
"**Gerup Reseh"
Rila📤**
Besok mau fiting baju. Pada ngikut ya!
Agel📤
Sorri gak bisa! Besok gue ada acara sama Jun.
Feby📤
Kita ngikut gak Ay?
Devan📤
Lu semua mesti ngikut. Abis fiting kita jalan ke mall.
Me📤
Gimana bang?
Bang Ar❤📤
Ikut yang. Tapi maaf abang gak bisa jemput, kita ketemu dimall ya😘
Feby📤
Woy! Bang grup ini, yaelaahh😑
**Me****📤
🤣🤣🤣
Me📤**
Trus aku pergi nya gimna bang?
Bang Ar❤📤
Tenang, kan punya kang ojek #**Feby
Feby📤**
Pokonya ya bang, gue minta ongkosnya 10x lipat.
Me📤
Wah pemerasan lu woy!
**Feby📤
🤣🤣🤣
Bang Ar❤📤**
__ADS_1
Oke, sawah sepetak juga boleh. Asal AYang ku selamat sampe tempat tujuan!
Me📤
Bang Ar😘😘😘😘😘
Feby📤
Njirrr.... bang Ar bucin maksimal.
Agel****📤
Dah bisa gombal ya bang?
Rila📤
Bener-bener sultan tanah!
**
Pagi-pagi Ayra sudah terbangun. Semalaman Ia dan bang Ar menghambiskan malam dengan VC. Kedunya asyik mengobrol sampai lupa waktu. Hubungan LDR tak membuat mereka merasa jauh, karena setiap malam mereka slalu melakukan VC. Bahkan keduanya sampai tertidur dengan panggilan masih tersambung.
Setelah Mandi dan berdandan, Ia sarapan bersama kedua orangtuanya.
"Kamu mau pergi Ay, Rapi bener?" Tanya Mamih.
"Iya Mih. Hari ini Rila mau fiting baju. Jadi kita ikutan." Jawabnya.
"Kamu dijemput sama Ar?" Tanya Mamih.
"Gak Mih. Bang Ar belom bisa pulang. Dia masih ada urusan. Paling ntar siangan nyusul." Timpalnya.
"Udahlah Pih, justru aku disuruh berangkat sama dia dititipin kang ojek nya langsung lagi." Timpalnya. Membuat keduanya tergelak, mereka tau siapa yang dimaksud kang ojek itu.
"Nah gitu mulai sekarang mau apa-apa itu minta izin dulu sama Ar!" Pesan Mamih.
"Iya Mih." Jawabnya, lalu melihat notif yang masuk di Hpnya. "Ya udah aku berangkat ya! Kang ojeknya udah nunggu tuh didepan. Assalmuaalikum!" Pamitnya menyalami keduanya takzim.
"Waalaikumsalam!" Balas keduanya.
**
"Kita nunggu dimana nih?" Tanya Ayra yang baru turun dari motor.
Kini mereka sudah ada diparkiran sebuah pusat perbelanjaan. Setelah melakukan fiting, mereka melajukan kendaraannya ke tempat ini. Hanya Kedua gadis itu yang baru sampai. Sedangkan sepasang calon pengantin belom nampak batang hidungnya.
"Ya udah kita tunggu di foodcourt aja! Gue laper." Jawab Feby seraya melepaskan helm nya.
"Ya udah yuk! Bang ar juga lagi OTW kesini. Gue juga udah chat Rila nih." Timpal Ayra sambil mengotak-atik Hp nya.
Keduanya berjalan masuk dengan terus mengobrol dan bercanda ria, tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang tengah memperhatikan keduanya dengan seringai diwajahnya.
Keduanya sudah duduk dan memesan makanan.
"Eh gue ke toilet dulu ya!" Pamit Ayra.
__ADS_1
"Mao gue temenin?" Tawar Feby.
"Gak usah, gue sendiri aja. Tar mereka datang, kitanya gak ada." Timpal Ayra.
"Emm..ya udah deh sana!" Usir Feby mengibaskan tangannya.
"Isshh lu ya..." Ayra mendorong pelan bahu Feby dan kedunya pun tertawa.
**
Ayra keluar dari toilet setelah melakukan hajatnya. Ia merapihkan sebentar penampilannya dicermin, lalu keluar. Namun baru saja keluar, seseorang membekap mulutnya.
Ayra meronta namun Ia tidak bisa melihat siapa yang membekapnya. Ia terus diseret sampai dilorong yang sepi.
Ia terus meronta sampai menggigit tangan yang membekapnya. Saat bekapan itu terlepas, seseorang langsung membalikkan badannya dan menyenderkannya, mengukung tubuhnya ditembok.
"Haii..sayang?" Sapa Seorang pemuda.
"K-kamu?" Ayra shok melihat siapa yang berani menyeretnya seperti itu.
"Iya. Aku kangen!" Ucapnya lagi, dan tanpa tau malu Ia ingin melayangkan bibirnya ke bibir Ayra.
Ayra langsung mengelak dan meronta hingga tidak terjadi aksi tabarakan bibir itu. Namun Ia tidak bisa melepas kukungan pemuda itu.
"Bang lepasin aku! Kamu apa-apaan sih!" Ayra terus meronta.
"Kamu hanya milikku Ayra. Gak ada seorang pun yang bisa miliki kamu selain aku." Ucapnya dengan menenggelamkan wajahnya diceruk Ayra dan sudah menempelkan bibirnya disana.
"Gak. Lepasin aku! Lepasin aku bang!"
Plak.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan nafas yang memburu, Ayra berhasil menamparnya.
Namun Ia kembali menyeringai membuat Ayra ketakutan. Tubuh Ayra kembali dikukungnya.
"Kau tau, hanya kau gadis yang berani menamparku? Dua kali. Dua kali kau menamparku." Ucapnya mencengkram dagu Ayra kuat, satu tangannya mencekal kedua tangan Ayra.
"Disaat semua gadis dengan sukarela menyerahkan tubuhnya padaku, kau justru menolakku?" Lanjutnya dengan menyeringai.
"Bukalah mata cantikmu itu sayang! Lihat aku! Apa yang kurang dariku? Aku lebih segalanya dari Ardi, Ayra?" Tanyanya lagi. Ayra tak menjawab, air matanya sudah tumpah tidak dapat Ia tahan.
"Aku Rendi Permana. Hanya aku yang pantas memiliki dirimu, Ayra sayang!" Tuturnya dengan seringai dibibirnya, tangan yang tadi memcengkram kuat dagu Ayra kini membelai pipinya.
Setelah melihat postingan tentang pertunangan bang Ar dan Ayra. Rendi seperti kesetanan. Obsesinya untuk mendapatkan Ayra semakin membuncak. Sampai saat tadi Ia tak sengaja melihat pujaannya itu hanya sendiri, Ia mengambil kesempatan itu.
"Bang aku mohon, lepasin aku! Aku mohon jangan kek gini. Kamu bisa dapatin gadis manapun yang lebih seglanya dari aku." Ucap Ayra melemah dengan isak tangisnya.
"Tapi aku hanya ingin kamu sayang." Timpalnya.
"Tapi aku gak cinta sama kamu. Aku hanya cinta sama bang Ar." Jawab Ayra tegas.
"Cih. Persetan dengan cinta. Kamu hanya milikku Ayra. Milikku!" Ucapnya dan ingin kembali mendaratkan ciumannya diwajah Ayra.
Ayra kembali meronta sekuat tenaga dan berteriak. "Bang Arrrrr!!!!!"
__ADS_1
Bugh
*************