
didalam kamarnya nenek menatap kedua foto anak dan menantunya yang sudah 19 tahun meninggal itu , di usia yang begitu muda nyawa mereka diambil dengan cara yang tak diduga. kecelakaan pesawat itu membuat seluruh penumpang habis tak tersisa , semuanya meninggal.
" seandainya kalian tidak pergi seperti itu maka tiffanny akan hidup bahagia layaknya anak biasa. dia sedang menderita karena orang yang paling dia cintai akan pergi lagi darinya" gumam nenek.
" aku sudah berusaha untuk menjadi pengganti kalian tetap saja aku tidak bisa menggantikan kalian di hatinya"
" penderitaan cucuku tidak ada habisnya semenjak kalian berdua pergi menemui ajal. tak sedikutpun dia berinteraksi seperti anak lainnya. kau dengarkan aku jika kau sedang melihat anakmu saat ini. doakan untuk kebahagiannya " kata nenek.
dibalik pintu dev memdengarkan semua kata-kata nenek itu sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menguping namun dia akan masuk tetapi nenek malah berkata seperti itu.
" kenapa aku merasa kalau dirumah ini tidak ada sama sekali kebahagiaan seperti keluarga lainnya" pikir dev.
sambil melangkahkan kakinya keatas kamarnya dia terus berpikir apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga ini hingga menyebabkan anak dikeluarga ini seperti itu.
" dan tiffanny aku pikir dia perempuan yang baik namun jika aku mendengar semua ucapan kali itu semua menyakitkan tetapi itu hanya sebagian cerita saja belum lengkap " pikirnya.
" ah sudahlah lihat saja nanti apa yang terjadi" ucap dev.
***
keesokan paginya rumah nenek kembali seperti biasanya , sarapan dan dan sambutan ucapan selamat pagi dari para pelayan dan pemilik rumah.
seperti semalam tidak pernah terjadi apapun , dev merasa curiga semalam semuanya merasa sedih tetapi keesokannya semuanya menjadi lebih ceria.
" kalii nenek mau kerumah tiffanny, nanti taruh di rantang makanan ya aku ingin mengurus nya dengan benar kali ini" kata nenek seraya tersenyum.
" iya nek " jawab kali.
" dev apa kau akan pergi kerumah sakit?" tanya nenek.
" hmm tidak nek aku sedang libur" jawab dev.
" mau ikut nenek tidak ? " tanya nenek lagi.
" boleh, aku juga ingin tau seperti apa rumahnya" jawab dev.
" ayo kita berangkat "
akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil dev , ada nenek dan kali yang ikut. selama kurang lebih 1 jam mereka telah sampai dirumah itu. devan memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang telah dibuat.
semuanya turun karena nenek sudah lama tidak kemati dia sangat memperhatikan dengan detail kebersihan dan kerapihan rumah itu.
" Nek apa nona tiffanny ada didalam ?" tanya kali.
__ADS_1
" tidak tau juga tapi aku rasa dia sudah kehotel " jawab nenek.
" mari nak dev ayo kita masuk kedalam" ajak nenek.
devan mengangguk , nenek membuka pintu itu. nampak rumah terlihat sangat bersih dan rapi. devan mengedarkan matanya keseluruh rumah.
" rapi sekali" ucapnya dalam hati.
kali menuju dapur menaruh semua makanan yang telah ia bawa dan menatanya di kulkas. " rian semalam tidur disini tapi tidak ada bekas makanan " kata nenek yang mengecek wastafel.
" mereka tidur disini nek ?" tanya devan.
" iya nak, rian sering menginap disini untuk menemani tiffanny dia anak yang sangat baik sekali" puji nenek.
" nenek ke atas dulu mengecek kamarnya mau ikut tidak?"
" iya nek"
mereka berdua bergegas naik ke lantai 2 tempat kamar tiffanny , rumah itu memiliki 3 kamar satu kamar orang tuanya dan satu lagi kamar kakaknya namun rian sering menggunakan kamar itu.
ceklek
nenek membuka pintu kamar, sprei sudah rapi dan kamar itu sangat wangi. mata dev mengedarkan pada seluruh kamar.
" ini kamar yang dia gunakan waktu kecil " ucap nenek.
" memangnya apa yang terjadi padanya ?" tanya dev.
nenek dudduk di ranjang fanny mengelus ranjang itu.
" dulu waktu kecil mama dan papanya sangat sibuk mengurus bisnis hingga terus keluar negeri , fanny selalu dititipkan dengan nenek juga dengan kakanya yang hanya selisih beberapa tahun saja. ketika akan menginjak usia 7 tahun papa nya berjanji akan pulang untuk merayakan ulang tahun putrinya"
" tanpa ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya, kedua orang tuanya pulang tapi bukan pulang kerumah melainkan ke akhirat. kapal yang mereka tumpangi jatuh kelaut dan meledak , hanya ditemuka beberapa bagian tubuh nya saja "
" semenjak hari itu fanny berubah menjadi sosok yang pendiam untunlah waktu itu masih ada kakaknya yang selalu menghiburnya namun berselang beberapa bulan kakaknya juga meninggal karena menyelamatkan tiffanny yang akan tertabrak mobil "
" dia makin suram tidak pernah nenek melihat senyumannya , setelah menginjak usia 16 tahun ada seorang anak laki -laki yang terus mendekatinya hingga dia luluh dan tersenyum kembali. mereka berdua berpacaran "
" dengan brian itu ?" tanya dev.
" hmm namanya brian william nenek tidak menghentikannya walau nenek tau dia dan fanny berbeda akan kepercayaan selagi fanny bahagia. mereka kuliah bersama di hardvard university mengambil jurusan bisnis , 8 tahun berpacaran fanny dilamar oleh brian tetapi satu tahun kemudian sehari sebelum pernikahan tifanny membatalkannya tanpa ada penjelasan darinya "
" nenek tidak tau apa yang dia sembunyikan dan semenjak itu pula brian tidak pernah muncul lagi selain hari ini yang menyebarkan undangan pernikahan"
__ADS_1
" 8 tahun bukan waktu yang singkat " kata nenek lagi.
" aku baru mengerti akan penderitaannya sekarang " ucap devan dalam hati.
***
didalam kantor nya tiffannya terus mengetik di komputernya melupakan makan siang yang sudah disiapkan rian,
tok..tok..tok
" bu " kata rian
" makanlah dulu itu tidak baik untuk kesehatan" ucap rian
" bagaimana dengan pak hartono apa dia sudah mengambil keputusan siapa yang dia pilih ?" tanya fanny.
" oh masalah itu begini bu " rian mendekati fanny kemudian duduk di kursi hadapan tiffany.
" dia belum mengatakan apapun , tapi dia orang terkenal dibidang hotel , kebetulan pak brian juga ikut kedalam proyek itu jadi kita bersaing. jika kita mau memenangkannya kita harus mengambil hatinya "
" semua pemegang saham akan datang ke pernikahan pak brian , tapi kita tidak mungkin bu " jelas rian.
" kenapa tidak ? aku akan datang ini untuk hotel " jawab tiffanny.
" tapi bu itu akan menging..."
" rian " fanny menatap tegas kearah rian.
" jangan pernah mengungkit nya lagi dihadapanku. aku akan datang untuk hotel dan proyek baru kita aku tidak peduli siapa yang menikah aku hanya peduli dengan hotel ini " tegas nita.
" baiklah tapi aku harus menemani mu " ujar rian.
malam harinya fanny pulang sendirian kerumah ini sudah pukul 11 malam, dia merasa aneh karena lampu yang menyala biasanya lampu selalu padam ketika dia pulang.
dia berjalan hati-hati masuk kedalam rumah berusaha masuk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. matanya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
" siapa yang berani masuk kedalam " teriak fanny.
tapi tak ada suara lagi, dia berjalan lagi hingga dia curiga ada pintu terbuka di salah satu kamar dia mendekati kamar itu .
ketika dia akan mendorong pintu agar terbuka lebar dia terjatuh bersama devan ke bawah dalam posisi dia berada di aatas devan.
karena devan membuka pintu terlebih dahulu sebelum dia mendorong pintu. mata keduanya bertemu satu sama kain , rambut panjang tiffanny yang terurai itu menutupi sebagian wajah devan.
__ADS_1
devan menyibakkan rambut itu perlahan " kenapa kau ada disini?" selidik fanny
" kau nyaman dalam posisi seperti ini ya ?" ujar dev.