yang ditambah - tambahi. raut muka anja berubah ketika mendengar perkataan terkahir nenek.
" kenapa fanny tidak pernah mengatakan nya bu , dia terus menutupi semuanya " ujar anja.
" karena dia masih mencintai brian "
ini sudah pukul 9 sampai sekarang fanny belum pulang padahal devan sudah menelpon rian untuk membawa fany pulang segera karena perintah nenek.
semua orang menunggunya di ruang tamu , nenek terus mundar mandir memainkan tangannya , anja yang tau bersikap biasa karena dia tau nenek sedang marah.
sedangkan hars dan devan duduk memperhatikan nenek yang terus mondar mandir itu.
" nek duduklah , sebentar lagi mungkin dia pulang " imbuh devan.
" tapi ini sudah sangat lama nak "
" nek .. nona sudah tiba " kata kali yang mengampiri nenek .
" untuk apa brian datang ke kantor tadi ?" tanya nenek dengan raut muka biasa saja.
" bukankah aku sudah menjawab ini tadi siang " jawab fanny.
" Rian katakan yang sebenarnya , nenek tau ... cucuku sudah berani berbohong sekarang " sindir nenek.
" nenek apa maksudmu ?" tanya fanny.
" rian katakann" kini suara nenek mulai meninggi , fanny melirik ke arah rian dan menggelengkan kepalanya. semua itu tidak luput dari perhatian devan.
" rian bisa kau katakan , jangan menyembunyikan apapun pada nenek " saut devan.
" tidak rian jangan katakan " dalam hati fanny memohon sembari matanya terus menatap rian.
" dia mengatakan apa fanny ? dia ingin menyakitimu lagi ha ? apa kau selalu ingin menutupi semua kesalahannya ? " tanya nenek yang mengguncang - guncang tubuh fanny.
" Nek aku sama sekali tidak mengerti ap..."
" agatha kemari dan mengatakan semuanya , semua sikap buruk brian dan perihal kau melihat mereka berdua sedang bersama di hotel tepat malam sebelum pernikahan " ungkap nenek yang tidak ingin bertele - tele lagi.
mata tiffanny melotot mendengarnya , devan juga terkejut , begitu juga dengan rian dan semuanya termasuk hars dan kali.
" dia selingkuh darimu fany , dan kau masih menutupi ini dari nenek. sebegitu besarkah rasa cintamu untuk nya ? "
__ADS_1
" 9 tahun ... 9 tahun kalian berhubungan tapi dia tega menghianatimu. buka matamu fanny " cercah nenek.
fanny sudah meneteskan air matanya, dia tidak menyangka akan secepat ini neneknya tau.
" fany kau membuat nenek seperti orang tua yang kejam , jika saja kau memberi tahu semuanya nenek akan membuang semua hal tentang brian secepat mungkin. nenek terus berharap kalian bersama lagi seperti dulu. tapi tidak ... sekarang tidak lagi fanny , menjauhlah darinya dan kau juga tau sekarang siapa istrinya dan siapa orang tua dari istrinya itu ...."
" apa agatha mengatakan hal lain lagi ?" tanya fanny dengan mata yang nanar.
" kau ingin dengar ? "
tiffanny hanya diam tak menjawab.
" baiklah ! akan nenek katakan. dia bilang kau melihatnya sedang berciuman dan hamp.."
" nenek hentikan " ucap fanny yang tak ingin mendengarnya lagi.
" kenapa ? kenapa kau tidak ingin mendengarnya lagi ? apa karena kau masih mengharapkan brian ?" cibir nenek.
semuanya sangat terkejut benar - benar tak terduga mendengarnya , devan ingin sekali mendekati fanny dan mengatkan padanya semuanya baik - baik saja sekarang. dia bisa tau sekarang fanny sedang hancur.
" apa yang nenek katakan , aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu " jawab fanny dengan pelan.
" tapi kenapa waktu itu kau tidak menjelaskannya sama sekali, semua orang menuduhmu dan mengatakan hal yang buruk tentangmu ? katakan fanny " lirih nenek , anja dengan setia mengelus ngelus bahu nenek.
" aku tidak mau nenek tau karena aku tidak ingin nenek sakit. jika aku mengatakannya nenek pasti akan sangat marah dan pada akhirnya nenek akan sakit lagi , jika terjadi sesuatu pada nenek bagaimana denganku ... hanya nenek yang kupunya saat itu , aku tidak mau kehilangan nenek seperti aku kehilangan mama dan papa hiks... hiks " isaknya yang sudah tak bisa menahan tangisannya.
" fanny sayang hiks.. jangan berpikir nenek akan meninggalkanmu , karena nenek sudah bersumpah untuk tetap hidup sampai kau menemukan pasangan yang baik untukmu " nenek menggenggam tangan fanny dan mengelus nya lembut , fanny terus tertunduk menangis tanpa bersuara
" angkat kepalamu " ucap nenek lembut.
fanny menuruti nenek dan mengangkat kepalanya , tangan nenek naik untuk menghapus air matanya.
" air matamu sangat berharga , jangan membuanganya hanya demi brian "
fanny segera berhambur memeluk nenek dengan erat , nenek mengelus puncak kepala fanny.
" berjanjilah pada nenek , untuk melupakan brian dan berjanjilah untuk berubah menjadi seperti dulu. kau tidak ingin nenek pergi bukan" gumam nenek.
" aku berjanji " isaknya.
nenek melepaskan pelukan fanny dan mengelus lembut pipi cucunya " kau sangat cantik , pintar , cerdas dan tidak punya kekurangan apapun. Nenek berjanji akan mencarikan pasangan yang cocok dan yang terbaik untukmu " imbuh nenek.
fanny menggelengkan kepalanya " aku hanya butuh nenek" kata fanny.
" Tidak sayang ... suatu saat nanti nenek pasti akan meninggal dan harus ada satu pria yang benar - benar mencintaimu yang akan menjagamu. nenek berjanji "
fanng terdiam dan memeluk neneknya lagi dengan erat.
" Devan adalah pria yang cocok untukmu , apapun caranya aku akan mempersatukan mereka berdua " ucap nenek dalam hati.
__ADS_1