Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Usaha Memasak Tiffanny


__ADS_3

" apa ?"


" Tentu saja kau senang, seharunya aku tau ... kau tidak akan melarangnya karena kau masih mencintainya, iya kan ?" hardiknya.


" Hentikan devan ! hentikan ... " Teriak fanny.


" Kau selalu menghardik ku dengan kata-katamu. kau selalu menyimpulkan kalau aku masih mencintainya. Aku Diam karena Terpaksa , Kau tau apa alasannya ? Karena aku tidak mau membahasnya. " Tegas Tiffanny lagi, dia kesal devan terus menuduhnya.


" aku sudah bilang padanya untuk pergi tapi dia tidak mau . lalu apa yang harus aku lakukan ? sambungnya.


" Baiklah , aku mempercayaimu kali ini. tapi aku tidak ingin melihatmu berdekatan lagi dengannya " kata devan yang melembut.


Fanny terduduk di ranjangnya , lalu dia menatap devan dihadapannya.


" kau bilang mencintaiku , tapi kau tidak percaya padaku. Aku memang tidak terlalu tau bagaimana menjaga hubungan dengan baik. aku hanya tau ... saat kita mencintai seseorang kita juga harus mempercayainya. " ujar fanny pelan.


Devan kini duduk disebelah fanny, lalu dia menggenggam tangan kanan fanny. " Aku juga tau itu, hanya saja aku terlalu takut. Hubungan kalian terjalin selama bertahun - tahun jadi aku pikir , tidak mudah melupakan seseorang yang biasa didekat kita hanya dalam waktu yang singkat. "


devan pun mengelus tangan itu dengan pelan dan penuh kasih sayang.


" Kau tau kenapa aku tidak pernah berhubungan dengan wanita ? "


fanny menggelengkan kepalanya mendengar itu, dia juga ingin tau kenapa devan begitu.


" Karena aku menganggap hubungan itu bukan hal yang harus dipermainkan. Saat aku mencintai seseorang maka aku akan menikahinya. sebelum aku berkata mencintainya , aku akan berpikir terlebih dahulu apakah rasa itu rasa cinta atau hanya sekedar rasa kagum yang bisa dengan cepat memudar. "


" Dan aku sekarang tau , aku mencintaimu dan menikahimu. aku akan menjaga hubungan ini sampai akhir, namun rasa cintaku sangat besar ... sampai aku bisa kehilangan kendali saat seseorang menyentuh milikku. "


fanny mendengarkannya dengan seksama, dia kagum mendengar perkataan devan, Devan orang yang sangat menghargai suatu hubungan dan juga dewasa. sampai fanny meneteskan air matanya.


devan melihat fanny dan dia menghapus pelan air mata yang jatuh di pipinya fanny. setelah itu dia memeluk nya dan mengelus rambut panjang itu. tangan fanny tergerak untuk membalas pelukan devan.


deg


devan terperanjat saat tahu fanny membalasnya, dia tersenyum kecil dibibirnya.


" Maafkan aku " gumam fanny


" aku terlalu emosi " sambungnya lagi.


" Tidak , jangan meminta maaf. akulah yang salah , aku memarahimu bukannya bertanya baik - baik. "


***


setelah beberapa hari libur karena menyambut tahun baru semua orang bersiap untuk kembali beraktifitas seperti biasanya.


Tiffanny sudah siap dengan dress berwarna mustard nya dia memeriksa penampilannya di kaca



devan terkekeh menahan senyuman , Fanny selalu membenarkan posisi rambutnya. karena dia orang yang sangat menyukai rambutnya jadi harus benar - benar diposisi yang tepat menurutnya.


" Kau sudah cantik , apa mau tambah cantik lagi ?" goda devan yang berdiri di belakang.


" tidak , aku hanya sedang melihat warna rambutku "

__ADS_1


" Warna nya sudah cantik sesuai wajahnya. apalagi yang harus dilihat "


" Biasanya nenek selalu menyuruhku mengecat nya dengan warna hitam. aku baru ingat , aku akan membawa mobil sendiri karena nanti siang aku harus pergi ke hotel Galaxy "


" iya , kau sudah siap kan ? ayo turun aku ingin sarapan denganmu, aku sudah hampir terlambat " Devan melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi.


" hmm " Akhirnya mereka berdua pun turun bersama , dirumah sebesar itu hanya ada mereka berdua. rasanua terlihat sangat sepi biasanya akan selalu ada orang didapur siapa lagi kalau bukan bi kali , dan nenek biasanya duduk di sofa sambil melihat majalah atau menyirami tanaman di halaman rumah.


***


Tiffanny dan rian baru saja selesai dari rapat mereka di hotel galaxy ini. mereka keluar dari hotel dan menuju ke parkiran.


" Sayang malam nanti mau makan apa , nanti aku masakkan " seorang perempuan lewat menggandeng tangan seorang pria yang kemungkinan itu adalah suaminya.


" Seperti biasa saja sayang, apapun yang kau masak aku pasti makan" balas suaminya.


perempuan tersenyum mendengarnya , fanny mendengar semua percakapan itu. dia menatap keduanya sang perempuan seperti nya sangat mencintai suaminya.


" eh ... rian , ini sudah sore sebaiknya kau langsung pulang saja. aku akan pergi ke suatu tempat dulu. "


" Apa semuanya baik - baik saja ?"


" iya "


akhirnya keduanya pun pulang dengan mobil masing - masing. fanny mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan sedikit macet karena ini jam pulang kantor.


drrt....drttt


📱"Devan Calling "


( halo fanny )


" ada apa ?" tanya nya sambil fokus menyetir.


( sepertinya aku akan pulang malam hari ini, ada operasi darurat. aku tidak bisa memasak makan malam untukmu. atau aku pesankan saja ? )


sejenak dia berpikir, pria ini selalu mengkhawatirkannya dan selalu mendahuluinya dari pada dirinya sendiri.


" Oh tidak masalah, tidak apa aku akan pesan sendiri. sebaiknya segera lakukan pekerjaanmu, jangan khawatirkan aku " balasnya.


( Terima kasih Sayang , jaga dirimu baik - baik jangan keluar rumah saat aku tidak ada )


deg


sayang ?


devan memanggilnya sayang ?


( halo , fanny apa kau mendengarkan aku ? ) tanya devan dibalik telpon karena fanny tidak menjawab pertanyaannya.


" eh ... i-iya , aku tutup aku sedang mengemudi " jawabnya gugup.


( hmm sampai jumpa nanti )


keduanya pun mengakhiri percakapannya, devan sudah siap dengan pakaian nya yang akan mengoperasi pasien dia taruh ponselnya di meja kerjanya lalu dia segera keluar menuju kedalam ruangan operasi.

__ADS_1


" Dokter semua sudah siap " kata suster perempuan yang menghampirinya.


" baik , mari kita lakukan" balasnya.


sementara itu fanny sudah berada di dalam supermarket, untuk pertama kalinya dia menuju ke supermarket ini seorang diri. dia menatap semua yang ada didalam karena banyak nya orang yang berlalu lalang.


dia mengambil troli belanja, dia juga tahu kalau dirumah semua bahan masakan habis. namun dia tidak tau apa yang harus dia ambil.


dia membuka ponselnya dan menelpon bi kali. sambil menelpon fanny mencari barang yang disebutkan oleh bibi , tidak kesana - kemari mengambil daging ,sayur , ikan , dll hingga troli itu penuh.


" apalagi bi ?" tanyanya.


" ...."


" baik , terima kasih bi "


dia pun menutup ponselnya , dia mendorong troli sampai kekasir untuk membayarnya.


***


setelah dirumah dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, ini sudah jam 7 malam tapi devan belum juga pulang. setelah mandi dan memakai pakaian dia turun ke bawah dan memperhatikan barang belanjaan.


" Apa yang harus kumasak " gumamnya.


Dia membuka penanak nasi itu ternyata ada nasi yang tersisa , dia sejenak berpikir lalu dia membuka ponsel mencari resep di google.


" Cara membuat Nasi Goreng Yang mudah "


seluruh resep pun keluar dia mengambil posisi resep paling atas , sambil melihat ponsel dia mengupas bawah putih , bawang merah lalu cabai merah. dan setelah itu dia memotong dadu wortel.


" minyak " gumamnya , dia pun melihat semua bahan yang dia beli dia bongkar semuanya sehingga semua nya berantakan di meja.


dia menggunting bagian atas dan menuangkan minyak ke wajan. dengan tertatih dan penuh kepercayaan dia memasak walapun terkadang takut dengan minyak dia berusaha sebisanya.


" Telur , ya ...ini akan sempurna dengan telur " ucapnya.


dia membuka kulkas lalu mengambil 2 telur , karena minyak sudah panas dia hanya memecahkan telur dan menuangkannya di wajan.


dia sangat takut karena cipratan minyak itu terus saja mengenainya , dia meringis menahan pedih. hingga berhasillah dia memasak itu.


namun saat dia lihat dapur itu , sudah seperti kapal pecah.


dia membereskan semua nya hingga bersih lalu menata dua piring ke meja makan, dia melihat jam yang sudah pukul setengah 9 malam namun devan masih belum pulang.


" Apakah selama itu mengoperasi seseorang " pikirnya.


dia terus menunggu di meja makan itu , namun sampai jam 9 dia sudah sangat lapar akhirnya dia memutuskan untuk memakan nasi goreng buatannya.


satu sendok pertama dia masukkan , rasanya sudah pas namun seketika dia berhenti mengunyah dan langsung menelen semuanya.


dia berdiri dan mengambil gelas dan meminumnya secara cepat. " kenapa ini sangat pedas , Kau memang tidak bisa melakukannya " pikirnya.


dia tidak punya pilihan lain selain memakannya jadi dia mengambil air es dari kulkas dan memakannya secara bertahap.


" Aku pulang " kata devan.

__ADS_1


fanny mendengar suara devan , dia menghentikan makannya. devan sudah berdiri di belakangnya.


__ADS_2