Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Bekerja Kembali


__ADS_3

devan begitu sangat protektif akhir - akhir ini , tiffanny juga dilarangnya untuk kembali ke hotel sementara waktu ini.


devan juga sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang dokter bedah dan saraf dirumah sakit kluwit , setiap hari bersama tiffanny mereka melakukan jalan santai di sekitaran rumah mereka.


dan sekarang mereka berjalan kecil di pinggir jalan .


" ahh sayang mau ?" tawar devan yang memegang botol minum.


" sini "


devan membukakan tutup botolnya sehingga tiffanny langsung meminum dari botol dan bekas yang sama.


" hai , kalian yang tinggal di rumah depan sana ya ? " tanya seorang pasangan suami istri menghampirinya.


" iya benar " jawab devan.


" wah apa kau ingat denganku ? waktu itu aku memberikanmu makanan dia suami saya " suaminya hanya tersenyum saja.


" oh ya ! saya ingat , dia yang kau bilang bekerja sebegai tentara itu " kata tiffanny.


" benar sekali " jawab perempuan itu.


" senang berkenalan dengan kalian " sambungnya.


devan dan tiffanny hanya saling tersenyum mendengarnya.


" kalian habis berolahraga ya ? aku dengar waktu itu kau kecelakaan bagaimana kabarmu sekarang ?"


" saya baik , terima kasih " jawab tiffanny.


" ah syukurlah , pantas saja selama kau dirumah sakit rumah itu selalu gelap aku jadi heran , kau beruntung memiliknya sebagai suami dia selalu menemanimu "


" hmm saya rasa begitu "


devan merasa malu dan sekaligus senang mendengarnya , tanganya merangkul tangan tiffanny.


" kalau begitu lanjutkan maaf kami mengganggu "


" tidak ... tidak kami senang mendengarnya " jawab fanny.


" kalau begitu kami permisi " pamitnya


" ya hati - hati " ucap devan


setelah pasangan suami istri itu pergi devan mengambil tangan tiffanny dan menggenggamnya. matanya menatap dengan sayu wajah tiffanny.


" ada apa ? " tanya tiffanny.


" aku senang mendengarnya , dan juga ... sepertinya istriku sudah sembuh total "


" hmm aku juga begitu , besok aku akan kembali bekerja bolehkan ?" tanya tiffanny.


" baiklah tapi aku akan menemanimu " devan mengangukkan kepalanya dan terasa mereka berdua telah sampai didepan rumah. devan membuka gerbangnya kemudian mereka masuk lalu kembali dia tutup gerbang itu.


" ayo bersantai di belakang kita makan terlebih dahulu , aku sudah membuat sesuatu tadi " ajak devan.


" hmm ayo "


dibelakang rumah mereka terduduk berdua dilantai kayu itu , masih dengan pakaian olahraganya mereka berdua menikmati angin sejuk yang ada disekitar halaman.



sambil melihat tiffanny yang memakan buah sambil tangannya membua minuman dingin , begitu lahap sekali makan buah itu pikir devan.


" manis ?"

__ADS_1


" iya , ini enak kau mau ?" tanya tifanny.


devan mengunggak kepalanya dan menerima sendokan buah yang diberikan tiffanny.


" sayang " panggil devan.


" hmm "


" aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk membangun tempat praktekku , dan rencananya dion akan ikut denganku membuka tempat praktek itu "


tiffanny mendengarkannya dengan seksama , lalu dia tersenyum setelahnya.


" kau yakin dengan keputusanmu devan ? apa ibu dan ayah sudah tau ? aku pikir menjadi dokter bedah itu adalah cita - cita mu dan bekerja dirumah sakit besar membuat karier mu menjadi bagus. jika karena diriku , dan juga rumah sakit tempat kau bekerja adalah milik samuel sebaiknya jangan lakukan ... aku tidak akan berkomentar apapun karena itu pekerjaanmu yang sudah kau jalani. "


" tidak sayang , aku sudah yakin dan ibu juga ayah sudah tau tentang keputusanku. mereka mendukungku sepenuhnya. aku ingin membuka rumah sakit kecil walaupun kecil tapi aku adalah pemiliknya dan juga aku tidak terikat peraturan disana. aku bisa membuka pekerjaan dengan anak - anak magangku sebagai pegawainya , aku yakin mereka berbakat dalam bidang itu . "


tiffanny duduk mendekati devan tanpa tau apa yang akan dilakukan tiffanny devan hanya diam saja.


cup


tiffanny mengecup singkat bibir devan lalu menatapnya dengan penuh cinta.


" dan jadilah investor untukku , aku ... berjanji akan selalu mendukung mu apapun keadaannya " katanya dengan lembut sambil tangannya memagang dada devan.


" aku juga berjanji akan selalu memberitahumu tentang semua keputusanku dan selalu menyangkutpautkan dirimu dalam segala hidupku. " balas devan.


" baiklah , kalau begitu ... mari kita masuk dan ... "


" dan apa ? " devan telah menatapnya dengan tatapan tak bisa diartikan.


" dan membersihkan diri , ck kau selau berpikiran lain. " tifanny berdiri saat itu juga namun sebelum dia pergi devan telah menahannya dengan tangannya.


" mau kemana hmm " kata devan dengan sensual di telinga tiffanny membuat darahnya berdesir.


" aku ... kedalam "


tiffanny melotokan matanya dia tau apa yang devan inginkan sekarang , semenjak dia keluar dari rumah sakit devan tidak pernah menyentuhnya dia takut tiffanny belum sembuh tapi sekarang dia sudah tau kalau tiffanny sudah pulih total.


" ini masih terlalu pagi , devan. "


" apa harus malam hari melakukannya ? kita pasangan yang menikah kapanpun dan dimana pun sah - sah saja untuk melakukannya " devan telah menjelajah di leher tiffanny, tiffanny segera berlari dari halaman itu masuk kedalam.


devan merasa puas menggoda tiffanny tapi dia juga tidak akan membiarkannya begitu saja sudah lama dia menahan nafsunya.


ceklek


didalam kamar tidak ada siapapun namun devan tertuju pada kamar mandi " disana rupanya " batin devan.


kembali dia berjalan menuju ke kamar mandi , dia langsung membuka pintu kamar mandi dimana saat ini tiffanny sedang menggosok giginya.


" devan " katanya terkejut.


dia sudah melepaskan jaketnya kemudian kaosnya " tidak menungguku lagi , aku sudah gerah " ujar devan.


" aku tidak tau, tapi aku hanya sebentar setelah ini aku langsung keluar kau mandilah dulu kita gantian. "


" hap " devan menangkap tiffanny dalam pelukannya sehingga tiffanny yang sedang menggosok giginya itu terkejut .


" tidak ada yang akan keluar sekarang , karena kita ... akan mandi bersama " devan menurunkam resleting yang dipakai tiffanny saat ini.


" d-devan "


" aku tidak bisa menahannya lagi sekarang "


" sudah selesai juga kan ?" sambung devan.

__ADS_1


" hmm dari kemarin sore "


" ini waktunya yang tepat untuk menghasilkan seorang anak " gumam devan , lalu menciumi punggung tiffanny.


" tu-tunggu devan " cegah tiffanny.


devan hanya menatapnya sendu " setidaknya biarkan aku selesaikan ini " tunjuknya yang sedang menggosok gigi itu.


sehabis dari kamar mandi tiffanny hanya menggunakan mantel putihnya dan rambut yang basah , saat dia masuk kekamar mandi tadi pukul 9 pagi tapi sekarang sudah jam 11 siang.


dia sudah lelah karena ulah devan di dalam sana lalu memutuskan untuk ke lantai bawah , karena dia sangat haus dan butuh asupan yang hangat.


melihat ada kopi sachet di dalam laci dapur dia segera menyeduhnya. kebetulan devan pagi tadi menyimpan air panas.


tak butuh waktu lama baginya untuk menyeduh kopi itu dia duduk di sofa sambil menghidupkan televisinya seperti kebiasaannya menonton kartun spons berwarna kuning dan hewan laut.



" lelah ?" tanya devan yang turun dari tangga utama itu , sehingga membuatnya menoleh devan hanya bertelanjang dada dengan celana panjangnya.


" pakai bajumu " ujar fanny.


" panas sayang "


" naikkan ac nya "


" ac pun tidak bisa mendinginkannya , hanya kau yang bisa mendinginkannya " godanya dengan mengedipkan satu matanya.


" cih dasar mesum "


***


keesokan harinya


langit kembali cerah dan anak - anak manusia kembali menjalankan aktivitasnya dengan pekerjaan , kewajiban dan tanggung jawabnya.


tampak kota bandung pagi ini sedang ramai dan semua kendaraan berlalu lalang di jalan raya , devan dan tiffanny berada dalam satu mobil yang sama untuk segera datang ke hotel.


shittt


mereka sudah sampai ke hotel , melalui bassment keduanya masuk kedalam hotel menggunakan lift. hari ini devan akan menemani tiffanny bekerja karena dia sudah tidak ada pekerjaan lagi.


semua orang tidak tau kalau tiffanny akan kembali hari ini begitu juga dengan rian , beberapa hari ini rian sangat sibuk dengan urusan pembukaan hotel yang ada di norwegia.


ting


tiffanny sampai di lantai 19 keduanya berjalan bersama bergandengan tangan menuju ke tempat bekerja karyawan.


" hei , bu tiffanny kembali. lihatlah ! " seorang pekerja wanita merasa sangat senang melihatnya sehingga membuat yang lain mendekat.


semuanya berkumpul disana mengeliling tiffanny dan devan, raka yang baru dari dapur hotel itu bingung kenapa rekan kerjanya berkumpul seperti itu.


" permisi " ucapnya yang meminta orang menyingkir sampai akhirnya dia tersenyum senang melihat tiffanny.


" kakak " ucapnya dengan semangat.


tiffanny hanya tersenyum saja , lalu semua orang menyingkir dan datanglah rian dengan gagahnya ditengah - tengah perkumpulan itu.


" rian " ujar fanny.


" kau kembali ?" tanyanya dengan senyuman tipis.


tiffanny mengangukkan kepalanya " bu , kami merasa senang ibu sudah kembali bekerja bersama kami lagi. semoga setelah ini tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu. " kata pegawainya.


" benar , kami merasa kehilangan saat ibu tidak ada disini " saut yang lain.

__ADS_1


" terima kasih untuk semua rasa khawatir kalian, saya merepotkan semua orang yang ada disini. saya minta maaf " dia menundukkan kepalanya , devan tersenyum melihat betapa dia berubah total dalam sekejap dia tampak lebih sopan.


__ADS_2