Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Kabarmu


__ADS_3

ting ... ting


suara bel itu membuat devan menoleh kebelakang, sudah sangat lama tidak ada yang membunyikan bel rumah. termasuk kali yang juga bingung karena semenjak kepergian Nenek dan fanny tidak ada lagi yang membunyikannya.


devan tengah makan seorang diri, bi kali menaruh piring kosong itu di meja dan berjalan untuk membukakan pintu.


namun, belum sampai membuka pintu matanya membulat sempurna tak kala dia melihat nenek ada dihadapannya dengan membawa tas di tangannya.


" Siapa bi ?" tanya devan,


" tuan devan kemarilah " teriak kali.


devan mengernyitkan dahinya , dia pun menghentikan makannya lalu menemui bi kali.


" ada ap.. " suaranya terhenti ketika melihat sosok yang dia tunggu itu ada dihadapannya.


" nenekk " secepatnya dia menemui nenek dan matanya mengedarkan keseluruh pandangan mencari sosok lain.


" Dia tidak ada " ujar nenek yang mengerti siapa orang yang dicari devan itu.


" Nenek duduklah kenapa tidak menelpon aku , aku bisa menjemput nenek dibandara " katanya sambil menarik tangan nenek untuk duduk di sofa itu.


kali bergegas kebelakang untuk membawakan minuman.


" Nenek apa kabar ?" tanyanya.


" Nenek baik " lirih nenek.


" rasanya nenek sangat merindukan tempat ini ..." katanya sambil menatap rumah nya.


" Bagaimana Kondisinya nek ? " tanya devan pelan yang menatap wajah nenek.


" nenek minumlah " kata kali menyodorkan gelas berisi air putih.


nenek menerimanya dan hanya meminumnya sedikit , dia menatap wajah kali dan juga devan yang sudah lama ia tidak melihatnya.


" Nenek bagaimana kabar nona ? saya sangat khawatir ?" tanya bi kali.


" Nenek juga kenapa tidak pulang dan baru sekarang ?" timpal devan.


nenek membuang nafas kasarnya, dia harus menceritakan semuanya sekarang. " 2 bulan yang lalu ... nenek akan pulang. namun, saat akan menemuinya ... dokter berlarian menuju keruangannya entah apa yang terjadi lalu ... dokter bilang, Dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi. dan setelah itu ... dia dinyatakan meninggal " jelas nenek dengan pelan dan suara yang serak.


deg


devan terkesima mendengarnya, dia tidak mungkin meninggal dan tidak mungkin meninggalkan semuanya begitu saja.


begitu juga dengan kali dia sudah menangis mendengarnya.


" lalu nek apa yang terjadi sekarang ? " tanya devan.


" entah keajaiban apa ... saat Dokter melepaskan semua alat yang ditubuhnya itu detak jantungnya kembali berdetak "

__ADS_1


" secuail harapan masih tersisa, nenek tidak bisa kembali waktu itu jadi baru bisa meninggalkannya saat dokter bilang kondisinya baik - baik saja sekarang "


devan sangat sedih mendengarnya , dia genggam tangan nenek dan memeluknya. dia tidak bisa membayangkan betapa sedihnya waktu itu nenek sendirian disana, jika saja dia disana pikirnya.


" Pasti nenek sangat sedih waktu itu. aku tidak bisa membayangkan semuanya " saut kali.


" Tidak apa , semuanya sudah berlalu. Dokter keth berjuang keras untuk menyembuhkannya. kemarin ... Dia terbangun dari komanya , dia ingin melihat surat terkahir dari mamanya jadi nenek kembali " balas nenek.


" surat ?" gumam devan.


" Diana menuliskan surat kepada anak - anaknya. setiap usia mereka bertambah surat itu boleh diambil di dalam lemari biasa dimana dia menyimpan pakaian. surat itu dia tulis sampai usia fanny 25 dan sekarang sudah waktunya. dia mungkin menerimanya tetapi dia masih belum membukanya " jelas nenek.


...


didalam kamarnya devan baru saja mengganti pakaian, dia menguntalkan pakaian kotornya kedalam tempat baju kotor lalu keluar dari walk in closet dan duduk di pinggiran ranjang.


dia senang dan lega sudah mendengar kabar fanny, setidaknya walaupun dia tidak bisa melihatnya masih ada cerita bagaimana kondisinya.


" Selamat malam ... semoga hari - harimu semakin berlalu dengan cepat dan semuanya kembali seperti semula " ucapnya sambil membayangkan wajah fanny.


***


Karena besok nenek akan kembali ke inggris , dia ingin menemui Rian terlebih dahulu. dia ingin tau bagaimana kondisi hotel tanpa fanny. dia turun dari mobil dan beberapa karyawan menyambutnya karena tau itu adalah Nenek Ji.


" silahkan Nek , mari saya antar. pak Rian ada di lantai 20 " katanya dengan sopan.


" Terima kasih " ucap nenek.


" Nenek duduklah " kata Rian.


" Jangan terlalu Formal , biasa saja. Apa.kabar kalian berdua ?" tanya nenek.


" Kami berdua baik Nek " jawab micheal.


" Bagaimana kondisinya fanny ?" tanya rian


" hmm ... dia baik , masih dirawat " jawab nenek.


" Semuanya aman nek , aku dan Rian akan berusaha dengan sangat baik untuk menjalankan hotel ini seperti Tiffanny " ungkap micheal.


" ya , nenek tau kalian berdua bisa diandalkan. terima kasih banyak , maaf sudah merepotkan kalian "


" Besok nenek akan kembali, nenek hanya ingin melihat keadaan kalian. nenek tidak akan menggangu kalian bekerja sekarang nenek pulang dulu " ujarnya yang sudah berdiri , kemudian matanya mengedarkan ke seluruh penjuru ruangan. matanya menatap kursi dimana fanny biasa duduk.


" Tidak ada seseorang yang berani menduduki kursi itu, hanya pemiliknya saja " ucap rian.


***


didalam ruangan itu semua dokter berkumpul termasuk devan, dia baru saja tiba disana. memandang kearah depan dimana ada brian dan agatha disana.


ini adalah laporan bulanan, agatha memang selalu datang setiap bulan kerumah sakit untuk mendapatkan perkembangan. dia dipercaya ayahnya untuk bertanggung jawab atas rumah sakit.

__ADS_1


devan memilih duduk di bangku tengah, semua dokter dengan rapi duduk di kursi yang telah disediakan.


" Baiklah terima kasih kepada dokter sekalian yang telah hadir diruangan ini. seperti biasa ... Kita semua akan mendengarkan masing - masing laporan dari setiap departemen " Kata ketua rumah sakit yang duduk di sebelah agatha dan brian.


masing - masing dokter mewakili departemennya mengeluarkan suara mereka dan melaporkan setiap perkembangan di bagian departemennya.


semua orang mendengarkannya dan kini tiba giliran devan lah.


" Dokter Devandra Atmaja bagian departemen Bedah Saraf " kata ketua.


devan pun berdiri dengan tegak , matanya kurus kedepan tepat sejajar dengan duduknya brian.


" Beberapa pasien mengalami pendarahan saat sedang dilakukan operasi, tapi saya bisa menanganinya dan semuanya berhasil. namun ... ada beberapa saja yang masih harus dipertimbangkan sebelum mengoperasi pasien "


" maafkan aku Dokter devan, saya ingin mengajukan pertanyaan kepadamu " tanya seorang dokter yang bername tag Andira.


" Beberapa bulan yang lalu, saya dengar ada seorang pasien yang datang dan menjadi pasiennya dokter wijin. namun ... karena penyakitnya itu harus ditangani denganmu sendiri jadi pasien itu milikmu. tetapi yang saya ingin pertanyakan ... kenapa pasien itu harus keluar dari rumah sakit tanpa pengobatan lebih lanjut ?" tanyanya .


Dokter wijin pun berdiri " maafkan aku dokter andira, dokter kepala , dan ... Bu Agatha. saya akan menjawab pertanyaan itu. seperti yang kita tahu , rumah sakit ini banyak sekali kekurangan alat bantu rumah sakit ... jika pasien memiliki penyakit yang parah maka sebaiknya kita over kepada rumah sakit yang ahli " telaknya.


" Apa penyakitnya sampai - sampai rumah sakit ini tidak bisa mengobatinya. saya sudah menjadi dokter selama 15 tahun di rumah sakit ini ?" tanyanya lagi.


" Tumor otak yang sudah Kronis " jawab dokter wijin.


" Apakah itu berarti dokter devan tidak memiliki kemampuan ?" sindirnya.


" Maafkan aku dokter Senior Andira , tetapi Dokter devan adalah temanku. dia sudah menjadi dokter di jerman dengan kualifikasi terbaik. jadi untuk kompetensinya anda tidak perlu mengkhawatirkannya " bela dion yang sudah tak tahan mendengar devan yang dipojokkan.


" Dokter Devan kenapa anda tidak bicara ?" tanya dokter andira.


" Jika saya berada dirumah sakit dengan kelengkapan yang baik. maka dengan tangan saya sendirilah saya akan mengobatinya. kesembuhan pasien bukan hanya karena kekompetenan dokter tetapi didukung oleh peralatan yang memadai juga " jawabnya yang kini membuka suara .


" Saya tidak akan membiarkan seorang wanita , apalagi ... orang yang kukenal mati ditanganku " sambungnya tetapi kali ini dia mengucapkannya dengan pelan.


" Sudah ... sudah , kalian semua boleh duduk. jadi dalam pertemuan kali ini , kita tau kalau kelengkapan rumah sakit masih jauh dari kata cukup " lerai kepala rumah sakit.


" Bagaimana Bu Agatha ?" tanya pak kepala.


" hmm boleh saya tau siapa pasien itu ?" tanya agatha.


( tidak ... Brian tidak boleh tau apa yang terjadi padanya, aku harus mencegahnya) ucap brian dalam hati


" Namanya ...." Dokter Senior Andriana berdiri, dia akan mengatakannya


" tidak " tegas devan yang memotong perkataan doktet itu.


baru kali ini seseorang melihat dokter yang berkata tinggi seperti ini sehingga membuat semua orang meliriknya.


" Maafkan aku bu ... tapi sebagai dokter kita tidak bisa memberikan informasi pasien kepada orang lainn" sambung devan.


( aku pernah melihat pria ini , tapi dimana ?" ) pikir brian.

__ADS_1


" kau benar ... baiklah tidak apa , saya akan melihat semua kekurangan yang ada dirumah sakit kita. saya dan suami saya akan mengisi semua kekuranhan itu. tolong semuanya bantu kami dalam memenuhinya, catat semuanya dan berikan pada Ketua " jelas Agatha.


__ADS_2