
keesokan harinya
fanny sudah cantik dengan gaun birunya, hari pertama kembali ke hotelnya. dia sangat semangat sampai dia merias dirinya dengan sangat cantik.
dia menggunkan hielss berwarna putih, dan membawa tas berwarna biru muda. dia segera turun dan disaat yang bersamaan devan juga keluar dari pintu kamarnya.
devan memandangnya dengan takjub , sangat sempurna untuk seorang perempuan pikirnya.
" selamat pagi " ucapnya lembut.
" hmm selamat pagi juga untukmu" balas fanny.
mereka berjalan bersama beriringan bagaikan pasangan kekasih, mereka menuruni anak tangga dan menuju ke dapur dekat meja makan.
sarapan kali ini adalah Bubur ayam, ini adalah permintaan devan pada bi kali. fanny memakannya dengan lahap karena dia sudah sangat merindukan masakan Indonesia.
" Kau menyukainya ?" tanya devan.
" ya , ini sangat enak " jawabnya.
fanny segera berdiri saat melihat jam tangannya yang sudah pukul 7 pagi padahal ini masih sangat pagi untuk ke hotel apalagi statusnya sebagai pemilik, dia bisa kapan saja dan jam berapa saja tetapi selalu menepati waktunya seperti pekerja biasa.
" Sudah mau pergi ?" tanya devan.
" ya "
" aku akan mengantarmu " devan pun berdiri dan menghadapnya.
" eh .. hmm tidak usah , aku akan merepotkanmu. aku bawa mobil saja "
" tidak ! kau sudah lama tidak mengendarai mobil akan sangat kaku nanti. biarkan aku membawamu jangan menolaknya " Titah devan yang khawatir jika fanny pergi sendirian.
" tapi kan..."
devan menyelonong saja pergi, terpaksalah fanny mengikutinya dari belakang.
***
" Terima kasih " ucap fanny dan segera turun dari mobil sebelum devan menjawabnya. devan pun memutuskan untuk turun dari mobil.
" tunggu " cegahnya sambil dia berjalan ketempat fanny berdiri.
" pulangnya tunggu aku, aku akan menjemputmu. jangan menolaknya lagi "
" ada ... rian yang akan mengantarku " ucap fanny yang bingung dengan tingkah devan.
" aku tahu, tapi aku ingin menjemputmu. harus aku oke ... aku sudah telat jadi aku yang akan menjemputmu " ujar devan sambil berjalan menuju ke mobilnya tetapi wajahnya menghadap tiffanny.
" kenapa dia jadi aneh seperti itu " pikir fanny.
dia pun kembali berjalan untuk masuk kedalam hotel, dia ingin masuk dari pintu utama karena sudah lama tidak melihat hotelnya jadi dia ingin lihat apa ada perubahan atau tidak.
dia berdiri di tengah lobi itu , banyak tamu dan karyawan yang sedang lewat. dia tersenyum kecil karena hotel ini bertambah bagus pikirnya.
" Bu fanny ?" ujar karyawan
" benarkah ini bu fanny ?" tanyanya karena terkejut.
fanny mengangukkan kepalanya , membuat semua orang itu shock " semuanya ... lihat lah , Boss kita kembali ..." teriaknya.
" benarkah ?"
" hey ayo coba lihat ! "
" aku ingin lihat bagaimana keadaanya "
itulah semua kata - kata karyawan lainnya yang mendengar teriakan itu , mereka semua segera mengerumuni fanny dan berhadapan langsung dengannya.
" halo , apa kabar " tanya fanny kepada semuanya.
__ADS_1
" kami baik bu " jawab serentak karyawannya.
" bu ... darimana saja anda ? kami sangat kehilanganmu ?"
" iya bu, benar sekali. kami tidak bisa melihat wajah cantikmu "
" kau sudah gila ya , apa kau tidak takut dipecat ?" bisik temannya yang ada disebelah.
" matipun aku rela deminya " balasnya.
" Bu ... jangan pergi lagi, kami benar - benar membutuhkan pemimpin seperti mu " kata karyawan lainnya.
fanny tersenyum kecil mendengarnya, dia tidak pernah menduga bahwa reaksi karyawannya melebihi pemikiraannya.
karyawannya sangat memperdulikannya , matanya berkaca-kaca melhatnya.
" Terima kasih karena sudah bertahan bersama hotel ini. saya berjanji .. mulai hari ini, tidak akan meninggalkan hotel ini dan kita semua akan bekerja dalam satu lingkup yang sama "
" Dan sebelumnya saya meminta maaf karena tanpa pemberitahuan, saya menitipkan hotel kepada sekretaris Rian. dia orang yang bisa saya percaya untuk memimpin hotel dan juga kalian semua dengan baik"
" Tidak masalah bu, yang penting anda sudah kembali lagi"
fanny kembali tersenyum mendengarnya, ingin rasanya menangis tetapi bukan menangis karena sedih. tapi karena kebahagiaan.
...
sekarang dia sudah berdiri di dalam ruangannya, dia menatap pintu itu agar pertama kali rian masuk dialah yang rian lihat. dia ingin memberi kejutan pada rian dan rasa ucapan terima kasihnya.
ceklek
rian menutup kembali pintu itu , namun yang pertama kali dia lihat sosok fanny ada dihadapannya sambil tersenyum.
" kau datang ?" tanya fanny yang masih berdiri ditempatnya.
mata rian berkaca - kaca , wanita itu lebih dahulu menegurnya. yang sebelumnya selalu dingin terhadapnya hal itu membuatnya memiliki pemahaman lain jika fanny terus seperti ini.
( Dia ada dihadapanmu ... Tidakkah kau ingin melambaikan tanganmu , bukankah dia yang kau tunggu. apa ini ... aku mengharapkannya tetapi dia bersama pria lain, sadarlah rian... kau bukan siapa - siapa )
" Apa kau tidak ingin menyapaku ?" tanya fanny.
Rian melangkahkan kakinya perlahan kearah fanny, matanya menuju mata indah itu. dan sekarang dia ada dihadapan wanita itu yang sekarang sedang tersenyum kepadanya.
" Bagaimana mungkin aku tidak akan melakukan itu. selamat datang " ucap rian dengan lembut.
" Apa kabar mu ?" tanya fanny.
( tidak baik , andai kau tau aku tidak baik - baik saja sekarang)
" seperti yang kau lihat " jawabnya sambil tersenyum kepada fanny.
" Aku tau , oh ya ... Apa saja yang terjadi di hotel aku ingin tau semuanya. juga ... bagaimana dengan hotel di norwegia itu ? " tanya fanny sambil dia menuju kekursinya.
rian pun menjelaskan semuanya dengan detail, tiffanny mendengarkannya dengan fokus. sesekali saat menjelaskan kondisi hotel rian memperhatikan wajah fanny yang dari samping saja terlihat cantik.
" Jadi jangan khawatir, semua nya berjalan sama. Untuk holel yang ada di norwegia juga sudah hampir selesai "
" hmm sangat bagus "
" rian " panggilnya
rian menatapnya dengan dalam
" Terima kasih .. Terima kasih banyak untuk semuanya " ucap fanny dengan tulus.
" Aku tidak tau bagaimana caranya membalas semua itu "
" apa kau ingin membalasku ?" tanya rian.
" ya ! tentu saja. aku lakukan semuanya untukmu" jawab cepat fanny.
__ADS_1
" Aku akan memintanya, bagaimana mungkin aku menghilangkan kesempatan yang sangat bagus ini "
" apa itu ? mobil baru ? rumah ? atau apa ?" tanya fanny.
" tidak semua itu. aku akan memintannya nanti disaat aku membutuhkannya "
" ha ? eh baiklah ... apapun itu "
***
saat jam makan siang tiba, rian mengajak fanny untuk makan direstoran paling bawah. fanny tidak menghindar lagi jika diajak makan oleh rian di dalam hotelnya.
kini ada beberapa sajian dihadapannya, ada steak , ikan salmon panggang dan juga sushi.
" Besok sepertinya aku datang terlambat " kata fanny sambil makan.
" kenapa ?" tanya rian yang sedang mengiris daging.
" aku ingin menemui micheal, aku pikir aku juga harus berterima kasih padanya "
" Micheal Sudah menikah " ungkap rian.
" benarkah ? kalau begitu aku senang mendengarnya " ujar fannya yang bereaksi biasa saja itu.
" kau tidak terkejut ? tidak ingin tau apa alasannya ?" tanya rian memandangi fanny.
saat fanny akan memasukkan daging kedalam mulut, dia taruh lagi itu.
" Bukan nya tidak terkejut akan tetapi ... Aku tau semua akan berkahir seperti ini. dan untuk alasanya ... aku tidak perlu tau karena aku tidak ingin tau "
" Kadang kala kita tidak harus mencari tau apa yang sebaiknya kita tidak tau " sambungnya.
" ya ... kau benar " ujar rian seraya mengangukkan kepalanya.
***
" Yakin tidak mau kuantar ? " tanyanya pada fanny sambil mengantarnya untuk turun ke bawah sekarang mereka ada lift.
" hmm devan menjemputku, mungkin dia ada dibawah " jawab fanny.
mendengar devan akan menjemput membuat dia lesu seketika.
ting
" aku pulang " pamit fanny.
" dia ada didepan , pergilah" balas rian.
fanny pun pergi, rian hanya bisa memandanginya saja. dia seperti sangat jauh dari fanny sekarang.
( apa hubunganmu dengan dokter itu sebenarnya, aku ingin tau agar aku bisa mengendalikan perasaanku)
***
didalam perjalanan menuju pulang itu, mata devan tertuju kepada sebuah cafe , dia dulu ingin sekali mengajak fanny ke cafe itu untuk menikmati Coklat panas maupun dingin dan kue disana.
dia pun membelekokkan mobilnya , fanny tidak mengerti mereka akan kemana karena arah pulang seharusnya Belok kiri.
" Kita mau kemana ?" tanya fanny.
" suatu tempat , sebenarnya aku sudah lama ingin mengajakmu kesini " jawab devan yang masih fokus menyetir.
" Tapi devan, kau tidak bertanya padaku apa aku mau atau tidak ?" tanyanya pelan.
" sudah tidak ada pekerjaan lagi. ingatlah saat kau sembuh kau harus menjaga dirimu baik - baik dan juga kesehatanmu. salah satunya dengan makan "
" ada apa dengan wajahmu , tidak suka ya ? " tanya devan .
" tidak "
__ADS_1
" ah maksudku , tidak bukan begitu " sambungnya.
" kita sudah sampai " ujar devan, fanny memperhatikan cafe itu dimana didalamnya cukup ramai oleh pengujung dari samping devan membukakannya pintu mobil itu.