Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Dokter Devandra Akan Kembali


__ADS_3

" jangan berteriak !!! "


sheira dan tiffanny sama - sama terkejut mendengarnya , tiffanny menatapnya baru kali ini melihat micheal berteriak dan semarah ini.


" Jangan berteriak kepadanya , aku mengingatkanmu ( tunjuk nya kepada sheira ) kau tidak tau penderitaan apa yang kau berikan kepada wanita ini dan suaminya. "


sekarang micheal menatap tiffanny,


" Kau melakukan ini seolah - olah kau mencintainya " ujar sheira yang tak mau disalahkan itu.


" ya ! aku mencintainya. aku mencintai wanita ini " ungkapnya , fanny terkesima mendengarnya setelah dia menolak terang - terangan ternyata micheal masih mencintainya.


" aku mencintainya oleh sebab itu aku tidak suka melihatnya menderita, dan aku yakin sekali ! wanita sepertimu tidak tau bagaimana rasanya dicintai bukan ? karena kau hanya mencintai uang .. uang dan uang "


" Lalu kenapa kau masih mencintai dia sudah menikah , bukankah kita sama. sama - sama mencintai orang yang sudah dimiliki orang lain " kecam sheira.


" Tentu saja berbeda , kita berbeda jauh. aku mencintainya oleh sebab itu aku membiarkannya bahagia bersama suaminya. sedangkan dirimu ... "


" sudah micheal, jangan buang tenaga mu karena dia. " tiffanny berusaha menenangkan micheal , dia tidak ingin membuat micheal semakin jauh termakan omongam sheira.


" Aku beri waktu sampai 2 jam , jika kau masih tidak ingin bicara. semua nya akan kukirim ke Situs berita. tetapi jika kau mau bekerja sama denganku , berapa pun uang yang kau minta ... aku akan memberikannya "


" ayo micheal " ajak fanny


sejenak micheal menghela nafasnya dan menganguukan kepalanya. akhirnya mereka keluar dari kamar itu dan mengunci kamar itu.


***


" maafkan aku , aku tidak bermaksud untuk ... "


" tidak perlu meminta maaf , aku mengerti. seharusnya aku lah yang minta maaf padamu , aku sudah tidak mengerti perasaanmu " tiffanny memotong perkataan micheal yang wajah nya merasa bersalah itu.


" tidak ( menggelengkan kepalanya ) tidak tiffanny , jangan berkata seperti itu. Kau membuatku tidak enak. hahha aku hanya terbawa emosi sampai berkata itu. lupakan semuanya dan kita fokus bagaimana caranya membuka suara. " micheal memegang pundak tiffanny dengan kedua tangannya menatap tiffanny yang menunduk itu.


" terima kasih micheal , aku tidak tau bagaimana caranya membalas semua kebaikanmu "


micheal hanya tersenyum mendengarnya.


***


" dimana lagi kita mencarinya , ini sudah tempat yang ke 7 kita datangi " ujar raka menghela nafas kasarnya.


" apa ponsel kak fanny aktif ?" tanyanya menoleh pada devan.


devan hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah murung.


drrt....drrtt


📱 " halo "


"..."


📱 " benarkah ? baiklah "

__ADS_1


" ada apa ?" devan menatap curiga pada raka karena wajahnya agak senang.


" mobil yang digunakan untuk mencari kak tiffanny kembali ke rumah agatha , aku rasa mereka menghentikannya "


mendengar itu devan sangat lega , tetapi dia masih ingin tau keberadaan tiffanny. padahal ini sudah sangat siang dan hampir sore katanya dia akan kembali di sore hari.


***


Agatha sudah dinyatakan meninggal sekarang, samuel hanya bisa menatap mayat anaknya yang terbujur kaku tak bernyawa itu.


dia lah yang membunuh anaknya sendiri. dia belum memberitahu semua orang hanya ada dia didalam rumah itu bersama agatha yang ada di pangkuannya.


Hatinya hancur melihat anak satu - satunya dan keluarga yang dia punya harus meninggal di tangannya.


" Kau ingin membalas tiffanny kan , kalau begitu ayah akan melanjutkannya. aku akan membuatnya merasakan kehilangan orang yang sangat dia sayangi juga " ucapnya menatap agatha.


***


aku mencintainya oleh sebab itu aku tidak suka melihatnya menderita, dan aku yakin sekali ! wanita sepertimu tidak tau bagaimana rasanya dicintai bukan ? karena kau hanya mencintai uang .. uang dan uang


perkataan micheal itu selalu saja terngiang - ngiang di telinga sheira. dia hanya wanita kotor yang selalu menyukai uang setiap saat. menjual tubuhnya ke semua lelaki demi mendapatkan uang.


ceklek


tiffanny masuk kedalam kamar itu seorang diri , dia menatap sheira yang terduduk di ranjang. kakinya melangkah dekat namun dia masih berjaga jarak dengannya.


" Waktumu sudah habis "


sheira menatapnya biasa saja , lalu kembali menoleh ke arah lain.


" Bagaimana mungkin dokter yang mencintai pasiennya akan membunuhnya. apalagi ... dia hanya seorang ibu tua yang sudah rentan. "


" sebelumnya ... aku tidak banyak bicara bahkan tidak pernah bicara seperti ini kepada orang lain. "


tanpa berkata kasar dan marah tiffanny mengatakannya , dia harus membuat wanita ini melunak dengan berkata lembut. jika tidak bisa dengan cara kasar maka dia harus menjadi orang lembut pikirnya.


" ibumu , seharusnya kau jaga dengan baik. tidak ada seorang ibu yang tidak ingin membahagiakan anaknya. dan seharusnya juga kau bersyukur dan merasa beruntung sampai usia sebebesar ini kau masih memiliki seorang ibu "


sheira menatapnya kini , mata fanny berkaca - kaca sekarang.


" Kau anak pilihan yang bisa ditemani ibumu sampai usia ini. sedangkan aku , aku rasa aku adalah orang yang jauh dari kata beruntung. kedua Orang tuaku , pergi disaat usiaku masih 7 tahun. bahkan untuk melihat tubuh dan wajahnya untuk yang terakhir kali saja , aku tidak bisa. tubuh mereka hancur tidak tersisa " dia mulai meneteskan air matanya.


" jika benar ... Dokter devan yang melakukannya , maka dirikulah yang akan menghukumnnya. aku yakin ... kau masih punya hati sebagai seorang perempuan dan anak. jika kau masih tidak percaya , aku bisa bermohon dan berlutut kepadamu "


" Kenapa kau mau membelanya jika kau saja tidak mencintai suamimu ? " tanya sheira.


fanny terperanjat mendengarnya


" aku tau dan bisa melihat semuanya " sambung sheira.


" ya , sebelumnya ... aku memang tidak mencintainya. tetapi ... setelah apa yang dia lakukan padaku , mungkin ... aku sudah mencintainya " jawab tiffanny dengan sendu, dia sudah ingin melihat devan sekarang sehari saja tidak bertemu dengannya hatinya merasa tidak tenang.


" Baiklah, aku sudah terlanjur di cap sebagai wanita suka uang. apa kau mau memberikanku 5 milyar ?" tantang sheira.

__ADS_1


" ya , aku akan memberikannya " segera fanny mengangukkan kepalanya.


***


ting....ting...tinggg


semua orang mendapatkan notifikasi di ponselnya, di jam itu juga dan hari itu juga semua orang mendapatkan notifikasi dari ponselnya.


" Kebenaran dibalik kematian pasien Dokter Devandra Atmaja "


semua orang menonton semua itu dan mendengarkan perkataan didalamnya.


..


dikamar tempat sheira itu , tiffanny dan micheal merekam semua penjelasan dari sheira.


" saya , keluarga dari pasien yang meninggal ditangan dokter devan. saya akui , saya sudah menuduhnya tanpa dasar. kebenaran yang sesungguhnya ada pada diriku. Seseorang memintaku memfitnah dokter devan dan sebagai imbalan memberikan uang sebanyak 1 milyar. "


" ibu saya memang sudah sakit semenjak 3 tahun yang lalu, saya sudah bosan melihatnya kesakitan dan keluar masuk rumah sakit dengan biaya yang besar. tanpa pikir panjang saya menyetujui permintaan orang itu dan ibu saya , disuntik dengan cairan khusus sehingga menyebabkannya meninggal "


" ini bukan lah kesalahan dokter devan , dia hanyalah korban dari perlakuanku. dan ... orang yang memintaku melakukan ini adalah ... Agatha Samuel "


semua masyarakat terkejut mendengar itu , tak lain adalah devan , raka dan brian yang kini sudah berada di rumah devan. mereka bertiga menonton video itu.


sungguh , ini adalah berita besar dan mencengangkan. banyak orang berkomentar untuk mendukung dokter devan dan juga banyak yang mencaci sheira dan agatha.


" Wajahnya seperti lugu tapi hatinya sangat busuk "


" Semangat dokter devan ❤ , anda pria baik dan tampan tidak mungkin melakukannya "


" Dokter teruslah bekerja dirumah sakit itu "


" bukankah dia anak Kleuwit samuel ? menjijikkan "


***


rasanya tiffanny benar - benar bahagia hari ini, untuk pertama kalinya dia merasa menjadi seorang istri yang benar - benar peduli akan suaminya.


dengan mobil micheal dan diantarnya pula dia akan pulang , hari sudah gelap. dia tidak sabar untuk melihat devan.


Aku ingin cepat sampai dan bertemu sekarang juga


sesekali micheal melirik fanny yang tampak terus tersenyum, melihat itu hatinya juga ikut bahagia.


" Kau senang ?" tanya micheal


" hmm , dan ini semua ... karena bantuanmu " jawab fanny seraya tersenyum.


" aku tidak melakukan apapun. dan kau tidak sedih uangmu lenyap 5 milyar begitu saja ?" tanya micheal.


" saat ini uang tidak penting bagiku, bagiku uang hanya sekertas yang berisi nilai angka saja. tetapi devan ... "


" tetapi apa ?" micheal penasaran karena tiffanny menghentikan ucapannya.

__ADS_1


fanny menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


__ADS_2