Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Kau Cemburu


__ADS_3

devan memelotokan matanya ketika mendengar fanny mengajak menikah laki - laki itu, bagaimana dengannya pikirnya. tangannya mencengkram kuat tembok yang dia sentuh saat ini.


" sekarang " sambung fanny.


" ha ? sekarang , bagaimana bisa" sontak micheal terkejut dan membelalakkan matanya.


" ya ! sekarang. jika tidak bisa yasudah tidak jadi, tutup pintunya setelah kau pergi aku ingin tidur " kata fanny sambil berdiri.


" bagaimana bulan depan saja , agar aku bisa menyiapkan semuanya dengan baik " kata micheal.


" tidak mau. kau sudah menolaknya tadi " tolak fanny dan segera bergegas naik kekamarnya. melihat fanny berjalan kearahnya devan pun memundurkan tubuhnya dan bersembunyi.


" sabar micheal sabar , dia memang begitu suka mempermainkanmu. dia juga sering menolakmu tenang ... tenang " ucapnya dengan pasrah.


***


didalam kamarnya tidak tau apa yang harus dia lakukan , dia hanya duduk di pinggiran ranjang. tidak ada teman yang harus diajak bicara , tidak ada nenek yang akan mengelus kepalanya hari ini. tapi dia sudah biasa sebelumya , bahkan dirumah nya saja dia selalu sendirian.


tok ... tok ... tok


dia mengernytkan dahinya , siapa yang pintu kamarnya pikirnya. " tunggu " ucapnya.


ceklek


" devan " gumamnya.


" hmm , boleh masuk ?" tanya devan.


" eh oh iya silahkan " ujarnya.


fanny membiarkan devan masuk kedalam kamarnya , dia berdiri di dekat lemari sedangkan devan berdiri di tengah - tengah kamarnya.


" mau pergi denganku nanti sore ? " ajak devan.


" maaf aku sudah janji dengan rian nanti sore " tolak fanny.


" janji apa ?" tanya devan yang ingin tau itu.


" sebenarnya , kami berjanji untuk bermain Figurre Skating bersama"


" oh boleh aku ikut ? " tanya devan yang tak akan membiarkan fanny berduaan dengan rian diruangan tertutup itu nantinya.


" ya " fanny mengangukkan kepalanya.


" aku pikir kau bekerja " ujar fanny.


" aku tidak pernah kerumah sakit saat hari minggu , aku tadi membeli makanan untukmu dan untukku. tadinya aku ingin mengajakmu makan bersama " kata devan yang mengangkat paper bag itu.


" tadi aku sudah makan"


" tidak masalah aku akan menyuruh bi kali menyimpannya untuk kita makan nanti siang "


" istirahatlah kau pasti lelah kan , aku tidak mengganggu waktumu lagi " sambung devan.


" iya "


devan ingat dia belum bertanya siapa pria tadi , dia ingin bertanya langsung dan sangat penasaran akannya. dia melirik ke belakang tetapi sepertinya fanny membutuhkan waku untuk istirahat. pikirnya nanti saja , toh nanti sore mereka akan bertemu nanti.


sore harinya


Rian sudah datang memakai pakaian serba hitam dan sepatu skating putih , dia sudah menunggu diruangan figure skating seorang diri disana.

__ADS_1


ini baru pukul 4 sore , waktu yang dijanjikan masih setengah jam lagi. Rian dan fanny memang sering bermain figure skating bersama. tetapi sekarang dia sudah lama tidak bermain dan sekarang akhirnya punya waktu lagi.


didalam kamarnya fanny sudah mengganti pakaian menggunakan dress warna ungu muda pendek dan bentuk yang pas ditubuhnya. rambutnya yang dia kuncir membuatnya sangat cantik.


ceklek


" devan " ujarnya yang ternyata devan ada di depan pintu kamarnya , devan hanya tersenyum lebar karena dari tadi dia memang menunggu fanny.


" kau sudah lama disini ?" tanyanya.


" hmm tidak baru saja , kamar kita kan berhadapan " ucapnya seraya menggelengkan kepala.


" ayo , rian sudah menunggu " kata fanny.


" hmm " mereka berdua pun berjalan bersama , mereka menuruni anak tangga bersama hingga masuk kedalam ruangan itu pun bersama.


saat pertama kali masuk hawa dingin mulai menyeruak kedalam tubuh , mereka terus berjalan sampai pada akhirnya fanny melihat rian bermain seorang diri.


" fanny cepatlah ketengah , semalam aku banyak melihat video skating baru " ujarnya yang terus bermain di dalam es itu.


" kau tidak ikut ?" tanya fanny melirik devan.


" duluan saja , sebenarnya aku tidak bisa ... hanya ingin melihatmu " jawab devan.


" baiklah kau duduk saja disini , jika kau kedinginan tekan penghangat tubuh ditempat yang kau duduki itu " jelas fanny.


fanny mulai turun ke pinggiran es , dia memakai sepatunya yang berwarna putih. dia mulai bermain pelan untuk permulaan. lambat laun permainan itu mulai menarik karena dia mengelilingi es dengan berputar dan kedua tangannya dia angkat ,


" fanny mari kita berduet " ajak rian.


rian menjulurkan tangannya ,fanny menerima juluran itu , rian membuatnya berkeliling ditengahnya dan kemudian mengangkat tubuh fanny.


wajah devan memerah melihat rian menyentuh pinggang kecil fanny dan mengangkat tubuhnya. lalu rian mengajak fanny untuk naik ke atas dengkulnya , fanny menerimanya dan berdiri di atas kaki rian.


kedua orang itu terkejut lalu rian menurunkan fanny , mereka berdua menatap rian dengan seribu pertanyaan " ada apa ?" tanya rian.


" eh tidak , tapi apa itu perlu , mengangkat tubuh fanny dan kau tadi menekan kepala fanny kewajahmu " tanya devan.


" bermain figure skating memang seperti itu " kata fanny.


" tapi aku rasa masih banyak cara yang lain " titah devan.


" fanny ayo sekali lagi , bagaimana dengan iringan lagu ?" tanya rian.


" boleh "


rian beralih ke pinggir , dari tiang itu tersambung otomatis dengan musik yang akan dibunyikan. dia menyetel lagu " Runaway " dari AURORA.


mereka berdua pun bermain lagi , namun kali ini lebih dekat dari yang tadi. dimana fanny memeluk rian dari belakang sambil berputar dan rian menarik tangan fanny hingga kini posisinya berubah menjadi dihadapan rian.


wajah mereka berdua kian dekat tak kala rian menempelkan dahi mereka bersamaan.


" kenapa ini lebih intim lagi , dia memanfaatkan nya untuk dekat dengan tiffanny " umpat devan dalam hati.


" jika saja aku bisa melakukannya , aku pasti akan membuatnya lebih baik denganku " sambungnya.


permainan pun selesai , kini mereka berdua duduk bersejajar. fanny berada di tengah , devan kanan dan rian sebelah kiri.


" menyenangkan bukan , ini sudah lama sekali. mari kita bermain lagi nanti " kata rian.


" baiklah "

__ADS_1


" tidak boleh " tegas devan membuat rian dan fanny menoleh kearahnya.


" kenapa kau melarangnya ? dia menyukainya " tanya rian.


" ma ... maksudku , tidak boleh terlalu sering bermain , suhu tubuh yang terus dingin akan membuat pertahanan kekebelan tubuh tidak baik " eles devan.


" oh begitu , tapi aku baru dengar " kata rian.


" kau sekarang sudah mendengarnya " timpal devan.


" leonardo micheal sudah kembali , dia ada disini tadi apa yang dia lakukan ?" tanya rian.


" seperti biasa mengajak menikah " jawab fanny pelan.


" dia tidak sama sekali menyerah " saut rian.


" bagaimana nanti jika dia melamarmu di nenek dan nenek menerimanya ? " tanya rian yang ingin tahu.


fanny melirik rian sesaat lalu menatap kembali kedepan.


" kau cemburu " ujar fanny.


" eh aku ... aku "


" Aku tidak akan menikah sekarang " potong fanny saat rian belum menyelesaikan perkataannya.


rian tersenyum kecil mendengarnya entah kenapa dia sangat bahagia. devan tau sekarang rian tersenyum dia juga tau sekarang kalau rian juga mencintai fanny.


" aku sudah selesai , rian tunggulah di depan aku akan membereskan barangku dulu " kata fanny sambil pergi itu.


" baiklah " teriak rian.


" mau kemana dia ?" tanya devan.


" Dia sudah lama tidak pulang kerumah orang tuanya, dia ingin menginap disana " jawab.


" kau menyukai tiffanny ?" tanya devan.


" aku sudah lama ditugaskan untuk berteman , dan melindunginya. walaupun ada brian dulu tetap saja aku harus selalu berada dekat dengannya. tidak ada alasan diriku untuk tidak menyukainya " jawab rian dengan biasa saja , dia pikir devan bertanya karena tidak tau hubungan mereka.


***


" fanny apa kau akan menginap dengannya disana ? hanya berdua saja ? apa tidak lebih baik menunggu nenek pulang dulu ? " tanya devan dengan berbagai pertanyaan karena takut fanny dan rian akan saling jatuh cinta.


" devan apa maksudmu , aku akan tidur sendirian disana rian hanya mengantar saja , lagipula dia punya apartemen sendiri " jawab fanny.


" aku pergi , bi aku pergi " pamitnya pada devan dan juga bi kali. dia dan rian pun segera pergi meninggalkan rumah.


sudah sangat lama dia tidak kerumah mama dan papanya , rasanya sudah sangat merindukannya. jika saja nenek membiarkannya tinggal dirumah itu mungkin dia akan tetap disana.


" Maaf fanny aku akan mengantarmu sampai depan saja , hari ini aku harus menemui beberapa teman lama "


" iya tidak masalah "


tak butuh waktu lama , mereka sudah sampai di rumah itu, fanny turun terlebih dahulu dengan membawa tas sedang di tangannya.


dia langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam , tak lupa membuka kunci rumah. sudah hampir 1 bulan tidak kemari tetapi semuanya masih rapi.


karena ini sudah jam 7 malam dia masuk kedalam kamarnya dan mengganti pakaian tidur. setelah itu juga dia mencuci wajah dan menggosok giginya.


dia keluar dari kamar dan terkejut ada devan yang sudah duduk di sofa nya.

__ADS_1


" Kenapa kau ada disini ?" tanyanya.


" Nenek sudah pulang , katanya aku harus menemanimu disini " jawab santai devan.


__ADS_2