Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Tentang Kebohongan


__ADS_3

keesokan harinya.


karena kemarin dia tidak jadi datang ke apartemen raka , jadi dia memutuskan untuk pergi hari ini. ini sudah siang dia membereskan berkas - berkas yang ada di mejanya.


kemudian rian masuk ke dalam ruangan fanny, dia bingung kenapa fanny membereskan laporannya. ini masih siang kenapa dengan dia pikirnya. diapun melangkahkan kakinya ke meja fanny.


" Semua ini ? kau mau kemana ?"


" Aku tidak akan kembali nanti, ada urusan diluar. " balas fanny yang masih sibuk membereskan laporan.


" Mau aku antar ?" tawar nya.


" Terima kasih , tapi tidak perlu. aku bawa mobil. "


" Tapi mau kemana ? jika dokter bertanya padaku dan juga nenek aku jawab apa ?"


" Ehh ... kau jawab apa saja , katakan apa saja tapi jangan bilang aku pergi sendirian. "


rian tambah bingung dengan permintaan fanny apakah ada sesuatu pikirnya.


" Aku pergi dulu " Fanny segera bergegas meninggalkan rian sendirian. rian merasa Diacuhkan oleh fanny dia memang seperti ini namun dia selalu memberi tahu kemana jika dia ingin pergi.


***


Tiffanny sudah berdiri di depan gedung apartemen yang menjulang tinggi itu, apartemen yang terlihat bersih dan rapi itu.


dia segera melanglahkan kakinya masuk kedalam dia menggunakan lift untuk naik ke atas , dia menekan angka 9 dia sudah tau nomor berapa apartemen milik raka.


ting


dia sudah sampai di lantai 9 sekarang, dia berjalan lurus diantara lorong itu dan seketika dia berdiri dihadapan pintu nomor 1001.


dia menekan bel nya dan langsung dibuka oleh raka.


" Kakak ! masuklah, aku menunggumu dari tadi. " dengan ramahnya raka menyuruhnya masuk kedalam.


fanny melepaskan sepatunya dan masuk kedalam, semuanya terlihat rapi namun dia tidak melihat tante christin pikirnya.


" Duduklah dulu kak, aku akan buat minuman "


" hmm " fanny duduk di sofa depan televisi itu sedangkan raka dia ke dapur dan membuka kulkas untuk membuat jus.


" Kau tidak bekerja hari ini ?" tanya fanny.


" tidak kak , aku meminta masuk malam. " jawab raka yang sibuk memeras jeruk.


" Tante christin ?"


" Oh itu ... ibu ada di dalam "


" Boleh kakak menemuinya ?"


" kenapa tidak ? pintu kamar dibelakang kakak itu adalah kamar ibu " tunjuk raka.


membuat fanny segera menoleh, dengan perlahan dia berjalan dan membuka perlahan pintu itu.


dia bisa melihat kaki yang berselonjor dan sampai dia bisa melihat wajah tante christin.


wajah wanita itu terlihat pucat dan tampak kurus.fanny mendekatinya dan memperhatikannya. begitu juga tante christin yang bisa mengenalinya.

__ADS_1


" Fa .... Ff a.. ".


" tante " gumam fanny.


tante christin mengeluarkan air matanya, dia berusaha menggapai tangan fanny. fanny mengerti jika tante christin ingin menyentuh tangannya diapun memegang tangan itu.


" mma...af "


fanny tetap diam, dia tidak bisa bicara lagi. kenapa bisa begini semuannya. dalam beberapa waktu saja semuanya berubah total. hubungan, keluarga dan kesehatan semuanya hancur.


sebenarnya apa yang terjadi, tidakkah semua ini terdapat sesuatu yang mencurigakan. dulu tante christin sehat segar dan cantik tapi sekarang terlihat lebih tua , kurus dan pucat.


" Ibu , ibu mau duduk ?" tanya raka yang datang membawa nampan minuman. dan dia kemudian menaruh nampan di meja lalu membantu ibunya untuk duduk , fanny membantunya mengisi bantal di area punggungnya.


" Ibu merasa bersalah kepada kakak, ibu pikir dia yang menyebabkan kakak harus berpisah dengan kak brian. dia selalu diam dan tidak mau bicara. jika kakak berbesar hati ... aku mohon maafkan semuanya "


tante christin terus menangis , dia benar - benar merasa bersalah.


" Itu semua sudah berlalu ... Brian sudah menikah, aku juga punya kehidupan sendiri. "


" tante ... lupakan semuanya. dan jangan merasa bersalah ... mungkin kami memang tidak bisa bersama. " sambungnya.


" Ja ... ga , ddiirimu ... deng-an bbbaik. " ucap tante christin dengan terbata - bata.


" Bbrian, Hharus meng-atakan ssemmuannya ddengan juj ...jur pa...da .. mu . " katanya lagi yang berusaha sekuat tenaga menyelesaikan perkataannya.


" Jujur ? tante ... aku sungguh tidak mengerti " tanya fanny dengan raut muka bingung.


" Tte ... mui dia , dan ... Ta-tanyakan "


" ibu , ibu jangan memaksakan diri. ayo tidurlah dan istirahat dulu ya " raka menidurkan ibunya lagi dan dia kemudian memberi kode berupa anggukan kepada tiffanny agar mereka keluar.


" Maaf kak , kondisi ibu masih lemah. dia juga baru bisa bicara beberapa hari ini " jelas raka dengan raut muka sedih.


" Aku mengerti. Tapi ... apa maksud tante mengatakan aku harus menemui brian ?"


" Ibu mungkin mengetahui sesuatu, kakak ... jika bisa , temuilah kak brian dan tanyakan semuanya. aku ingin menemuinya tapi kami tidak boleh menemui kakak, jika ada yang tau ... maka akan sulit untuk ku dan ibu. "


" Apa yang terjadi dengan semua ini ? aku tidak mengerti sama sekali, melindungiku ? mencari tahu kebenaran ?"


" kita akan tau setelah kak brian mengatakannya"


fanny menatap brian yang tertunduk itu, dia seperti merasa kesepian dan harus bekerja keras sama sepertinya dulu yang harus berjuang membangun kembali hotel papanya.


" Raka , kenapa ... kau bekerja menjadi kasir di cafe itu ?"


" oh itu. aku tidak punya pilihan lagi kak. di zaman sekarang sangat sulit mencari pekerjaan. "


" Kau mau pekerjaan ?" tawar fanny.


" ha ? " raka tercengang lalu dia kembali tersenyum.


" terima kasih kak, tapi aku tidak mau merepotkan kakak dan juga... aku ingin bekerja sesuai kemampuanku. "


" Maksudku ... datanglah ke hotel ku, aku hanya memberitahumu dan yang akan menerima mu atau tidak itu hanya bagian Humas. "


" Benarkah ? " tanyanya dengan semangat.


" ya " fanny mengangukkan kepalanya.

__ADS_1


***


di bawah gedung apartemen itu raka mengantar fanny sampai ke mobilnya. fanny sudah meninggalkan mobilnya raka tersenyum setelah fanny pergi.


" Kakak tidak pernah berubah, tetap menjadi wanita dingin yang baik. " gumamnya seraya tersenyum.


didalam mobilnya tiffanny terus berpikir apa maksud dari tante christin yang menyuruhnya datang menemui brian dan meminta kebenaran.


apa yang sebenarnya dia tidak tahu ? dia melihat semua yang terjadi dimana brian menghianatinya tepat di hadapannya. dan mengatakan tidak mencintainya lagi, apakah itu semua benar hanyalah kebohongan saja ?


namun bagaimana jika itu salah, tetapi bagaimana jika itu benar , apa yang dia haris lakukan. kembali bersama brian dan meninggalkan devan atau tetap dengan kehidupannya sekarang namun dia belum mencintai devan.


tin....


dia terkejut saat seseorang mengklakson mobilnya, dia menghentikan mobilnya sebentar dan mobil yang ada didepannya segera pergi.


dia menghirup nafas dalam dan kemudian kemudian kembali menyetir dengan kecepatan sedang.


tidak butuh waktu lama dia sudah sampai dirumah, mobil devan sudah terparkir rapi di dalam garasi. sehingga dia hanya memarkirkan mobilnya di depan saja.


dari balik pintu devan tau jika fanny kembali dan membukakannya pintu.


" Kau sudah pulang sayang ?" tanya devan sambil tersenyum. dan fanny langsung mengangukkan kepalanya.


" Aku sangat merindukanmu hari ini " devan memeluk fanny dan menaruh nya di dekapan dadanya.


" rasanya sangat tenang dan nyaman saat dia bersamaku. ada apa ini ? pelukannya terasa hangat. " batin fanny.


" Mari masuk. aku tadi membuat makan malam , langsung mandi saja dan turunlah kebawah. "


" hmm "


devan tersenyum lalu saat dia akan pergi ke dapur, tangan fanny memegangnya. devan tersenyum sembari menatap fanny dengan penuh tanya.


" Apa kau mau menemani keluar sebentar ?"


***


kini keduanya sudah ada di pinggiran kota , didepannya ada danau buatan yang indah dipenuhi gemerlap cahaya lampu.


kedua berjalan bersama beriringan, devan terus menggenggam tangannya. untuk pertama kalinya fanny memintanya meneminya keluar dan hal itu membuat sangat senang, dia tidak pernah memalingkan sedikitpun wajahnya saat menatap fanny yang terus diam itu.


" Mengajakku kesini , dan berjalan - jalan apa membuatmu tenang ?" gumam devan.


fanny sekarang menghadap devan dan menatapnya dengan dalam.


" Bagaimana menurutmu saat seseorang berbohong hanya untuk kebaikan yang lain , dan juga bagaimana menurutmu jika kebohongan orang itu menderita apa dia orang yang baik ?"


devan terkejut fanny tidak biasa mengatakan hal dan bertanya sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. dia berpikir fanny mungkin punya masalah.


" Sayang , saat kita berbohong maka tetap saja dikatakan bohong. bagiku ... tidak ada namanya bohong untuk kebaikan orang lain. jujur adalah penyelesaian dari sebuah masalah , kalau kita bisa jujur dan terbuka mengapa harus berbohong. "


" dan ... apa orang itu baik saat menutupi semua dengan kebohongan, tergantung siapa yang berbohong. tanyakan pada diri kita ... bagaimana pandangan kita terhadap orang itu . "


jawaban devan membuat fanny sontak terdiam, devan benar - benar orang yang penuh pemikiran dan tegas. dia juga salut bagaimana pemikiran devan yang sangat dewasa baginya.


" Lalu , bagaimana jika aku berbohong ? " tanya fanny


" Apa ... ada yang kau sembunyikan dariku sayang ? jika kau bohong tentu aku akan memarahimu, tapi kalau kau jujur dan mengatakan hal sepahit apapun kepadaku maka aku akan tetap menerimanya. tapi tentu saja ... jika ada sesuatu aku harap ... dirimu selalu mengatakannya kepadaku , karena kau istriku ... setiap ada masalah , kau lelah , pusing dan banyak pikiran katakan padaku dan aku akan berada disisimu untuk menemanimu. " katanya dengan lembut sembari tangannya mengelus wajah cantik tiffanny dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah itu.

__ADS_1


__ADS_2