
devan langsung melihat ke bawah tubuhnya dan segera memakai handuknya lagi. " kan sudah aku bilang sayang, jangan banyak bergerak atau kau akan melihat sesuatu nanti" katanya sambil membenarkan handuknya.
dengan kesempatan itu fanny langsung melepasan diri devan dan berdiri di sebelah.
" ha , kau lihat kau tidak bisa melakukan apapun padaku sekarang. dengar ya devan ... kau sudah membuat pagiku sial hari ini, dengan cacing kecilmu mu itu kau membuat mataku ternoda " sergah fanny yang menunjuk - nunjuk devan.
" kecil ? ( devan memelotokan matanya ) sayang apa selama ini saat kita berhubungan kau tidak merasakan seberapa hebatnya milikku. " tittah dev lagi harga dirinya merasa seperti dikoyakkan begitu saja pikirnya.
" ya .. ya aku tidak merasakan apapun. " tantang fanny.
devan menyipitkan matanya dan berjalan menuju ke arah fanny, namun fanny dia menghindarinya ke belakang.
" Kalau begitu aku akan membuatmu merasakan lagi kehebatan cacing kecilku seperti kau ucapkan tadi. kenapa sayang apa takut " devan menunjukkan senyum smirknya sekarang.
fanny terus memundurkan tubuhnya sampai mentok ke dinding.
" jangan macam - macam devan, atau aku tidak akan berbicara lagi padamu " ancam fanny.
mendengar itu devan makin tersenyum devil membuat fanny merasa ngeri " kenapa dia makin tampan saat sedang membuat wajah mengerikan itu " pikir fanny.
" kalau begitu aku tidak akan memasak lagi, jadi sayang silahkan pilih yang mana " tantang devan yang semakin mendekatkan diri.
" aku ehhhh.... bisa beli diluar , rian akan membelikannya untukku. "
" wah sayang , kau hebat sekali menyuruh pria lain membelikan sesuatu untukmu sedangkan dirumah ada suamimu. lakukan saja , tapi .... jika bisa " ucapnya santai.
" baiklah , lihat aku akan menelponnya sekarang " fanny mencari nama rian di ponselnya lalu devan segera merebutnya dan langsung mencium bibir fanny dengan penuh *****.
" hmmn ... dev...an " fanny terus memeronta , lalu devan melepaskan ciuman itu.
" lihat sayang. bahkan sebelum kau menelpom aku sudah bisa mencegahnya. hanya keras kepalamu itu aku tidak akan menyerah. sekarang bersiaplah akan ada tamuku yang datang , aku ingin memperkenalkan istri cantik dan keras kepalaku ini kepada meereka semua " ucapnya dengan lembut.
" Tidak , aku akan tetap disini. " dia mendorong dada devan pelan lalu berjalan menuju kekamar mandi.
" Jangan keras kepala sayang, atau aku akan membiarkan cacing kecilku menggigitmu mu " teriak devan sambil senyum - senyum.
didalam kamar mandi itu " menggigitmu " fanny menirukan suara devan , dengan wajah cemberutnya dia membuka pasta gigi lalu mengosok giginya.
beberapa saat kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi dengan mantelnya dia bergegas ke walk in closet. didalam kamar itu tidak ada orang mungkin devan sedang memasak dibawah.
didapur itu devan sedang memotong wortel , dia pikir kenapa fanny sangat lama ini hampir 1 jam pikirnya jadia dia memutuskan untuk ke atas sebelum itu dia membuka celemeknya.
didalam kamarnya tidak terlihat fanny, lalu dia membuka kamar sebelahnya ternyata fanny sedang duduk memperhatikan televisi kartun kesukaannya sebuah spons yang hidup dalam air laut.
" sayang , kenapa disini ? tidak mau turun ? aku sedang memasak dibawah ? ayo temani aku " perintah devan yang berdiri menghalangi televisi.
" Dan ini ... sayang apa kau masih mengantuk memakai baju tidur di pagi hari " sambung devan lagi.
ya , fanny hanya memperhatikannya berbicara dengan mata yang menatap tajam seperti gambar diatas 😂.
" hei devan , apa kau tau ... aku melewatkan adegan kesukaanku. bisakah kau minggir dari hadapanku " ucapnya jutek.
devan melirik ke televisi kemudian langsung mematikan televisi itu.
" turun dan temani aku memasak, kau hanya harus memperhatikan aku dan menjawab setiap pertanyaanku nanti. ayo sayang " devan menjulurkan tangannya , namun fanny terlihat malas.
" Apa ini ... aku menantikan episode Restoran yang berubah menjadi beku itu " gumamnya.
__ADS_1
devan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang sangat menyukai kartun spons dan binatang laut itu.
" setelah selesai aku akan menemanimu menonton bahkan kalau perlu aku akan menyewa bioskop dan memutar filmnnya , ayo sayang " ajak devan lagi.
" kan sudah aku bilang aku tidak akan keluar dari kamar , apa kau lupa " ujar fanny santai.
devan menghembuskan nafas kasarnya , lalu dia segera menggendong tiffanny begitu saja. " hei devan ! turunkan aku ! kau tidak akan kuat mengangkatku sampai ke bawah ! " rontanya.
namun devan tak mendengarkan , dia terus meronta membawa fanny keluar dari kamar.
" hei devan ! jika tidak menurunkan aku jangan harap aku mau melayani mu nanti " ancamnya.
" dokter " ucap seseorang.
krik...krik...krik..
mendengar suara orang membuat fanny terkejut dan melirik ke arah pintu utama. dia memelototkan matanya dan langsung menutup mulutnya.
" siapa mereka " gumam fanny yang masih shock.
beberapa mahasiswa magang itupun terlihat mengerjapkan matanya melihat kemesraan itu, tidak. bukan kemesraan tapi pertengkaran kecil namun hal yang menyenangkan bagi devan.
" turunkan aku " sergah fanny.
devan pun menurutinya , fanny terlihat salah tingkah dengan kondisi sekarang.
" halo , istrinya .. dokter " sapa seorang pria yang depan.
" ha - halo " ucapnya kaku seraya tersenyum.
" mereka tidak mendengarkan perkataanku bukan " gumam fanny kecil yang bida didengar devan.
secepatnya fanny masuk kedalam kamarnya , devan hanya terseenyum lebar sembari tertawa kecil.sedangkan para mahasiswa magang itu masih didepan itu dengan wajah kikuk.
" kalian sudah datang ? masuklah , apa kalian sudah makan ? " tanya devan yang memecahkan suasana kikuk itu.
para mahasiswa itu pun berani lebih masuk kedalam rumah.
" kebetulan belum dokter. tapi ! kami membawa bahan makanan sengaja ingin memasak disini "
" iya dokter , aku bawa daging sapi"
" aku ayam"
" aku sayur - sayuran"
" dan aku ... bumbu "
" baiklah , adit , diko , galih , Vena dan Fitri kita akan memasak halaman belakang " jelas devan.
" tapi ... hmm istrinya dokter ?" tanya salah satu perempuan.
" istriku habis mandi jadi belum ganti baju , sebentar lagi juga akan turun ayo bawa semua keperluan kebelakang " ajak devan sehingga mereka semua mengikuti intruksi devan.
ada yang memasang meja portable khusus memasak, ada juga yang mengupas sayur , memotong daging dan menyiapkan kompor dll.
fanny mengintip semua yang dilakukan orang itu , sehingga dia pun kehalaman belakang mengikuti yang lainnya.
" Sayang kemarilah ! " panggil devan saat melihat tiffanny sudah keluar, dia yang sedang membedah daging dan ayam itu dengan lincah mempraktekkannya.
__ADS_1
" Dokter kami sudah selesai " kata anak magang itu.
" kalau begitu mulailah memasak " ujar devan.
" hey cepat rebus airnya " titah fitri si perempuan berkuncir kuda dengan kacamatanya.
" ya ... pelan - pelan mencucinya atau tangan cantikmu akan terluka nanti " ujar adit yang menggoda vena.
" Apasih , kau goda saja sih almira itu" ketusnya.
" hei ! hei kalian tidak malu ya dengan istrinya dokter " kata diko.
fanny hanya tersenyum mendengarnya " lakukan apa yang ingin kalian lakukan " ujar fanny.
" wah lihatlah ! istri dokter memang tidak ada duanya , sudah cantik , banyak prestasinya baik lagi " puji diko.
" dokter devan boleh aku tanya bagaimana mendapatkan istri seperti Istrimu ?" ujar galih.
devan terkekeh mendengarnya " yang harus kulakukan berwajah tampan , lalu sedikit memaksanya " jawab devan.
" benarkah itu istrinya dokter ?" tanya adit.
" ha ? hmm itu .. "
" hey adit jangan membuat istrinya dokter takut mendengar pertanyaaanmu. maafkan dia ya istrinya dokter dia memang agak sedikit tidak waras " timpal diko.
fanny hanya tersenyum dengan mata sayu mendengarnya
" Sayang bisa bantu aku mencuci dagingnya ? aku ingin membedah perut ayam ini " tanya devan.
" ya " fanny mengangukkan kepalanya.
semuanya memasak bersama - sama tiffanny yang tadinya tidak pernah memasak lagi setelah nasi goreng pedasnya. kali ini dia ditemani anak - anak muda yang berbakat ini untuk memasak.
terkadang dia tertawa mendengar celotehan adit , adit salah satu dokter magang yang humoris. melihat bagaimana fanny tertawa bebas devan sangat bahagia. untuk pertama kalinya dia melihat tawa lebar dari tiffanny.
( melihatmu tertawa bebas tanpa beban itu, aku bahagia. hari ini aku tidak akan membuat permintaan apapun darinya , melihat tawa itu aku rasa dunia sedang bahagia ) batin devan.
kini mereka semua duduk di meja panjang yang sudah mereka rangkai. banyak makanan yang dihidangkan disana.
semuanya duduk dengan rapi akan menyantap makanan itu.
" ini dariku khusus untuk istrinya dokter , sebagai ucapan terima kasih dariku karena istrianya dokter menyambut kami dengan baik " adit memberikan daging bakarnya kepada fanny.
" ini dokter selada dariku. seperti warnya yang hijau terang semoga kehidupan pernikahan dan pekerjaanmu semuanya selalu berwarna dengan terang seperti warna selada ini. " fitri memberikannya selada.
" Kalau ini ... dari kami bertiga , salad buah untuk dokter dan istrinya dokter. sengaja kami buatkan sebagai ucapan terima kasih kami. " kata vena yang mewakili kedua temannya.
" terima kasih. kalian ... benar - benar baik, aku juga mendoakan supaya karier kalian semua berjalan baik seperti hati kalian yang baik , bersih dan tulus " ucap fanny dengan mata yang berkaca - kaca.
" percaya atau tidak , baru pertama kalinya kami bertemu dengan dokter sebaik dokter devan. kami ingin menjadi sepintar dan sepopuler dokter devan, tangganya seperti sebuah keajaiban. untuk itulah tuhan mengirimkan dokter seorang istri yang cantik, berbakat. walau kami tau diluar sana banyak orang yang mengatakan tentang keburukan mu tapi setelah aku melihatnya langsung , aku yakin kau tidak seperti itu ." kata fitri dengan lesung pipit di pipinya.
" hei fitri jangan membuat kami menangis " ujar galih.
" apa kalian semua akan terus berbicara dan memuji istriku, percaya atau tidak dia tidak suka dipuji. sekarang ayo makan dan kita bicarakan tentang laporan kalian. " ujar devan.
" baiklah ayo kita makan, dokter memang menyelamatkan perutku yang sudah keroncongan " ujar adit.
" sebelum itu ayo kita ciers " ajak diko.
__ADS_1
semua orang mengangkat gelasnya dan menyatukannya " ciersss " ujar semuanya dengan bahagia.