Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Misi Yang harus Selesai


__ADS_3


tiffanny benar - benar datang siang ini , dia menatap devan seolah - olah dia akan menerkamnya. siang ini dia lupakan segala urusannya .


di hotelnya para calon investasi sedang menjalani rapat . seharusnya tiffanny hadir karena dia lah yang akan menentukan siapa saja nanti yang akan dia pilih. tapi semuanya dia serahkan ke rian begitu saja.


entah tahu dari mana tapi saat seseorang menelponnya dia bergegas ke kantor polisi. tidak peduli akan nyawanya mobil yang dia gunakan dia bawa dengan kecepatan tinggi.


" sayang "


" apa aku berhalusinasi "


kaki tiffanny melangkah dekat dengan tubuh devan , sampai hanya dalam jarak 10 cm saja keduanya saling berhadapan.


" Kau menghilangkan satu point dari kriteria pacar yang kusukai. " ucap tiffanny.


" sayang , aku ... "


" Apa kau sudah bosan hidup denganku ha ? hei devan , kau tau aku begitu mengkhawatirkanmu " matanya kini mulai berair karena terus menatap devan tanpa berkedip.


" sayang aku tidak bermaksud begitu " dia menarik tiffanny kedalam pelukannya. beberapa polisi dan orang yang lewat hanya memperhatikannya saja.


" maaf , tadinya aku ingin menemuimu dan mengatakannya langsung. tapi aku baru saja keluar " jelasnya dengan lembut seraya mengusap punggung tiffanny agar tenang.


" Aku meninggalkan rapat penting ku karena dirimu , tapi kau .. " fanny tidak mau melanjutkan perkataannya , dia sudah menangis sekarang.


" maaf ... maaf , aku sudah membuatmu khawatir. sekali lagi maafkan aku "


seorang remaja perempuan diam - diam memvideokan adegan sepasang suami istri itu.


***


di sebuah taman kota bandung itu , keduanya duduk bersama di kursi putih dengan pemandangan air mancur dihadapannya.


Devan senang mengetahui tiffanny yang khawatir padanya. rasa takutnya menjadi hilang karena tiffanny. dia terus membelai lembut rambut tiffanny dengan tangannya , sedangkan tiffanny hanya diam memperhatikan air mancur itu.


" Sayang , bagaimana kau tau aku ada di kantor polisi ?" tanya devan lembut.


" Aku akan tau semua yang harus kuketahui " jawabnya tanpa memandang devan.


devan hanya tersenyum mendengar " aku senang sekali , akhirnya istriku mengkhawatirkan aku. ada hikmahnya juga , disaat aku punya masalah begini akhirnya istriku memperhatikanku. kalau begitu haruskah aku terkena masalah terus agar istriku mau memperhatikan aku ?"


tiffanny menatap devan tanpa berkedip sekarang " Kau memang benar - benar sudah tidak waras. jika kau masuk penjara bagaimana dengan diriku ha ? apa aku akan menjadi jandamu ?"


fanny hampir menangis mengatakannya, dia tidak ingin melihat devan sekarang.


" Mana mungkin aku membiarkan istri secantik dirimu menjadi janda. bisa - bisa jadi incaran duda dan para perjaka " devan berusaha menghibur fanny sekarang , dia merasa bersalah padanya.


" devan " ucap fanny .


" hmm "


" Aku , tidak akan membiarkanmu menerima hukuman untuk perbuatan yang tidak kau lakukan. dengar ... jika nanti sesuatu terjadi padaku , jangan temui aku dan jangan mencariku. aku ... akan melakukan sesuatu untuk membersihkan nama baikmu. "


devan mengernyitkan dahinya dan menatap tiffanny dengan wajah penasaran kenapa istrinya berkata seperti itu.


" Secara tidak langsung , akulah yang membuatmu dalam posisi ini. maaf ... karena diriku , harus seperti ini. "


" sayang ... "

__ADS_1


" tidak devan , kali ini. aku tidak akan mendengarkanmu. biarkan aku melakukan sesuatu yang aku tahan selama ini. "


" apapun yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku. aku tidak akan mengizinkannya maupun memaafkanmu , kali ini jika kau melanggar aturanku ... hukumanmu bukan hanya sekedar hukuman biasa , aku akan membawa mu pergi dari tempat ini " sergah devan.


tiffanny tidak menjawabnya , dia menatap devan dengan senyuman kecilnya. devan kembali memeluknya seperti takut akan kehilangan tiffanny.


" malam ini , aku akan pergi ke luar kota. ada urusan mengenai hotel "


devan melapaskan pelukannya itu lagi , dan menatap tiffanny.


" Sendirian "


mendengar itu kenapa hati devan gelisah , wajah tiffanny seperti menunjukkan sesuatu yang berbeda kali ini.


***


malam harinya


Devan terus memikirkan tiffanny , dirumah itu dia sendiria. dia sudah mengantar tiffanny ke bandara , dia pikir tiffanny benar - benar kebandara untuk keluar kota dia tidak tau apa yang direncanakan tiffanny.


dia tidak bisa melakukan hal dengan tenang sekarang, duduk gelisa , berdiri pun gelisah bahkan untuk tidur rasanya selalu mengingat tiffanny.


Aku , tidak akan membiarkanmu menerima hukuman untuk perbuatan yang tidak kau lakukan. dengar ... jika nanti sesuatu terjadi padaku , jangan temui aku dan jangan mencariku. aku ... akan melakukan sesuatu untuk membersihkan nama baikmu.


" apa maksud dari perkataanmu sayang, kenapa rasanya seakan kau akan pergi jauh dariku. "


drtt...drtt


" saling mendukung dikala situasi yang menegangkan , Pebisnis Cantik Tiffanny Wang dan sang suami seorang dokter banjir pujian "


ponsel devan bergetar , sebuah video youtube diunggah oleh seseorang yang tak kenal, itu adalah kejadian mereka tadi siang.


" Aku jadi tidak yakin jika dia benar - benar melakukannya "


" istri mana yang tega melihat suaminya sedang dalam masalah , tiffanny wang memang terbaik "


" aku terharu "


" manis sekali "


" keduanya sangat cocok , ini seperti pasangan impianku "


***


brian di dalam apartemennya menonton video itu , dia cemburu tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur.


tetapi dia juga kasihan dengan hubungan tiffanny sekarang, dia tidak bisa membantu tiffanny di kala seperti ini.


raka selalu memperhatikan tingkah kakaknya , sama seperti brian , raka juga mencemaskan hubungan tiffanny sekarang.


andai saja salah satu dari mereka berempat ada yang mengalah , semua ini tidak akan terjadi. pada akhirnya yang terkena imbasnya adalah kak tiffanny.


***


Brak


pintu kasino itu terbuka lebar , tiffanny melangkahkan kakinya kedalam sana. dia berdiri menatap apa yang semua orang lakukan di dalam kasino ini.


dengan pakaian yang cukup seksi , dia berani masuk kesana kakinya mulai menuruni anak tangga.

__ADS_1



" ehem ... ehem " seorang pria dari belakang datang mendekatinya.


" berhati - hatilah " bisik micheal.


" kau juga "


seperti tak saling kenal keduanya mengikuti kegiatan para perempuan disana , banyak pria maupun wanita yang minum maupun berjoget menikmati alunan musik.


namun banyak wanita yang sedang bergelanyut manja pada seorang pria , dari pria muda maupun dewasa. wanita itu seperti wanita yang tidak punya harga diri , demi uang mereka melakukan hal itu.


dia memposisikan antingnya dengan benar , anting itu dia sudah merancangnya dengan kamera kecil untuk mengintai segala aktivitas disana.


micheal sedang menjalankan tugasnya , dia sedang dirayu oleh para perempuan. target nya adalah sheira tapi nampaknya sheira belum ada ditempat ini.


" hai , boleh kenalan ?" seorang pria menyentuh bahu tiffanny, membuatnya terkejut sampai dia ingin menamparnya rasanya.


hanya matanya yang melotot ke arah pria itu namun dia harus ingat dimana tempat ini.


" halo " jawabnya seperti wanita - wanira murah senyum.


" kau , wanita seperti mereka kan ?" ujar pria hidung belang itu


" ha ? "


" hei , aku tau kau sama seperti perempuan cantik disana. cantik tapi murahan , ya kan. aku jatuh hati pada kecantikanmu , bagaimana kalau ... ke atas "


fanny benar - benar ingin menampar pria ini sekarang, dibandingkan dengan pakaian wanita disana. dia masih sedikit tertutup dan masih dikatakan sama dengan perempuan itu.


" Maaf , aku baru datang dari luar kota. aku baru kali ini kesini. jadi ... disini ada pekerjaan seperti itu juga ?" tanyanya dengan lembut seakan menggoda.


" ck , kalau begitu mari kita mengobrol disana " pria itu merangkul pinggang tiffanny begitu saja. dia agak risih sehingga melepaskan pelukan pria itu. pria itu tetap kekeh ingin merangkul pinggangnya.


mereka duduk di bar, pria itu menawarinya bir tapi tiffanny menolaknya dengan halus.


" jika kau baru disini , artinya ... kau tidak tau apa pekerjaan disini ?"


" hmm begitulah "


dia melirik micheal yang sepertinya juga tidak nyaman dengan wanita - wanita yang merayunya.


" aku sudah lama mengenal tempat ini , wanita - wanita disini semuanya berkualitas. tapi ... ada satu , yang paling top disini " jelasnya sambil meminum menatap tiffanny dengan mesum.


" siapa ? apa kalah dengan ku ?"


" tentu saja tidak , malah dia yang kalah denganmu saat ini. jika kau masuk pasti dia tersingkir " bisiknya di telinga fanny.


fanny menjauhkan sedikit tubuhnya " siapa namanya ?"


" sheira , wah ! dia paling populer bagi para pria disini "


sheira , ya . itu nama yang kucari saat ini , pria brengsek ini ada gunanya juga.


" lalu dimana dia ? aku ingin lihat sehebat apa dia ?"


" 3...2...1 " pria itu menghitung mundur sampai semua orang bersorak bertepuk tangan.


" sheiraaaa !!! " teriak semua orang.

__ADS_1


mendengar itu membuat tiffanny menoleh , wah dia terkejut melihatnya. pakaiannya sangat terbuka sekali , dia tidak mencerminkan seorang wanita yang berpendidikan tinggi yang menjunjung harga diri.


__ADS_2