
"Udah dong anget-angetannya! Sini gabung" Goda Agel membuyarkan lamunan sepasang manusia yang tengah dimabuk cinta itu.
Bang Ar melerai pelukannya dan mengegenggam tangan Ayra menuntunnya mendekati mereka.
Mereka berkumpul mengelilingi api unggun yang mereka buat tadi.
"Ada yang mau nyumbangin lagu gak?" Tanya Juna membawa gitar ditangannya.
"Wisshh mantap nih. Bang ayo bang nyanyi." Timpal Devan.
"Gak lah. Suara pas-pasan kek gini juga." Jawab bang Ar.
"Jan gitu dong bang, suara abang kan bagus. Ayolah tunjukin sama PACARnya." Bujuk Rio dengan menekan kata pacar.
"Abang beneran bisa nyanyi?" Tanya Ayra pada sang pacar.
"Emm..nyanyi sii bisa, tapi suaranya gak enak." Jawab bang Ar.
"Gak percaya gue bang. Buktiin dulu gih. Beneran enak apa enggak?" Timpal Feby.
"Iya dong bang. Ayo Pen denger aku!" Rengek Ayra bergelayut manja dilengannya.
"Hemm..ya deh! Mau lagu apa?" Tanya bang Ar seraya mengambil gitar dari tangan Juna.
"Lagu yang kemaren aja bang. Yang dimobil itu!" Timpal Ayra semangat.
"Hmm lagu Virgoun itu ya. Oke abang coba ya." Bang Ar mulai memetik gitarnya dan mulai menyanyi.
"Teringat lagi hal yang buat hatiku
Jatuh cinta dengan hebatnya padamu
Hingga kini ku belum mampu percaya
Kau milikku selamanya."
Tatapan bang Ar tak lepas dari wajah cantik yang mampu membuatnya sebucin ini. Begitupun Ayra, Ia tatap dalam-dalam mata teduh yang selalu membuatnya tak bisa berpaling.
"*Kutemukan... Arti cinta...
Di waktu hidup denganmu yang tak terduga
Seperti nadimu yang slalu denyutkan setia
Aku bahagia menjadi pemiliknya...
Bagaimana bisa aku jatuh cinta
__ADS_1
Berulang kali..berulang kali
Pada orang yang sama*..."
**
Suara tepuk tangan dari semuanya membuyarkan kedunya.
"Wihh...keren bang suaranya!" Ucap Feby mengacungkan jempolnya.
"Iya bang bisa ikutan audisi itu mah." Timpal Rila.
Bang Ar hanya tersenyum menanggapinya. Digenggamnya kembali tangan gadisnya. Setelah Ia mengembalikan gitarnya pada Juna.
"Giliran ciwik-ciwik nyanyi lah!" Titah Devan.
"Nyanyi paan?" Tanya Agel.
"Apa aja dangdut-dangdut kek. Biar jogetnya sekalian." Timpal Devan.
"Janganlah masa pake joget-joget. Malu lah." Ayra berkomentar.
"Malu cenah. Ditok-tok aja kalean pada heboh. Kagak malu-malu tuh." Timpal Rio.
"Enak aja...Sapa juga yang suka tok-tokan?" Protes Rila.
"Apa?" Tanya Feby polos.
Ketiga gadis mengangkat alisnya, meminta penjelasan. Pasalnya mereka tak pernah menggunakan aplikasi tersebut.
"Oh..itu! Itu cuma iseng aja." Elaknya salah tingkah. "Eh lagian lu tau dari mana? Lu stalker gue ya?" Tanyanya pada Rio mengalihkan perhatian.
"Paan? Gak lah. Gak penting banget." Elak Rio cuek.
Feby hanya mencebikkan bibirnya.
"Udah malah pada ribut. Nyanyi nih nyanyi!" Titah Juna.
"Nyanyi paan? Suara pada pas-pasan juga." Timpal Ayra.
"Gak papalah yang penting rame." Timpal Devan.
"Tar kalah dong kodok." Timpal Agel membuat semua tergelak.
Akhirnya mereka menyanyi asal-asalan dari lagu bang jali sampe lagu simalaka yang viral di aplikasi toktok menjadi sasaran.
Gelak tawa mereka menemani gelapnya malam. Ribuan bintang menjadi saksi kebahagiaan mereka. Hembusan angin semakin menguat, menandakan malam semakin larut.
__ADS_1
Ayra semakin mengeratkan dekapan tangannya tat kala hawa yang semakin tak bersahabat dengannya. Wajahnya tampak memucat, dan tak ada yang menyadari hal itu.
Hingga tiba-tiba,
Bruk
Ayra ambruk kepangkuan Feby. Membuat semua orang panik.
"Ay...Ay! Lu kenapa?"
Bang Ar yang baru kembali setelah mengambil air hangat, segera berlari menghampirinya. Dipindahkannya kepala Ayra kepangkuannya.
"Ay..! Sayang kamu kenapa?" Tanya Bang Ar panik, menepuk-nepuk pelan pipi gadisnya.
"Udah bang. Bawa aja kekamar!" Titah Agel.
Dengan sigap bang Ar menggendongnya ala brige style membawanya masuk kedalam kamar.
Direbahkannya tubuh Ayra di kasur king size itu dengan hati-hati. Menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Rila memberikan kayu putih dan diolekan Agel pada leher, dada, punggung, kaki, kening dan tangan. Tak lupa mendekatkan kayu putih itu ke hidungnya. Feby dan Rila terus menggosok kedua tangannya.
Ketiga gadis itu sudah paham apa yang harus dilakukan kala itu terjadi pada sahabtnya ini.
Bang Ar turut ikut duduk ditepi ranjang. Hanya bang Ar yang ada didalam dan yang lainnya tunggu diluar.
Diusapnya kepala Ayra dengan lembut. Ditatapnya wajah cantik nan pucat itu. Ada rasa nyeri diujung dihatinya, kala melihat sang kekasih terbaring lemah seperti itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya?" Tanya bang Ar sendu.
"Ayra tu anti dingin bang, apa tu istilahnya hipotermia atau apa lah pokoknya gitu." Jawab Feby
"Udah bang tenang aja. Ayra gak kan kenapa-napa. Tar kalo udah anget Ia bakal sadar kok." Tutur Agel.
"Gini aja biar cepet anget bang Ar ikut masuk dalam selimut. Terus dipeluk Ay nya." Titah Rila.
"Lah otak lu ya." Feby menoyor kepala Rila.
"Eh tapi bener juga. Udah bang, abang masuk terus peluk Ayra. Biar dia cepet sadar. Kalo udah muhrim mah, bisa sambil telanjang cepet angetnya. Berhubung kalean belum muhrim, jadi gakpapa gitu aja langsung peluk." TuturAgel.
Agel hanya membuka hoodie Ayra dan menyisakkan kaosnya.
Tanpa bertanya lagi, bang Ar langsung masuk kedalam selimut dan memeluk Ayra erat. Diciumnya pucuk kepala Ayra bertubi-tubi. "Aku akan melakukan apapun untuk menjaga dan membahagiakanmu!" Gumamnya.
*****************
Maaf ya hari ini cuma bisa up 2bab🙏 Jaringannya eror mulu dari pagi😭
__ADS_1
*Kencengin terus votenya, Like dan komennya juga ya! Palagi dikasih hadiah boleh banget😊