Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 106


__ADS_3

Sementara itu disebuah rumah, seorang gadis tengah menimang bayi mungil digendongannya. Setelah meminum susunya baby Aska tak mau juga tertidur, membuat Siska harus menimangnya terlebih dahulu.


Sampai akhirnya baby mungil itu tertidur pulas dibahu Siska. Ia membawa baby Aska kedalam kamar bang Agung. Menidurkannya didalam box dengan hati-hati.


"Udah tidur?" Tanya bang Agung saat Ia keluar dari kamar mandi setelah cuci muka.


"Iya." Jawab Siska singkat dengan mata yang tertuju pada bayi didalam box. Posisinya Siska masih menghadap box dan mebelakangi bang Agung.


"Kamu ngienep kan disini?" Tanyanya.


"Iya." Lagi-lagi Siska menjawab singkat. Entah kenapa setelah kejadian pagi tadi, Ia merasa canggung dengan bang Agung.


Bang Agung yang merasa aneh dengan sikap gadis yang selalu Ia klam adiknya itu, menepuk pundaknya hingga membuat Siska terlonjak dan reflek berbalik.


Siska dibuat kembali menganga kala melihat wajah basah bang Agung dengan rambutnya yang ikut basah. Bahkan air diwajahnya belum Ia keringkan.


"Woy! Lu kenapa sih? Aneh banget hari ini." Tanya bang Agung mengagetkan Siska.


Siska yang kaget, reflek memukuli dada bang Agung. "Issshh abang tu ngagetin tau gak? Kalo aku jantungan gimana?"


"Iya! Iya ampun!" Bang Agung menghentikan pukulan tangan Siska dengan mencekalnya. Namun Siska masih memberenggut kesal.


"Lagian aneh banget, kenapa?" Tanya bang Agung mencondongkan wajahnya tepat diwajah Siska.


Jantung Siska semakin berpacu cepat. Ia tatap wajah tampan didepannya, menatap lekat mata tajamnya. Hingga tatapan keduanya terkunci.


Lama keduanya saling menatap, menyelami perasaan aneh dihati keduanya. Hingga Siska memutuskan tatapannya dan berdehem untuk menetralkan degup jantungnya. Ia akan berlenggang keluar meninggalkan bang Agung, namun bang Agung mencekal lengannya hingga Siska berbalik dan menubruk dada bidang bang Agung. Dada keduanya menempel, hingga terdengar jelas detak jantung keduanya.


Siska mundur menjauh. "Ma-maaf bang!" Sesal Siska gugup.


"Untuk apa?" Tanya bang Agung.


"Udah memiliki rasa ini sama abang!" Jawabnya dalam hati. Hal itu tak bisa Siska ungkapkan secara langsung.


"Gak bang! Aku harus keluar." Siska akan keluar namun tangannya kembali dicekal.


"Lu tadi lihat gue?" Tanyanya dengan sedikit ragu. "Mksudnya. Tadi-" Bang Agung merasa malu untuknya menanyakan hal itu, namun Ia harus tau.


"Tadi. Lu lihat gue telanjang?" Tanyanya hati-hati.


"I-iya." Jawab Siska gugup.


"Jadi lu lihat itu, apa? Anu gue?" Tanya bang Agung belibet.


"Nggak!" Dengan buru-buru Siska menjawab. Siska menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya. Untung gak keceplosan. Kalo sebenarnya Ia melihat benda panjang nan melambai di ************ pria dibelakangnya. Bahkan dari tadi otaknya tak berhenti memikirkan seluruh tubuh bang Agung.

__ADS_1


"Oh syukurlah!" Bang Agung sampai menghela nafasnya.


Siska dengan cepat melepaskan cekalan tangannya dan berlalu begitu saja. Ia berlari keluar rumah dengn mengibas-ngibaskan tangannya. Kenapa juga bang Agung harus menanyakan hal itu?


Ia duduk diteras depan. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan. Angin diluar mampu menyegarkan wajah dan kepalamya. Kabar kelahiran baby Shaka juga sudah sampai ditelinga mereka.


Ketika tengah asyik menetralkan degup jantungnya. Siska dikejutkan dengan mobil yang berhenti didepan rumah. Tiga orang keluar dari dalam mobil dan berjalan kearahnya.


"Hai Siska?!" Sapa seorang pemuda.


"Hai Kak Ivan!" Sapa balik Siska dengan senyumnya.


"Kalian dari mana?" Tanya Siska.


"Biasa abis jalan. Aku kira kamu gak ada disini. Tau kalo disini tadi kakak jemput!" Timpal Ivan ikut duduk dikursi sebrang Siska.


Siska hanya tersenyum sebagai tanggapan.


"Kak Aysa, udah tau gak? Kak Ay udah lahiran. Baby nya cowok loh!" Ucap Siska.


"Udah!" Jawabnya singkat namun air mukanya sudah tak kaku lagi, agak sedikit santai sekarang.


"Kalian pacaran ya?" Tunjuk Siska pada Aysa dan Rendi bergantian. Bukan menjawab keduanya berlalu ke sebuah gazebo ditaman samping dengan bergandengan tangan.


"Terus kakak jadi obat nyamuk gitu?" Ejek Siska pada Ivan.


"Iya nih!" Timpal Ivan dramatis.


"Kasihan!" Ucap Siska ikut dramatis membuat Ivan tersenyum.


"Kalo kasihan, jadiin pacar dong?" Tanyanya.


"Aku masih sekolah, belum diizinin pacaran!" Timpal Siska.


"Tapi nanti boleh dong? Kakak tunggu ampe lulus!" Timpal Ivan membuat Siska tergelak.


"Kalo nunggu aku lulus. Kakaknya ketuaan. Gak ah! Kakak terlalu dewasa, ntar dikira sugar baby lagi." Canda Siska.


"Enak aja. Kakak belum tua, mateng yang ada. Biasanya juga banyak cewek tuh nyarinya yang mateng." Elak Ivan.


"Biar apa coba?"


"Biar manis, kaya kakak nih!" Siska kembali tergelak melihat kepedean Ivan.


Bang Agung yang keluar kamar, hendak kedapur mendengar tawa renyah Siska merasa penasaran. "Ngobrol sama siapa tu bocah? Seneng bener!"

__ADS_1


Bang Agung menghampirinya, namun baru dekat pintu, Ia pun berhenti. Melihat adek imutnya tengah tertawa bahagia dengan seorang pemuda.


Entah kenapa ada perasaan tak suka melihat Siska tertawa karena pemuda didepannya. 'Bahagia banget sih?' Batinnya.


Karena penasaran bang Agung mendekati keduanya. "Sis udah malem, masuk gih!" Titahnya.


"Apa sih bang belum terlalu malam. Belum jam sembilan juga." Timpal Siska.


"Udah masuk. Ntar kamu masuk angin!" Titahnya. Siska yang merasa aneh dengan sebutan 'Kamu?' tentu bertanya-tanya.


"Bentar lagi lah bang. Lagi asyik juga." Elaknya lagi.


Ivan yang melihat itu, tak mau jadi sebab perdebatan keduanya. "Udah kamu masuk aja! Benar katanya takut kamu masuk angin."


"Tapi..."


"Udah sana! Ntar besok kakak jemput ya, dianterin deh ketempat yag tadi disebutin." Timpal Ivan. Tadi keduanya sempat membahas tempat asyik untuk liburan.


Bang Agung yang mendengarnya merasa tak terima. Main ajak aja! Pikirnya. "Udah buruan masuk!" Ajaknya menyeret lengan Siska. "Dan lu pulang sana!" Titahnya sinis.


Ivan tersenyum dan menggelengkan kepalanya kala melihat gadis yang menjadi incarannya diseret masuk. " Apa gue di tikungan lagi?" Tanyanya pada diri sendiri.


Bang Agung menyeretnya tanpa sadar membawa Siska kedalam kamarnya. "Eehh bang kok kesini?" Tanya Siska heran.


Bang Agung melihat sekeliling dan menghela nafasnya panjang. "Lu jangan sembarangan deket sama cowok apalagi ampe jalan."


"Kan gak aku iyain. Aku juga gak mungkin main mau aja, sama orang baru aku kenal." Timpal Siska. "Lagian kenapa juga abang sibuk-sibuk mikirin aku mau jalan sama siapa?" Tanya Siska heran.


"Ya karena-" Bang Agung tak meneruskan ucapannya merasaa bingung dengan apa yang Ia pikirkan. "Karena gue khawatir!"


Siska dibuat tersipu karena dikhawatirkan pria didepannya. "Khawatir kenapa?" Pancing Siska.


"Khawatir karena lu adek imut gue!" Balasnya dengan cepat.


****************


Mari jangan lupa goyang jempolnya! Tinggalkan jejaknya! Like dan komen juga biar rame😊 Udah pada kasih hadiah belom buat baby Shaka?



Ini Abang dudašŸ˜ Jangankan Siska, mak othornya aja ampe ngiler🤤



Ini si Adek imut nyašŸ˜™

__ADS_1


__ADS_2