Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Keganjalan


__ADS_3

" kalau mau kerja atau pergi kemanapun jangan lupa untuk makan dulu , ingat makan membuat kita merasa tenang dan punya cukup energi . selama bibi disini bibi akan mengurusmu dengan baik " kata anja sambil mengisi piring kosong itu dengan nasi dan lauk - pauk.


" ini cukup bi " kata fanny.


" hanya ini ? baru satu sendok sayang kau harus makan banyak oke "


ibunya devan menganggap fanny seperti anaknya sendiri karena orang tua fanny adalah sahabat dekat anja dan hars sewaktu muda dulu.


" ibu selamat pagi " ucap devan yang baru turun dan telah rapi dengan kemeja nya .


" selamat pagi nak duduklah bunda akan menyiapkannya untukmu "


devan segera duduk di samping fanny sambil membenarkan dasinya , dia mengambil sendiri nasi tanpa ibunya " iya devan ambil sendiri dulu ya ibu ingin menyajikan makanan untuk fanny dulu "


" iya bu "


" ini cukup " kata fanny.


" oke baiklah sekarang kalian makanlah bibi bangunkan yang lain dulu ya " ujarnya lalu meninggalkan mereka berdua di meja makan.


fanny hanya memandangi nasi itu bagaimana caranys menghabiskan nasi yang begitu banyak pikirnya.


" kenapa kau tidak makan ?" tanya devan yang melirik kearah fanny yang terus diam itu. fanny menoleh kenarag devan yang makan sangat banyak itu.


" nona makan saja jika tidak habis , biar saya yang menghabiskannya " kata bi kali yang mengerti betapa fanny sulit menghabiskan nasi.


" bi kenapa makan bekasan " ujar devan.


fanny mulai memakan nasi itu perlahan-lahan kedalam mulutnya , devan tak percaya pada fanny dia akan memberikan makanan bekas itu pada bi kali.


" bibi ambil yang baru saja jangan bekas dia " kata devan lagi.


" tidak apa tuan " jawab bi kali.


" ada apa devan kenapa terus bicara ?" kata ayahnya yang memasang kacamata di matanya.


" bi tolong ambilkan wadah bekal " kata fanny.


" baik nona " bi kali menurut lalu mengambil bekal kosong dan memberikannya ke pada fanny , fanny perlahan - lahan menumpahkan nasi itu ke bekal kaca itu.


" terima kasih bi " ucapnya lalu dia membawanya pergi ke atas , devan , ayahnya dan bi kali hanya memperhatikan gerak geriknya saja. tak lama dia turun membawa totebag sepertinya memasukkan bekal itu kedalam tote bag.


" tuan ... nona fanny tidak akan membiarkan seseorang memakan bekasannya , dia sangat baik walau diluar agak sedikit dingin " kata bi kali.


devan menganggukkan kepalanya , lagi - lagi dia sudah salah paham pada fanny. " devan , kau memperhatikannya terus apa kau punya rasa padanya ?" goda ayahnya.


" ayah " decak devan.


***


sesampainya di hotel fanny segera menekan tombol lift untuk menuju kelantai ruangannya , tak butuh waktu lama pintu lift terbuka semua orang menundukkan kepalanya menyambutnya dan mengikutinya berjalan dari belakang.


" bu ini laporan keuangan bulan ini , hasilnya sangat baik kenaikan laba meningkat 45 % dari bulan sebelumnya " jelas sang ditektur keuangan.


fanny mengangukkan kepalanya dan berikutnya bagian humas akan berbicara " bu , karena hotel kita sudah mendapatkan banyak piagam dan berbintang 5 ada 6 permintaan penyewaan aula untuk acara pernikahan saya sudah bicara pada pak rian dan akan diadakan rapat pemilihan nanti "


" bu... "

__ADS_1


" hmm apa kalian sudah laporan langsung dengan pak rian ?" tanya fanny.


" iya bu " jawab mereka serempak.


" kalau begitu mulai sekarang jika sudah laporan dengan pak rian maka jangan melapor lagi padaku , aku mempercayakan semuanya pada dia jadi kalian tidak akan menungguku lagi dan segera langsung konfirmasi dengan pak rian "


" untuk kenaikan laba hotel saya sangat senang , 45 % bukan jumlah uang yang sedikit. kalian akan dapat gaji tambahan 5 % bulan ini. saya harap sania bisa menghandle nya "


" siap bu " jawab sania.


" silahkan bekerja ketempat masing - masing saya akan keruangan saya sendiri " ujar fanny.


" baik bu kami permisi " semua nya mengucapkan pamit dan saat itu juga mereka bubar dan fanny melangkahkan kakinya menuju ruanganya.


ceklek


suara pintu terbuka , nyatanya belum ada yang menaruhnya makanan dimeja itu berarti rian belum datang dia melepaskan blezernya dan duduk di kursinya.


tak lupa mengetik di ponselnya memberi tahu rian jika dia tidak perlu membelikannya makanan diluar lagi. dia langsung bekerja dan mengetik sesuatu di dalam laptopnya.


***


disisi lain devan sangat sibuk dengan pasien nya , rutinitas pagi yang tidak pernah bisa dilepaskan begitu saja dalam perannya menjadi seorang dokter , berkeliling ke seluruh ruangan menanyakan kabar pasien , keluhannya dan bagaimana perkembangannya.


" berikan laporan semua pasien yang pulang hari ini pada bagian keuangan " kata devan memerintah sang suster.


" baik dokter "


devan pun berjalan sendirian , lalu tak lama dia berlintasan dengan dion temannya. " halo teman apa kau sedang tidak sibuk ?" ucapnya.


" kau tau kan pekerjaanku pagi hari itu seperti apa " jawab devan.


" kenapa kau jadi mengurusi hubungan orang , urus saja pekerjaanmu "


" kalian kan tinggal serumah jadi mungkin tau lah "


" ck pergilah aku ada jadwal operasi siang ini "


devan pergi kearah lain , dia akan mengganti pakaiannya menjadi setelan warna biru , lengkap dengan masker di mulutnya.


dengan begitu dia sudah siap untuk mengoperasi pasien nya hari ini. dia mulai berjalan dengan gagahnya memasuki ruang operasi.


***


" bu hari ini tidak ada pekerjaan yang terlalu penting ibu bisa pulang cepat " kata rian yang berdiri di sebelah tiffanny yang duduk di kursinya.


" hari ini aku akan pulang kerumahku , katakan pada nenek aku ingin membereskan rumah "


" baiklah , apa aku harus menginap juga malam ini ?" tanya rian.


" tidak perlu. aku ingin sendirian " jawab fanny.


" bu ... bisakah aku meminta sesuatu darimu ?" kata rian yang memberanikan diri berbicara seperti itu , padahal sebelumnya dia tidak pernah mengatakan atau meminta apapun.


fanny menoleh kearahnya seakan matanya menjawab hal apa yang ingin dipinta oleh rian temannya sekaligus sekretarisnya.


" mulai sekarang aturlah jadwal istirahat dengan baik, misalnya ... pergi pukul 7 atau 8 pagi lalu pulang jam 6 sore dengan begitu kau bisa mengistirahatkan tubuh dengan baik "

__ADS_1


" memangnya kenapa ?" tanya fanny.


" sekarang kan hotel kita sudah berada di puncak kejayaan , menjadi nomor 1. itu sudah cukup kerja kerasmu sudah terbayarkan dan kini tinggal menikmati hasilnya saja "


" kau benar rian , tapi itu tidak akan pernah cukup untukku. tidak ada hal lain lagi yang ingin kulakukan selain bekerja dan bekerja. menjadi nomor 1 bukan berarti harus berleha - leha lepas tangan , aku dan dirimu ... juga karyawan lainnya harus bisa mempertahankan posisi hotel ini dan lebih meningkatkan kualitasnya "


" sudahlah ini sudah siang makanlah " ucap fanny.


" ayo kita makan bersama " ajak rian.


" aku belum lapar "


rian sudah paham apa maksudnya , fanny ingin sendirian dulu diapun keluar untuk makan di restoran bawah hotel.


sejenak setelah rian keluar fanny termenung didepan layar laptopnya, banyak sekali permintaan dari nenek dan rian yang mengatakan dia harus berubah.


berubah menjadi seorang gadis yang lebih terbuka, tapi apa dia bisa setelah kebiasaan itu tertanam sendiri di dalam hidupnya.


***


dikediaman nenek , ibunya devan dan ayahnya devan sedang bercengkrama bersama di halaman itu dengan nenek dan ada teh juga kue yang menemani obrolan sore itu.


berharap menunggu kedatangan anak - anak di sore hari , banyak canda dan gurau saat sedang mengobrol seperti ini. mengingatkan nenek akan putranya yang sudah meninggal juga menantu nya dan satu cucunya lagi.


" ibu kenapa ? kenapa mata ibu memerah ?" tanya anja lembut.


" ibu mengingat putra , menantu dan cucuku. rasanya setiap sedang berkumpul seperti ini aku selalu merindukan mereka. rumah akan terlihat ramai dan bahagia seperti sekarang ini "


" ibu yakin dan percayalah mereka bertiga sudah bahagia diatas sana " timpal hars.


" iya bu hars benar " saut anja yang mengelus pundak nenek.


tin...tin..


suara mobil devan memasuki halaman rumah , ketiganya menoleh dan nenek menghapus air matanya. devan sudah turun berjalan mendekati ketiga orang itu.


" nenek , ayah , ibu " panggilnya sambil berjalan.


" sudah pulang sayang " ujar anja.


" hmm iya bu "


" ini sudah hampir jam 6 kenapa fanny belum pulang ?" tanya hars.


" fanny tidak akan pulang secepat ini , dia akan pulang saat larut malam nanti " jawab nenek.


" kenapa ?" tanya anja.


" itu sudah menjadi kebiasaannya , dan sepertinya hari ini fanny tidak akan pulang kesini " ujar nenek.


" nek kan ada kami disini " kata devan yang ingin membuat nenek senyum.


" ibu ... kenapa aku merasa ada yang mengganjal dalam diri fanny , dia ... tidak seperti gadis lainnya " ujar hars.


" masih banyak hal yang tidak kalian ketahui begitu juga dengan nenek "


" ayo kita masuk, hari mulai malam nanti nenek kedinginan" ajak devan.

__ADS_1


semuanya pun menurut mereka berempat masuk kedalam rumah. nenek langsung saja masuk kekamar nya meninggalkan 3 orang itu.


hars dan anja saling berhadapan seolah bertanya - tanya apa yang sedang terjadi sekarang ini. melirik ke arah devan berharap ada jawaban.


__ADS_2