
" devan "
" tidak masalah sayang , apa masih mau muntah hmm ?"
tiffanny mengangukkan kepalanya , lalu mereka berdua masuk kekamar mandi rumah sakit dan menuntaskan muntahan itu.
dan sekarang setelah selesai tiffanny tertidur di ranjang rumah sakit sedangkan devan sedang membersihkan kemejanya di dalam lalu kembali mengelapnya dengan tisu.
" maaf , gara - gara aku "
" sayang , seperti apa saja. ini tidak sebanding dengan yang akan kau berikan kepadaku " jawab devan sambil tersenyum.
" mak-sudmu ?"
devan membuang tisue kedalam kotak sampah dan menghampiri tiffanny.
" sayang " dia mengelus tanggan tiffanny dan mencium lagi kening tiffanny.
" ada apa devan ? apa aku sakit lagi ?"
" tidak tentu ... saja tidak "
" lalu apa ?"
" kau hamil sayang "
" ah hamil "
" iya "
" apa ?"
devan mengernyitkan dahinya " sayang "
" ha - hamil ? "
" iya sayang , sebentar lagi dokter akan datang dan meminta urine mu , aku bahagia sekali terima kasih ya sayang " ucapnya dengan tulus kepada tiffanny.
devan membawa tangan tiffanny ke perutnya sendiri dan mengelusnya lembut " sayang , ini mamamu. rasakan sayang , didalam sini ada kehidupan " devan mengatakannya dengan pelan tiiffanny mengelusnya perlahan walaupun tidak tau apa yang dia rasakan tapi bagaimana pun juga didalam sini ada kehidupan.
" permisi , bu tiffanny bagaimana keadaan anda ? " tanya dokter perempuan tadi.
" aku merasa ( menatap devan ) "
" katakan sayang "
" tubuhku lemas dan terus ingin muntah "
" baiklah sekarang tolong isi ini dengan urine kita akan mengetesnya lagi "
devan menerimanya , tiffanny hanya menatapnya " tidak apa " ucap devan.
setelahnya tiffanny menyerahkan hasil urinenya , dia kembeli duduk di ranjang. tidak tau bagaimana perasaannya sekarang sangat campur aduk sehingga dia tidak bisa mengeluarkan banyak kata.
" apa masih lama ?" tanya kepada devab
" sebentar lagi ada apa hmm ?" tanya balik devan dengan mengelus kepala tiffanny.
" aku ingin segera pulang dan istirahat dirumah. aku akan tambah mual jika mencium obat - obatan disini. " katanya dengan wajah tak suka.
" tunggu sayang "
tiffanny menyenderkan kepalanya di bahu devan dia merasa sangat lemas dan mual . ada rasa kasihan dalam diri devan melihat tiffanny yang awalnya saja sudah kesulitan seperti ini.
ceklek
" dokter devan "
" bagaimana ?"
" hasilnya positif , namun dokter harus benar - benar menjaga istrimu. dia tidak boleh terlalu lelah juga stress berlebihan. "
" terima kasih dokter "
__ADS_1
" saya permisi dulu dokter "
" iya "
perasaannya sangat gembira saat ini tidak bisa dibayarkan dengan apapun. berbeda dengan tiffanny yang memejamkan matanya saja.
***
sesampainya dirumah tiffanny memutuskan untuk tidur di ranjangnya, devan yang habis dari kamar mandi langsung memakai pakaiannya.
melirik jam yang baru pukul 7 malam , dia pun mengambil kunci mobilnya. dia kunci pintu dari luar rumah sehingga dia tidak merasa khawatir.
kemudian sesampainya disebuah minimarket dia menelusui bagian susu , matanya melirik setiap merk dan juga varian rasa.
dari banyaknya merk dia hanya tertarik dengan susu kotak berwarna ungu muda dan putih dan membelinya dengan 3 varian rasa.
setelah selesai berbelanja dia kekasir untuk membayarnya.
" Semuanya Rp. 350.000 ribu rupiah pak "
dia mengeluarkan kartu debitnya sehingga kasir itu langsung memprosesnya.
" terima kasik pak , selamat datang kembali. " ucapnya setelah selesai melayani devan.
***
" sayang " panggil devan lembut saat sampai dikamar mereka , tiffanny masih tertidur pulas saat ini.
" sayang bangun dulu , kau harus makan hmm "
dia membawakan bubur ayam di nampan itu tak lupa ada susu yang telah dia buat khusus untuk ibu hamil.
" tidak mau " lirih tiffanny.
" harus dilawan sayang, jika tidak makan kau akan sakit juga anak kita akan kelaparan " dirinya terduduk di dekat kepala tiffanny , masih dalam keadaan terpejam.
" sebentar lagi " lirihnya lagi.
" hoek "
" hoek "
" sayang buka pintunya ! " ucap devan sambil menggedor - gedor pintunya.
" hoek "
" hoek "
" ah " dengan nafas yang terengah - engah dia merasa lega setelah mengeluarkan semuanya padahal hanya suaranya saja tidak ada makanan yang keluar.
brak
devan membukanya dengan kunci serep lalu menghampiri tiffanny yang berdiri dekat wastafel.
" Dokter memberikan obat anti mual , ayo diminum agar tidak terlalu sering " ajak devan.
tiffanny mengangukkan kepalanya dan lagi - lagi devan membantunya untuk duduk di ranjang.
" makan dulu sayang , lalu minum susunya. aku sudah membelinya untukmu dan anak kita "
akhirnya dengan dibujuk seperti itu tiffanny barulah mau makan , walaupun terpaksa dia harus memikirkan anak yang sedang dia kandung saat ini.
" kau darimana saja tadi ? aku mencarimu " tanya tiffanny.
" membeli susu ibu hamil untukmu , istriku harus tetap sehat agar bayinya juga ikut sehat. sayang ( mengelus pipi tiffanny ) terima kasih ya , aku tau membuatmu menderita dengan ini semua tetapi..."
tiffanny menutup mulut devan dengan telapak tangannya.
" bukankah semua orang menginginkan bayi disetiap pernikahannya. seharusnya aku juga bersyukur masih begitu banyak wanita diluar sana menginginkan anak tetapi tidak bisa. walaupun aku harus menjalaninya seperti ini , ini adalah kodrat ku sebagai perempuan. "
" sepintar dan sesukses apapun diriku. aku akan tetap mengalami hal ini. dengan ini juga ... aku bisa tau bagaimana perjuangan mama saat hamil dan saatnya nanti aku juga tau bagaimana perjuangan para ibu diluar sana saat bertaruh nyawa demi melahirkan anak - anak mereka. "
" istriku sudah sangat dewasa sekarang "
__ADS_1
" makan lagi " perintah devan yang hanya dibalas senyuman oleh tiffanny.
***
pagi harinya
dengan rasa malas dan juga keterpaksaan tiffanny harus datang kehotel. raganya sangat lemas tapi ada sebuah rapat yang sangat penting sehingga mengharuskannya untuk datang.
dia hanya memakai gaya casual saja dengan jeans berwarna biru dan kemeja putih lalu rambut yang diurai tak lupa dengan make up tipisnya.
didapur devan menyiapkan buah - buahan , susu ibu hamil dan juga sarapan lainnya yang sehat.
suara hiells tiffanny telah terdengar dari atas tangga , dia lepaskan celemek yang melekat di tubuhnya.
" selamat pagi devan " ucap tiffanny
" selamat pagi sayang, sayang .. kau akan bekerja ?" tanya devan.
" i- iya " kata fanny sambil terduduk.
" sayang aku tidak akan mengizinkanmu hari ini. untuk beberapa waktu sebagai nya WFH saja. tubuhmu masih lemas dan aku takut kejadian kemarin terulang lagi " gerutu devan dengan muka yang tak bisa dijelaskan karena agak marah.
" tapi ada sebuah rapat penting siang ini. aku harus menghadirinya sendiri. aku janji akan pulang pukul 4 , rian akan mengantarku. "
" seakan - akan rian adalah suamimu. aku akan menjemputmu pukul 3 tadi tidak boleh lewat. " tegas devan.
" baiklah terserah kau saja. "
" apa bisa aku tidak minum susu ini ?"
" kenapa sayang ?"
" aku tidak suka baunya "
" lalu mau minum apa ? hmm "
" susu tapi baunya tidak seperti susu. "
" apa ? " devan terkejut mendengarnya bagaimana mungkin ada susu tapi baunya tidak seperti susu.
" sayang mana ada hal seperti itu " sambung devan.
" kau menyuruhku minum susu , tapi aku tidak suka susu yang kau beli semalam rasanya hambar. aku mau minum susu tapi bukan rasa susu. "
" baiklah, baiklah apapun itu suamimu akan mencarinya sayang "
tiffanny tersenyum penuh kemenangan sebenarnya itu adalah trik agar dia tidak disuruh devan untuk minum susu. dia tidak suka susu kotak seperti ini apalagi yang bubuk membuatnya mual dari dulu.
***
setelah mengantar tiffanny devan memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan. disana dia mengelilingi bagian susu untuk ibu hamil dan bayi.
ditatapnya rak setinggi 3 meter itu dari atas sampai bawah beragam merk jenis susu dan beragam warna.
" susu tapi bukan rasa susu " gumamnya.
" mas cari apa ya ?" tanya seorang wanita yang menghampirinya .
" hmm itu saya sedang mencari susu untuk istri saya dia sedang mengandung anakku. katanya dia ingin susu tapi bukan rasa susu "
perempuan itu hanya tersenyum - senyum mendengarnya " apa ada masalah ?" tanya devan.
" tidak mas , sebenarnya istrinya mas hanya menyuruhmu untuk tidak membelikannya susu lagi. saya juga dulu sama seperti itu tidak suka susu hamil. sebagai gantinya saya rajin memakan buah-buahan dan juga menjaga diri dengan baik. "
" ah begitu , jadi itu taktiknya " pikir devan.
lalu tangan mulai mengambil satu persatu kotak sampai kaleng susu khusus ibu hamil beragam jenis. dia tidak ingin tiffanny dan anaknya kekurangan nutrisi dan harus tetap sehat , suka atau tidak tiffanny harus meminum susu pikirnya.
" mas kok diambil semua ?" tanya perempuan itu dengan binngung.
" saya mencintai istri saya jadi saya akan membeli semua merk dan biarkan dia memilihnya sendiri nanti. "
perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah absurd devan itu.
__ADS_1