Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Mengatakan Kebenaran ?


__ADS_3

" aku menunggu dari tadi disini " kata brian yang memecahkan keheningan didalam ruangan itu.


" kau mau apa ?" tanya fanny.


brian menatap nya lekat sedangkan fanny sama sekali tak menatapnya , wajahnya menatap kesampingnya.


" kau sudah mendengarnya bukan ... kalau ak"


" ya , aku sudah dengar. Pak samuel sudah memberikan semuanya padamu , apa kau mau mencabut saham milikmu disini , jika benar kau urus dengan rian saja " potong fanny


" kau selalu berpikir aneh - aneh , fanny ... sekarang kita mitra bisnis. kau tidak bisa bersikap seperti sekarang padaku " kata brian yang mulai berdiri dari duduknya selama bicara dari tadi dia baru melihat keberadaan rian.


" maaf pak rian apa kami boleh bicara berdua saja ?" tanya brian.


" dia tidak akan pergi , rian tetaplah disini " ujar fanny.


" sesuai keinginanmu " ujar rian.


" baiklah , aku ingin memberitahumu sekarang kalau aku akan membeli saham pak pramono sebesar 10 % yang dia investasikan disini " ungkap brian.


" pak pramono menjual sahamnya ?" tannya tiffanny yang memastikan itu.


" ya , dia sudah tua untuk apa terus bekerja. jadi aku memutuskan untuk membelinya " jawab brian.


" kau tidak bisa seperti itu pak brian , masih ada beberapa pemegang saham yang lainnya dan kau harus menerima persetujuan mereka dahulu " kata rian.


" katakan apa maksudmu ?" tanya fanny dengan dingin.


sekarang wajahnya berani untuk menatap brian dengan lekat , begitu juga brian menatapnya dengan dalam.


" tidak ada " jawab brian enteng.


" kau mau menghancurkan sesuatu lagi ?" tannya fanny.


" tidak " jawab brian.


" lalu apa ... katakan sekarang " tanya fanny lagi.


" kau akan tau jika waktunya tiba " jawab brian.


fanny hanya membuang nafasnya kasar , ingin sekali rasanya dia mengatakan segala yang ada dipikirannya sekarang tapi dia masih bisa menahannya.


brian juga tau bagaimana sekarang tiffanny memandangnya sebagai orang jahat, tapi dia tidak peduli wajahnya menggambarkan ketidakpeduliannya.


" pergi " usir fanny.


" kau mengusirku ?" tanya brian.


" pergiiii " teriak fanny.


" Brian keluarlah jangan menggangunya lagi " kata rian yang mendekati brian .


" ya .. aku akan pergi sekarang , tapi dengarkan aku fanny.setelah ini kita akan terus bertemu mulai sekarang entah kau suka atau tidak tapi itulah kenyataannya. " kata brian lagi.


Brakk


pintu ruangannya terbuka begitu saja , disana sudah berdiri nenek , devan dan kedua orang tua devan. melihat brian disitu nenek tidak percaya akan pandangannya sekarang.


brian dan rian menoleh kearah sekumpulan orang itu , sedangkan tiffanny tidak tau kalau ada neneknya disana. dia masih shock untuk ucapan brian.


" fanny aku pergi , kita akan bertemu lagi nanti " kata brian .


setelah mengatakan itu dia langsung pergi begitu saja , devan masih berdiri di samping nenek. dan nenek berbalik melihat brian yang sudah keluar itu.


" rian kenapa brian disini ?" tanya nya.

__ADS_1


" brian ?" pikir anja.


" bukankah dia itu kekasih fanny dulu " ucap anja.


" ya , dia orangnya " kata nenek yang membenarkan anja itu.


" fanny apa yang dia lakukan disini ?" tanya nenek.


fanny tak mengatakan apapun dia tidak ingin neneknya tau apa yang terjadi pada dirinya sekarang hingga neneknya harus melakukan sesuatu yang mungkin akan melukai nenek sendiri.


" Nek , rian kemari hanya untuk mewakili pak samuel yang seharusnya datang sekarang , hanya menandatangani berkas saja " ucap rian bohong dia tau fanny diam karena tidak ingin mengatakan pada nenek.


" benarkah?" tanya nenek yang tak mempercayai ucapan rian.


" benar nek ... dia kesini hanya untuk itu " jawab fanny yang membalikkan badannya.


devan memperhatikan wajah fanny yang tampak pucat itu, dia bisa merasakan sesuatu terjadi pada fanny.


" Nek , bu tiffanny akan keluar sekarang , ada meeting di hotel Xuri " jelas rian.


" fanny , pulanglah kerumah nenek nanti, nenek pulang dulu jaga dirimu baik - baik ya " ujar nenek.


" hmm " fanny mengangukkan kepalanya.


" fanny , bibi dan paman pulang dulu ya. sepertinya lain kali saja kelilingnya " kata hars.


" iya paman "


***


brian menepikan mobilnya di sebuah jembatan yang sangat sepi untuk pengguna jalan , dia memarkirkan mobilnya dan keluar dari sana.


dia berdiri di pagar pembatas dan tangannya membuka ponselnya. walpaper yang dia gunakan masih wajah tiffanny. wajah wanita yang mungkin masih mengisi hatinya.


dia menatap ponsel itu mengusapnya lembut " maaf " gumamnya.


drttt .... drrrtt


Agatha Calling


sedikit lama dia mengangat nya tetapi dia masih mengangkat telpon dari agatha " halo " ucapnya.


***


sesampainya dirumah sakit devan kembali keruangannya karena sudah tidak ada jadwal lagi dia hanya berdiam diri diruangannya tannganya menyatu dimeja itu .


" Brian dan Fanny, apa mereka masih mempunyai hubungan lagi "


" tapi wajah fanny sepertinya sangat marah pada brian. tidak mungkin aku tau fanny orang yang seperti apa "


" ada apa sebenarnya dengan hubungan masa lalu mereka , bagaimana mereka mengakhiri hubungan yang sudah cukup lama itu .." pikirnya.


" mikirin apa kamu ? pasti wanita kan " selidik dion yang muncul dari balik pintu.


" dion bagaimana menurut mu , jika kita berpacaran lama dengan seseorang lalu tiba - tiba kita memutuskan untuk menikah tetapi dalam sekejap semuanya batal dan bubar begitu saja ? " tanya devan.


" he , yang kau tanyakan ini pasti tentang tiffanny kan " ujar dion.


" bu.. bukan " telak devan.


" sudahlah devan kau itu punya rasa terhadap tiffanny , sampai - sampai kau ingin mencari tahu tentang masa lalunya " ujar dion.


" aku hanya bertanya jika tidak tau lebih baik diam " kata devan yang mulai kesal.


" jika kau mencintainya , yang harus kau lakukan bukan mencari tahu masa lalunya. tetapi kau harus memberinya masa depan " kata dion.

__ADS_1


" katakan saja menurutmu " ujar devan.


" kalau menurutku sih kalau tidak ada orang ketiga ya ... ada rahasia besar yang mungkin ditutupi dari salah satu mereka "


" tetapi menurutku sih lebih dominan ke orang ketiga , jika aku lihat - lihat tidak mungkin ada yang mereka tutupi" sambung dion.


" apa kau punya otak ? jika punya selingkuhan mana mungkin diberitahukan semuanya dirahasiakan. jadi menurutmu orang ketiga lah penyebab mereka putus " balas devan.


" ya " dion mengangukkan kepalanya.


***


sore harinya dikediaman nenek ji ,


nenek sedang menyiram tanaman kesayangannya yaitu bunga mawar merah , tidak ada lagi kegiatan nenek kecuali yang satu ini.


namun dari arah gerbang depan sana terlihat mobil putih BMW memasuki halaman rumahnya, dia tidak mengenal mobil ini sebelumnya karena memang tidak pernah ada seseorang yang masuk menggunkann mobil itu sebelumnya kecuali mobil tiffanny itupun warna berbeda.


seseorang turun dari mobil, kaki jenjang putihnya memakai heels berwarna hitam tinggi dia keluar dari dalam mobil matanya tertutupi oleh kacamata hitamnya.


" siapa ?" tanya nenek.


dia melepaskan kacamatanya , tak disangka dia adalah agatha samuel istri brian dan seorang anak dari CEO terkenal pak Samuel.


agatha tersenyum miring dan matanya mengedarkan keseluruhan tempat , lumayan pikirnya melihat rumah besar dan halaman besar ini.


" agatha samuel istri brian " ucapnya langsung tak bertele - tele.


" apa ? kau istrinya brian " kata nenek yang tak percaya atas kehadiran agatha.


" untuk apa kau kerumah ku " tanya nenek dengan nada ketus.


" ingin memberitahumu agar bisa menasehati cucumu , untuk tidak pernah menemui suamiku lagi " jawabnya sombong.


" menemuinya ? kau salah nona suamimu yang menemui cucuku " nenek tersenyum miring mengatakan.


" terserah tapi nenek harus tau , aku istri brian secara sekarang. bukan cucumu , cucumu hanya masa lalunya dan aku masa depannya ... "


" kau wanita tidak tahu , apa kau tau artinya itu ?"


" apa ?"


" wanita yang tidak punya rasa malu , merebut kebahagiaan wanita lainnya. aku tidak menyalahkanmu saja , tetapi menyalahkan laki - lakinya juga "


" jaga tutur katamu nek ... jika tidak ingin mendengar sesuatu yang lebih menyakitkan dari sebelumnya " ancam agatha.


" kau mengancamku ?" tanya nenek.


" tidak , aku tidak mengancam orang yang akan mati sepertimu " jawab enteng agatha.


" pak semuel memiliki seorang putri sepertimu apa dia tidak sengsara hidupnya , anak perempuan yang dia banggakan seperti ini "


" jangan membawa - bawa nama ayahku " teriak agatha.


" pergilah dari sini dan jangan datang kemari lagi ataupun menyentuh cucuku sedikit saja , jika tidak aku akan melakukan sesuatu terhadapmu " ancam balik nenek.


agatha terkekeh mendengarnya pikirnya bagaimana mungkin seorang wanita tua seperti nenek akan bertindak. dia tidak tau seperti apa nenek ji kalau sudah marah.


" kau ingin tau dibalik perpisahan cucumu dan suamiku ?" tanya agatha.


" pikirkan ... tidak akan ada yang memberitahumu disini kecuali aku sendiri , kau bertanya - tanya bukan " sambung agatha lagi.


agatha benar , tidak ada yang akan mengatakan kebenaran ini . karena fanny dan brian tidak akan pernah mengungkapkan perpisahan sesungguhnya.


" katakan apa yang terjadi " tekan nenek.

__ADS_1


" baiklah ... aku akan mengatakannya "


__ADS_2