Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Memulihkan Energi


__ADS_3

Sinar matahari sudah terbit di ufuk timur, burung - burung berterbangan seperti bernyanyi di atas langit. daun - daunan yang jatuh akibat angin yang agak kencang.


pagi ini hari terasa sejuk. membuat dua insan yang baru saja melakukan penyatuan itu merasakan nyaman dalam tidurnya. devan terus merengkuh memeluk fanny seperti tidak ingin jauh darinya.


bahkan dalam tidurnya pun dia terus tersenyum. tak lama fanny mengulet dia mengubah posisi tidurnya. membuat devan terbangun dan mengerjapkan matanya.


pertama kali yang dia lihat adalah bahu putih itu membelakanginya, dia tersenyum kemudian mendekatinya dan mencium bahu fanny.


dia menatap jam yang ada di dinding dan sekarang sudah jam 7 , dia harus segera berangkat ke rumah sakit. berat rasanya untuk bangun dia masih ingin dekat dengan fanny. namun kewajibannya sebagai seorang dokter harus dia laksanakan.


dia bangun dari tidurnya dia hanya mengenakan celana saja dan menuju ke kamar mandi.


***


di dapur di lantai bawah, devan sedang membuat sandwich , susu dan telur rebur untuk nya dan juga fanny. dia sudah tidak sempat untuk memasak karena hari juga sudah mulai siang. dia akan terlambat jika memasak.


dengan segenap hati dia membuatnya, dia tidak sabar menunggu fanny turun ke bawah.


tak lama dari atas dia mendengar suara langkah kaki, itu artinya fanny sudah siap. dia langsung menatanya di meja makan mereka. dia membuka hordeng itu sehingga membuat cahaya semakin masuk.


fanny berjalan menuruni tangga dengan muka yang menahan sakit, dia ingin bersikap biasa saja dan tidak ingin terlihat sesuatu telah terjadi padanya.


" Selamat pagi " ucap devan yang menatap fanny seraya tangannya bersedekap di dadanya dan memandangi fanny.


" hmm " fanny hanya menjawb deheman saja , dia terlalu malu untuk melihat wajah devan. yang hanya bisa devan lakukan saat ini hanyalah tersenyum saja. dia segera ikut duduk di hadapan fanny.


dia menuangkan susu ke dalam gelas dan memberikannya ke tiffannya.


" Minumlah , dengan minum susu energimu akan kembali pulih. "


yang benar saja pikir fanny , dia membicarakan energi sekarang. semua energinya hilang juga karena dirinya gerutu fanny dalam hati kecilnya.


" Hmm " fanny mengambil gelas itu dan meminum susu sampai setengah gelas.


" hanya itu ? hmm ... hmm apa semenjak semalam kau kehilangan kata - kata ? " goda devan sambil terus melihat fanny.


Tiffanny masih diam saja, bahkan dia tidak melihat wajah devan dari tadi.


" Ehem ... ehem, sayang kau malu padaku ha ? oh apa karena aku semalam ..."


" hentikan ! " teriak fanny.


" ha ?" devan terkejut mendengar teriakan fanny, sedangkan fanny tersadar atas apa yang dia lakukan.


" mak..maksudku , eh... mari kita makan, ya ... aku harus pergi setelah ini "


" Sayang , maaf ya aku hanya membuat ini. aku kesiangan seharusnya bangun lebih awal agar kau bisa makan "


" Iya tidak apa "


" Sayang , kau malu padaku karena semalam ?" tanya devan lagi.


" Memangnya kenapa semalam , aku tidak melakukan apapun " jawab fanny dengan santainya, padahal dia juga gugup dan malu sekarang. sambil memakan sandwich itu.

__ADS_1


" Benar tidak ingat ? oh ... kalau begitu aku akan membuat mu ingat, jadi semalam kita dikamar mela..."


fanny memelototkan matanya, dia segera berdiri dan menutup mulut devan.


" Aaaku... aku ingat, tidak perlu kau jelaskan. "


" tidak sayang kau tidak ingat. sayang benar .. sayang tidak melakukan apapun, karena yang terus melakukannya aku , iya kan ..." ujarnya yang menggoda fanny dengan menaik turunkan alisnya.


" uhuk...uhuk " saat fanny sedang minum dia tersedak, devan segera berdiri dan beralih ke tempat fanny duduk dia menepuk pelan punggung fanny.


" pelan - pelan sayang " ujar devan.


" Devan ... apa kau harus mengatakan semuanya, sudahlah kau membuatku terus .. "


" terus apa ?"


" tidak. sudahlah lupakan , apa kau tidak mau mengantarku ? makananmu tidak akan habis jika terus bicara. " Gerutu fanny yang sudah tidak tahan atas ucapan devan.


" iya ... iya sabar sayang "


devan kembali ke tempat duduknya dia memakan sandwich nya dengan tenang sekarang. tetapi fanny dia lupa belum memakai antingnya , dia segera memakainya sekarang.



" sayang " panggil devan dengan nada yang lembut sehingga fanny yang sedang memakai anting itupun menoleh kepadanya.


" Ada apa ?"


" apa ... ini ? " tanya fanny yang mengambil obat itu.


" Obat pereda nyeri, maaf ... aku tau itu sakit. jadi minumlah ini akan meredakannya. " katanya lembut.


tiffanny terdiam sejenak " Apa yang kau katakan, kau pikir aku lemah " desis fanny.


" Setiap perempuan merasakan hal yang sama untuk pertama kalinya saat mereka melakukan hubungan intim. aku suamimu , jangan malu padaku. buang rasa malu itu ... Lagipula , kau juga sudah tau semua tentangku semalam bukan ? aku tidak malu sama sekali terhadapmu. "


" Terima kasih ... sudah memberikannya walau mungkin , kau melakukannya karena terpaksa. takut jika aku marah padamu."


" Ya , terima kasih obatnya. " ucap fanny dia membuka obat itu kemudian langsung meminumnya.


" Devan , bisakah kau tidak mengungkit semua hal yang sudah terjadi ? sekarang ... aku hanya ingin melakukan apa yang harus kulakukan bersamaan dengan apa yang ada dihadapanku. "


" Jika kau berpikir mungkin aku terpaksa melakukannya , jawabannya ... aku tidak tahu. Seperti perkataan ku barusan. aku hanya akan melakukan apa yang menjadi tugasku sekarang, semuanya ... Dirimu, pekerjaan dan yang Lainnya. "


****


Dirumah sakit itu banyak dokter dan suster menyapa devan yang baru saja tiba dirumah sakit. devan terus tersenyum tidak seperti biasanya. dia seperti mendapatkan lotre jutaan rupiah.


" Selamat pagi dokter devan " ucap suster yang lewat


" selamat pagi " balasnya.


" ha ? dia membalas ucapanku tadi , apa aku tidak salah dengar ? " pikir suster itu.

__ADS_1


" Dokter devan , selamat pagi " ucap suster lainnya yang lewat.


" selamat pagi " balasnya.


" wah lihatlah ! dia sangat tampan saat tersenyum " kata suster itu.


" ya , sayangnya dia sudah menikah " timpal temannya.


dari depan ada dion yang baru keluar dari ruangan pasien dia melihat devan tersenyum sehingga membuatmya terkejut.


" apa aku tidak salah lihat ?" pikirnya.


" devan " panggilnya.


devan segera mendekatinya , dion bingung setan apa yang merasuki devan pikirnya.


" kau baik - baik saja ?" tanyanya.


" sangat baik " jawab devan cepat.


" kau pasti bukan devan kan ? ayo ngaku siapa kau ?" tuduh dion.


devan hanya tersenyum mendengarnya " ini aku .. devan, sudah ya.. aku harus memeriksa pasien sekarang, oh ya ! kita makan di kantin bersama aku akan mentraktirmu " ujarnya dengan menepuk bahu depan.


hal itu tambah membuat dion bingung , dia membulatkan mulutnya. apa yang terjadi pada devan pikirnya apa sahabatnya itu sudah kehilangan akal skarang.


***


fanny baru saja keluar dari sebuah resort mewah seorang diri. hari ini rian tidak menemaninya karena sedang di luar kota mewakilinya datang ke sebuah rapat.


hari sudah siang perutnya terasa lapar , dia melihat di sebrang jalan ada sebuah cafe jadi dia memutuskan untuk datang ke sana.


dia menunggu lampu menjadi merah agar dia bisa menyebrang. cukup lama dia berdiri bersama yang lainnya. dia pun berjalan saat lampu sudah merah menyebrangi jalan


ting


" Selamat datang " teriak pelayan di dalam cafe tersebut.


Fanny segera melangkahkan kakinya menuju ke sebuah kasir untuk memesan. dia lihat ada di ujung kanan jadi dia datang kesana.


sesampainya di kasir yang menjadi kasir ternyata rian, mereka berdua belum saling tahu karena masih sama - sama menunduk. fanny menunduk melihat menu cafe, sedangkan raka melihat layar POS nya.


" Selamat datang, bisa saya bantu ? " tanya raka yang masih menunduk.


" Spaghetii Aglio e olio dan Ice lychee tea 1 " kata fanny yang masih melihat menu.


raka kenal suara itu , " Kak Tiffanny " gumamnya.


tiffanny bisa mendengar suara pria itu yang menyebut namanya. jadi dia menutup menu dan melihat wajah kasir itu.


keduanya saling memandang , raka yang kini tersenyum padanya. sedangkan fanny menatapnya biasa.


apakah fanny mengingat raka ? atau dia sudah tidak ingin berhubungan dengan masa lalunya lagi jadi membuatnya acuh ? hanya fanny yang bisa menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2