
Pesta terus berlangsung sampai malam menjelang. Kini giliran yang muda yang berdendang.
Pesta malam dikhususkan untuk menyambut tamu dari kalangan anak muda. Semua teman-teman dari mulai teman SD sampai SMA akan hadir malam ini.
Chat grup Alumni SMA sudah membanjiri laman WA. Suara notif pesan terdengar begitu bising disebuah kamar.
"Buseett nih chat ampe ribuan gini, gimana bacanya coba?" Tanya Feby shok melihat notif di HP nya.
"Gak ada kerjaan amat lu mesti baca pesan anak-anak somplak. Paling mereka lagi ghibahin kita." Timpal Ayra yang tengah merapihkan lipstik di bibirnya.
"Tau dari mana lu, kalo kita lagi dighibahin?" Tanya Feby lagi.
"Nih!" Ayra menunjuk telinganya yang memerah. "Telinga gue udah doer dari tadi." Timpalnya membuat kedua sahabatnya tergelak.
Kini ketiganya tengah bersiap. Setelah membersihkan diri, mereka kembali bersiap mengganti pakaiannya dan kembali tancap makeup nya.
Kali ini ketiganya sudah memakai gaun selutut berwarna hitam dengan lengan polos. Sesuai tema nya, untuk anak remaja. Terlihat begitu girly dan manis. Dengan tatanan rambut yang disulap sedemikian rupa.
Hanya mereka bertiga yang memakai baju yang sama, tanpa Tia. Ia sudah memiliki baju couple bersama dengan suaminya, Ian.
Ketiga cowok pun sudah memakai kemeja senada berwana hitam dan celana bahannya. Tanpa menggunakan jas dan membiarkan kancing atasnya terbuka. Terlihat begitu cool dan santai.
Ketiga gadis sudah keluar dari sebuah kamar. Mereka sudah siap untuk ikut menyambut para tamu. Ketiganya menghampiri para cowok yang tengah mengobrol.
"Haii Boys!" Sapa Agel. Ketiga cowok menoleh dan terpana melihat penampilan pasangan mereka.
"Bang?" Ayra menyapa sang kekasih bahkan melambaikn tangannya karena tak dapat balasan dari bang Ar.
Bang Ar sampai terkejot dan gelagapan membuat Ayra tertawa dibuatnya. Bang Ar pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir, begitu terpesonanya Ia melihat sang pujaan hatinya.
Bang Ar memegang kedua bahu Ayra dan mendaratkan ciuman dipucuk kepalanya.
"Malam ini abang harus siap!" Ucapnya.
"Ngapain?" Tanya Ayra mengerenyitkan dahinya heran.
"Untuk gak cemburu lihat semua orang memujamu." Tuturnya.
Blush
__ADS_1
Ayra tersipu. "Ihh abang!" Ayra memukul manja dada bidang bang Ar. Membuat bang Ar tertawa.
"Lu mesti siap-siap Ay!" Titah Agel.
"Buat apa?" Tanya Ayra.
"Anak-anak dateng bukan buat pengantinnya, tapi buat todong lu." Timpal Agel. Membuat Ayra hanya tersenyum.
"Keknya bakal ada acara patah hati berjamaah." Timpal Feby diiringi gelak tawa semuanya.
"Ati-ati bang. Ayra nya jagain! Bentar lagi fansnya pada datang tuh." Lanjutnya pada bang Ar.
"Kek nya banyak banget ya fansnya?" Goda bang Ar.
"Beuuhh banyak banget bang. Semua most wanted sekolah fans nya Ay." Timpal Agel.
"Wow banyak juga dong mantannya?" Tanya bang Ar terus menggoda. Ayra sudah mencebikkan bibirnya.
"Kalo itu gada bang." Timpal Agel.
"Kok bisa?"
"Kenapa?"
"Dia gak bisa ngehianati bang Ar cenah. Setia dia tuh." Timpal Feby diiringi gelak tawa. Ayra melayangkan tangannya hingga menimpuk pundaknya.
"Cinta Ayra mentok di bang Ar."
Ucap kedua gadis itu serempak dengan gelak tawa dan bersembunyi dibalik para cowok kala Ayra ingin menyerang keduanya.
Ayra sudah mengerucutkan bibirnya, pipinya sudah memerah merasa malu dengan pernyataan kedua sahabatnya.
Ia hendak melayangkan pukulan kearah dua sahabatnya. Namun bang Ar mencekal lengannya dan membawanya kedalam dekapannya. Ia usap surai hitamnya yang tergerai dan menciumi pucuk kepalanya bertubi-tubi.
"Makasih sayang! Makasih!"
"Makasih udah mau menerima abang yang banyak kekurangan ini. Makasih udah mencintai abang begitu tulus! Abang begitu beruntung memiliki kamu."
Membuat mereka ikut bahagia melihat sepasang kekasih itu. Agel sudah berada dirangkulan Juna. Begitupun Feby dan Rio, tanpa Feby sadari tangannya sudah bertengger di perut Rio. Rio pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Ia pun merangkul bahu Feby.
__ADS_1
"Hallo epribadeh?" Sapa seorang pemuda yang baru masuk dengan beberapa pemuda juga dibelakangnya. Membuat mereka menoleh.
"Njiiirrr...nyesek gue!" Pemuda itu berhenti didepan ketiga pasangan yang terlihat tengah tertawa bahagia.
"Ayra lu cantik banget! tapi sayang udah digandeng orang." Ucapnya lagi dramatis.
Membuat mereka tergelak. Tapi tidak dengan satu orang pemuda dibelakangnya.
"Haii gaisss... Sebelum lu pada nodong gue. Gue bakal ngomong lebih dulu." Ucap Ayra, Ia merangkul manja lengan bang Ar.
"Nih kenalin tunangan gue, bang Ar!" Lanjutnya dengan senyum yang begitu manis.
"Bisa gak sih Ay. senyum lu tuh dikurangin takarannya!" Pinta Ben.
"Kenapa?" Tanya Ayra.
"Takut diabetes gue. Terlalu manis." Timpal Ben membuat mereka riuh dengan sorak sorai.
Hal seperti ini udah biasa bagi Ayra dapatin dari si Ben raja gombal, salah satu most wanted juga.
"Eh pak ketos. Masih aja tu muka datar bener. Kasih selamat lah buat Ay!" Sindir Feby.
"Selamat Ay!" Ucap Riky si mantan ketos dengan wajah datarnya dan mengulurkan tangannya.
Bukan Ayra yang menymbutnya namun bang Ar. "Makasih!" Jawabnya dengan tersenyum tipis.
"Widih posesif abangnya." Timpal Ben membuat mereka tertawa.
"Selamat ya Ay kita ikutan seneng! Dan buat lu bang!" Ucap Ben, lalu menepuk pundak bang Ar. "Tolong lu jaga Ayra kita, bahagiain dia. Lu beruntung dapatin dia. Kita mana ada yang dapat kesempatan itu!"
Dan hal itu tentu membuat hati bang Ar berbunga. Dia bener-bener merasa dicintai.
"Tentu!" Balas bang Ar dan merangkul pinggang Ayra posesif. "Karena dia terlalu berharga untuk disia-siain." Ucapnya menatap Ayra penuh cinta.
Ayra pun tak bisa menyembunyikan kebahgiaannya. Ia membalas tatapan bang Ar dengan senyum bahagianya.
"Hadeuuhh...sekalinya bucin. Bucin maksimal lu Ay." Ucap Ben dengan gelengan kepala.
Mereka berlalu meninggalkan ketiga pasangan itu menuju pelaminan untuk memberi selamat untuk sang pengantin.
__ADS_1
*************