
Sena menghembuskan napasnya panjang. Ia mengambil sepasang kain dan memutuskan akan mengenakannya. Ia buka lemari dan mengambil dua kain penutup barang berharganya. Tanpa berpikir panjang Ia buka kain putih yang membalut tubuhnya dan mengenakan kain-kain yang sudah Ia siapkan dengan santainya. Tanpa tau seseorang diluar sana sampai tersedak melihat kelakuannya.
"Apa yang dia lakukan?" Tanya Abi pada dirinya sendiri seraya tangan yang terus menepuk dadanya.
Seketika wajahnya memerah dengan debaran hati yang kian memanaskan tubuhnya. Ia menarik dan membuang napasnya teratur, mencoba menghilangkan bayangan lucknut tadi dari otaknya. Ia berdecak kesal melihat tingkah gadisnya.
"Ck! Bisa-bisanya dia." Gerutunya tanpa ingin meneruskan ucapannya, seraya menghembuskan napasnya kasar.
**
Sementara itu Sena sudah selesai melekatkan kain ditubuhnya. Setelah lama menimang-nimang outfit apa yang akan Ia pakai, pilihanya jatuh pada celana jeans dengan atasan sweater berwarna baby pink. Ia mendudukan diri didepan meja rias setelah memasukan kembali pakaian yang tadi berderet diatas kasurnya.
Ia mulai memoles wajahnya dengan berbagai macam alat make upnya. Hingga saat sentuhan terakhir dibibirnya, Ia baru menyadari seseorang yang tengah bersender di pintu balkon dari cermin didepannya. Matanya membola dan seketika berbalik, menengok kebelakang.
"Abi? Sejak kapan disana?" Tanyanya merasa shok. Pasalnya sedari tadi dia baru melihat wajah tampan dari pemuda yang tengah menatap lekat dirinya itu.
Abi berjalan mendekat kearah sang gadis. Ia sedikit membungkukkan tubuhnya dengan tangan Ia biarkan terulur menghapus lipstik yang keluar dari garis bibir gadisnya. Sena sedikit terlonjak dengan perlakuan pemuda didepannya.
"Warnanya cantik. Rapikan lagi!" Ucapnya tersenyum membuat Sena terpaku.
Didetik berikutnya Sena berdehem dan kembali membalikan tubuhnya kedepan cermin. Menghapus lisptik yang belepotan dibibirnya. Abi menegakan tubuhnya dan berdiri dibelakang gadisnya, Ia raih handuk yang masih melilit dikepalanya dan mulai menggosoknya.
"Habis mandi tuh, keringin dulu rambutnya!" Tuturnya, Sena hanya melihat ekspresi sang pemuda dari cermin seraya menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Kamu bisa sakit kalo terlalu lama membiarkan rambutmu basah." Lanjutnya hingga Sena tertawa kecil.
Satu hal yang kini Ia sadari. Abi yang dulu ternyata sudah hilang. Tak ada lagi Abi yang irit bicara, julukannya sekarang berganti jadi Abi yang bawel.
Abi yang melihat tawa dari gadisnya menaikan satu alisnya heran. "Kenapa?" Tanyanya.
Sena megang tangan yang bertengger dikepalanya, lalu Ia berbalik menatap pada pemuda jangkung didepannya dan melebarkan senyumnya. "Kamu tau? Aku berasa ngomong sama orang lain." Tuturnya. "Kek bukan Abi yang aku kenal dulu." Lanjutnya.
Abi menarik satu sudut bibirnya mendengar itu. Ia membungkukkan kembali tubuhnya seraya membenarkan rambut yang menjuntai diwajah cantik gadisnya. "Abi yang sekarang memang bukan Abi yang dulu." Balasnya seraya menatap dalam mata gadisnya.
"Abi yang dulu hanya sepupu Sena. Dan Abi yang sekarang adalah kekasih Sena." Lanjutnya seraya membelai lembut wajah cantik itu.
Sena tersenyum menaggapi itu, lalu matanya tertutup kala benda kenyal menempel didahinya. Menyelami rasa yang tak dapat keduanya hindari dan membiarkannya semakin tumbuh diantara keduanya.
"Emangnya kita mau kemana?" Tanya Sena yang masih merasa kepo karena tak dapat jawaban dari sejak tadi.
Abi menegakan tubuhnya. "Kesuatu tempat." Balasnya.
Sena menaikan satu alisnya menatap pemuda yang ingin diakui kekasihnya itu. "Apa semacam first date?" Tanyanya.
"Mmm mungkin." Balas Abi terkekeh. Sena ikut terkekeh mendengar hal itu.
Sesuai intruksi Ia pun segera menyelesaikan aktifitasnya didepan cermin. Ia mengambil tas slempang dan cardigan yang akan dipakainya diperjalanan.
__ADS_1
"Udah siap?" Tanya Abi yang memasuki kamar dari arah balkon dengan membawa gelas kosong ditangannya.
Sena menautkan alisnya heran melihat itu. Hingga penuturan Abi benar-benar membuatnya shok.
"Kopinya habis!" Ucap Abi memperlihatkan isi dicangkirnya. "Aku menikmatinya dibalkon dari semenjak kamu masuk kamar mandi." Lanjutnya tanpa dosa.
Sena membelakakan matanya mendengar itu. 'Jadi Abi gak pergi? Dia lihat gue' batinnya menjerit.
Abi yang melihat itu tersenyum. Lalu membisikan sesuatu ditelinga gadisnya. Hingga Sena semakin shok.
"Cukup aku yang dapat melihat keindahan tubuhmu." Tuturnya tersenyum dan berlenggang terlebih dahulu, meninggalkan sang gadis yang masih mematung ditempatnya.
"Aaaa!!!! Memalukan!" Jeritnya dalam hati.
******************
Tinggalkan jempol dan komentarnya yaa, biar mak othornya semangat🤗
Aisshhh ini yang mulai hangat😂
__ADS_1
Ini yang siap diajak first date😂