Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Pesta Pernikahan


__ADS_3

hari - hari berikutnya mereka jalani seperti biasa namun akhir - akhir ini mereka jarang bertengkar bahkan tidak pernah sama sekali. karena keduanya berusaha untuk tidak melakukan sesuatu hal yang akan membuat keduanya marah.


Setiap hari fanny bekerja dengan keras, sedangkan devan setiap hari selalu saja mengoperasi dan menyembuhkan pasiennya. Devan terus mengambil shift karena dia ingin mendapatkan cuti yang panjang untuk pernikahannya nanti.


Hari ini , undangan sudah disebarkan ke seluruh orang yang akan diundang. Nenek juga sudah kembali dari Yayasan dan orang tua devan akan kembali ke indonesia 5 hari lagi.


Akibat undangan tiba - tiba itu membuat semua orang gempar , semua karyawannya tidak menyangka jika fanny akan menikah dengan devan yang selama ini dikenal sebagai penanam saham. tetapi karyawan semuanya ikut senang karena akhirnya Pemimpinnya menikah dengan pria yang menurut mereka baik.


" Kita harus datang dengan cantik nanti "


" kita tentu harus cantik, tapi tidak boleh melebihi sang pengantin wanita "


" Tapi aku bingung kenapa bu fanny menyembunyikan pernikahannya. bukankah itu bagus jika semua orang mengetahuinya ?"


" ya ! kau benar, agar semua orang tidak menyangkut pautkan bu fanny dengan mantan kekasihnya itu "


" Apa yang kalian lakukan disini ? kembali lah bekerja " perintah Rian.


semua orang pergi meninggalkan tempat kerja salah satu karyawan itu.


***


Disisi lain , devan dan agatha menerima undangan nya. Disisi lain agatha merasa senang karena akhirnya fanny menikah dan tidak akan merusak rumah tangganya. namun kesenangan itu belum jadi miliknya sebab brian terlihat sangat kecewa dan marah.


didalam kamar keduanya, Brian melepaskan jam tangannya dengan raut muka datar.


" Kau tidak perlu membuat muka seperti itu, jika undangan itu bisa membuatmu gila. lalu bagaimana dengannya saat kita dulu mengundangnya ?" agatha duduk di ranjang dengan bersedekap memperhatikan gerak - gerik devan.


deg


perkataan agatha benar, dia sangat marah melihat undangan itu. namun disisi lain dia juga melupakan tiffanny yang dulu juga dia melakukan hal yang sama.


" Tapi aku bingung dengan nya. kenapa ... dia harus menutupi pernikahannya , dan langsung menyebarkan undangan resepsi. apakah terjadi sesuatu diantara kedunya ?" Agatha mengatakan itu dengan keras dan tentu brian mendengarnya. dia sengaja atau tidak hanya dia yang tau.


" Fanny bukanlah seseorang yang akan melakukan hal yang kotor " Brian membela fanny sekarang, dia tidak suka mendengar hal buruk tentang fanny.


agatha tersenyum melihatnya , lalu dia berdiri dan melangkahkan kakinya ke dekat brian.


" kenapa kau sangat yakin dengannya ? kalian sudah lama berpisah , berapa ya ... hmmm 1...2.. oh ya ! 5 tahun. selama itu kalian mungkin sudah berubah. dan apa kau tau mas ? aku melihat keduanya keluar dari kamar hotel bersama saat di malam pergantian tahun " agatha terus berussaha memanas - manasi Brian.


Brian mengeram tertahan karena tidak ingin bertengkar diapun keluar dari kamar nya meninggalkan agatha sendirian.


dia keluar menggunakan mobilnya dia akan pergi dan entah pergi kemana.


***


" Fanny kau sedang apa, bisa bantu nenek sebentar ? nenek lupa nama teman - teman Papamu dan mama mu harus diundang " tanya nenek yang sibuk melihat sekumpulan undanhan itu.


sedangkan fanny dia duduk si sofa sedang beradu laptop disana. Fanny taruh laptop itu dan mendekati.

__ADS_1


" Kenapa nenek tidak mengambil buku tamu duli saat papa dan mama menikah , mungkin disana ada banyak namanya. aku juga tidak ingat "


" Ck nenek benar - benar sudah tua sekarang. seharusnya nenek berpikir seperti itu. untunglah kau ada "


" Devan belum pulang ya ? ini sudah malam ".


" Nenek dia bilang sedang ada operasi jadi tidak tau jam berapa pulang "


" Hmm dia selalu bekerja keras. Kau beruntung memiliki suami sepertinya. Kau tidurlah nenek belum mengantuk masih ingin melihat undangan. "


" Baiklah nek aku kekamarku dulu "


sesampainya di kamar , dia segera naik ke atas ranjang. Pertama kali dia menoleh ada foto pernikahannya dengan devan yang cukup besar itu.


cukup lama dia memandangi foto itu , sampai tidak terasa kalau dia telah tertidur.


ceklek


devan membuka pintu kamarnya lalu menutupnya lagi, saat dia lihat tiffanny tidur dalam posisi duduk dia segera mendekatinya dan dia membenarkan posisi tidur fanny agar tertidur dengan nyaman.


cup


devan mencium bibir fanny sekilas lalu dia segera berdiri menuju lemari untuk mengambil baju kaos dan celana panjang. dia memutuskan untuk mandi dan berbenah diri.


***


keesokan paginya,


" apa kau mengungang Brian ?" tanya nenek.


mendengar itu fanny segera berhenti makan, dia diam sejenak dan kemudian menatap nenek.


" hmm aku mengundangnya " fanny mengangukkan kepalanya.


" Tapi kenapa sayang ? Seharusnya kau tidak usah mengundangnya , biarkan saja dia "


" Tidak masalah nek. aku juga setuju untuk mengundangnya, agar dia lihat bukan hanya dia yang bisa bahagia. tetapi kami juga bisa " Saut devan.


" Yasudah kalau begitu , tapi devan ... kau jangan khawatir, fanny tidak akan berbicara sedikitpun dengannya karena nenek tidak akan pernah menyukainya. Fanny harus selalu denganmu "


" Nenek .." ujar fanny.


***


Tak terasa Resepsi pernikahan pun sudah tiba , di dalam hotel itu semua dekorasi bunga putih dan sederhana saja.seperti permintaan devan dan fanny.



Semua tamu sudah memenuhi kursi , hanya tinggal menunggu Kedua pengantin memasuki ruangan.

__ADS_1


namun, hal yang paling menonjol diantara tamu undangan yaitu Pasangan Suami istri Brian dan Agatha , Agatha tampil cantik dengan gaun bling - bling berwarna cokelat sedangkan brian dengan setelan jas warna putih.


dia tidak banyak bicara namun jauh dalam hatinya dia sakit hati , wanita yang dia cintai dan ingin dia miliki sudah menikah dengan pria lain.


Ayah dan ibunya devan tampak serasi dengan setelan jas warna hitam dan gaun warna putih, juga nenek yang memakai dreess putih. mereka terlihat cantik dan tampan.


Rian , dia harus merelakan cinta nya untuk tiffanny, dia harus menerima sepenuh hati jika dia bukan jodohnya. namun dia senang melihat fanny menikahi seorang pria yang baik.


micheal , dia datang dengan istrinya. mereka berpura - pura seolah pasangan suami istri yang bahagia namu tentu itu hanya dihadapan para kolega bisnis saja.


" Hadirin tamu sekalian yang saya hormati, sebentar lagi ... Kedua mempelai pengantin akan memasuki Ruangan. Semua nya boleh berdiri untuk menyambut kedua pengantin " ujar Mc


akhirnya semua tamu undangan berdiri menunggu kedua pasangan itu berjalan di altar pengantin.


Brak


pintu terbuka lebar dengan cahaya yang terang , 2 pasang sepatu memasuki ruangan. Tangan kanan Fanny merangkul tangan devan dan tangan kirinya memegang bunga. devan terus tersenyum dia terlihat sangat tampan dan memesona dengan tuxedo warna hitam.



sedangkan tiffanny wang , dia terlihat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih dan panjang. rambut yang dia urai dibelakangnya. dia hanya tersenyum kecil untuk menghormati tamu.



sorak tepuk tangan bergerumuh saat keduanya berjalan perlahan. Nenek yang akhirnya bisa mewujudkan impian terakhirnya untuk melihat fanny memakai baju pengantin akhirnya bisa terwujud. dia menatap sendu dan penuh haru , air matanya tak kuasa untuk tidak menetes.


sedangkan orang tuan devan , hars dan anja terlihat bahagia. putra tunggalnya akhirnya menikah dengan anak sahabat nya.


Diujung sana , karena agatha dan brian duduk paling depan bisa melihat jelas tiffanny akan berjalan menuju arahnya. brian hanya bisa melihatnya tanpa bisa melakukan apapun. matanya tak pernah berhenti untuk manatap tiffanny.


( ***Akhirnya aku merasakan semua yang kau rasakan dulu. kau benar tiffanny , sangat sakit saat melihat seseorang yang kita cintai menikah dengan orang lain. )


( Kau sangat cantik dengan gaun pengantin itu , andai aku yang ada di sebelahmu... maka aku adalah orang yang paling bahagia sekarang ) ucap brian dalam hatinya***.


keduanya terus berjalan , devan melirik ke arah fanny. dia tersenyum lebar , Fanny juga meliriknya dan tersenyum kecil membalasnya.


Namun saat itu dia juga bisa melihat brian yang hadir disana. Wajah brian menunjukkan kesedihan , dia melihatnya hingga manik mata mereka bertemu.


( Seberapa lama kita menjalin hubungan , tidak akan memastikan kita akan hidup bersamanya selamanya. Akhirnya kita hanya bisa saling memperhatikan dari jauh tanpa sepatah kata. ) Ucap fanny dalam batinnya.


( Aku tau jauh dalam hati kalian , kalian masih menyimpan rasa cinta. namun ... aku juga harus sedikit egois , aku juga mencintai wanita ini. Tidak akan aku biarkan seseorang merebutnya bahkan ... menyakitinya sekalipun ) benak devan saat dia memperhatikan keduanya saling memandang.


bonus pict pernikan Devan dan Tiffanny




__ADS_1



__ADS_2