
" hei ! "
" sayang , dia tidak tau kan ukuranmu berapa ?" tanyanya dengan wajah tanpa berdosa itu. membuat fanny makin membelalakkan matanya.
" kau sudah tidak waras. pikiranmu terlalu jauh , jauhkan mata mu dari hadapanmu sekarang ! " fanny sedikit berteriak dia sebenarnya tidak marah hanya saja merasa malu.
" aku hanya bertanya sayang "
" sudahlah , aku mau pergi. hari ini tidak usah mengantar aku bawa mobil sendiri , dan jangan menungguku untuk makan malam. sepertinya aku akan pulang telat " jelasnya yang memakai tasnya.
" mau kemana ?"
" aku sudah janji makan malam dengan seorang investor baru. "
" baiklah , tapi hati - hati dan hubungi aku selalu "
" hmm "
devan mendekati fanny lalu mencium puncak kening kepala tiffanny cukup lama.
" aku mencintaimu sayang " ucapnya.
fanny hanya bisa berdiri kaku disana , mata devan seakan - akan menunggu nya untuk membalas kata cintanya itu.
" i-iya " hanya kata itu yang bisa dia katakan sekarang, untuk mengurangi salah tingkahnya dia bergegas keluar dari kamar itu.
***
" Benarkah ? kalau begitu , sudah dipastikan antara ayah dam anak itu pasti terlibat "
micheal sedang berbicara dengan seorang pria muda yang bergaya casual sepertinya dia masih kuliah.
" iya , saya sudah memastikannya " jawab anak itu dengan yakin.
" kalau begitu terima kasih. saya akan mengirimkan uanganya, dan berhati - hatilah jangan sampai ketahuan " jelas micheal.
" siap tuan , kalau begitu saya permisi "
micheal menganggukkan kepalanya, pria itu keluar dari ruangannya. lalu dia kembali duduk di mejanya disana ada beberapa foto anak pasien itu sedang berada di sebuah kasino dengan memakai pakaian sexy dan beberapa pria.
tok...tok...tok
micheal berbalik melihat pintunya , seorang wanita dengan baju formal dan wajah datar menghampirinya.
" kalista " ucapnya.
dia kalista , istri nya. mereka menikah sudah 1 tahun lebih namun sampai sekarang keduanya tidak pernah mengurusi pekerjaan masing - masing. karena sesuai perjanjian kontrak pernikahan yang mereka sepakati jika keduanya tidak akan saling urus campur.
" ini adalah alamat orang yang kau minta " dia memberikan selembaran kertas disana.
micheal mengambilnya dan juga memperhatikan alamat itu.
" untuk apa kau meminta ku mencari wanita ini ? dia kekasihmu ?" tanyanya.
micheal tersenyum menggoda melihat kalista " kenapa ? kau cemburu " tanyanya dengan suara menggoda.
" jangan terlalu percaya diri. hanya saja ... sejak kapan selera mu wanita murahan seperti itu. sangat jauh sekali dengan tiffanny wang itu " dengan wajah juteknya.
" hahhaha " micheal tertawa keras melihat tingkah kalista.
__ADS_1
" itu artinya kau cemburu , akui saja. "
" jangan menggodaku , atau aku tidak akan membantumu " jawab kalista dengan wajah yang masih jutek.
" baiklah ... baiklah " micheal terkekeh seraya mengangukkan kepalanya.
kalista segera pergi dari ruangan micheal, jantungnya berdetak cepat saat sedang bersama micheal. dia menutup kembali pintu ruangan itu dan berdiri di depan nya.
tidak mungkin aku jatuh cinta padanya kan. dia selalu mencintai tiffanny tidak mungkin nantinya membalas cintaku.
Ayolah kalista ! kau sendiri yang membuat kontrak itu lalu kenapa kau harus melanggar nya. ck...ck tidak penting , ini hanya karena aku lelah saja mangkanya jantungku seperti ini.
***
malam harinya
tiffanny sudah sampai di restoran yang sudah dia janjikan dengan micheal. dia melihat bagian dalam restoran tidak ada micheal mungkin dia sedang dijalan pikirnya.
jadi dia duduk di dekat meja kosong sambil menunggu micheal. cukup lama dia menunggu lalu dia berniat untuk menanyakan keberadaan micheal melalui ponselnya.
dia mencari kontak nama micheal di ponselnya , setelah ketemu dia menekan tombol telpon. namun sepertinya pemilik ponsel sudah datang karena suaranya bisa didengar tiffanny.
dia mencari suara itu ternyata micheal sudah datang dia melambaikan tangannya dengan senyuman lesung pipitnya.
fanny pun mematikan telponnya, micheal kini sudah berada di hadapannya.
" duduklah " ujar fanny.
" maaf tadi dijalan agak macet jadi lama "
micheali melirik ke sekitar dia mencari palayan , dia sudah haus sedari tadi.
" aku sudah memesan minuman sebentar lagi datang " tiffanny mengerti apa yang micheal cari itu.
" hmm kau memang yang paling mengerti aku "
tak lama minuman yang dipesan tiffanny datang, micheal menyuka ice caffuchino dan dia hanya memesan moktail biasa.
micheal langsung menyedot minuman itu sampai tersisa setengah, begitu juga tiffanny meminum sedikit minumannya.
dari balik jasnya micheal mengeluarkan beberapa lembar foto wanita itu , foto rumah alamat wanita yang dicari.
tiffanny mengambilnya dan memperhatikan wanita itu.
" Namanya Sheira Umma usianya 23 tahun. dia bekerja di kasino xing. dan kau tau siapa pemilik kasino itu ? Kleuwit samuel. "
fanny mendengarkan dengan baik perkataan micheal
" kasino yang dianggap orang lain milik pebisnis muda Alexander itu hanyalah kebohongan saja. wanita itu , dia masih berkuliah , wanita ini sering terkena masalah tapi selalu bebas begitu saja. "
" dan yang paling mengejutkan , dia tidak pernah dekat dengan ibunya bahkan sering kali bertengkar. ibunya memang sudah sakit lama dia jarang mengurusnya kata tetangga sekitar dia sering memarahi ibunya "
fanny seakan tak percaya mendengarnya , bagaimana mungkin seorang putri malah melantarkan ibunya seperti itu dia pikirnya.
" tetapi Fan, bagaimana caranya kita menemuinya sedangkan dia selalu berada di dekat orang - orang samuel. sudah jelas sekali motif dia ini apa. dia mengancammu untuk bercerai dengan devan , ini berarti ada campur tangan agatha. "
" tapi kenapa mereka harus mencelakai devan, dia tidak tau apa - apa ! " ujarnya dengan mata yang sudah memerah dan berair.
__ADS_1
" kau masih terlalu lugu tiffanny, hidup agatha sudah hancur sekarang. maka sebagai gantinya kau juga harus merasakan hal yang sama " jelas micheal.
drrttt....drrrt
ponsel tiffanny bergetar , nomor yang tak dikenal itu masuk menelponnya.
mata micheal dan tiffanny menatap ponsel itu.
📱 " siapa ?" tanya tiffanny.
( waktumu hanya 3 hari dari sekarang, pikirkan semuanya dengan matang. bercerai dengannya atau kau akan melihat terbujur kaku tak bernyawa !) ucap orang itu dengan suara yang disamarkan.
📱 " siapa kau ? berani mengancamku " tekan tiffanny.
( pikirkan saja dan jangan buang - buang waktu )
tit...tit..
ponsel itu langsung dimatikan oleh sipenelpon
📱 " halo ! ... halo ! " tiffanny sudah emosi sekarang
" sudah , sudah hentikan ini sudah cukup " micheal menarik ponsel yang dipegang tiffanny itu , tiffanny mulai bingung , menangis dan merasa takut.
" jangan dengarkan orang itu. sekarang sebelum waktu 3 hari itu kita harus membebaskan devan dari semua tuntutannya "
***
tiffanny berjalan sendirian keluar restoran , dengan mata yang nanar dan berkaca - kaca juga langkah pelannya. hatinya merasa campur aduk.
ada rasa takut, khawatir , sedih dan juga marah. sebenarnya apa yang orang inginkan dari hidupnya itu. apa yang dia miliki sampai orang lain ingin merebut semuanya.
dulu , dia kehilangan keluarganya , kekasih dan sekarang apakah harus kehilangan seorang pria yang kini menjadi suaminya itu ?.
kenapa dunia tidak pernah memberikannya kebahagiaan untuk memiliki seseorang yang selalu ada untuknya.
saat kakinya dilangkahkan untuk menuruni tangga , dia tidak menyadari itu sampai dia hampir terjatuh namun dengan cepat tangan seseorang menariknya sehingga membuatnya terkejut menatap nya.
" Micheal , kau masih disini " gumamnya.
" jangan pernah berpikir kau harus menjalaninya sendiri. aku , akan bersamamu menolong Dokter Devan dan menghukum semua orang yang sudah memperlakukanmu tidak adil " tegas micheal.
***
hari ini , devan sudah menerima kabar kalau dia akan dituntut sesuai pelaporan keluarga pasien. secara resmi dia akan menjalani penyelidikan.
saat di kantor polisi dia mengatakan hal yang sejujur-jujurnya. tanpa rasa takut dan gentar dia jawab semua pertanyaan polisi itu.
namun , pihak keluarga tidak ada sama sekali yang datang ke kantor polisi. setelah dari ruangan penyelidikan.
devan masih dibebaskan , dia berjalan dari lorong - lorong ruangan. dia memang tidak takut akan semua keputusannga nanti. tapi saat di tempat ini dia merasa takut jika dia benar - benar dianggap bersalah dan harus meninggalkan fanny sendirian nantinya, siapa yang akan menjaga tiffanny dan mengurusnya nanti.
langkah sepatunya bisa terdengar karena tempat ini masih sepi , dari jarak 5 meter dia melihat sepatu heels berwarna hitam berdiri dihadapannya. dia angkat kepalanya sampai dia bisa menatap siapa yang berdiri dihadapannya sekarang.
" sayang " ucapnya pelan seakan tak percaya apa yang dia lihat sekarang.
__ADS_1
" apa aku hanya berhalusinasi " ucapnya lagi.