Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 11


__ADS_3

Hari pernikahan Ian dan Tia pun tiba. Nampak pesta pernikahan begitu ramai dengan tamu yang berbondong-bondong masuk ke tempat itu.


Pesta pernikahan yang tidak begitu mewah namun sangat meriah.


Karena akad sudah dilakasanakan satu hari sebelum resepsi, tepatnya kemarin. Sekarang tinggal pesta resepsinya saja.


Semua tamu nampak sudah hadir, termasuk ke empat gadis yang nampak begitu anggun dengan gaun bridesmaid berwarna peach yang sama. Dengan riasaan wajah yang simple tentunya.


Ya sebelum memasuki area pesta, mereka berkumpul di rumah Rila. Kebetulan rumah Rila dekat dengan rumah Tia, tempat digelarnya pesta.


Mereka bersiap-siap dirumah Rila. Diantara keempat sahabat ini, Rila lah sang makeover untuk mereka.


Rila gadis yang paling peminim diantara mereka, yang lumayan tau tentang makeup dan segala hal fashion.


Ayra dengan tatanan rambut yang dicepol keatas, dengan sedikit anak rambut dibiarkan terjatuh, terlihat begitu anggun.


Agel dengan rambut lurusnya diikat sedikit dengan jepitan, nampak begitu cantik.


Rila dan Feby yang memang rambutnya pendek hanya menyelipkan jepitan di rambutnya, terlihat begitu manis.


Semua mata tertuju pada keempat gadis itu, termasuk seseorang yang diam-diam melihat salah satu dari mereka nampak terpana.


"Waahh.. Kalian terlihat berbeda hari ini. Perfect!" Puji Devan pada keempatnya.


Mereka berempat memang langsung bergabung dengan Devan, Juna, dan Rio.


"Ya dong sayang. Siapa dulu makeovernya?" Bangga Rila pada kekasihnya itu, dengan bergelayut manja dilengannya.


"Kamu terbaik sayang." Balasnya dengan senyuman manisnya menarik hidung kekasihnya manja.


"Lu gak lihat apa, cewek gue nih paling cantik." Juna tak mau kalah membanggakan kekasihnya sambil merangkul pinggang kekasihnya posesif.


Agel yang dipuji kekasihnya, hanya menyunggingkan senyum termanisnya.


Tidak ada komentar apapun dari jomblo tampan yang seperti biasa hanya sibuk dengan Hp nya.


"Ya deh iya. Pada punya yang cantik. Kita mah gada yang ngakuin ya Feb?" sindir Ayra menyenggol sahabat satu server jomblonya.

__ADS_1


"Iya.. Nasib yaa Ay." Jawab Feby dramastis dan langsung disambut gelak tawa mereka.


Setelah memberi salam dan ucapan ke kedua mempelai, mereka duduk berkumpul disatu meja.


"Eh, tuh bang Ar. Ternyata beneran dia bawa cewek" bisik Feby ditelinga Ayra.


Ayra melihat ke arah yang ditunjuk dagu Feby.


Deg


Ayra mencoba untuk biasa saja. Memang ini yang dia persiapkan dari kemarin. Melihat sebuah pemandangan yang tidak seharusnya Ia lihat.


Ayra sebisa mungkin tetep menyunggingkan senyumnya, dan menampakkan wajah baik-baik saja. Meski sudut hatinya begitu ngilu.


"Lu lihat, cantikan mana sama gue?" bisik Ayra ditelinga Feby.


Feby nampak memindai gadis yang digandeng oleh bang Ar.


"Kek nya emang cantikan lu deh!" bisik Feby dengan mata yang terus melihat kearah si gadis.


"Jadi fix ya. Gue gak kalah saing. Cuma gue butuh waktu buat mindahin hati bang Ar aja ke gue." timpalnya lagi dengan terus berbisik-bisik.


"Haii..Ay!" Sapa salah seorang dari mereka dengan senyuman yang mampu memporak porandakan hati para kaum hawa.


"Bang Rendi?" Ayra membalas dengan senyumnya yang terpaksa.


Rendi si cowok tampan yang memiliki sejuta pesona.Hanya dengan senyumnya saja mampu membuat semua gadis rela antri untuk jadi kekasihnya.


Tapi tidak dengan Ayra, baginya tidak ada yang tampan dan mempesona selain bang Ar. Hadeuuhh.


Membuat Rendi selalu penasaran dan ingin sekali menaklukkan hatinya.


Disaat semua gadis bertekuk lutut padanya, hanya Ayra yang terang-terangan menolak pesonanya.


"Kamu cantik sekali hari ini!" Gombalan yang selalu melelehkan para gadis, tak pernah mempan pada Ayra.


"Hemm." Ayra hanya menjawab dengan senyumnya.

__ADS_1


Entah kenapa Ayra selalu merasa risih kala Rendi mendekatinya. Mungkin karena Ia tau Rendi seorang playboy yang suka gonta-ganti cewek.


Karena ketampanannya, Rendi bagaikan piala bergilir untuk semua para gadis yang jatuh dalam pesonanya.


"Emm. Hai bang Ivan!" Sapa Feby pada pemuda disebelah Rendi.


Ivan pemuda yang datang bersama Rendi. Ia adalah tetangganya Feby sekaligus pujaan hatinya.


Kedua pemuda yang seusia dengan bang Ar ini, memang bersahabat.


"Hai Feb. Kamu disini juga?" tanya Ivan yang langsung dijawab anggukan oleh Feby.


Akhirnya keduanya bergabung bersama dimeja yang sama.


Gelak tawa mereka selalu jadi perhatian seseorang diujung sana.


"Ar..aku pulang duluan ya." izin Rara, mengalihkan perhatian bang Ar yang tengah memperhatikan sekumpulan pemuda pemudi disana.


"Kenapa? Kan baru sebentar?" tanyanya.


"Mamah chat aku nih. Katanya ada urusan, disuruh pulang cepet." jelas Rara.


"Kamu gak mau nemuin orangtuaku dulu?" tanya bang Ar lagi.


"Gak. Lain waktu aja." jawabnya lagi.


Bang Ar menghela nafasnya berat. "Yaudah aku antar!"


"Gak usah. Aku pulang bareng Papa sama Kevin aja." tolaknya.


Kevin adalah anak dari teman Papanya Rara, mereka datang kesini bersama.


"Ya udah aku pulang dulu yaa!" pamit Rara yang hanya dijawab anggukan oleh bang Ar.


Ternyata rencananya untuk memperkenalkan Rara pada orangtuanya gagal.


Bang Ar yang ditinggal sendiri tampak melamun. Ia memikirkan hubungannya dengan sang kekasih yang semakin terasa berbeda. 'Masihkan bisa dipertahankan?' Batinnya.

__ADS_1


**************


__ADS_2