
"Kamu???"
Ternyata suara Sena mampu membukakan mata seorang pemuda yang memakai seragam yang sama, namun tak Ia kenali itu tengah terpejam. Ia menarik hedset dari telinganya dan bangkit dari tidurnya. Hingga mata keduanya betemu dan terkunci.
Sena buru-buru memutuskan pandangannya kala sesuatu tiba-tiba bergetar dihatinya. Apa dia terpesona? Hingga Ia berdehem keras untuk terlihat biasa saja.
"Ehemm"
"Kamu siapa? Kenapa ada disini?" Tanyanya.
Si pemuda mendekat, mencondongkan wajahnya hingga wajah keduanya bertemu. Ia tarik satu sudut bibirnya membuat Sena menaikan satu alisnya. Lama Ia tatap intens wajah gadis itu.
Ia kembali keposisi semula dengan melipat tangannya didada. "Lama gak ketemu, ternyata gue dilupakan." Ucapnya dengan tersenyum kecut.
Sena terdiam sejenak, mendengar suara itu. Suara yang sudah lama Ia rindukan. Suara yang tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Lima tahun Ia baru kembali mendengar suara itu. 'Suara itu?' Batinnya. Tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja.
Ia duduk dan berhambur memeluk tuhuh tegap nan tampan itu, menyembunyikan tangis bahagianya kala bisa melihatnya kembali.
"Abiii!!!"
Si pemuda tersenyum dan membalas dekapan itu. Ternyata gadis cerewet yang selalu satu meja dengannya itu masih mengingat dirinya.
Perpisahan lima tahun yang lalu membuat keduanya los kontak. Abi yang harus ikut keluar pulau dengan kedua orang tuanya untuk mengurus bisnis keluarga Papa Rendi yang down, hanya pasrah ikut pindah dengan keluarganya. Karena tempat mereka disebuah pelosok, membuat mereka benar-benar los kontek.
Sena melerai pelukannya, dengan tangis yang masih terisak dari bibirnya. Abi mengusap jejak kebasahan dipipi mulus itu, dengan ibu jarinya.
"Kamu jahat bi! Kamu jahat!" Sena memukuli dada bidang sepupunya itu namun Abi segera mencekalnya.
"Maafin gue Sen. Ceritanya panjang. Butuh banyak waktu buat menceritakan semuanya." Ucapnya, namun Sena masih tetap menunduk dengan wajah cemberutnya.
Ia tangkup wajah cantik itu, hingga membuat Sena mendongak dan mata keduanya kembali bertemu. Pertanyaan demi pertanyaan yang ingin Sena lontarkan kala ketemu, nyatanya tak mampu Ia ucapakan. Rasa bahagianya kala bertemu mengalahkan kekesalannya dulu.
"Apa ini benaran Sena. Arsena si cerewet?" Tanya Abi membuat Sena mengerutkan dahinya.
"Kenapa emang?"
"Makin jelek!" Ejeknya dan sukses dapat timpukan dibahunya.
"Enak aja! Cantik gini juga." Sangkalnya membuat Abi kembali menarik satu sudut bibirnya.
'Lu emang cantik Sen, sangat cantik!' Batinnya.
__ADS_1
"Eh udah bisa senyum ya? Siapa yang ngajarin?" Ledek balik Sena.
"Ck!" Hanya decakan yang Abi berikan sebagai tanggapan membuat Sena tertawa. Ternyata sepupunya ini tak pernah berubah. Tetap Abi yang sama.
Abi terdiam melihat tawa renyah yang keluar dari bibir ranum itu. Tawa yang sama yang selalu membangunkan rindunya pada gadis di hadapannya ini. Terasa bagai mimpi bisa melihat tawa itu kembali.
"Woy! Malah ngelamun!" Sena membuyarkan lamunan Abi hingga membuatnya terlonjak.
"Kenapa gak balas chat gue?" Tanyanya.
"Yang mana? Emang lu pernah chat?" Tanya balik Sena.
"Tadi pagi."
Sena mengambil benda pipih yang tadi sempat Ia masukan lagi kedalam saku roknya. Ia membuka laman WA, dan ternyata seluruh pesannya sudah hilang. Hanya tinggal satu pesan yang tertinggal disana sari nomor baru itu.
"Ishhh aka kebiasaan deh." Gerutunya kala melihat semua panggilan dan pesanntmya dilaman WA hilang.
"Napa?" Tanya Abi penasaran.
"Nih!" Sena menyodorkan Hp nya kearah sang pemuda. "Itu kebiasaan kak Aska. Dia posesif banget sama gue." Tuturnya membuat Abi kembali terdiam.
"Gue tuh kesel banget tau sama lu. Pergi gak bilang-bikang, mana gak ada kabar lagi. Ngeselin!" Gerutu Sena membuat Abi menyunggingkan senyumnya, tanpa terlihat Sena.
"Ya udah kalo ngeselin, gue pergi lagi." Tuturnya hendak berdiri namun lengannya dicekal Sena hingga Abi kembali terdiam.
Sena menabrakan lagi dirinya pada dada bidang cowok didepannya.
"Jangan pergi lagi. Gue gak mau rindu lagi." Tuturnya membuat Abi tersenyum dan membalas mendekapnya. Menyalurkan rindu dari lamanya perpisahan. Keduanya masih menikamti momen pertemuan yang tak mereka duga itu.
Tanpa keduanya sadari, seseorang sedari tadi tengah memperharikannya dari balik pintu. Aska yang hendak menjemput adiknya itu, dibuat mematung, melihat siapa yang tengah mendekap sang adik. 'Abi?' Batinnya. Ia tak ingin masuk dan lebih memilih mendengarkan percakapan mereka dari sana.
'Apa yang terjadi sama gue? Kenapa gue gak suka lihat dia memeluk orang lain selain gue.' Batin Aska. Ia memegang dadanya yang tiba-tiba terasa ngilu, hingga mengusap wajahnya kasar.
Ia sampai melupakan tujuannya untuk menjemput sang gadis dan memilih meninggalkan tempat tersebut.
"Ya udah yuk ke kelas!" Ajak Sena dan dijawab anggukan oleh Abi.
Keduanya berlenggang keluar dengan Sena menuntun tangannya. Mereka berjalan menyusuri lorong hingga mata penghuni sekolah menatap mereka. Tepatnya menatap tangan keduanya.
Mereka yang menjadi fans beratnya Sena tentu merasakan patah hati berjamaah kala melihat tautan tangan mereka. Apalagi melihat murid baru nan tampan. Pupus sudah harapan mereka untuk mendapatkan Top Queen sekolah itu.
__ADS_1
"Gandeng yang baru non? Yang lama kek nya udah gak asyik ya?" Suara seorang gadis tiba-tiba menghadang langkahnya dan membuatnya berhenti.
"Napa? Mau? Folow me!" Ucap Sena membuatnya memutar bola matanya malas.
"Sorry! Kita gak selevel." Timpalnya dan melirik ke arah keduanya seraya tersenyum sinis, lalu berlenggang pergi.
"Ck! Ngeselin banget. Sirik mah bilang aja." Gerutunya.
"Yang kek gitu gak usah ditanggepin. Makin ditanggepin, dia makin ngeselin." Timpal Abi menyeret tangannya untuk kembali berjalan. Hingga Sena mengikutinya.
"Ck! Iya juga sih." Ucapnya. "Eh kita ke kelas Aka dulu yuk! Mereka juga kangen sama lu." Ajak Sena.
"Gak usah! Udah bel masuk." Tolak Abi.
"Hemm Iya yah. Ya udah ntar istirahat aja deh!" Timpalnya. "Oh iya, lu kan baru? Dikelas berapa?" Tanyanya.
"Sebelas IPA dua." Jawabnya.
"Hah?! Beneran?" Tanya Sena tak percaya dan dijawab anggukan oleh Abi. "Fix kita sekelas lagi!" Timpal Sena girang mevuat Abi tersenyum simpul.
Keduanya berjalan hingga sampai didepan kelas. Namun seseorang datang mengomeli dirinya yang baru sampai.
"Sen-sen dari mana aja sih! Kita nungguin lu ampe lumutan nih. Ya ampun! Ini siapa?" Cerocos Rizky
"Coba tebak ini siapa?" Tanya Sena merangkul lengan Abi posesif.
"Ya ampun Sen! Jangan kek gitu ntar kak Aska ngamuk!" Timpal Jingga.
"Gak bakalan! Ayo dong tebak!"
"Kek kenal ya?" Tanya Rizky memindai Abi dari atas hingga bawah, membuat Abi memutar bola matanya malas.
"Ini kek?"Jingga ikut menimang. Hingga keduanya membolakan matanya dan terpekik bersama.
"Abi!!!"
*****************
Lucu kali yaa, cinta segitiga antar sepupu🤣🤣
Mari ramaikan! Buat nemenin ngabuburit bareng yang uwu-uwuu🤭
__ADS_1