
" maafkan saya pak , tapi dibawah ada pak brian yang ingin menemui anda " ujar salah satu karyawannya yang masuk begitu saja.
" ha " dia mendesah pelan ketika mendengar nama brian.
" baiklah " jawabnya.
dia segera berdiri dan berjalan melangkahkan kakinya ke lobi bawah , dia turun mengenakan lift dan tak butuh waktu lama dia bisa melihat sosok brian memakai kemeja hitam setelan dengan celananya sedang memasukkan tangan kedalam saku.
" Untuk apa kau mencariku ?" tanyanya, brian pun berbalik dan menoleh kearahnya.
" Dimana Tiffanny sekarang, aku harus menemuinya ?" tanya brian langsung.
" Dia tidak ada di sini" jawab rian cepat.
" Lalu dimana, sudah beberapa bulan setiap pertemuan bahkan rapat sekalipun selalu kau yang datang. apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku ?" selidik brian.
" itu bukan urusanmu. lagipula kalian sudah berpisah tidak ada sangkut pautanya lagi denganmu " balas rian dengan santainya.
" Aku tau tentang itu. tapi aku ingin tau keberadaanya. apa dia baik - baik saja ? dia tidak pernah menghilang seperti ini sebelumnya ?" ujar brian lagi.
" aku tidak tenang saat tidak melihatnya. aku mohon padamu rian , katakan dimana tiffanny " pintanya dengan raut muka memohon.
" Aku tidak tau. sampai kapanpun kau bertanya akan selalu aku jawab tidak tau " balas rian.
" kau berbohong" tuduh brian.
" aku tau kau seperti apa, kau menyembunyikan sesuatu yang besar " katanya lagi.
" baiklah... tidak apa jika kau tidak mau menjawabnya. tetapi aku sendirilah yang akan mencarinya " tegas brian lagi.
setelah mengatakan itu dia pergi meninggalkan rian sendirian, dia keluar dari dalam hotel dan mengarahkan langkahnya ke mobilnya. dia menggepalkan kedua tangannya merasa kesal karena tidak mendapat jawaban.
" Fanny dimana kau sebenarnya " gumamnya.
***
hari demi hari dilalui semua orang tanpa tiffanny, semuanya merasa kehilangan. tak terkecuali devan dia orang yang paling merasa sedih. dia selalu sibuk bekerja untuk melupakan kesedihannya.
setiap hari selalu melakukan operasi, bahkan semua orang mengecapnya sebagai dewa pasien. bagaimana tidak setiap hari hanya memeriksa dan mengobati pasien saja.
termasuk sekarang dia sedang menangani operasi, dengan telaten dan teliti dia menjahit organ dalam pasien itu. sampai bajunya terkena cipratan darah.
dion yang menjadi sahabatnya tidak pernah melihat devan seperti ini. dia berubah drastis ... dia hanya mampu melihat bagaimana devan berusaha sekarang.
" operasi selesai " kata devan tak kala selesai menjahit perut pasien itu.
dia segera keluar untuk membersihkan diri , dia mencuci tangannya dan melepaskan sarung tangannya.
" devan hentikan ... hentikan untuk hari ini, kau bisa sakit jika terus - menerus seperti ini. sebenarnya ada apa denganmu ha ? kau gila bekerja kau tidak memikirkan dirimu " bentak dion.
" ini pekerjaanku jangan melarangnya " kata nya santai.
__ADS_1
" aku akan menelpon ayah dan ibumu jika kau terus seperti ini " ancam dion karena tidak tega melihat tangan devan sudah merah karena terus memegang gunting dan beberapa alat lainnya.
" telpon saja " balasnya santai.
dia segera meninggalkan dion lagi setelah selesai mencuci tangan " ck anak itu .... Devan tungguuuu" teriaknya yang berjalan untuk mengejar devan.
" devan....devannn" katanya.
" apa " jawabnya yang masih terus berjalan.
" Kau menunggu kabar dari Rumah sakit inggris bukan ?" ujar dion. mendengar hal itu devan segera menghentikan langkah kakinya.
" jika kau penting baginya kau akan mendapatkan kabarnya. tapi jika kau hanya orang luar untuknya ... jangan berharap menunggu kabarnya " ungkap dion.
" Tapi aku temannya , sampai kapanpun aku akan menunggu nya " balas devan dengan mata sayu.
" teman ! kau selalu mengatakan teman , tapi sesungguhnya kau berharap lebih. tapi coba pikirkan dirinya ... apa dia menganggapmu teman ? seorang pria atau hanya dokter yang membantumu saja " telak dion lagi.
" Aku sahabatmu , tidak pernah ingin melihatmu seperti ini. sudah beberapa bulan aku memperhatikanmu dan sifatmu berubah. kau seperti bukan sahabatku lagi " sambung dion.
" hentikan omong kosongmu. tidak jelas " kata devan , dia menepiskan tangannya dan segera pergi meninggalkan dion.
dion yang diperlakukan seperti itu merasa tidak biasa , dia kesal dan dia juga meninggalkan devan.
devan sudah berada di ruangannya sambil membuka jas putihnya. ini sudah seharusnya dia pulang karena dia juga sudah lembur lebih dari 3 jam lamanya.
***
( jika kau penting baginya kau akan mendapatkan kabarnya. tapi jika kau hanya orang luar untuknya ... jangan berharap menunggu kabarnya )
" Dion benar , siapa aku untuknya. aku hanya orang luar yang tidak penting. cinta sepihak benar - benar menyakitkan. " ucapnya dalam hati.
( " meninggalkan ? ... apa kau tau rasanya ditinggalkan ?" tanya fanny .)
( " rasanya seperti aku berada di gurun pasir yang tak berujung. sunyi dan sepi , tidak ada orang yang bisa kutemui disana. hanya ada hamparan pasir yang luas yang ketika aku berjalan ... pasir itu membuat debu hingga akhirnya aku menyerah karena tidak tahan " .)
" Kau juga benar ... Rasanya ditinggalkan itu sangat hampa " gumannya lagi ketika mengingat perkataan fanny saat dia bertemu dirumah sakit waktu itu.
***
keesokan harinya,
karena brian ingin tau keberadaan tiffanny, dia berkunjung ke perusahan milik micheal. dia berharap agar mendapatkan sesuatu dari mulut micheal langsung. walau sebelumnya dia tidak pernah dekat karena rasa cemburunya terhadap fanny.
dia sudah berada di ruangan micheal, micheal mengizinkannya karena ingin tau apa yang akan dibahas oleh pria yang kini ada dihadapannya itu.
" apa tujuanmu ke sini ... aku rasa kita tidak pernah dekat bahkan berbicara pun tidak " tanya micheal.
" Kau tau dimana fannyku ? " tanya nya.
" Fannyku ? " ucap micheal dengan senyum smirk nya.
__ADS_1
" katakan saja dimana dia " balas brian.
" Dia tidak ada disini "
" kau menyembunyikan sesuatu dariku. aku sudah lama tidak melihatnya hatiku berkata dia sedang tidak baik - baik saja , bahkan nenek pun tidak mau menemuiku " jelas brian lagi.
( oh jadi nenek bilang ada di indonesia , dia masih tidak tau apapun ) kata micheal dalam hati.
" Aku tidak tau dimana dia , aku juga sudah beberapa bulan belakangan tidak bertemu dengannya. kau kan mantan kekasihnya siapa tau saja dia memberitahumu " ujarnya santai seperti dia sedang mempermainkan brian.
( dia mengatakannya seperti tidak sedang berbohong) ucap brian dalam hati.
" kau tidak berbohongkan ?" tanya brian yang ingin memastikan itu.
" aku berkata jujur , tidak ada kabar sedikitpun darinya. aku juga menunggu kabarnya tetapi tidak ada sama sekali " jawab micheal yang memang dia saja tidak diberi tau.
" baiklah ... terima kasih " ucap brian.
" aku pergi " sambungnya.
micheal mengangukkan kepalanya membiarkan brian pergi dari ruangannya. dia mengusap wajahnya yang juga dia tau bagaimana kabarnya, tidak ada seorang pun yang mengabari termasuk nenek.
nenek bilang akan pulang setiap bulan untuk menjenguk dan memantau hotel tapi sampai beberapa bulan lamanya tidak juga kembali. membuat semua orang cemas dan seperti hilang ditelan bumi.
" Apa terjadi sesuatu dengan Fanny hingga membuat nenek tidak mau kembali " pikiran jahat itu terus memenuhi ruang otaknya.
" tidak ... tidak , itu tidak mungkin berpikirlah positif micheal " ucapnya.
...
di ruangan bar itu , brian meminum minuman alkohol yang disajikan oleh pelayan yang kini ada dihadapannya. dia duduk dengan pikiran kosongnya.
dia begitu gelisah memikirkan fanny sampai - sampai tidak bisa mengendalikan dirinya. " fanny " gumamnya dengan serak.
" aku merindukanmuuu" sambungnya.
dia tersenyum sesekali menangis " aku ... benar - benar merindukanmu " katanya lagi.
" maaf ... aku berbohong padamu " ucapnya dengan memejamkan matanya sepertinya dia sudah mabuk.
" rasanya sakit bukan kehilangan seseorang yang sangat kau cintai " rian muncul tiba - tiba dan duduk disebelahnya lalu pelayan itu memberikannya air putih biasa.
brian menoleh sambil menyipitkan kedua matanya menatap rian
" percuma kau menghabiskan beberapa gelas pun kau tetap tidak bisa kembali padanya " sambung rian dan memperhatikan wajah brian yang memerah itu.
" aku tidak ingin kehilangannnya ... Fanny , aku menghianatinya. aku membohonginya " ucapnya dengan khas suara orang mabuk.
" tapi aku melakukannya demi melindunginya , orang jahat mengelilinginya ... " sambungnya .
mendengar itu rian menjadi penasaran , apa maksud dari orang jahat itu. siapa ? dan untuk apa ?
__ADS_1
" melindunginya dari siapa ?" tanya rian.