Cintaku Mentok Di Kamu

Cintaku Mentok Di Kamu
Bab 67


__ADS_3

"Yang bangun. Kita subuh yuk!" Ajak bang Ar berbisik ditelinga sang istri yang tengah memeluknya erat.


"Hemmm!" Ayra hanya bergumam dengan mata yang masih terpejam.


Dikecupnya mata yang masih tertutup rapat dan enggan terbuka itu. "Ayo kita mandi, keburu siang!" Ajaknya, padahal waktu masih menunjukan jam 3 pagi.


"Aku masih ngantuk bang, badan aku sakit semua." Timpal Ayra semakin menyembunyikam wajahnya dan mengeratkan pelukannya.


"Tar abang gendong ya!" Tawarnya. "Ayo!" Bang Ar membangunkan tubuh sang istri mesti matanya masih terpejam.


"Tapi mandi doang ya, jangan macem-macem!" Timpalnya dan mengalungkan lengannya di leher sang suami.


"Iya!" Bang Ar tersenyum kala melihat wajah sang istri dengan mata yang enggan juga terbuka.


Digendongnya tubuh polos yang penuh dengan jejak-jejak petualang disana, membuat bang Ar terkekeh, segitu ganaskah dirinya? Hingga hampir seluruh tubuh istrinya penuh dengan maha karyanya.


Ia dudukkan sang istri diatas kloset selagi dirinya menyiapkan air bathup. Sang istri masih enggan membuka mata, dan malah tersandar ditembok.


Bang Ar menggendongnya menuju bathup yang telah terisi air dan sabun untuk berendam. Didudukannya sang istri dan disusul dirinya. Keduanya berendam dengan Ayra yang bersandar didada suaminya dengan setengah nyawanya yang belum terkumpul.


Digosoknya punggung sang istri lembut, memijat bahunya pelan, membuat Ayra semakin nyaman untuk terpejam. Hingga kecupan-kecupan dipunggungnya menyadarkannya, apalagi sesuatu dibawah sana terus menggelitiki pinggangnya.


"Bang jangan mulai deh. Kan aku udah bilang jangan macem-macem!" Protes Ayra.


"Gak. Abang cuma mau satu macem!" Timpal bang Ar dengan tangannya yang sudah bertengger didepan memainkan kedua benda favoritnya.


Hal itu sukses membuat Ayra men de sah. "Abanghhh!"


"Yes baby!" Bang Ar semakin meremat kuat dua buah itu.

__ADS_1


"Kita bikin part baru!" Bisik bang Ar seraya menggigit telinganya manja.


"Apa?"


"Part silaturahmi didalam bathup." Timpal bang Ar dengan membalikan tubuh sang istri.


Air yang tadi dingin kian memanas kala dua insan yang tengah mencari pahalanya tengah beradu disana. Membuat air bergelombang bagai guncanagan tsunami hingga tumpeh-tumpeh dilantai.


**


"Udah dong. Jangan cemberut terus!" Rayu bang Ar pada sang istri sambil mengeringkan rambutnya.


Ayra tak menanggapi suaminya, dirinya benar-benar kesal dengan kelakuan suaminya. Dari semalam sudah dibuat begadang, dibangunin dengan alasan takut kesiangan subuh padahal masih terlalu awal untuk melakukan kewajiban dua rakaatnya. Dan ujung-ujungnya diajak cari pahala lagi.


Gak tau aja suaminya, tubuhnya serasa remuk. Intinya terasa kebas kala terus menerus melayani dirinya. Gak ditolak bakalan gak bisa jalan, ditolak pun takut dosa.


"Udah dong ngambeknya!" Bang Ar meraih kedua pipi sang isrti menangkupnya. "Maafin abang ya! Tadi yang terakhir buat hari ini. Tar abis subuh kita istirahat lagi ya!" Ayra hanya menganggukkan kepalanya dengan air muka sama.


"Isshh abang ngeselin banget sih. Ini aku bene-bener sakit. Gak bisa jalan aku!" Ayra semakin memberenggut dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Bang Ar mendekapnya mengelus rambut setengah basahnya. "Maafin abang ya sayang! Abang terlalu mementingkan keinginan abang, tanpa tau kamu kesakitan. Entah kenapa, menyentuhmu membuat abang tak bisa mengendalikannya. Kamu bagai candu buat abang." Tuturnya. "Mulai sekarang abang akan coba mengendalikannya!"


Ayra melepaskan dekapannya. "Maksud abang? Abang gak mau lagi nyentuh aku gitu?" Sentaknya.


Kan kan jadi salah paham. "Nggak sayang!" Bang Ar mulai panik melihat istrinya kembali merajuk.


"Nggak? Abang beneran gak mau nyentuh aku lagi? Apa abang mau sentuh cewek lain? Abang jahat! Ngeselin tau gak!" Ayra memukul dada suaminya dengan isak kecil di bibirnya. Air matanya luruh begitu saja.


Bang Ar mencekal kedua lengannya dan kembali membawa sang istri kedekapannya. "Nggak gitu sayang!" Ayra terus meronta memukul dadanya sambil terisak bahkan sudah sesenggukan.

__ADS_1


"Sayang dengerin abang!" Ucap bang Ar tegas dan mencekal lengannya membuat Ayra diam namun masih dengan tangisnya.


"Oke! Dengerin abang!" Bang Ar melembutkan suaranya. "Maafin abang! Mungkin kata-kata abang tadi salah. Maksud abang, abang bukan gak mau nyentuh kamu lagi apalagi sampe nyentuh cewek lain itu gak akan mungkin. Impossible!"


"Ta,tapi ta,tadi abang bi,bilang gitu." Ayra menjawab dengan sesenggukan.


Bang Ar mengusap jejak kebasahn dipipinya. "Abang bukan gak mau nyentuh kamu lagi, mana tahan coba abang gak nyentuh kamu? Maksud abang, abang akan biarkan kamu istirahat beberapa waktu dulu, biar nonanya kembali pulih gak kesakitan lagi. Dan saat kamu siap kita lanjut bikin part lagi. Gitu ngerti gak?" Tutur bang Ar panjang kali lebar kali luas kali tinggi kali ciliwung. Eh!


Ayra menganggukkan kepalanya mengerti. Bang Ar kembali menariknya kedekapannya. "Kalo kamu pikir abang bisa nyentuh cewek lain selain kamu, udah dipastikan itu tandanya abang belok, udah gak suka serambi lagi."


Ayra tergelak mendengar penuturan suaminya dan melepaskan diri. Bang Ar tersenyum kala melihat lagi tawa istrinya.


"Udah ya gak drama lagi? Ini udah memasuki waktu subuh. Kita sholat berjamaah dulu ya!" Ajak bang Ar dan dijawab anggukan sang istri.


Ayra terlebih dahulu memakai pakaiannya, karena dari tadi keduanya membuat drama, tubuhnya hanya terbalut bathrobe. Lalu Ia mengambil air wudhu dan disusul bang Ar juga.


Kini keduanya tengah melaksanakan dua rakaat sebagai kewajibannya menjadi umat muslim. Setelah selesai, Ayra mencium takzim lengan bang Ar, lalu bang Ar membalas mencium keningnya lama.


"Imamku dunia akhirat! Penuntunku menuju Jannah!"


***************


*Gaisss jangan lupa! Vote, like, dan komennya😊 Tabur-tabur bunga juga lah😁



Ini imam dunia pernovelan😂


__ADS_1


Ini istri yang katanya takut dosa😂


__ADS_2