
Setelah selesai sarapan ketiganya duduk mengobrol diruang keluaraga.
"Oh ya.. Nak Ayra?" Ucapan Ibu terpotong Ayra.
"Ay..aja bu!" Pinta Ayra tersenyum.
Ibu pun ikut tertular senyumnya.
"Ay..kamu masih kuliah apa kerja?" Tanya Ibu.
"Aku kerja bu." Jawabnya dan menjelaskan tentang pekerjaannya.
"Kalo udah nikah sama Ar. Kamu berhenti kerja ya!" Titah Ibu membuat Ayra merona.
Menikah? Benarkah bang Ar akan menikahinya?
"I-iya bu." Jawabnya gugup.
Bang Ar yang baru kembali dari dapur membawa minuman untuk ketiganya. Namun melihat Ibu yang sudah siap Ia pun bertanya "Ibu mau kemana?"
"Ibu mau keperkebunan dulu. Tadi tuh sekalian disuruh sama Ayah buat ngechek para pekerja." Jelasnya. "Jadi Ibu mau ngechek dulu ya! Kamu jangan kemana-mana dulu istirahat aja ya!" Pesannya pada Ayra dan dijawab anggukan Ayra.
"Dan kamu!" Tunjuknya pada bang Ar. "Awas jangan macem-macem! Jaga Ayra!" Titahnya pada bang Ar.
"Iya bu!" Balas bang Ar dengan malas. Pasalnya Ia masih saja terlihat seperti terdakwa yang mesti banyak pengawasan.
"Ya udah Ibu berangkat dulu ya! Assalamualaikum." Pamitnya.
"Waalaikumsalam!" Balas keduanya.
"Bang. Tadi malam abang beneran tidur sama aku?" Tanya Ayra penasaran.
"Emm..iya! Kenapa?" Jawab bang Ar.
"Kita gak ngapa-ngapain kan?" Tanyanya ragu.
Bang Ar tersenyum, Ekspresi apapun yang ditunjukkan Ayra selalu membuatnya gemas.
Bang Ar merangkul pundak Ayra. "Mau nya kita ngapain?" Goda bang Ar.
"Ihh...abang! Jangan kek gini, tar dilihat Ibu lagi." protes Ayra memukul pelan dada bang Ar.
"Gak papa biar hari ini juga kita dinikahin!" Timpal bang Ar.
Blush
"Emang abang mau nikahin aku?" Tanyanya malu-malu.
"Emang kamu gak mau abang nikahin?" Tanya balik bang Ar. Ia semakin suka menggoda gadisnya ini
"Abang ihh!" Rengeknya. Entah mengapa saat berdua seperti ini Ia sangat suka bermanja-manja pada sang kekasih.
Bang Ar semakin mempererat rangkulannya diciuminya pucuk rambut yang sudah menjadi hoby barunya itu.
Tiba-tiba Hp bang Ar berdering. Menandakan panggilan masuk. Bang Ar merogoh sakunya, melihat siapa yang menghubunginya.
__ADS_1
Ayra melihat bang Ar yang tak kunjung menerina panggilannya. "Siapa bang?"
Bang Ar memperlihatkan nama si pemanggil pada gadisnya, tertera nama sang mantan disana.
"Angkat aja bang, takut penting!" Titahnya.
"Gak papa, biarin aja." Timpalnya ingin menyimpan Hpnya ke atas meja, Namun dicegah Ayra.
"Angkat bang. Aku gak papa beneran." Ucap Ayra meyakinkan.
"Ya udah, di loudspeek ya!" Ucap bang Ar dan dijawab anggukan Ayra.
Diusapnya ikon hijau itu.
Rara📞
Hallo Ar ! Kangeennnn....
**
Deg
Ayra melengos, sakit? jangan ditanya lagi. Bang Ar yang melihatnya mengerti. Tapi ini lebih baik dari pada Ia mengangkat panggilan dibelakang pujaan hatinya. Ia membalikan badan Ayra mengarahkan kepadanya mencium dalam kening Ayra untuk menenangkannya.
Rara📞
Hallo Ar! Hallo?
Me****📞
Iya. Hallo?
Rara📞
Me📞
Aku baik. Maaf aku sibuk!
Rara📞
Kemaren aku pulang. Aku cari kamu dimes gak ada. Kamu pulang yah?
Me📞
Oh. Iya aku pulang.
Rara📞
Kamu kesini dong temui aku! Aku kangen tau.
Me📞
Maaf Ra gak bisa. Sekarang ada hati yang harus aku jaga.
Bang Ar menatap lekat wajah yang tengah tersipu dan jangan lupakan bibir bawahnya yang digigit membuat bang Ar semakin greget.
__ADS_1
Rara📞
Maksudnya Ar? Kamu udah punya pacar lagi?
Me📞
Bukan.
Rara📞
Terus? Udah lah Ar aku gak yakin kamu bisa lupain aku gitu aja.
Me📞
Siapa bilang? Bahkan sekarang aku tidak bisa berpaling darinya.
Rara📞
Kamu beneran punya pacar lagi Ar?
Me📞
Bukan. Dia calon istriku.
**
Mendengar itu Ayra berhambur kepelukan bang Ar. Mendekap erat tubuh sang kekasih. Bang Ar membalas dekap gadisnya tak kalah erat. Sampai Ia melupakan panggilannya dengan sang mantan.
Ia begitu menikmati dekapannya menyalurkan rasa yang sekarang sudah meluber dihatinya.
Sampai suara panggilan dari sebrang sana tak terdengar lagi. Sepertinya sudah terputus.
"Aku mencintaimu bang." Ayra terisak di dalam dekapannya.
Bang Ar yang mendengar isak tangis gadisnya, langsung melerai pelukannya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya bang Ar panik.
Ayra semakin histeris membuat bang Ar semakin panik dan kembali membawanya kedalam dekapannya. Mengelus rambutnya dan terus menciumi pucuk kepalanya bertubi-tubi.
"Hey..hey sudah. Kamu kenapa? Apa abang salah?" Tanya bang Ar.
Ayra hanya mengeleng kepalanya, namun tangisnya mulai mereda hanya terdengar isakan kecil saja.
"Kamu kenapa? Bilang sama abang!" Tanyanya mengendurkan sedikit dekapannya untuk melihat wajah sang kekasih.
Diusanya pipi chuby itu dengan ibu jarinya. "Kenapa? Hemm.."
"Aku.. Aku bahagia bang!" Jawabnya dan kembali terisak.
Bang Ar kembali merengkuhnya. Dirinya semakin merasa dicintai. Sebahagiakah ini gadisnya?
"Lusa abang akan ke rumahmu!"
************
__ADS_1
*Jan lupa Like, komen, vote dan hadiahnya juga😊
Biar semangat menuju halal nya😁