Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 59


__ADS_3

Belum tamat yaa! InsyaAllaah episodenya masih banyak😁


Kasih kaget dikitlah siapa tau ada yang mao kasih vote ama kopi buat mak othor gadang.. Nemenin bang Ar ama Ayra unboxing malam pertama😂😂


...----------------...


"Alhamdulillah!"


Ucap syukur dan doa terlantun dari semua tamu yang hadir menyaksikan acara sakral nan khidmat itu.


Air mata Ayra jatuh, seiring dengan doa yang tengah dilantunkan pak ustadz sebagai saksi pernikahan. Hari ini dirinya benar-benar telah menjadi seorang istri. Rasa bahagia begitu nyata Ia rasakan. Begitupun bang Ar, kegundahan dan kegugupannya sirna tertumpuk rasa bahagia yang begitu besar.


Setelah melantukan doa keduanya dipersilahakn untuk memasangka cincin nikah dijari manis masing-masing. Disematkannya cincin polos berinisial nama keduanya dibagian dalam, ke jari manis tangan kanan. Dijari manis tangan kirinya masih tersemat cincin pertunangan keduanya.


Ayra mencium takzim tangan kanan bang Ar yang sudah sah menjadi suaminya. Dan tangan kiri bang Ar terulur menyentuh kepala sang istri.


Bang Ar menangkup wajah Ayra mencium keningnya dalam, dan langsung disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari semua.


Senyum manis terukir dari keduanya. Menikmati moment paling berharga yang akan menjadi sejarah untuk keduanya kelak. Moment yang akan menjadi awal perjalanan hidup mereka selanjutnya.


Serangkaian tanda tangan buku nikah dan dokumen-dokumen lainnya terlaksana, keduanya juga melakukan pemotretan buku nikah dan cincin nikahnya.


Setelah itu keduanya dipersilahkan untuk menaiki pelaminan untuk melakukan serangkaian tradisi adat. Dari mulai sungkeman dengan kedua orangtua sampai acara saweran pun selesai dilaksanakan. Acara pelepasan balon dan pelemparan buket bunga pun ikut dilakukan.


Semua gadis tengah bersiap dibelakang kedua mempelai untuk menyambut lemaparan bunga dari keduanya. Begitupun Agel dan Feby, yang sudah ikut gabung dengan para gadis yang lainnya.


"Ay! Lempar ke gue!" Teriak Feby.


"Lu semangat bener mao nangkap bunga, tangkap dulu cowoknya, woy!" Timpal Agel


"Gak papa bunganya aja dulu. Siapa tau kalo gue dapat bunganya, tar hinggap deh cowoknya." Timpalnya lagi dan langsung dapat toyoran dari Agel.


"Ladiess are you redy?" intruksi dari sang MC membuat sorak sorai para gadis yang sudah bersiap menyambut bunga.


"Ready!!!!!!"

__ADS_1


"Satu..


dua...


tiga..."


Buket bunga yang tengah dipegang sepasang pengantin pun dilemparnya kebelakang. Membuat para gadis riuh.


Greppp


Bukan cewek, bukan gadis yang mendapatkan bunga tersebut melainkan seorang pemuda dengan gaya coolnya.


Semua mata tertuju pada si pemenang lemparan buket bunga itu. Semua terdiam tatkala Ia menekukkan kakinya berlutut dihadapan seorang gadis dan menyerahkan buket bunga tersebut. Si gadis sampai menutup mulutnya merasa tak percaya.


"Agel...!!! Will you merry me?" Ucap pemuda yang mereka tau itu kekasihnya.


Suara riuh sorak sorai semua tamu menyahuti mereka "Terima-terima!!"


Agel sampai menitikkan air matanya. Air mata bahagia tatkala hubungan yang keduanya jalani tak pernah ada dalam seserius ini. Hubungan yang sering putus nyambung itu membuat keduanya lama berfikir untuk berkomitmen menjalin hubungan lebih serius.


Rencananya untuk melamar sang gadis dihari pernikahan sahabatnya ini, sudah Ia susun dari kemaren, bahkan Ia sudah menyiapkan sebuah cincin.


Agel terpaku, masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Hingga suara sang kekasih menyadarkannya.


"Agel..Bersediakah kau hidup bersamaku? Menjadi istri dan ibu dari anak-anakku?"


Agel menganggukan kepalanya berulangkali dengan air mata yang membanjiri pipinya. Juna bangun dari jongkoknya setelah Agel mengambil bunga dari tangannya. Ia merogoh kantong jasnya mengambil cincin dalam kotak merah lalu menyematkan dijari manis gadisnya. Agel menubrukkan dirinya berhambur kepelukan sang kekasih.


Tepuk tangan dari semua orang mengiringi kebahagiaan mereka. Begitupun bang Ar dan Ayra. Bang Ar merangkul gadis halalnya membawanya kedalam dekapannya.


"Aku bahagia. Sangat bahagia!" Ucap Ayra memeluk erat pria yang baru beberapa jam jadi suaminya itu.


Bang Ar mencium kening istrinya lama, menyalurkan rasa bahagianya yang begitu membuncak. "Abang lebih bahagia. Sangat!"


Setelah drama lamaran Juna dan Agel. Semua tamu undangan memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.

__ADS_1


Kini sesi foto-foto pun tiba, 'Gerup Reseh' ikut serta berfoto ria dengan segala gaya mereka tunjukkan. Bahkan seperti biasa Agel langsung mempostingnya, bukan pernikahannya saja namun lamaran Juna dengannya pun ikut Ia posting.


Doa dan ucapan membanjiri laman komentar di akun sosial medianya. Banyak yang memuji keserasian kedua mempelai itu. Bahkan doa untuknya dan kekasihnya pun turut terucap dari mereka.


**


"Kakiku udah pegel bang. Pengen cepet-cepet istirahat ke kamar." Tutur Ayra.


Kini keduanya tengah duduk dikursi kerajaan mereka. Setelah para tamu selesai mengantri.


Bang Ar tersenyum. "Pengen istirahat apa pengen..." Goda bang Ar.


"Ishh.. Paan sih bang?" Ayra merengut namun rona dipipinya tak dapat disembunyikan.


"Abang mao nagih janji kamu!" Pinta bang Ar.


Ayra mengerenyitkan dahinya heran. "Janji yang mana?"


"Itu yang waktu terakhir kita dimobil. Yang katanya akan ditunda buat malam pertama?" Goda bang Ar menaikan alisnya.


Ayra tentu ingat itu, dan memukul bang Ar gemas merasa malu.


"Tapi kan aku gak janji." Elaknya.


"Tapi abang mao maksa."


"Ihh abang ya!" Ayra merengek manja kembali memukul suaminya dan membuatnya tergelak.


Candaan mereka menjadi tontonan gratis untuk para tamu yang melihatnya. Kedunya asik dengan dunia mereka sendiri, tanpa memerdulikan sekitarnya.


************



Ada yang tau ini siapa?😁

__ADS_1


__ADS_2