Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Tidak Sabar


__ADS_3

" sayang apa perutnya sakit lagi hari ini ?"


devan duduk disebelah tiffanny di sofa dalam ruangannya dan mengelus perut besar itu.


" tidak sayang , hari ini anak kita banyak menendang ... cobalah " fanny mengambil tangan devan dan mencari tempat dimana anaknya biasa menendang.


" ha sepertinya anak ayah tidak mau dengan ayah ya, sayang ... sedang apa disana hmm. " katanya yang bicara dengan perut itu.


tiba - tiba perut tiffanny bergerak dan sesuatu menendang perutnya.


" sayang ! dia menendang tadi " devan sangat antusias sekali.


" hmm dia juga menyayangi ayahnya " kata tiffanny.


" sayang sebaiknya kau tidak perlu datang kehotel lagi ya , usia kandungannya sudah hampir 8 bulan istirahat saja dirumah. "


" kenapa ? aku bisa melakukan pekerjaanku , hanya ... sedikit lelah saja karena sering kesana-kemari. "


devan mengelus rambut tiffanny dan mencium keningnya. " aku takut terjadi sesuatu padamu, tolong dengarkan aku sekali ini saja " pintanya dengan memohon.


" baiklah-baiklah sayang aku akan bekerja dirumah " jawab tiffanny yang mengalah itu.


" oh ya sayang , setelah aku melahirkan nanti apa boleh bi kali bekerja lagi dirumah ? aku pikir siapa yang akan menjaga anak kita kalau aku bekerja dan kau juga bekerja. bi kali juga sering menelpon jika diperlukan dia akan kembali lagi. " ungkapnya sambil membenamkan kepalanya di dada bidang devan.


" apa itu keinginanmu sayang ? jika iya maka tidak masalah. dulu kalian sangat dekat dan mengurusmu sedari kecil. tapi sebelum melahirkan biar aku saja yang merawatmu ya , aku ingin menikmati momen-momen dimana istriku hamil dan aku mengurusnya sendiri. "


benar , devan tidak mempermasalahkannya. memang alangkah baiknya jika bi kali kembali , rumah mereka akan ramai seperti waktu dulu ada nenek.


" terima kasih sayang " ucap fanny dengan tulus.


" sayang kau tau micheal juga akan menjadi ayah sepertiku, kalista sedang mengandung 4 bulan. " ungkap devan.


" sungguh ?"


" benar , sayangnya mereka masih diamerika jika disini kau akan punya teman untuk mengobrol. "


" tidak apa aku juga sudah biasa tidak berteman , tapi aku senang ... micheal akan menjadi ayah , dia akan menjadi ayah yang suka bercanda nanti. " ucapnya seperti membayangkan bagaimana nanti micheal menjalani perannya.


" lalu rian ? apa yang akan terjadi pada rian ?" tanya devan.


" rian , dia sudah kembali seperti dulu ... kembali tersenyum dan bebas , hubungannya dengan vania kembali berjalan baik. anaknya vania pun sangat menyukai rian. "


" apa mereka akan menikah ?"


" entahlah tapi seperti nya rian masih banyak berpikir. "


" yasudah kita doakan saja mereka."


***


" paman !!! " dirga berlari dari dalam kelasnya menuju kedepan gerbang sekolah.


" dirga " rian tersenyum lalu dirga yang ada dipelukannya langsung dia gendong.


" hahaha paman dimana mama ? hari ini mama janji mau mengajakku mandi bola ?"


" sayang " dirga dan rian menoleh bersamaan, vania tersenyum dari jarak 5 meter. membuat kedua orang itu tersenyum.


" mamaaa !!! " dirga langsung turun dan memeluk vania.


" sayang " katanya lembut.


" kau sudah pulang ? aku akan menjemputmu tadi " ujar rian.

__ADS_1


" aku tidak enak merepotkanmu terus, terima kasih rian aku takut dirga menungguku sendirian tapi kau sudah menjemputnya. " ucap vania.


" ma mama ajak paman bermain juga, aku ingin bermain bersama paman " rengeknya.


" apakau mau ikut ?" tanya vania.


" tentu "


" horeee !!! " dirga begitu semangat mendengarnya.


****


tiffanny baru saja selesai mandi, sepertinya rian sedang ada diruangab kerjanya jadi dia ingin menyusul rian. sebelum itu dia memakai lipstik tipis terlebih dahulu.


drttt....drrrtt


" halo brian "


( hay fan , kamu sudah pulang ? )


" iya sudah dari tadi, ada apa ?"


tiffanny pun duduk di samping ranjang dia mudah lelah jika terlalu lama berdiri.


( kapan kau akan melahirkan ? aku sedang di california kau tau kan disini semua pelalatan bayi sangat lucu-lucu, aku ingin menghadiahkan untuk anak mu dan dokter devan )


tiffanny tersenyum tipis mendengarnya " kata devan kurang lebih 2 bulan lagi, tidak usah brian terima kasih banyak devan juga akan mengajakku membeli perlengkapan anak kami nanti " dia mengusap-usap perutnya dengan senyuman tulus.


( tetap saja aku akan memberikannya , yasudah aku tutup. istirahatlah devan akan marah jika kau tidur larut )


" hmm "


ceklek


" brian , dia bilang kapan aku akan melahirkan " jawabnya.


" ha ? kenapa dia bertanya ?" tanya devan yang penasaran.


" dia ada di california ingin memberikan sesuatu untuk anak kita. "


devan mengangukkan kepalanya, dia sebenarnya masih cemburu namun sekarang dia sudah berpikir tidak mungkin tiffanny akan kembali pada brian karena sebentar lagi mereka berdua akan memiliki buah hati.


" yasudah, sayang ayo kita tidur besok masih harus bekerja "


tiffanny menganggukkan kepalanya, devan membantu tiffanny untuk tidur dikasur lalu mereka tidur saling berpelukan.


***


karena pagi ini dia sudah tidak akan masuk ke hotel tiffanny hanya akan berdiam diri dirimah , devan masih tertidur dikamarnya dia yang kini mulai bisa memasak karena Devan selalu mengajarinya.


dia menumis bayam dan udang lalu menggoreng tempe dengan tepung disebelahnya. rambut panjangnya yang terurai membuatnya terganggu tapi tiba-tiba dari belakang devan mengikat rambutnya dengan karet.


" devan " katanya yang menoleh sedikit.


" iya sayang , kenapa tidak membangunkan aku saja hmm kalau begini aku merepotkan dirimu"


" tidak sama sekali hari ini kan aku sudah tidak bekerja jadi aku akan menyiapkan semua kebutuhanmu, sebaiknya kau bersiap saja sebentar lagi makanannya jadi. " ujar tiffanny sambil terus menggoreng dan menumis bayam.


" baiklah aku bersiap sebentar ya "


cup


seperti kebiasaan bagi devan meninggalkan tiffanny dia akan selalu mengecup pipi tiffanny. sedangkan tiffanny tidak kaget lagi karena sudah terbiasa dengan sikap devan.

__ADS_1


***


" Kalista dimana kau menyimpan baju yang kemarin?" teriak micheal saat membuka lemari.


kalista tiba-tiba datang dari balik pintu lemari dia tersenyum dan mendekati micheal perutnya yang mulai terlihat karena usia kandungannya sudah berusia 4 bulan.


" ada di kasur , kau ini selalu lupa. "


" oh iya hhehehe maaf , tapi kenapa aku cari tidak ada tadi " kekeh micheal yang kemudian mengambil baju itu.


" Aku kerumah tiffanny ya dia tidak ada teman dirumah aku juga tidak ada teman jadi kami sama "


" yasudah nanti sore aku jemput "


" terimakasih !! " kalista memeluknya dengan erat tanpa memperdulikan micheal yang tersiksa karena pelukannya.


***


" Aku pergi ya , jangan lakukan apapun. kalista bilang akan kesini kan nanti siang aku pesankan makanan jangan memasak ya atau kau akan lelah nanti sayang "


" hmm aku mengerti " tiffanny mengangukkan kepalanya, devan mengelus perut tiffanny sebentar.


" Papa pergi ya sayang, jaga mama ya "


tiffanny hanya bisa tersenyum melihatnya dia sangat suka ketika melihat devan yang bersikap seperti ini.


" Kau membuatku tidak ingin dirumah, aku ingin ikut denganmu" ujar tiffanny.


" benarkah ? kalau begitu aku juga mau sayang " goda devan.


" nanti saja , pergilah aku mengantuk lagi rasanya ingin tidur tapi kau melarangku tidur pagi-pagi. aku akan menonton saja."


" Yasudah aku pergi ya " pamitnya.


" hmm "


cup


devan mengecup kening tiffanny agak lama lalu tersenyum kemudian masuk kedalam mobil.


tin


tiffanny melambaikan tangannya kepada devan saat devan melajukan mobilnya pergi dari halaman rumah.


didalam mobil nampak devan terus tersenyum tak pernah sedikitpun dia tidak tersenyum karena kebahagian yang hadir padanya.


kurang apalagi baginya, tiffanny mencintainya dan kini mereka akan dihadirkan seorang anak.


foto kecil yang tergantung di gantungan itu bergelayutan terkena AC.



foto dua tangan yang saling menyatu mengingatkannya setiap hari untuk selalu bersama menggenggam tangan tiffanny.


" aku mencintaimu setiap hari dan setiap saat " ucap devan.


shittt


dia telah sampai dihalaman rumah sakitnya, dia parkiran segera lalu keluar dari dalam mobil.


" iya sayang tunggu mobilnya datang, kau lelah ya sini aku bantu "


seorang pasangan suami istri lewat dihadapannya menggendong seorang bayi kecil terlihat sangat mesra.

__ADS_1


" Rasanya tidak sabar untuk menggendongnya sama seperti itu " batinnya.


__ADS_2